Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 15


__ADS_3

happy reading


.


.


.


.


.


let's read


×××××××××××××××××××××××××××××


Nara sangat sangat iri melihat keluarga Rara yang sangat hangat, dan harmonis


setelah selesai Nara dan Rara kembali ke kamarnya


Nara sudah tidak dapat membendung air matanya lagi, dan kini butiran bening itu sudah meluncur bebas dari mata indah milik Nara


Nara" sumpah Ra gue iri sama Lo, Ra gue iri banget Lo punya semuanya Ra, gue takut Ra, gue takut gue bakal jadi jahat sama lu Ra


rara langsung memeluk Nara dengan erat


rara" na, jangan ngomong gitu, aku sayang kamu na, kamu sudah aku anggep kakak buat aku, jangan pernah bilang begitu


Nara" Ra, kenapa gue gak bisa beruntung kayak Lo Ra,


rara" aku gak beruntung na, tapi aku selalu bersyukur punya keluarga, serta sahabat seperti kamu na, aku juga gak ada niat buat kamu iri atau apa sama aku na


Nara" gue tahu, tapi gue takut gue yang punya penyakit hati nya Ra


tanpa keduanya sadari chacha sudah berdiri di dekat mereka


cha-cha" (memeluk) kalian ini, malam malam buat bunda ikut nangis deh


"bunda" Rara baru menyadari nya


cha-cha"(memeluk Nara) Nara, semua orang itu hidupnya beruntung tergantung bagaimana mereka menyikapi hidupnya,nak, jangan pernah berpikir seperti itu nak ingat kata kata bunda ya, jika kamu sedih, dan butuh bunda, bunda selalu ada dan siap buat kamu


rara yang melihat itu pun ikut terharu,dan ikut memeluk bundanya dan Nara


setelah drama itu Rara dan Nara tertidur dengan memeluk cha-cha yang berada di tengah tengah mereka berdua


Abi tidak bisa tidur karena istrinya belum juga kembali dari kamar Rara dan membuatnya sedikit kesal dan memutuskan untuk melihat apa yang di lakukan sang istri


Abi membuka pintu kamar Rara perlahan dan melihat jika istrinya sudah tertidur dengan kedua perempuan muda itu


"heh aku nungguin kamu nya malah udah tidur disini, berati malam ini aku tidur memeluk guling " batin Abi yang beranjak keluar dari kamar itu meninggalkan ketiga wanita itu


ke esokkan paginya chacha bangun lebih awal dan melakukan aktivitasnya seperti biasa


setelah itu iya membangunkan anak anak serta suaminya untuk melakukan salat subuh


setelah selesai mereka mulai bersiap untuk melakukan aktivitas mereka masing masing


setelah selesai mereka sarapan bersama setelah selesai mereka pergi,Rara dan Nara di antar oleh supir karena Rara tak mau jika harus berangkat bersama papanya


sementara Dion dan Rey sudah lebih dulu pergi karena Rey sedang terburu buru


rara" pa kakak pergi ya (mencium tangan )


Nara" em om, eh papa Nara juga pergi ya (mencium tangan)


rara" bunda kakak pergi ya (memeluk)


Nara pun melakukan hal yang sama Nara dan Rara memasuki mobil namun Abi menghentikan langkah mereka


Abi" eh tunggu tunggu


rara" kenapa pa ?


Abi " ini ubah jajan buat anak gadis papa ya


Abi mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang yang di berikan pada Nara. dan Rara


Nara" ini buat Nara


Abi" iya lah masa buat pak min (terkekeh) ya sudah sana berangkat inget makan siangnya nanti yang enak ya


rara" oke pak bos


rara hanya bisa tersenyum saja sambil melihat uang yang ada di tangannya


rara dan Nara sudah tiba di kantor betapa terkejutnya Rara saat melihat Alvin sudah berdiri di pos satpam


rara" astaga mau apa lagi sih anak itu


Nara" ye ya ketemu Lo lah Ra, masa iya ketika pak Kirman


rara" (menarik nafas panjang) ayo tanjakan aja gak usah hiraukan dia


rara dan Nara berjalan dan melewati Alvin begitu saja


namanya juga Alvin dia tak pantang menyerah kini dia menyamakan langkahnya dengan Rara dan nara

