Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 44


__ADS_3

enjoy.


.


.


.


.


.


let's read


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Devan masuk kedalam kamar Sarah yang sudah sangat berantakan dan banyak benda yang hancur


Devan" astaga Sarah apa yang kamu lakukan , kenapa semuanya berantakan dan hancur


Sarah" aku sangat kesal (bertriak) mereka kenapa mereka sangat bahagia, dan wanita itu wanita itu sungguh aku benci melihat senyumannya


Devan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sarah yang semakin tidak terkontrol


Devan" sudah lah sar, luapkan semua ini, toh ini juga salah mu, kamu yang meninggalkan pernikahan itu, sudah lah, lagi pula taya tidak mencintai mu, jika bukan karena ancaman mu dia juga tidak akan bersama mu


Sarah" tidak ini bukan salahku, tapi ini salah mereka , lihat saja aku akan buat mereka menderita sampai mereka lupa bagaimana cara nya tertawa (tertawa )


Devan hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan Sarah, yang semakin hari semakin menggila, yang semakin membuat nya merasa frustasi


"aku sungguh takut melihat dia, semoga taya dan wanita itu selalu baik baik saja" batin Devan


semetara di tempat lain Fahri masih sibuk melacak ke beradan Sarah


fahri" Kell apa sudah kamu temukan


Kell" belum bro, aku rasa wanita ini pintar, dia bisa menutupi keberadaannya dan dari semua panggilan serta pesan itu semua dari tempat yang berbeda beda padahal servernya hanya satu


fahri" Kell kita harus menemukanya segera, karena wanita ini sangat berbahaya


Kell" akan aku usahakan bro,lagi pula tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini


fahri" betul sekali


Kell" apa brus dan anak buahnya sudah menjalankan misi mereka


fahri" sudah,aku sangat berharap pada mereka,


Kell" tenang saja, aku yakin saudara mu akan baik baik saja


fahri" amin, semoga Kell


sesampai di apartemen Rara langsung turun karena taya harus kembali ke kantor


taya" kamu baik baik di rumah, jangan melakukan hal bodoh


rara" aku bukan bocah Lima tahun tuan Dimitri


taya" baik lah nyonya Dimitri , kalo begitu aku pergi dulu, cepet naik, aku tidak akan pergi sebelum melihat kamu masuk


rara" iya iya, kamu kenapa jadi cerewet sekali sih


rara berjalan memasuki lobi dan masuk kedalam lift


setelah memastikan Rara masuk ke dalam lift taya kembali ke kantor untuk mengerjakan tugasnya


sesampainya di apartemen Rara membersihkan dirinya setelah selesai Rara melihat lihat pelajaran yang iya dapatkan hari ini di tempat kursus


setelah selesai membaca, Rara membedakan apartemen itu


lagi lagi Rara sangat penasaran dengan kotak harta yang berada di pojokan kamar mereka namun, Rara masih tidak berani untuk membuat kotak itu


setelah selesai membersihkan rumah Rara merebahkan tubuhnya di sofa , sambil menyalakan tv,dan menonton film ke sukanya


dan tak terasa mata Rara mulai menutup dan tertidur dengan pulas ya


rara terbangun karena ada seseorang yang menekan bel


rara berjalan ke arah pintu dan untuk membukakan pintu

__ADS_1


rara" iya tunggu sebentar ...


rara melihat di layar untuk melihat siapa yang datang


namun tak ada siapa pun, kecuali sebuah kotak kardus


rara membuka pintunya dan melihat ke kanan dan ke kiri mencari pengirim barang itu


namun Rara tak menemukan apa pun,


"sepertinya aku tidak memesan barang, apa mas taya ya " pikir Rara


rara membawa masuk kotak tersebut ...


rara mencoba menelpon taya namun tak ada jawaban sekitar tiga kali, tapi tetap tak ada jawaban


akhirnya karena penasaran pada kotak itu Rara membuka kotak tersebut


rara terkejut melihat isi kotak itu


"astafirlohalazim " (berteriak )


rara melempar kotak itu dengan perasaan takut


rara" siapa yang mengerjai ku seperti ini


(meneteskan air mata)


rara mencoba menghubungi taya kembali, setelah beberapa saat baru lah taya menjawab


taya* iya ada apa ?


rara* (menagis) cepat pulang aku takut


taya"(panik) kamu kenapa? ada apa ?


