
enjoy
.
.
.
.
.
let's read
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
rara" Fahri ( menagis) mas taya
mendengar suara Rara yang sedih dan menagis
fahri langsung mematikan panggilan itu dan pergi menuju rumah sakit dengan kecepatan yang melebihi batas
tidak perlu waktu lama Fahri tiba di rumah sakit
fahri berlari menuju ruangan taya, karena iya sangat panik mendengar Rara menangis
cklek
fahri" apa yang terjadi
rara dan steven menengok ke arah Fahri dengan tatapan heran
fahri" mas taya
fahri melihat taya sudah sadarkan diri
fahri" astaga kak, Fahri kira mas taya kenal Napa kak, (menghela nafas )
rara" salah kamu, kakak belum selesai sudah matiin aja
Fahri" duduk di bangku menenangkan jantung nya lebih dulu
taya" (tersenyum) apakah sakit ku seorang itu RI, sampai berpikir aku akan meninggal
fahri" panik mas, habis kakak menelpon pakai menagis segala
rara" namanya senang RI, lihat suami udah sadar
tidak lama kemudian ozzil pun datang iya juga merasa cemas karena melihat Fahri yang pergi terburu buru
ozzil" taya kamu sudah sadar,
taya tersenyum pada ozzil,
taya" kamu kenapa paman tua, kenapa terengah engah seperti itu
ozzil" jadi hal ini yang membuat mu terburu buru Fahri
fahri" Hem begitulah (terkekeh)
ozzil" kamu tahu, aku sampai terburu buru karena ulah mu Fahri (kesal)
fahri" maaf, aku kan panik mendengar kakak ku menangis, aku pikir terjadi sesuatu
taya tertawa mendengar percakapan kedua orang itu
ozzil" tertawa lah karena hari ini kamu baru sadar jadi aku, biarkan kamu tertawa ya (melirik ke arah taya)
taya" kalian seperti anak kecil
fahri" apa keluarga yang lain sudah di beri tahu kak ?
taya" keluarga yang lain? (menaikan alis)
fahri" iya, mas tahu, semua keluarga kita sekarang ada di sini (tersenyum)
taya" semua?
fahri" semua ...
rara" nanti saja beri tahu mereka
rara berbicara dengan ketus, hal itu membuat taya bertanya tanya
__ADS_1
taya melihat ke arah Fahri seakan meminta jawaban
fahri" tapi kak, mereka menunggu kabar dari kita
ozzil hanya memperhatikan mereka karena iya tak mengerti bahasa yang di gunakan (bahasa Indonesia)
rara" terserah kamu ri
taya meminta Fahri,Steven, dan ozzil untuk meninggalkan dirinya dan Rara
taya" bisakah kalian meninggalkan aku dengan istri ku di sini ?
fahri" baik lah, kami tunggu di luar (tersenyum )
fahri menarik ozzil dan Steven untuk meninggalkan ruangan itu
setelah mereka bertiga keluar taya menatap istrinya itu
taya" ada apa ?
rara" apa nya ?
taya" sayang ada apa? apa terjadi sesuatu ?
rara" tidak ada (menatap ke sembarang arah)
taya" sayang, lihat aku ada apa ?
rara" (menarik nafas ) aku masih kesal pada mereka, karena mereka kamu jadi begini, kalo saja papa dan yang lain nya mendengar penjelasan ku tentang kamu mungkin kamu gak perlu sendirian dan sakit (menahan air mata )
taya"(tersenyum) sayang dengar aku, aku sakit bukan karena mereka hanya karena aku saja yang tidak disiplin dan mengatur pola makan ku, sayang wajar jika papa dan yang lain marah karena sikap ku, seharusnya aku yang meminta maaf pada mereka
rara" tapi kan kamu melakukan itu karena Sarah dan melindungi keluarga mu
taya" sayang tetap aku salah, seharusnya aku tidak melakukan hal itu, sudah lah yang sudah sudah dan maafkan mereka oke, mikayra ada yang ingin aku katakan
taya tidak tahu jika Rara sudah mengetahui semuanya ...
rara" apa ?
