
enjoy.
.
.
.
.
.
let's read
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
Devan masuk kedalam kamar Sarah yang sudah sangat berantakan dan banyak benda yang hancur
Devan" astaga Sarah apa yang kamu lakukan , kenapa semuanya berantakan dan hancur
Sarah" aku sangat kesal (bertriak) mereka kenapa mereka sangat bahagia, dan wanita itu wanita itu sungguh aku benci melihat senyumannya
Devan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Sarah yang semakin tidak terkontrol
Devan" sudah lah sar, luapkan semua ini, toh ini juga salah mu, kamu yang meninggalkan pernikahan itu, sudah lah, lagi pula taya tidak mencintai mu, jika bukan karena ancaman mu dia juga tidak akan bersama mu
Sarah" tidak ini bukan salahku, tapi ini salah mereka , lihat saja aku akan buat mereka menderita sampai mereka lupa bagaimana cara nya tertawa (tertawa )
Devan hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan Sarah, yang semakin hari semakin menggila, yang semakin membuat nya merasa frustasi
"aku sungguh takut melihat dia, semoga taya dan wanita itu selalu baik baik saja" batin Devan
semetara di tempat lain Fahri masih sibuk melacak ke beradan Sarah
fahri" Kell apa sudah kamu temukan
Kell" belum bro, aku rasa wanita ini pintar, dia bisa menutupi keberadaannya dan dari semua panggilan serta pesan itu semua dari tempat yang berbeda beda padahal servernya hanya satu
fahri" Kell kita harus menemukanya segera, karena wanita ini sangat berbahaya
Kell" akan aku usahakan bro,lagi pula tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini
fahri" betul sekali
Kell" apa brus dan anak buahnya sudah menjalankan misi mereka
fahri" sudah,aku sangat berharap pada mereka,
Kell" tenang saja, aku yakin saudara mu akan baik baik saja
fahri" amin, semoga Kell
sesampai di apartemen Rara langsung turun karena taya harus kembali ke kantor
taya" kamu baik baik di rumah, jangan melakukan hal bodoh
rara" aku bukan bocah Lima tahun tuan Dimitri
taya" baik lah nyonya Dimitri , kalo begitu aku pergi dulu, cepet naik, aku tidak akan pergi sebelum melihat kamu masuk
rara" iya iya, kamu kenapa jadi cerewet sekali sih
rara berjalan memasuki lobi dan masuk kedalam lift
setelah memastikan Rara masuk ke dalam lift taya kembali ke kantor untuk mengerjakan tugasnya
sesampainya di apartemen Rara membersihkan dirinya setelah selesai Rara melihat lihat pelajaran yang iya dapatkan hari ini di tempat kursus
setelah selesai membaca, Rara membedakan apartemen itu
lagi lagi Rara sangat penasaran dengan kotak harta yang berada di pojokan kamar mereka namun, Rara masih tidak berani untuk membuat kotak itu
setelah selesai membersihkan rumah Rara merebahkan tubuhnya di sofa , sambil menyalakan tv,dan menonton film ke sukanya
dan tak terasa mata Rara mulai menutup dan tertidur dengan pulas ya
rara terbangun karena ada seseorang yang menekan bel
rara berjalan ke arah pintu dan untuk membukakan pintu
__ADS_1
rara" iya tunggu sebentar ...
rara melihat di layar untuk melihat siapa yang datang
namun tak ada siapa pun, kecuali sebuah kotak kardus
rara membuka pintunya dan melihat ke kanan dan ke kiri mencari pengirim barang itu
namun Rara tak menemukan apa pun,
"sepertinya aku tidak memesan barang, apa mas taya ya " pikir Rara
rara membawa masuk kotak tersebut ...
rara mencoba menelpon taya namun tak ada jawaban sekitar tiga kali, tapi tetap tak ada jawaban
akhirnya karena penasaran pada kotak itu Rara membuka kotak tersebut
rara terkejut melihat isi kotak itu
"astafirlohalazim " (berteriak )
rara melempar kotak itu dengan perasaan takut
rara" siapa yang mengerjai ku seperti ini
(meneteskan air mata)
rara mencoba menghubungi taya kembali, setelah beberapa saat baru lah taya menjawab
taya* iya ada apa ?
rara* (menagis) cepat pulang aku takut
taya"(panik) kamu kenapa? ada apa ?
