Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 148


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


....


enjoy


________________________________


hari ini Rara dan Kean baru pulang dari Inggris bersama cha-cha dan Abi, mereka menghabiskan liburan bersama sebelum mereka membantu Rika mempersiapkan pernikahan Ghani dan nada


Rara" Kean mau apa nak, kok kamu rewel nak,merindukan Daddy ya, sabar ya sayang sebentar lagi kita bertemu Daddy


cha-cha" Kean kenapa ?


Rara" tidak tahu Bun, dia rewel sekali, mungkin merindukan Daddy nya


Abi" sabar Kean Daddy mu sebentar lagi juga tiba


Rara" nah itu Daddy , Daddy ! (melambaikan tangan)


taya mendekati Rara dan juga Kean


taya" maaf aku sedikit terlambat,aku baru saja selsai rapat


melihat Daddy nya Kean langsung mengulurkan tangan nya untuk minta di gendong oleh Daddy nya


taya" em jagoan Daddy merindukan Daddy ya, bagaimana liburan pertama mu nak? apa menyenangkan? (terkekeh)


chacha" sudah kita bicaranya di rumah saja, bunda sudah lelah sekali ingin istirahat


Abi" papa juga, Kean sangat berisik sekali di pesawat dia terus menagis


taya hanya tertawa melihat wajah lesu mertuanya itu


Abi" lain kali kita liburan bersama-sama agar Kean tidak rewel


taya" iya pa, taya akan usaha kan


Rara hanya tertawa melihat wajah kesal papanya yang terlihat sekali lelah


mereka menuju pintu keluar dan tidak sengaja taya melihat Zain bersama seorang wanita dan terlihat sangat mesra


taya" mom, bukan kah itu Zain ?(menunjuk ke arah Zain ) bersama siapa dia ?


Rara" oooo iya itu Zain, mungkin bersama saudaranya dad, atau temannya,Zain!


Rara bertriak memanggil Zain namun Zain tidak mendengar panggilan Rara, dirinya pergi masuk kedalam bandara bersama wanita yang terlihat sangat cantik


Rara" Zain pasti terburu-buru, sudah lah biarkan saja


taya merasa ada yang aneh saat melihat Zain dengan wanita itu, taya merasa bukan seperti saudara atau teman namun Zain memiliki hubungan lain


Abi" kalian bisa cepat sedikit tidak (kesal)


taya" oooo iya pa


setelah mengantar anak,istri serta mertuanya taya kembali ke kantor karena dirinya masih banyak pekerjaan


sesampainya di kantor taya Kemabli menemui Ghani untuk membicarakan proyek baru mereka


Ghani" mas semuanya sudah aku kirim ke pak Deni ya


taya" terimakasih ghan, ghan aku boleh bertanya ?


Ghani" apa mas ?


taya" apa Zain mempunyai adik perempuan?


Ghani" setahu ku tidak ada, karena Zain itu anak bungsu dan kakak nya juga laki-laki sedang bekerja di Canada,ada apa mas ?


taya" aku tadi menjemput Rara dan Kean di bandara dan melihat Zain bersama seorang wanita, apa mungkin itu saudara sepupunya


ghani" tidak tahu mas, mungkin, sebenarnya ada apa sih mas, sepetinya mas taya penasaran sekali


taya" aku hanya melihat ada yang berbeda saja


Ghani" itu perasaan mas taya saja


taya" mungkin ya


setelah berbincang dengan taya,Ghani pergi menuju kantor nada karena mereka akan memesan cincin untuk pernikahan mereka


Ghani* sayang aku sudah di depan kantor mu


nada* oooo iya, tunggu aku sedang membereskan meja ku

__ADS_1


tidak menunggu lama nada sudah berada di samping mobil Ghani


tok tok tok


nada melambaikan tangannya, dan masuk kedalam mobil Ghani


nada" maaf kamu jadi menunggu


Ghani" tidak masalah, di suruh menunggu kamu setahun juga aku sanggup (terkekeh)


nada" benar nih, aku pergi ya


Ghani" jangan dong sayang,kau hanya bercanda


nada" dasar kamu ini,ini kita menunggu apa lagi?


