
selamat membaca
.
.
.
.
....
enjoy
________________________________
hari ini Rara dan Kean baru pulang dari Inggris bersama cha-cha dan Abi, mereka menghabiskan liburan bersama sebelum mereka membantu Rika mempersiapkan pernikahan Ghani dan nada
Rara" Kean mau apa nak, kok kamu rewel nak,merindukan Daddy ya, sabar ya sayang sebentar lagi kita bertemu Daddy
cha-cha" Kean kenapa ?
Rara" tidak tahu Bun, dia rewel sekali, mungkin merindukan Daddy nya
Abi" sabar Kean Daddy mu sebentar lagi juga tiba
Rara" nah itu Daddy , Daddy ! (melambaikan tangan)
taya mendekati Rara dan juga Kean
taya" maaf aku sedikit terlambat,aku baru saja selsai rapat
melihat Daddy nya Kean langsung mengulurkan tangan nya untuk minta di gendong oleh Daddy nya
taya" em jagoan Daddy merindukan Daddy ya, bagaimana liburan pertama mu nak? apa menyenangkan? (terkekeh)
chacha" sudah kita bicaranya di rumah saja, bunda sudah lelah sekali ingin istirahat
Abi" papa juga, Kean sangat berisik sekali di pesawat dia terus menagis
taya hanya tertawa melihat wajah lesu mertuanya itu
Abi" lain kali kita liburan bersama-sama agar Kean tidak rewel
taya" iya pa, taya akan usaha kan
Rara hanya tertawa melihat wajah kesal papanya yang terlihat sekali lelah
mereka menuju pintu keluar dan tidak sengaja taya melihat Zain bersama seorang wanita dan terlihat sangat mesra
taya" mom, bukan kah itu Zain ?(menunjuk ke arah Zain ) bersama siapa dia ?
Rara" oooo iya itu Zain, mungkin bersama saudaranya dad, atau temannya,Zain!
Rara bertriak memanggil Zain namun Zain tidak mendengar panggilan Rara, dirinya pergi masuk kedalam bandara bersama wanita yang terlihat sangat cantik
Rara" Zain pasti terburu-buru, sudah lah biarkan saja
taya merasa ada yang aneh saat melihat Zain dengan wanita itu, taya merasa bukan seperti saudara atau teman namun Zain memiliki hubungan lain
Abi" kalian bisa cepat sedikit tidak (kesal)
taya" oooo iya pa
setelah mengantar anak,istri serta mertuanya taya kembali ke kantor karena dirinya masih banyak pekerjaan
sesampainya di kantor taya Kemabli menemui Ghani untuk membicarakan proyek baru mereka
Ghani" mas semuanya sudah aku kirim ke pak Deni ya
taya" terimakasih ghan, ghan aku boleh bertanya ?
Ghani" apa mas ?
taya" apa Zain mempunyai adik perempuan?
Ghani" setahu ku tidak ada, karena Zain itu anak bungsu dan kakak nya juga laki-laki sedang bekerja di Canada,ada apa mas ?
taya" aku tadi menjemput Rara dan Kean di bandara dan melihat Zain bersama seorang wanita, apa mungkin itu saudara sepupunya
ghani" tidak tahu mas, mungkin, sebenarnya ada apa sih mas, sepetinya mas taya penasaran sekali
taya" aku hanya melihat ada yang berbeda saja
Ghani" itu perasaan mas taya saja
taya" mungkin ya
setelah berbincang dengan taya,Ghani pergi menuju kantor nada karena mereka akan memesan cincin untuk pernikahan mereka
Ghani* sayang aku sudah di depan kantor mu
nada* oooo iya, tunggu aku sedang membereskan meja ku
__ADS_1
tidak menunggu lama nada sudah berada di samping mobil Ghani
tok tok tok
nada melambaikan tangannya, dan masuk kedalam mobil Ghani
nada" maaf kamu jadi menunggu
Ghani" tidak masalah, di suruh menunggu kamu setahun juga aku sanggup (terkekeh)
nada" benar nih, aku pergi ya
Ghani" jangan dong sayang,kau hanya bercanda
nada" dasar kamu ini,ini kita menunggu apa lagi?
