
selamat membaca
.
.
...
enjoy
🍿🍿🍿🍿🍿🍿🍿🍿🍿
selama sebulan ini Rey merasa sangat lelah karena dirinya harus bersabar dengan kelakuan Naima yang sedang berubah-ubah,terkadang sangat ceria,terkadang marah dengan hal kecil,terkadang sangat manja,atau menjadi sangat sedih
baru sebulan merasakan perubahan itu rasanya Rey sangat lelah,menimbulkan lingkar hitam dan juga kantung di bawah matanya
Arif" selamat pagi pak ?
Rey" pagi,apa jadwal ku hari ini,kosongkan jadwal ku siang ini,aku harus kembali ke rumah
Arif" baik pak,pak pagi ini ada rapat dengan perusahaan Nugroho pukul sembilan nanti
Rey" baik lah,kita pergi sekarang saja,aku juga sudah lama tidak berkunjung ke sana
Arif" baik pak,saya akan siap kan semuanya
Rey" Arif,tolong siapkan sarapan untuk ku ya
Arif"baik pak
Arif meninggalkan ruangan itu,untuk mempersiapkan kebutuhan Rey
setelah selesai Rey dan juga Arif pergi meninggalkan kantor namun saat ingin pergi Rey dan Arif di hadang oleh sari
Rey" ada apa lagi nona sari,bukan nya semuanya sudah jelas jika saya membatalkan semua rencana saya dan sudah mengganti setengah nya
sari" bukan begitu pak saya kemari ingin memberikan ini,hadiah untuk istri anda sekali Gus permintaan maaf atas telepon yang waktu itu
Rey" terimaksih,tapi maaf saya sangat terburu-buru,Arif bawa itu ke mobil,sekali lagi terimaksih
sari" baik lah pak
sesampainya di perusahan Nugroho,Dimas langsung menuju ruangan Ghani
Rey" hey papa muda,sudah lama tidak bertemu
Ghani" (tertawa) iya aku sibuk membatu nada mengurus mengurus zavier
Rey" Daddy yang baik (terkekeh)
Ghani" bagaimana merasakan istri yang mulai merasakan ngidam
Rey" huh (membuang nafas) aku harus menebalkan kesabaran ghan,dan Naima benar-benar tidak bisa di tebak
Ghani" selamat menikmati Rey (tertawa)
setelah perbincangan singkat Rey dan Ghani masuk ke dalam ruang rapat
sementara di tempat lain seorang wanita berkaca mata tengah sibuk merapikan pakaian nya,karena hari ini dirinya akan mengikuti tes untuk masuk ke dalam perguruan tinggi
wanita itu melihat pantulan dirinya di cermin
denisa" aku terlihat buruk,sekali pun aku memakai baju mahal dan bagus aku akan tetap jelek (menarik nafas) semangat denisa
__ADS_1
denisa meninggalkan kamar nya dan berpamitan pada ayahnya
denisa" pa Sasa pergi,doakan Sasa ya semoga Sasa bisa di terima
Rega" hati-hati nak,kamu pasti di terima yakin lah pada papa
denisa" baik lah pa,Sasa percaya pada papa,Sasa pergi pa (mencium tangan)
Rega" hati-hati sayang
setelah berpamitan denisa pergi meninggalkan kediaman nya yang sederhana itu,mengunakan motor yang selalu menemani dirinya setiap hari
sepanjang perjalanan denisa terus berdoa dan berharap jika hari nya akan baik-baik saja
tidak seperti saat di sekolah nya dulu dimana dirinya selalu menjadi bahan bully teman-teman nya dan di manfaat kan untuk mengerjakan tugas mereka
kini denisa sudah sampai di depan kampus
denisa" huh semangat Sasa,semuanya akan baik-baik saja,dan kamu pasti akan di terima,semangat,semangat,semangat Sasa
denisa berjalan menuju ruangan yang menjadi tempat dirinya tes
tidak menunggu lama,tes di mulai denisa mulai mengerjakan setiap soal yang ada di hadapnya
Reza" ssssttt,ssstt sa,sa
denisa melihat ke arah Reza yang terus memanggilnya
denisa" apa ? (berbisik)
Reza" gue mau tanya soal nomor dua puluh
denisa" (menarik nafas) A
"hey kalian berdua sedang apa ?"