Ghani" tidak ada


nada" lalu


Ghani" baik lah my queen


nada" dua Minggu lagi fahri dan Ica akan pulang aku sangat senang


Ghani" iya aku tahu,apa lagi sekarang Ica sedang mengandung pasti kalian akan banyak bercerita dan melupakan aku (mengerucutkan bibirnya)


nada"(tertawa) ya ampun maaf sayang bukan maksudku seperti itu tapi terkadang kita para wanita suka lupa jika sudah bersama (mengelus pipi Ghani)


Ghani" lihat saja sampai sudah menikah kamu masih bersikap seperti itu aku akan menghukum mu


nada" coba saja jika berani (terkekeh)


Ghani" tunggu saja


Ghani dan nada sudah sampai di toko perhiasan yang tidak jauh dari kantor nada


sementara di tempat lain Zain sedang bertengkar bersama kekasihnya yang mengetahui jika Zain akan segera menikah dengan cyra


violet" pantas saja beberapa hari ini aku menghubungi sangat susah rupanya kamu sudah mempunyai wanita lain


Zain" bukan begitu dengarkan dulu penjelasan ku,aku tidak bisa menolak kemauan ayah, kamu tahu bagaimana ayah kan


violet" kenapa harus kamu, kenapa tidak Abang mu saja yang tidak berguna itu (kesal)


Zain" jaga ucapan mu vio


violet" bukan kah benar, Abang mu dan ayah mu itu tidak ada gunanya semua nya yang mengerjakan kamu, dan mereka enak sekali menghamburkan dan mengatur hidup mu


plak


Zain" aku bilang jaga ucapan mu vio, aku sudah bilang ini semua salah mu, kamu yang tidak mau aku ajak menikah, dan sekarang dengan seenaknya kamu menghina ayah dan Abang ku


violet" aku membenci mu Zain, aku mau kita putus dan jangan pernah berharap aku akan kembali pada mu


Zain" pergilah sebelum aku melakukan hal lebih dari ini pada mu


violet meninggalkan Zain yang masih berusaha menenangkan emosinya karena ucapan violet


ponsel Zain berdering menandakan panggilan masuk


"cyra"


" astaga aku lupa menjemputnya" gumam Zain sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya


Zain mengangkat panggilan dari cyra


cyra" kamu tidak menjemput ku ? em tapi jika kamu tidak bisa tidak apa-apa aku bisa naik taksi


Zain mendengar suara cyra seperti senang sekali karena Zain belum menjemputnya


Zain" siapa yang bilang jika aku tidak bisa, aku bisa kamu tunggu saja sebentar lagi aku sampai di rumah sakit


cyra"(menghela nafas) baiklah aku tunggu


cyra mematikan panggilannya, Zain tersenyum membayangkan wajah kecewa cyra yang tetap harus pulang bersamanya


tidak menunggu lama Zain sudah sampai di depan rumah sakit dan melihat cyra sedang berbincang dengan dokter Isman


"lagi-lagi pria itu" batin Zain


tin tin tin


Zain menghidupkan klakson mobil agar cyra menyadari kehadirannya


cyra menatap ke arah mobil Zain dengan raut wajah kesal


cyra" saya permisi dok,terimakasih sudah menemani saya


Isman" sama-sama dok, hati-hati salam untuk calon suaminya ya dok


cyra" Hem iya dok (merasa tidak enak)


cyra langsung berjalan menuju mobil Zian dan langsung masuk kedalamnya, Zain langsung melajukan mobilnya dengan kencang tanpa memperdulikan sapaan dokter Isman

__ADS_1


Zain" sepertinya pria itu menyukai mu ? (sinis)


cyra" jangan asal bicara kamu,kamu itu bisa tidak, tidak melakukan hal seperti tadi aku malu tahu, nanti aku bisa-bisa di pecat dari sini


