Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 27


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


enjoy


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


H-3


pagi itu taya sudah berada di kediaman Abimanyu untuk mengambil berkas yang akan iya kerjakan, karena hari ini iya sudah tidak ke kantor,namun berkas yang di berikan itu sangat penting untuk iya kerjakan


taya" mba kok rumah sepi, Rey, sama Dion mana ?


cha-cha" taya kamu ke sini gak liat jam atau gimana


taya" emang kenapa mba


chacha"(menepuk dahi) ini sudah siang taya keponakan mu sudah pada pergi


taya"(melirik jam) oooo iya ya


chao-cha" dasar kamu ini


taya" mas Abi mana mba, udah berangkat, aku tadi di suruh ke rumah ambil berkas


cha-cha" lah udah , berkas apa mba malah gak tahu o


taya" nah loh gimana coba udah kesini sini orangnya gak ada (terkekeh)


cha-cha" haduh papa nya anak anak ini udah tua beneran masa begitu aja lupa, ya udah mba telepon dulu


cha-cha beranjak dari duduk nya dan menuju ke kamarnya untuk menelpon suaminya


taya menikmati acara kartun yang ada di layar tv sambil mengunyah cemilan yang di sediakan chacha


rara yang tidak tahu ada tamu di rumahnya dan baru bangun dari tidurnya mengunakan daster bermotif Barbie itu turun dengan santai sambil bertriak mencari bundanya


rara" bunda! Bun , bunda (mengucek matanya nya)


rara mendengar suara tv menyala iya yakin jika bundanya itu sendang menonton tv


rara" bunda kok gak de ...


kata kata Rara terhenti saat iya melihat sosok taya yang sedang santai duduk di kursi dan melihat Rara dari atas sampai ke bawah


"aaaaa"


Rara bertriak karena iya kaget melihat taya membuat cha-cha berlari dari kamar karena mendengar suara anak perempuannya itu


cha-cha" ada apa ada apa kak ,


tanpa menjawab Rara langsung berlari menuju ke kamarnya lagi membuat cahcha heran dengan sikap anak perempuannya


cha-cha" itu Rara kenapa? kok lihat kamu udah kayak liat hantu,

__ADS_1


taya yang menahan tawanya karena tingkah Rara berusaha bersikap biasa saja


taya" gak tahu, malu kali, baru bangun dan pakai daster Barbie


cha-cha" iya masa sama om sendiri malu, udah kayak di lihat sama cowok. ya aja


taya hanya tersenyum menanggapi perkataan cha-cha


taya" gimana mba ,apa kata mas Abi


cha-cha" tunggu ya, ini mas Abi lagi ada rapat bulanan sebentar lagi selesai, jadi belum bisa di hubungi


taya" yasudah taya tunggu


sementara Rara yang masih kaget dan malu itu berusaha menenangkan dirinya


"astaga apa yang harus aku lakukan, oooo aku sungguh malu , kenapa juga dia pagi pagi sudah di rumah orang, eh tidak ini sudah siang" gumam Rara


tiba tiba ponsel Rara berdering menandakan panggilan masuk


"kampus"


rara mengangkat panggilan itu


rara* halo


kampus* dengan nona mikayra


rara* iya saya sendiri


kampus* maaf nona berkas anda masih ada yang belum lengkap, apakah anda bisa datang ke kampus hari ini


rara* oooo , iya saya bisa, saya akan kesana


kampus* baik lah terimakasih nona atas waktunya


kampus* kami sudah mengirim email pada anda nona


rara* oooo begitu, baik lah terimakasih sekali lagi atas infonya


panggilan berakhir


rara mengecek email nya dan melihat berkas berkas yang harus iya lengkapi


setelah selesai iya membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi tak perlu waktu lama hanya tiga puluh menit saja Rara sudah siap untuk pergi


rara turun dari kamarnya dan mendapati sang bunda dan taya sedang asik berbincang


rara" bunda kakak mau ke kampus dulu, soalnya ada berkas kakak yang belum lengkap


cha-cha" kakak pergi naik apa?


rara" naik si blue lah Bun ,


cha-cha" si blue di bawa Dion kak, mobil bunda lagi di servis


rara" yah kakak naik ojek dong


cha-cha melihat ke arah taya


cha-cha" gimana kalo bareng om taya, soalnya om taya mau ke kantor papa


rara" gak usah Bun biar kakak naik ojek saja

__ADS_1


cha-cha" gak apa barang aja kak, hemat kak,mau kan taya Anatar Rara dulu


taya" mau kok kak, gak masalah lagian kan aku juga gak buru buru


cha-cha" nah kak, bareng aja ya,


dengan terpaksa Rara menuruti kemauan sang bunda


kini Rara dan taya sudah di perjalanan menuju ke kampus ke duanya tidak ada yang berbicara


rara masih malu sebenarnya dengan taya apalagi penampilan nya tadi saat bangun tidur


sedang asik dengan pikirannya tiba tiba taya membuka suara nya


taya" mau kuliah lagi ?


rara" em


taya" jurusan apa?


rara" masak


taya" kenapa masak, gak bisnis aja ?


rara" enggak, soal gak cocok dan takut ketemu


rara menghentikan kalimatnya yang hampir kelepasan menyebut nama taya


taya" ketemu ? ketemu apa?


rara" gak bukan apa apa, sudah tidak perlu membahas itu


tiba tiba ponsel taya berdering


taya mengangkat panggilan itu yang tidak lain dari Sarah calon istrinya


taya* ya ada apa ?


Sarah* kenapa bukan kamu yang menjemput ku di bandara, kenapa kamu mengirim driver


taya*(menghela nafas) kita tidak boleh bertemu dulu, itu adat yang ada, kita harus di pingit


Sarah* astaga keluarga mu sungguh kuno sekali, masih percaya hal itu


taya* Sarah cukup , sudah lah aku sedang mengemudi (menaikan sedikit suaranya )


taya langsung mematikan ponselnya


rara yang berada di samping taya hanya berdiam diri dan tidak berkomentar apa pun


sesampainya di kampus Rara langsung turun dan taya pun langsung pergi


rara masih teringat dengan wajah taya yang seperti enggan mengangkat telepon, dan menghembuskan nafas kasar beberapa kali seolah olah menunjukan jika iya sedang frustasi dan bertriak seolah iya sedang sangat kesal menerima panggilan itu


"ada apa dengannya,bukan kah yang menelpon nya adalah Sarah, kenapa dia bersikap begitu, ada apa " batin Rara yang masih mengingat ekspresi wajah taya tadi


"harus kah aku menikahi wanita itu, kenapa semua ini terjadi pada ku, ya Allah aku mohon berikan aku jalan yang terbaik, untuk hidupku, dan keluarga ku" taya terus saja berdoa di dalam hatinya agar Tuhan memberikan hal yang terbaik untuk nya


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


TBC


next

__ADS_1


jangan lupa setelah membaca kasih like komen, dan share ya


terimakasih


__ADS_2