rara* cepat pulang ... (tersedu sedu )


taya* oke aku pulang, tenang kan dirimu,aku segera pulang


taya langsung mematikan panggilan itu dan berlari dari ruangannya


saat tiba di lift taya bertemu Fahri dan Stevan


taya" Rara dalam bahaya


walau tak tahu apa yang terjadi namun taya yakin jika Rara sedang dalam bahaya


fahri" apa! ayo cepat kita pulang


akhirnya mereka bertiga pergi bersama


taya mengendarai mobil dengan sangat kencang, membuat Steven dan Fahri merasa takut


dan berdoa jika mereka tidak akan mati


tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai


taya langsung berlari meninggalkan Fahri dan Steven dan langsung masuk ke dalam lift tanpa perduli pada mereka berdua yang masih menetralkan jantung


sesampainya di dalam apartemen taya melihat Rara yang sedang ke rakitan duduk di atas lantai sambil mengais


taya" sayang (memeluk) ada apa? apa yang terjadi ?


rara" aku takut,aku takut


taya" tenang lah, aku sudah di sini, ada apa, apa yang membuat mu takut ?


rara menunjuk ke sebuah kardus yang sudah terjatuh dan isinya sudah berserakan


taya" apa itu?


rara" aku tidak tahu, tapi (menagis )


taya" sudah sudah, jangan menangis aku sudah Disni


Fahri dan Steven masuk kedalam apartemen itu dengan nafas yang tersengal-sengal


fahri" ada apa ini mas

__ADS_1


taya" ri, stev coba kalian periksa kardus itu


fahri dan Steven melihat kardus yang dimaksud oleh taya


mereka mendekat pada kardus itu


Steven" astaga,


fahri pun merasa mual melihat isi dari kardus itu


taya" apa isinya


Steven membalikan kardus itu, dan terlihat,sebuah boneka bayi yang di lumuri darah dan belatung, serta sebuah surat yang berisi ancaman


Steven" surat ini , surat ancaman


" jauhi dia, dia adalah miliki,Jika kamu ingin selamat, dan ingin hidup mu damai, atau kamu akan tahu akibatnya "


Fahri dan Steven membereskan kardus itu sementara taya membawa Rara ke kamar agar Rara bisa lebih tenang


rara" apa sebenarnya yang terjadi, kenapa orang itu selalu meneror ku (menagis)


taya" tenang lah kami masih menyelidiki ini ?


rara" kamu bohong, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku,aku tahu yang di maksud orang itu adalah kamu (berteriak)


taya" tenang lah, jangan bertriak seperti itu, tenang kan diri mu lebih dulu


rara" tenang kamu bilang, bagai mana aku bisa tenang jika, aku harus berhadapan dengan ke adaan seperti ini, coba jelaskan bagai mana aku bisa tenang


taya" aku janji akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat


rara hanya diam tak mau menanggapi taya, jujur Rara sangat syok dengan kejadian ini


jika masih sebatas telpon atau pesan iya masih mengira jika orang itu iseng tapi sudah meneror sampai seperti itu, itu artinya orang tersebut tidak main-main


taya memperhatikan Rara yang menangis


taya keluar dari kamar dan menemui Steven dan Fahri


taya" apa Kell sudah menemukanya


fahri" Kell masih berusaha


taya" aku sungguh tidak tega melihatnya harus meras takut seperti itu, aku yakin wanita gila tidak akan tinggal diam kali ini


fahri " mas bagaimana biar lebih aman kakak kita pulang kan saja ke Indonesia


taya" tapi dengan alasan apa Fahri ? tidak mungkin kita memulangkannya begitu saja , sementara aku suaminya ada disini


fahri" benar juga, tapi jika kakak tetap di sini aku takut kakak, akan kenapa Napa


taya" kita pikirkan cara lain ri, stev untuk beberapa hari ke depan aku mengambil cuti


fahri" kenapa mas,


taya" aku ingin menenangkan Rara , sepertinya dia benar benar syok


fahri" mas, kamu sudah banyak mengambil cuti, kita sedang menjalankan proyek besar apa kata yang kau jika mas selalu ambil cuti


taya" lalu aku harus apa ? (mengacak rambut frustasi)


fahri" aku akan meminta Nara menemani kakak, dan meminta brus dan Josep agar mengawal lebih ketat lagi


taya" lakukan yang terbaik, ri apakah aku harus jujur dan menceritakan semuanya pada rara?


fahri" lakukan yang menurut mu baik,aku mendukung saja


taya menatap ke sembarang tempat


" apakah aku harus jujur, namun jika aku jujur apakah Rara, masih mau menerima lelaki seperti ku " pikiran taya kini kacau balau dan membuat dirinya frustasi dengan semua ini


------------____________--------------_________


TBC


next


enak nya di kasih tahu, atau enggak ya Raranya? hehe tunggu kelanjutannya ya

__ADS_1


jangan lupa kasih like dan komen nya buat cerita ini dukungan yang lain juga boleh kok


terimakasih


__ADS_2