__ADS_1


Alvin" pagi mika,kok gak nyapa sih, ooo iya nih aku bawa sarapan buat kamu


rara langsung menghentikan langkahnya dan berbalik melihat tajam ke arah Alvin


rara" mau kamu


ucapan Rara terhenti saat dia melihat taya bersama dengan Sarah serta Fahri memasuki lobby , Rara langsung mengambil makanan yang di berikan Alvin padanya


rara" sini biar saya ambil


fahri dan yang lain nya sudah berada di sebelah Rara, dan Alvin sangat cuek bahkan tidak menegur


fahri" siapa kak?


rara belum menjawab namun Nara langsung memotong perkataan Rara


Nara " pacar baru nya Rara , iya kan Vin


Alvin sedikit bingung dengan tanda yang di berikan oleh Nara


Alvin" oooo iya , benar (tersenyum )


rara menatap Nara tajam seakan akan ingin menelan Nara


fahri" kenalin dong


Fahri belum menyelesaikan kata katanya Rara sudah memotong


rara" Vin ada rapat kan, buru buru kan.


, udah sana pergi, makasih ya makannya (mendorong tubuh Alvin)


Alvin" tapi tapi ,


rara" udah sana pergi cepet


Alvin" oke pulang gue jemput lagi ya


rara" iya iya bawel, cepet pergi


Alvin pun pergi tanpa berpamitan pada yang lain


Sarah" wah anak manja bisa punya cowok juga, gue kira bakal di jodohin (tertawa)


rara" kami duluan semuanya


rara langsung menarik tangan Nara untuk masuk kedalam lift yang sudah terbuka dan tidak menghiraukan perkataan Sarah sedikit pun


Nara" ya Allah perasaan tadi malam tidurnya bahagia kenapa jadi kena sial ke temu sama demit sih


Nara" maaf, gue kebawa sebel lihat muka nenek sihir itu sih


Rara" gak mau tahu,pokoknya kamu ikut nanti sore, biar jelasin ke Alvin


Nara" iya Rara bawel


mereka keluar dari lift dan menuju ke ruangan mereka .. dan mulai bekerja karena memang sudah memasuki waktu kerja


mereka semua sangat sibuk karena mereka harus menyelesaikan sebuah pasaran sebelum mereka semua pindah ke Inggris


hari ini sangat melelahkan untuk Rara dan teman temannya


Aldi" pak Fahri kemana sih, tumben hari ini gak keliatan batang hidungnya


Mahesa" lagi ngurusin keberangkatan kita bulan depan kali


Nara" perasaan tadi pagi ada ya Ra ...


rara" iya tadi pagi ketemu kita di lift


Kiki" ah elah biar aja ngapa,dia bis ini terserah dia mau kemana udah buru selesaikan udah Meu gue kasih ke tim editing nih, buruan jangan pada ngegibah lagi


mereka kembali bekerja dengan sangat serius sampai sampai mereka lupa makan siang


pukul tiga sore Fahri menghampiri para karyawan nya


fahri" selamat sore semua


"sore pak" serempak


fahri" saya boleh meminta perhatian kalian sebentar


sontak duanya berdiri dan menatap ke arah Fahri


fahri" oke semua, kalian tidak perlu mgerjakan proyek ini lagi, karena akan di serahkan pada yang lain,


Mahesa" lalu kami kerja apa pak ?


Aldi" kita di pecat ya pak, aduh pak jangan pak ?


fahri" saya belum selesai bicara sudah di potong saja, dengar kan baik baik, kalian akan fokus untuk belajar dan itu di mulai besok,karena sistem di perusahaan Inggris berbeda dengan di sini maka dari itu kalian di wajibkan untuk belajar selama sebulan ini, dan saya harap kalian bisa belajar dengan sungguh sungguh ,apa ada pertanyaan?


