
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
H-3
pagi itu taya sudah berada di kediaman Abimanyu untuk mengambil berkas yang akan iya kerjakan, karena hari ini iya sudah tidak ke kantor,namun berkas yang di berikan itu sangat penting untuk iya kerjakan
taya" mba kok rumah sepi, Rey, sama Dion mana ?
cha-cha" taya kamu ke sini gak liat jam atau gimana
taya" emang kenapa mba
chacha"(menepuk dahi) ini sudah siang taya keponakan mu sudah pada pergi
taya"(melirik jam) oooo iya ya
chao-cha" dasar kamu ini
taya" mas Abi mana mba, udah berangkat, aku tadi di suruh ke rumah ambil berkas
cha-cha" lah udah , berkas apa mba malah gak tahu o
taya" nah loh gimana coba udah kesini sini orangnya gak ada (terkekeh)
cha-cha" haduh papa nya anak anak ini udah tua beneran masa begitu aja lupa, ya udah mba telepon dulu
cha-cha beranjak dari duduk nya dan menuju ke kamarnya untuk menelpon suaminya
taya menikmati acara kartun yang ada di layar tv sambil mengunyah cemilan yang di sediakan chacha
rara yang tidak tahu ada tamu di rumahnya dan baru bangun dari tidurnya mengunakan daster bermotif Barbie itu turun dengan santai sambil bertriak mencari bundanya
rara" bunda! Bun , bunda (mengucek matanya nya)
rara mendengar suara tv menyala iya yakin jika bundanya itu sendang menonton tv
rara" bunda kok gak de ...
kata kata Rara terhenti saat iya melihat sosok taya yang sedang santai duduk di kursi dan melihat Rara dari atas sampai ke bawah
"aaaaa"
Rara bertriak karena iya kaget melihat taya membuat cha-cha berlari dari kamar karena mendengar suara anak perempuannya itu
cha-cha" ada apa ada apa kak ,
tanpa menjawab Rara langsung berlari menuju ke kamarnya lagi membuat cahcha heran dengan sikap anak perempuannya
cha-cha" itu Rara kenapa? kok lihat kamu udah kayak liat hantu,
__ADS_1
taya yang menahan tawanya karena tingkah Rara berusaha bersikap biasa saja
taya" gak tahu, malu kali, baru bangun dan pakai daster Barbie
cha-cha" iya masa sama om sendiri malu, udah kayak di lihat sama cowok. ya aja
taya hanya tersenyum menanggapi perkataan cha-cha
taya" gimana mba ,apa kata mas Abi
cha-cha" tunggu ya, ini mas Abi lagi ada rapat bulanan sebentar lagi selesai, jadi belum bisa di hubungi
taya" yasudah taya tunggu
sementara Rara yang masih kaget dan malu itu berusaha menenangkan dirinya
"astaga apa yang harus aku lakukan, oooo aku sungguh malu , kenapa juga dia pagi pagi sudah di rumah orang, eh tidak ini sudah siang" gumam Rara
tiba tiba ponsel Rara berdering menandakan panggilan masuk
"kampus"
rara mengangkat panggilan itu
rara* halo
kampus* dengan nona mikayra
rara* iya saya sendiri
kampus* maaf nona berkas anda masih ada yang belum lengkap, apakah anda bisa datang ke kampus hari ini
rara* oooo , iya saya bisa, saya akan kesana
kampus* baik lah terimakasih nona atas waktunya
kampus* kami sudah mengirim email pada anda nona
rara* oooo begitu, baik lah terimakasih sekali lagi atas infonya
panggilan berakhir
rara mengecek email nya dan melihat berkas berkas yang harus iya lengkapi
setelah selesai iya membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi tak perlu waktu lama hanya tiga puluh menit saja Rara sudah siap untuk pergi
rara turun dari kamarnya dan mendapati sang bunda dan taya sedang asik berbincang
rara" bunda kakak mau ke kampus dulu, soalnya ada berkas kakak yang belum lengkap
cha-cha" kakak pergi naik apa?
rara" naik si blue lah Bun ,
cha-cha" si blue di bawa Dion kak, mobil bunda lagi di servis
rara" yah kakak naik ojek dong
cha-cha melihat ke arah taya
cha-cha" gimana kalo bareng om taya, soalnya om taya mau ke kantor papa
rara" gak usah Bun biar kakak naik ojek saja
__ADS_1
cha-cha" gak apa barang aja kak, hemat kak,mau kan taya Anatar Rara dulu
taya" mau kok kak, gak masalah lagian kan aku juga gak buru buru
cha-cha" nah kak, bareng aja ya,
dengan terpaksa Rara menuruti kemauan sang bunda
kini Rara dan taya sudah di perjalanan menuju ke kampus ke duanya tidak ada yang berbicara
rara masih malu sebenarnya dengan taya apalagi penampilan nya tadi saat bangun tidur
sedang asik dengan pikirannya tiba tiba taya membuka suara nya
taya" mau kuliah lagi ?
rara" em
taya" jurusan apa?
rara" masak
taya" kenapa masak, gak bisnis aja ?
rara" enggak, soal gak cocok dan takut ketemu
rara menghentikan kalimatnya yang hampir kelepasan menyebut nama taya
taya" ketemu ? ketemu apa?
rara" gak bukan apa apa, sudah tidak perlu membahas itu
tiba tiba ponsel taya berdering
taya mengangkat panggilan itu yang tidak lain dari Sarah calon istrinya
taya* ya ada apa ?
Sarah* kenapa bukan kamu yang menjemput ku di bandara, kenapa kamu mengirim driver
taya*(menghela nafas) kita tidak boleh bertemu dulu, itu adat yang ada, kita harus di pingit
Sarah* astaga keluarga mu sungguh kuno sekali, masih percaya hal itu
taya* Sarah cukup , sudah lah aku sedang mengemudi (menaikan sedikit suaranya )
taya langsung mematikan ponselnya
rara yang berada di samping taya hanya berdiam diri dan tidak berkomentar apa pun
sesampainya di kampus Rara langsung turun dan taya pun langsung pergi
rara masih teringat dengan wajah taya yang seperti enggan mengangkat telepon, dan menghembuskan nafas kasar beberapa kali seolah olah menunjukan jika iya sedang frustasi dan bertriak seolah iya sedang sangat kesal menerima panggilan itu
"ada apa dengannya,bukan kah yang menelpon nya adalah Sarah, kenapa dia bersikap begitu, ada apa " batin Rara yang masih mengingat ekspresi wajah taya tadi
"harus kah aku menikahi wanita itu, kenapa semua ini terjadi pada ku, ya Allah aku mohon berikan aku jalan yang terbaik, untuk hidupku, dan keluarga ku" taya terus saja berdoa di dalam hatinya agar Tuhan memberikan hal yang terbaik untuk nya
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
TBC
next
__ADS_1
jangan lupa setelah membaca kasih like komen, dan share ya
terimakasih