
hari ini Bu Lia dan pak Lukman harus pulang ke Indonesia karena mereka tidak bisa berlama lama di Inggris
rara dan taya mengantar orang tuanya untuk pulang
rara"hati hati ya Bu,jaga kesehatan baik baik di sana, Rara bakalan kangen (memeluk)
Bu Lia" kamu juga baik baik nak, jaga calon cucu ibu, jangan terlalu stres dan banyak pikiran ya, makan yang cukup
rara" iya Bu,
pak Lukman" taya jaga istri dan calon anak mu, ingat pesan bapak ya
taya" iya pak
rara" bapak sehat sehat ya, jangan suka begadang ya pak, (memeluk)
pak Lukman" (tersenyum) iya nduk, jaga cucu eyang ini ya
rara" iya eyang
setelah selesai berpamitan, taya dan Rara langsung meninggalkan bandara
sepanjang perjalanan Rara hanya diam, tidak banyak bicara bahkan Rara tidak seperti biasanya, bermanja pada taya , atau meminta sesuatu yang pada taya
sesampainya di apartemen Rara langsung mencari pakaian nya dan membereskan apartemen itu
sementara taya bersiap untuk pergi ke kantor
taya" sayang aku pergi ke kantor dulu ya
rara menghampiri suaminya itu
rara" iya hati hati
taya" kamu tidak menahan ku untuk pergi
rara" sedang tidak ingin,
taya" tidak ingin beli sesuatu ?
rara" tidak, sudah pergi lah,nanti kamu terlambat
taya" oooo iya, aku pergi , kamu baik baik ya di rumah, assalamualaikum anak Daddy baik baik ya di sini jangan nakal sama mommy (mengelus perut)
rara" iya Daddy (memaksa senyum)
taya meninggalkan apartemen dengan rasa sedih melihat istrinya itu
"aku harus melakukan apa,agar dia kembali,aku lebih baik melihat nya manja,dan memaksa ku memakai baju aneh dari pada harus melihatnya seperti itu " batin taya
sesampainya di kantor taya meminta pendapat pada asistennya yang sudah lebih dulu menghadapi istri yang sedang mengandung
taya " stev apakah istri mu,dulu saat hamil apakah dia mengalami perubahan mood
Steven" em, sepertinya tidak, ada apa pak ?
taya" istri saya, semenjak mengandung, mood nya berubah ubah,saya bingung harus apa stev
Steven"apa selama nyonya Dimitri mengandung bapak selalu ada untuk nya
taya" tentu
Steven" apa bapak pernah mengajak nyonya Dimitri untuk jalan jalan walau hanya ke taman hiburan
taya" tidak pernah stev, aku selalu melarangnya untuk melakukan aktifitas melelahkan
Steven"pantas saja, pak harusnya bapak mengajak nyonya Dimitri untuk jalan jalan walau hanya sekedar, terkadang wanita hamil itu butuh waktu untuk bersantai, lagi pula menurut saya hanya sekedar berjalan jalan saja bukan lah hal yang melelahkan
taya" baik lah jika begitu stev saya akan mencoba saran mu,
__ADS_1
Steven" iya pak (tersenyum)
setelah pulang dari bekerja taya merencanakan untuk mengajak Rara pergi
sesampainya di apartemen taya menghampiri istrinya yang sedang sibuk memasak di dapur
taya" sibuk sekali istri ku, sampai tak tahu jika suaminya pulang (memeluk dari belakang)
rara" Daddy buat aku terkejut saja, maaf aku tidak mendengar kamu pulang
taya" tidak apa apa,sayang bagaimana jika malam ini kita pergi ke eye London
rara" malam ini ?