Nia" apa sekarang kami boleh pulang pak


semua orang sontak melihat ke arah Nia, karena pertanyaan Nia sukses membuat yang lain menahan tawa,


fahri" tidak, hari ini kalian harus bekerja dulu, oooo iya apa kalian sudah makan siang

__ADS_1


"belum pak" bersamaan


fahri" baiklah istirahat saja dulu, karena sebentar lagi makanan kalian akan tiba (tersenyum)


Fahri menuju keruangan nya dan meninggalkan para karyawannya


Kiki" huh untung ya kita dapet bos baik, coba kalo enggak, huh gantung diri gue di pohon katuk


Aldi" uuuh Nara makin klepek klepek ini mah


(tertawa)


Nara" diam Lo bujang orgen ... (melempar


sebuah kertas)


waktu pulang kerja pun tiba dan pekerjaan merek pun sudah selesai namun sebelum pulang Fahri memberi arahan lebih dulu pada semua team nya


fahri" jadi besok kalian datang seperti bias, membawa laptop dan langsung masuk ke ruang rapat team ya, mengerti, apa ada pertanyaan, jangan bertanya tentang pulang (melirik Nia)


Nara" apa kita memakai seragam kantor juga pak, atau memakai pakaian lain


fahri" saya rasa, pakai pakaian santai saja namun harus sopan , agar belajar lebih nyaman


"baik pak" bersamaan


setelah itu mereka semua pergi menuju lift namun Rara dan Nara di tahan oleh Fahri


fahri" kak tunggu (menarik tangan)


rara" maaf pak ini masih di kantor,


fahri" udah gak ada orang kak


Nara hanya memperhatikan kedua sepupu itu


rara" ada apa ?


fahri" kakak benar yang tadi pagi itu pacar kakak


rara" huh sudah kuduga pasti kamu akan bertanya ini,apa kamu udah kasih tahu yang lain soal ini


fahri menggelengkan kepalanya dengan cepat


fahri" jadi apa benar laki laki itu pacar kakak ?


rara" bukan, dia hanya teman kakak, ini semua karena Nara, pasti jadi salah paham deh yang lainnya


fahri"(bernafas lega) syukur deh kalo bukan pacar kakak,


rara mengerutkan dahi nya mendengar perkataan adik sepupu nya itu


rara" emang kenapa jika dia pacar kakak, kok kayak nya kamu lega banget tahu dia bukan pacar kakak


fahri" ya kalo dia pacar kakak berati adik adik mu harus bertindak dan menyelidiki motif di balik niat laki laki itu


rara" uluh uluh so sweet banget sih , udah ah kakak sama Nara mau pulang, udah sore


rara dan Nara langsung beranjak dari tempat itu dan meninggalkan Fahri


saat Samapi di lobby seseorang sudah meneriakkan nama Rara dengan keras untung keadaan kantor sudah sepi, jadi Rara tak merasa malu, orang itu adalah Alvin laki laki yang selalu membuat Rara kesal


rara dan Nara berjalan mendekati Alvin ... saat mendekat ternyata Alvin tidak sendiri melainkan sedang duduk bersama taya


rara pun bingung harus melakukan apa


Alvin" Hay pacar lama banget sih pulangnya udah nunggu lama nih


rara menundukan kepalanya saja, dan mencuri curi pandang ke arah taya


taya" Ra kenapa kamu gak ngomong kalo sudah punya pacar


rara" maaf pak saya rasa bukan urusan bapak, saya punya pacar atau tidak, lagi pula saya hanya karyawan anda saja bukan


taya merasa kesal mendengar perkataan Rara


taya" oooo jadi sekarang kamu tidak mengakui saya lagi sebagai keluarga


rara" bukan begitu, tapi ini masih di area kantor, dan anda adalah atasan saya, kami permisi


rara berjalan duluan mendahului Nara dan alvin yang masih bengong


rara membalikan badannya dan melihat ke arah dua orang yang masih bengong itu


rara" kalian berdua gak mau pulang ya, ya sudah aku pulang sendiri saja


rara langsung berjalan meninggalkan keduanya dan memberhentikan sebuah taksi


"kenapa dia, dan apa urusannya dengan hidupku,bukan kah dia sendiri yang bilang jika tidak mau tahu tentang ku " dalam hati Rara yang sekarang merasakan entah apa rasanya, kesal,sedih , dan ingin menagis


************************************


TBC


jangan lupa kasih like dan komen kalian ya setelah membaca atau kasih jejak yang lain juga boleh kok hehehe


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2