Reza" em tidak ada pak,saya hanya meminjam pulpen saja
"kerjakan dan jangan banyak bertanya,atau saya keluarkan dari sini"
Reza dan denisa kembali mengerjakan tugas mereka,setelah selesai denisa merasa lega setelah Berjam-jam dan mengerahkan semua ilmu yang ia punya
Reza" sa thanks yang tadi ya
denisa" sa-sama,sama za
Reza" eh sa lo tahu gak Dion bakal kuliah di luar negri loh,dia dapat beasiswa di sana
denisa" iya, ya sudah za aku duluan
denisa pergi meninggalkan Reza yang menatap denisa dengan bingung
Reza" kenapa tuh anak,biasanya semangat kalo gue kasih tahu tentang Dion,heran gue dasar tetangga aneh
denisa menepikan motor yang iya kendaraan di pinggir jalan,
denisa" astaga sasa lupakan lah,jangan fikir kan apa pun tentang dia,jangan,fokus saja pada diri mu dan juga kuliah mu,
setelah merasa dirinya lebih baik,denisa melanjutkan perjalannya menuju perpustakaan untuk mengembalikan buku yang iya pinjam
ibu Siwi" eh Sasa mau mengembalikan buku ya
denisa" iya Bu,apa ada bukan yang bisa ibu rekomendasikan untuk Sasa
__ADS_1
ibu Siwi" ada kamu pergi ke rak nomor dua empat di sana ada buku yang ibu rasa kamu pasti akan suka
denisa" terimaksih Bu Sasa ke sana dulu ya Bu
denisa menuju rak buku yang di beri tahu oleh ibu Siwi padanya sesampainya di sana denisa melihat semua buku yang tersusun dengan rapih yang terlihat indah di mata denisa
denisa mulai melihat-lihat buku yang menurutnya menarik
mata denisa terarah pada sebuah buku novel, yang tidak tahu kenapa ada disana
"cinta sendiri"
denisa" buku ini saja tahu akan isi hati ku,(tersenyum getir) astaga denisa sadar lah jangan seperti orang bodoh
setelah selesai denisa membawa semua buku yang akan ia pinjam
ibu Siwi" wah tumben sekali kamu membaca novel sa
denisa" sedang ingin saja Bu
ibu Siwi" sudah sa,selamat membaca
denisa" iya Bu,denisa pamit (mencium tangan)
setelah selesai meminjam buku,denisa menjemput adik yang paling ia sayangi dari sekolah nya
fa'i" kakak (melambaikan tangan)
denisa" apa kakak terlambat lagi
fa'i" tidak aku baru saja keluar,bagaimana tesnya kak ?
denisa" nanti saja ceritanya, sekarang naik,kita akan makan eskrim di McD bagaiman aapa kamu mau ?
fa'i " let's go kak
fa'i adalah adik laki-laki denisa yang masih duduk di bangku SMP,denisa sangat menyayangi adiknya itu
sesampainya di tempat yang mereka tuju denisa langsung memesan beberapa makanan untuk nya dan juga adiknya , dan tidak lupa eskrim vanila kesukaan mereka
sedang menunggu denisa di kejutkan dengan suara pria yang menyindirnya
Dion" apa kamu seorang pedofil
denisa hanya menarik nafas tanpa menjawab perkataan yang di lontarkan Dion
Dion" apa sekarang kamu mulai gagu ?oh atau kamu sengaja agar aku memperhatikan mu
denisa memejamkan matanya kata-kata Dion sungguh membuat dirinya merasa sakit hati
setelah menunggu cukup lama,pesanan denisa selesai,tanpa berlama-lama denisa pergi meninggalkan Dion yang masih menatap nya dengan tajam
"********,brengsek,laki-laki tidak punya hati" denisa bergumam kesal di dalam hatinya
___________________________
TBC
next
maaf ya semu kemarin tidak up karena kemarin apk manga saya tidak bisa di buka,jadi saya tidak bisa menulis
terimaksih semua
__ADS_1
jangan lupa berikan dukungannya untuk saya,sekali lagi terimaksih