Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 57


__ADS_3

enjoy


.


.


.


.


.


let's read


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


rara" Fahri ( menagis) mas taya


mendengar suara Rara yang sedih dan menagis


fahri langsung mematikan panggilan itu dan pergi menuju rumah sakit dengan kecepatan yang melebihi batas


tidak perlu waktu lama Fahri tiba di rumah sakit


fahri berlari menuju ruangan taya, karena iya sangat panik mendengar Rara menangis


cklek


fahri" apa yang terjadi


rara dan steven menengok ke arah Fahri dengan tatapan heran


fahri" mas taya


fahri melihat taya sudah sadarkan diri


fahri" astaga kak, Fahri kira mas taya kenal Napa kak, (menghela nafas )


rara" salah kamu, kakak belum selesai sudah matiin aja


Fahri" duduk di bangku menenangkan jantung nya lebih dulu


taya" (tersenyum) apakah sakit ku seorang itu RI, sampai berpikir aku akan meninggal


fahri" panik mas, habis kakak menelpon pakai menagis segala


rara" namanya senang RI, lihat suami udah sadar


tidak lama kemudian ozzil pun datang iya juga merasa cemas karena melihat Fahri yang pergi terburu buru


ozzil" taya kamu sudah sadar,


taya tersenyum pada ozzil,


taya" kamu kenapa paman tua, kenapa terengah engah seperti itu


ozzil" jadi hal ini yang membuat mu terburu buru Fahri


fahri" Hem begitulah (terkekeh)


ozzil" kamu tahu, aku sampai terburu buru karena ulah mu Fahri (kesal)


fahri" maaf, aku kan panik mendengar kakak ku menangis, aku pikir terjadi sesuatu


taya tertawa mendengar percakapan kedua orang itu


ozzil" tertawa lah karena hari ini kamu baru sadar jadi aku, biarkan kamu tertawa ya (melirik ke arah taya)


taya" kalian seperti anak kecil


fahri" apa keluarga yang lain sudah di beri tahu kak ?


taya" keluarga yang lain? (menaikan alis)


fahri" iya, mas tahu, semua keluarga kita sekarang ada di sini (tersenyum)


taya" semua?


fahri" semua ...


rara" nanti saja beri tahu mereka


rara berbicara dengan ketus, hal itu membuat taya bertanya tanya

__ADS_1


taya melihat ke arah Fahri seakan meminta jawaban


fahri" tapi kak, mereka menunggu kabar dari kita


ozzil hanya memperhatikan mereka karena iya tak mengerti bahasa yang di gunakan (bahasa Indonesia)


rara" terserah kamu ri


taya meminta Fahri,Steven, dan ozzil untuk meninggalkan dirinya dan Rara


taya" bisakah kalian meninggalkan aku dengan istri ku di sini ?


fahri" baik lah, kami tunggu di luar (tersenyum )


fahri menarik ozzil dan Steven untuk meninggalkan ruangan itu


setelah mereka bertiga keluar taya menatap istrinya itu


taya" ada apa ?


rara" apa nya ?


taya" sayang ada apa? apa terjadi sesuatu ?


rara" tidak ada (menatap ke sembarang arah)


taya" sayang, lihat aku ada apa ?


rara" (menarik nafas ) aku masih kesal pada mereka, karena mereka kamu jadi begini, kalo saja papa dan yang lain nya mendengar penjelasan ku tentang kamu mungkin kamu gak perlu sendirian dan sakit (menahan air mata )


taya"(tersenyum) sayang dengar aku, aku sakit bukan karena mereka hanya karena aku saja yang tidak disiplin dan mengatur pola makan ku, sayang wajar jika papa dan yang lain marah karena sikap ku, seharusnya aku yang meminta maaf pada mereka


rara" tapi kan kamu melakukan itu karena Sarah dan melindungi keluarga mu


taya" sayang tetap aku salah, seharusnya aku tidak melakukan hal itu, sudah lah yang sudah sudah dan maafkan mereka oke, mikayra ada yang ingin aku katakan


taya tidak tahu jika Rara sudah mengetahui semuanya ...


rara" apa ?