Ghani" tidak ada
nada" lalu
Ghani" baik lah my queen
nada" dua Minggu lagi fahri dan Ica akan pulang aku sangat senang
Ghani" iya aku tahu,apa lagi sekarang Ica sedang mengandung pasti kalian akan banyak bercerita dan melupakan aku (mengerucutkan bibirnya)
nada"(tertawa) ya ampun maaf sayang bukan maksudku seperti itu tapi terkadang kita para wanita suka lupa jika sudah bersama (mengelus pipi Ghani)
Ghani" lihat saja sampai sudah menikah kamu masih bersikap seperti itu aku akan menghukum mu
nada" coba saja jika berani (terkekeh)
Ghani" tunggu saja
Ghani dan nada sudah sampai di toko perhiasan yang tidak jauh dari kantor nada
sementara di tempat lain Zain sedang bertengkar bersama kekasihnya yang mengetahui jika Zain akan segera menikah dengan cyra
violet" pantas saja beberapa hari ini aku menghubungi sangat susah rupanya kamu sudah mempunyai wanita lain
Zain" bukan begitu dengarkan dulu penjelasan ku,aku tidak bisa menolak kemauan ayah, kamu tahu bagaimana ayah kan
violet" kenapa harus kamu, kenapa tidak Abang mu saja yang tidak berguna itu (kesal)
Zain" jaga ucapan mu vio
violet" bukan kah benar, Abang mu dan ayah mu itu tidak ada gunanya semua nya yang mengerjakan kamu, dan mereka enak sekali menghamburkan dan mengatur hidup mu
plak
Zain" aku bilang jaga ucapan mu vio, aku sudah bilang ini semua salah mu, kamu yang tidak mau aku ajak menikah, dan sekarang dengan seenaknya kamu menghina ayah dan Abang ku
violet" aku membenci mu Zain, aku mau kita putus dan jangan pernah berharap aku akan kembali pada mu
Zain" pergilah sebelum aku melakukan hal lebih dari ini pada mu
violet meninggalkan Zain yang masih berusaha menenangkan emosinya karena ucapan violet
ponsel Zain berdering menandakan panggilan masuk
"cyra"
" astaga aku lupa menjemputnya" gumam Zain sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya
Zain mengangkat panggilan dari cyra
cyra" kamu tidak menjemput ku ? em tapi jika kamu tidak bisa tidak apa-apa aku bisa naik taksi
Zain mendengar suara cyra seperti senang sekali karena Zain belum menjemputnya
Zain" siapa yang bilang jika aku tidak bisa, aku bisa kamu tunggu saja sebentar lagi aku sampai di rumah sakit
cyra"(menghela nafas) baiklah aku tunggu
cyra mematikan panggilannya, Zain tersenyum membayangkan wajah kecewa cyra yang tetap harus pulang bersamanya
tidak menunggu lama Zain sudah sampai di depan rumah sakit dan melihat cyra sedang berbincang dengan dokter Isman
"lagi-lagi pria itu" batin Zain
tin tin tin
Zain menghidupkan klakson mobil agar cyra menyadari kehadirannya
cyra menatap ke arah mobil Zain dengan raut wajah kesal
cyra" saya permisi dok,terimakasih sudah menemani saya
Isman" sama-sama dok, hati-hati salam untuk calon suaminya ya dok
cyra" Hem iya dok (merasa tidak enak)
cyra langsung berjalan menuju mobil Zian dan langsung masuk kedalamnya, Zain langsung melajukan mobilnya dengan kencang tanpa memperdulikan sapaan dokter Isman
__ADS_1
Zain" sepertinya pria itu menyukai mu ? (sinis)
cyra" jangan asal bicara kamu,kamu itu bisa tidak, tidak melakukan hal seperti tadi aku malu tahu, nanti aku bisa-bisa di pecat dari sini
Zain" tinggal keluar saja, dan cari tempat baru tidak susah kan
cyra" bisa tidak sehari saja kamu tidak menyebalkan seperti ini
Zain" aku biasa saja, hanya kamu saja yang merasa
cyra diam tidak menanggapi perkataan Zain karena dirinya tidak ingin berdebat dengan Zain yang akan berujung sakit hati
Zain" apa kamu sudah makan ?