Zain" tinggal keluar saja, dan cari tempat baru tidak susah kan


cyra" bisa tidak sehari saja kamu tidak menyebalkan seperti ini


Zain" aku biasa saja, hanya kamu saja yang merasa


cyra diam tidak menanggapi perkataan Zain karena dirinya tidak ingin berdebat dengan Zain yang akan berujung sakit hati


Zain" apa kamu sudah makan ?


cyra menatap Zain yang tiba-tiba menanyakan hal seperti itu, membuat cyra curiga


cyra" kenapa kamu bertanya seperti itu


Zain" aku sedang lapar, apa salahnya bertanya seperti itu


cyra" ya tinggal makan saja,ya tidak ada salah nya


Zain" baik lah aku makan dulu, setelah itu baru aku mengantarkan mu


cyra" terserah


cukup lama mereka berjalan hingga Zain berhenti di tempat warung makan tenda pinggir jalan yang membuat cyra sedikit terkejut melihat orang seperti Zain makan di tempat seperti itu


cyra" mau makan di sini ?


Zain" iya kenapa kamu alergi ke tempat seperti ini, ya sudah di mobil saja tidak usah turun


Zain meninggalkan cyra dan mobil yang masih menyala


"enak saja aku suka makan di tempat begini,hanya aku tidak percaya saja jika kamu suka makan di tempat seperti ini" dalam hati cyra


cyra mematikan mobil dan keluar menyusul Zain yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kedai makan itu


Zain melihat ke arah cyra yang baru memasuki kedai makan itu,cyra menghampiri Zain yang sedang duduk


Zain" aku fikir ibu dokter tidak suka tempat seperti ini


cyra" enak saja, aku juga suka tempat seperti ini, malah tempat seperti ini paling enak makanannya


Zain"(tersenyum) bagus lah jika kamu tahu, kamu mau pesan apa, aku sudah pesan,mba Ida (memanggil pelayan)


Ida" iya mas Zain mau pesan apa lagi, wah cantik sekali wanita ini,siapa mas Zain, pacarnya ya


Zain" bisa saja mba Ida ini,ini cyra mba calon istri ku (tertawa)


Ida" wah mas Zain sudah lama tidak datang,datang-datang bawa calon istri saja,mba nya beruntung loh dapet mas Zain, udah tampan,baik,dan mas Zain ini sangat sayang pada keluarga


cyra"(tersenyum) iya mba


cyra sebenar nya sedikit terkejut karena Zain mau mengakui dirinya sebagai calon istrinya di depan orang lain


Zain" mba Ida bisa saja,Zain tidak sebaik itu


Ida" bapak apa kabar, mas Anam bagaimana kabarnya, apa sudah pulih


Zain" ayah baik mba, mas Anam yah begitu lah mba (tersenyum)


cyra memperhatikan percakapan antara Zain dan jiga mba Ida,yang sepertinya sangat mengenal keluarga Zain


Ida" ya ampun mba cantiknya di cuekin,mau pesan apa mba ?


cyra" saya pesan es teh manis saja mba


Ida" hanya itu,tidak makan mba ?


Zain" sedang diet mba biar bajunya nanti cukup (tertawa)


Ida" ya sudah di tunggu ya mba,mas


mba Ida berlalu meninggalkan Zain dan juga cyra


cyra" sepertinya mba Ida itu kenal sekali dengan keluarga mu


Zain" tentu,ini tempat favorit alm.ibu dan kami sering kesini


cyra" oooo mas Anam itu siapa?


Zain" itu Abang ku,(sedih) ini juga tempat favorit bang Anam


cyra memperhatikan wajah Zain yang berubah sedih,saat menceritakan tentang Anam,cyra menjadi penasaran dengan kisah keluarga Zain, yang sebentar lagi akan menjadi keluarganya juga


_________________________________


TBC


next


tidak bosan-bosan saya mengingatkan untuk kalian jangan lupa meninggalkan jejak ya setelah membaca cerita ini 🤗🤗

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2