taya" mungkin ini bukan tempat yang romantis,dan aku juga tidak pandai dalam berkata kata tapi aku ingin memberi tahu kamu, tentang perasan ku selama ini


rara" perasaan mu ? (pura pura tidak tahu)


rara" maaf


taya" bisa kamu ambil ponsel ku


rar mengambil ponsel taya dan kembali duduk di kursi nya


taya" jangan duduk di situ sini dekat dengan ku


taya memeluk tempat kosong di sebelahnya, tanpa banyak bicara Rara duduk di sebelah taya


taya" mikayra (memeluk) lihat lah ponsel ku jangan bertanya jika kamu belum selesai melihatnya


rara mengambil ponsel taya dan mulai melihat ponsel itu


dimana terlihat banyak sekali foto foto dirinya yang bahkan dia tidak tahu kapan foto itu di ambil


stelah melihat semuanya Rara langsung menghadap ke arah taya


rara" apa maksudnya ini ?


taya" Ra, kamu tahu sebelum semua masalah ini, sebenarnya aku ingin mengatakan ini pada mu


rara"apa


rara sungguh senang karena taya akan mengungkap kan perasaanya


taya" Ra, aku mencintai mu


rara tak bisa menahan air matanya karena dirinya sangat senang, karena taya akhirnya menyatakan perasaanya


taya" sayang kenapa menangis (panik)


rara"aku sangat bahagia ... (sesegukkan) akhirnya kamu mengatakan itu pada ku, kata kata yang selalu aku tunggu dan harapkan setiap hari akhirnya kamu ungkap kan juga


taya memeluk Rara dengan erat


taya" aku janji,setelah ini kita akan hidup bahagia, aku akan menebus semuanya


rara menganggukkan kepalanya

__ADS_1


taya melepaskan pelukannya , taya mendekatkan wajahnya hendak mencium Rara namun aksinya terhenti karena karena Fahri masuk begitu saja


fahri"(tersenyum) maaf apa kalian masih lama, di depan ada dokter yang ingin memeriksa


taya"(menarik nafas) sudah kami sudah selesai (kesal)


wajah Rara sudah memerah karena rasa malunya


setelah dokter memeriksa ke adaan taya dokter tersebut pergi meningkatkan taya dan Rara


sebelum pergi dokter itu memberi tahu jika taya besok sudah boleh pulang


rara sangat senang mengetahui hal itu


rara langsung menghubungi keluarga nya


rara*halo, Rey


Rey* iya ada apa kak ?


rara* mas taya sudah sadarkan diri dan besok sudah boleh pulang, kalian tidak usah kemari kain di rumah saja karena besok mas taya akan pulang


Rey* iya baik lah, kakak girang sekali,


rara* tentu aku girang, suami ku sudah sembuh


Rey* baik lah nyonya Dimitri, kalo begitu aku tutup telponnya ya


Rey langsung mematikan panggilan


rara" astaga anak ini, aku belum selesai bicara sudah di matikan saja


taya" ada apa sayang ?


rara" ini Rey sangat menyebalkan dia main mematikan panggilan


taya"(terkekeh) kamu sangat mengemaskan jika sedang kesal seperti itu membuat ku ingin mencium mu


rara langsung berdiri menjauh dari taya


rara" no,no,no tidak lagi, cukup tadi aku malu, sekarang tidak lagi


taya"(tertawa) ayolah, aku suami mu, pa begini sikap istri pada suami ?


rara" tidak, untuk saat ini, kamu ini lihat situasi


rara memasang wajah kesalnya hal itu semakin membuat taya tertawa karena gemas melihat Rara


"semoga tawa itu akan selalu ada di setiap hari hari kita, dan tidak ada lagi tangis kesedihan, melainkan tangis kebahagian "


rara sangat senang kini dirinya dan taya bisa bersama sama dan kan memulai hidup mereka dengan landasan cinta dan kasih sayang


-------------------------------------------------


TBC


next ya


 


"HIMBAUAN"


 


buat para pembaca kalian tetap harus di rumah ya,ikuti anjuran pemerintah


buat yang masih bekerja tetap jaga diri dan tetap jaga kesehatan, jika ke adaan sedang tidak fit, lebih baik beristirahat


mari bantu negri kita terbebas Corona


mari membantu sesama


mari bantu garda terdepan kita (tim medis)


#dirumahaja


#dirumahajakeren


#kitadirumahmembatu


#stayathome


terimakasih

__ADS_1


jangan lupa kasih like dan komen ya


__ADS_2