taya" mungkin ini bukan tempat yang romantis,dan aku juga tidak pandai dalam berkata kata tapi aku ingin memberi tahu kamu, tentang perasan ku selama ini
rara" perasaan mu ? (pura pura tidak tahu)
rara" maaf
taya" bisa kamu ambil ponsel ku
rar mengambil ponsel taya dan kembali duduk di kursi nya
taya" jangan duduk di situ sini dekat dengan ku
taya memeluk tempat kosong di sebelahnya, tanpa banyak bicara Rara duduk di sebelah taya
taya" mikayra (memeluk) lihat lah ponsel ku jangan bertanya jika kamu belum selesai melihatnya
rara mengambil ponsel taya dan mulai melihat ponsel itu
dimana terlihat banyak sekali foto foto dirinya yang bahkan dia tidak tahu kapan foto itu di ambil
stelah melihat semuanya Rara langsung menghadap ke arah taya
rara" apa maksudnya ini ?
taya" Ra, kamu tahu sebelum semua masalah ini, sebenarnya aku ingin mengatakan ini pada mu
rara"apa
rara sungguh senang karena taya akan mengungkap kan perasaanya
taya" Ra, aku mencintai mu
rara tak bisa menahan air matanya karena dirinya sangat senang, karena taya akhirnya menyatakan perasaanya
taya" sayang kenapa menangis (panik)
rara"aku sangat bahagia ... (sesegukkan) akhirnya kamu mengatakan itu pada ku, kata kata yang selalu aku tunggu dan harapkan setiap hari akhirnya kamu ungkap kan juga
taya memeluk Rara dengan erat
taya" aku janji,setelah ini kita akan hidup bahagia, aku akan menebus semuanya
rara menganggukkan kepalanya
__ADS_1
taya melepaskan pelukannya , taya mendekatkan wajahnya hendak mencium Rara namun aksinya terhenti karena karena Fahri masuk begitu saja
fahri"(tersenyum) maaf apa kalian masih lama, di depan ada dokter yang ingin memeriksa
taya"(menarik nafas) sudah kami sudah selesai (kesal)
wajah Rara sudah memerah karena rasa malunya
setelah dokter memeriksa ke adaan taya dokter tersebut pergi meningkatkan taya dan Rara
sebelum pergi dokter itu memberi tahu jika taya besok sudah boleh pulang
rara sangat senang mengetahui hal itu
rara langsung menghubungi keluarga nya
rara*halo, Rey
Rey* iya ada apa kak ?
rara* mas taya sudah sadarkan diri dan besok sudah boleh pulang, kalian tidak usah kemari kain di rumah saja karena besok mas taya akan pulang
Rey* iya baik lah, kakak girang sekali,
rara* tentu aku girang, suami ku sudah sembuh
Rey* baik lah nyonya Dimitri, kalo begitu aku tutup telponnya ya
Rey langsung mematikan panggilan
rara" astaga anak ini, aku belum selesai bicara sudah di matikan saja
taya" ada apa sayang ?
rara" ini Rey sangat menyebalkan dia main mematikan panggilan
taya"(terkekeh) kamu sangat mengemaskan jika sedang kesal seperti itu membuat ku ingin mencium mu
rara langsung berdiri menjauh dari taya
rara" no,no,no tidak lagi, cukup tadi aku malu, sekarang tidak lagi
taya"(tertawa) ayolah, aku suami mu, pa begini sikap istri pada suami ?
rara" tidak, untuk saat ini, kamu ini lihat situasi
rara memasang wajah kesalnya hal itu semakin membuat taya tertawa karena gemas melihat Rara
"semoga tawa itu akan selalu ada di setiap hari hari kita, dan tidak ada lagi tangis kesedihan, melainkan tangis kebahagian "
rara sangat senang kini dirinya dan taya bisa bersama sama dan kan memulai hidup mereka dengan landasan cinta dan kasih sayang
-------------------------------------------------
TBC
next ya
Â
"HIMBAUAN"
Â
buat para pembaca kalian tetap harus di rumah ya,ikuti anjuran pemerintah
buat yang masih bekerja tetap jaga diri dan tetap jaga kesehatan, jika ke adaan sedang tidak fit, lebih baik beristirahat
mari bantu negri kita terbebas Corona
mari membantu sesama
mari bantu garda terdepan kita (tim medis)
#dirumahaja
#dirumahajakeren
#kitadirumahmembatu
#stayathome
terimakasih
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan komen ya