taya" di sana jika malam hari sangat indah, apa kamu mau
rara"(tersenyum) ya, aku mau,
taya" baik lah, hentikan memasaknya dan kita harus bersiap siap
taya dan Rara menikmati malam indah mereka, menikmati pemandangan malam di kota London
sementara di Indonesia adik adik Rara sedang menghibur Ghani yang baru saja patah hati karena di tolak oleh seorang gadis
Rey" gak nyangka gue, bad boy kayak Lo bisa di tolak
cyra " kalian tahu yang nolak dia itu, ceweknya gak modis,tapi cantik, dan kutu buku, salat gue sama anak itu gak tergoda sama tampang bodoh nya ghani (tertawa)
Ghani" diem Lo key, gue simpel pake tisu tuh mulut
fahri" haduh fuckboy bisa galau
Dion" sabar kak Ghani mungkin wanita itu hati nya bersih makanya tidak tergoda oleh pria seperti kakak,
mendengar perkataan Dion sontak semuanya tertawa
Rey" hebat adek gue,
Ghani" kalian tuh bener bener gak menghibur tahu gak sih
cyra" ah gue mau telpon kakak lah, mau kasih tahu kalo bad boy satu ini lagu galau
cyra mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Rara , tak menunggu lama panggilan cyra langsung di jawab oleh Rara
cyra* kakak!! (berteriak)
rara menjauhkan ponsel dari kupingnya
rara*key bisa tidak,tidak bertriak
cyra*sorry, kak tahu tidak, di sini ada yang sedang galau
rara* siapa? Rey, Fahri, atau Dion?
cyra*bukan mereka tapi ghani,(tertawa)
rara*apa Ghani galau ? kok bisa? kenapa?
Rey merebut ponsel cyra
Rey*karena di tolak wanita kak, Kaka bayangkan wajah bad boy seperti dia di tolak oleh seorang gadis biasa
rara tertawa sangat kencang membayangkan wajah galau adik sepupunya itu
taya ikut mentertawakan Ghani karena tata tahu betul seperti apa Ghani di mata para gadis
Rey* ya sudah kak, nanti kita lanjut lagi, kami harus pergi , aku sayang kakak
rara* kakak juga sayang kalian
__ADS_1
panggilan berakhir
Ghani" puas Lo semua ya tertawaan gue
Dion" belum kak, soalnya jarang jarang bisa ngetawain kakak kayak gini
Ghani" ampun gue, tahu gini gak cerita ke kalian , mending gue cerita ke mommy, paling di suruh tobat
Ghani benar benar merasa kesal melihat saudara saudaranya sangat senang melihat penderitaannya
walau dirinya tahu, mereka hanya mencoba menghibur namun iya tetap merasa kesal
...
setelah menikmati malam indah mereka taya dan Rara kembali ke apartemen
setelah selesai berganti pakaian taya dan Rara merebahkan dirinya di tempat tidur
rara" mas aku merindukan sama keluarga di indo
(sedih)
taya" aku juga sayang, aku juga sangat merindukan mereka
rara" mas kapan kita akan pulang ke indo
taya" sabar ya sayang setelah proyek ini mulai berjalan aku janji kita akan pulang, kalo untuk waktu dekat ini, sepertinya kita belum bisa untuk pulang
rara" iya mas aku ngerti, tapi kamu janji ya kita bakal pulang
taya" iya sayang aku janji , tapi kamu janji juga jangan sering sering cemberut ya kayak tadi pagi
rara" maaf
taya" sayang, jika kamu merasakan apa pun, dan menginginkan apa pun, bilang pada ku, jangan berdiam diri, aku tidak bisa melihat mu murung dan sedih
rara" (tersenyum) iya Daddy , mommy akan ingat itu , Daddy
taya" em
rara" aku mau makan spageti yang banyak bola bola daging nya
taya" harus sekarang
rara" em aku mau sekarang ...
taya" (menarik nafas) baik lah, kamu tunggu di sini ya sama mommy biar Daddy yang belikan (mengelus perut Rara)
rara" iya Daddy, tapi jangan lama lama ya kita gak mau di tinggal lama lama sama Daddy
taya" iya
taya pergi meninggalkan Rara untuk membelikan pesanan istrinya itu
" syukurlah dia sudah kembali, aku lebih suka keluar malam mencari sesuatu untuk nya dari pada harus melihat nya murung, aku akan terus belajar menjadi suami yang baik dan Daddy yang baik untuk kalian " dalam hati taya
_________________________________
TBC
next
semoga pada suka ya, semoga dapat feel nya ya, para sayang sayang nya author
jangan lupa kasih aku like dan komen
terimakasih
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
__ADS_1