rara* cepat pulang ... (tersedu sedu )
taya* oke aku pulang, tenang kan dirimu,aku segera pulang
taya langsung mematikan panggilan itu dan berlari dari ruangannya
saat tiba di lift taya bertemu Fahri dan Stevan
taya" Rara dalam bahaya
walau tak tahu apa yang terjadi namun taya yakin jika Rara sedang dalam bahaya
fahri" apa! ayo cepat kita pulang
akhirnya mereka bertiga pergi bersama
taya mengendarai mobil dengan sangat kencang, membuat Steven dan Fahri merasa takut
dan berdoa jika mereka tidak akan mati
tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai
taya langsung berlari meninggalkan Fahri dan Steven dan langsung masuk ke dalam lift tanpa perduli pada mereka berdua yang masih menetralkan jantung
sesampainya di dalam apartemen taya melihat Rara yang sedang ke rakitan duduk di atas lantai sambil mengais
taya" sayang (memeluk) ada apa? apa yang terjadi ?
rara" aku takut,aku takut
taya" tenang lah, aku sudah di sini, ada apa, apa yang membuat mu takut ?
rara menunjuk ke sebuah kardus yang sudah terjatuh dan isinya sudah berserakan
taya" apa itu?
rara" aku tidak tahu, tapi (menagis )
taya" sudah sudah, jangan menangis aku sudah Disni
Fahri dan Steven masuk kedalam apartemen itu dengan nafas yang tersengal-sengal
fahri" ada apa ini mas
__ADS_1
taya" ri, stev coba kalian periksa kardus itu
fahri dan Steven melihat kardus yang dimaksud oleh taya
mereka mendekat pada kardus itu
Steven" astaga,
fahri pun merasa mual melihat isi dari kardus itu
taya" apa isinya
Steven membalikan kardus itu, dan terlihat,sebuah boneka bayi yang di lumuri darah dan belatung, serta sebuah surat yang berisi ancaman
Steven" surat ini , surat ancaman
" jauhi dia, dia adalah miliki,Jika kamu ingin selamat, dan ingin hidup mu damai, atau kamu akan tahu akibatnya "
Fahri dan Steven membereskan kardus itu sementara taya membawa Rara ke kamar agar Rara bisa lebih tenang
rara" apa sebenarnya yang terjadi, kenapa orang itu selalu meneror ku (menagis)
taya" tenang lah kami masih menyelidiki ini ?
rara" kamu bohong, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku,aku tahu yang di maksud orang itu adalah kamu (berteriak)
taya" tenang lah, jangan bertriak seperti itu, tenang kan diri mu lebih dulu
rara" tenang kamu bilang, bagai mana aku bisa tenang jika, aku harus berhadapan dengan ke adaan seperti ini, coba jelaskan bagai mana aku bisa tenang
taya" aku janji akan menyelesaikan masalah ini dengan cepat
rara hanya diam tak mau menanggapi taya, jujur Rara sangat syok dengan kejadian ini
jika masih sebatas telpon atau pesan iya masih mengira jika orang itu iseng tapi sudah meneror sampai seperti itu, itu artinya orang tersebut tidak main-main
taya memperhatikan Rara yang menangis
taya keluar dari kamar dan menemui Steven dan Fahri
taya" apa Kell sudah menemukanya
fahri" Kell masih berusaha
taya" aku sungguh tidak tega melihatnya harus meras takut seperti itu, aku yakin wanita gila tidak akan tinggal diam kali ini
fahri " mas bagaimana biar lebih aman kakak kita pulang kan saja ke Indonesia
taya" tapi dengan alasan apa Fahri ? tidak mungkin kita memulangkannya begitu saja , sementara aku suaminya ada disini
fahri" benar juga, tapi jika kakak tetap di sini aku takut kakak, akan kenapa Napa
taya" kita pikirkan cara lain ri, stev untuk beberapa hari ke depan aku mengambil cuti
fahri" kenapa mas,
taya" aku ingin menenangkan Rara , sepertinya dia benar benar syok
fahri" mas, kamu sudah banyak mengambil cuti, kita sedang menjalankan proyek besar apa kata yang kau jika mas selalu ambil cuti
taya" lalu aku harus apa ? (mengacak rambut frustasi)
fahri" aku akan meminta Nara menemani kakak, dan meminta brus dan Josep agar mengawal lebih ketat lagi
taya" lakukan yang terbaik, ri apakah aku harus jujur dan menceritakan semuanya pada rara?
fahri" lakukan yang menurut mu baik,aku mendukung saja
taya menatap ke sembarang tempat
" apakah aku harus jujur, namun jika aku jujur apakah Rara, masih mau menerima lelaki seperti ku " pikiran taya kini kacau balau dan membuat dirinya frustasi dengan semua ini
------------____________--------------_________
TBC
next
enak nya di kasih tahu, atau enggak ya Raranya? hehe tunggu kelanjutannya ya
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan komen nya buat cerita ini dukungan yang lain juga boleh kok
terimakasih