cyra menatap Zain yang tiba-tiba menanyakan hal seperti itu, membuat cyra curiga
cyra" kenapa kamu bertanya seperti itu
Zain" aku sedang lapar, apa salahnya bertanya seperti itu
cyra" ya tinggal makan saja,ya tidak ada salah nya
Zain" baik lah aku makan dulu, setelah itu baru aku mengantarkan mu
cyra" terserah
cukup lama mereka berjalan hingga Zain berhenti di tempat warung makan tenda pinggir jalan yang membuat cyra sedikit terkejut melihat orang seperti Zain makan di tempat seperti itu
cyra" mau makan di sini ?
Zain" iya kenapa kamu alergi ke tempat seperti ini, ya sudah di mobil saja tidak usah turun
Zain meninggalkan cyra dan mobil yang masih menyala
"enak saja aku suka makan di tempat begini,hanya aku tidak percaya saja jika kamu suka makan di tempat seperti ini" dalam hati cyra
cyra mematikan mobil dan keluar menyusul Zain yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kedai makan itu
Zain melihat ke arah cyra yang baru memasuki kedai makan itu,cyra menghampiri Zain yang sedang duduk
Zain" aku fikir ibu dokter tidak suka tempat seperti ini
cyra" enak saja, aku juga suka tempat seperti ini, malah tempat seperti ini paling enak makanannya
Zain"(tersenyum) bagus lah jika kamu tahu, kamu mau pesan apa, aku sudah pesan,mba Ida (memanggil pelayan)
Ida" iya mas Zain mau pesan apa lagi, wah cantik sekali wanita ini,siapa mas Zain, pacarnya ya
Zain" bisa saja mba Ida ini,ini cyra mba calon istri ku (tertawa)
Ida" wah mas Zain sudah lama tidak datang,datang-datang bawa calon istri saja,mba nya beruntung loh dapet mas Zain, udah tampan,baik,dan mas Zain ini sangat sayang pada keluarga
cyra"(tersenyum) iya mba
cyra sebenar nya sedikit terkejut karena Zain mau mengakui dirinya sebagai calon istrinya di depan orang lain
Zain" mba Ida bisa saja,Zain tidak sebaik itu
Ida" bapak apa kabar, mas Anam bagaimana kabarnya, apa sudah pulih
Zain" ayah baik mba, mas Anam yah begitu lah mba (tersenyum)
cyra memperhatikan percakapan antara Zain dan jiga mba Ida,yang sepertinya sangat mengenal keluarga Zain
Ida" ya ampun mba cantiknya di cuekin,mau pesan apa mba ?
cyra" saya pesan es teh manis saja mba
Ida" hanya itu,tidak makan mba ?
Zain" sedang diet mba biar bajunya nanti cukup (tertawa)
Ida" ya sudah di tunggu ya mba,mas
mba Ida berlalu meninggalkan Zain dan juga cyra
cyra" sepertinya mba Ida itu kenal sekali dengan keluarga mu
Zain" tentu,ini tempat favorit alm.ibu dan kami sering kesini
cyra" oooo mas Anam itu siapa?
Zain" itu Abang ku,(sedih) ini juga tempat favorit bang Anam
cyra memperhatikan wajah Zain yang berubah sedih,saat menceritakan tentang Anam,cyra menjadi penasaran dengan kisah keluarga Zain, yang sebentar lagi akan menjadi keluarganya juga
_________________________________
TBC
next
tidak bosan-bosan saya mengingatkan untuk kalian jangan lupa meninggalkan jejak ya setelah membaca cerita ini 🤗🤗
__ADS_1
terimakasih