
happy reading
.
.
.
.
.
let's read
×××××××××××××××××××××××××××××
Nara sangat sangat iri melihat keluarga Rara yang sangat hangat, dan harmonis
setelah selesai Nara dan Rara kembali ke kamarnya
Nara sudah tidak dapat membendung air matanya lagi, dan kini butiran bening itu sudah meluncur bebas dari mata indah milik Nara
Nara" sumpah Ra gue iri sama Lo, Ra gue iri banget Lo punya semuanya Ra, gue takut Ra, gue takut gue bakal jadi jahat sama lu Ra
rara langsung memeluk Nara dengan erat
rara" na, jangan ngomong gitu, aku sayang kamu na, kamu sudah aku anggep kakak buat aku, jangan pernah bilang begitu
Nara" Ra, kenapa gue gak bisa beruntung kayak Lo Ra,
rara" aku gak beruntung na, tapi aku selalu bersyukur punya keluarga, serta sahabat seperti kamu na, aku juga gak ada niat buat kamu iri atau apa sama aku na
Nara" gue tahu, tapi gue takut gue yang punya penyakit hati nya Ra
tanpa keduanya sadari chacha sudah berdiri di dekat mereka
cha-cha" (memeluk) kalian ini, malam malam buat bunda ikut nangis deh
"bunda" Rara baru menyadari nya
cha-cha"(memeluk Nara) Nara, semua orang itu hidupnya beruntung tergantung bagaimana mereka menyikapi hidupnya,nak, jangan pernah berpikir seperti itu nak ingat kata kata bunda ya, jika kamu sedih, dan butuh bunda, bunda selalu ada dan siap buat kamu
rara yang melihat itu pun ikut terharu,dan ikut memeluk bundanya dan Nara
setelah drama itu Rara dan Nara tertidur dengan memeluk cha-cha yang berada di tengah tengah mereka berdua
Abi tidak bisa tidur karena istrinya belum juga kembali dari kamar Rara dan membuatnya sedikit kesal dan memutuskan untuk melihat apa yang di lakukan sang istri
Abi membuka pintu kamar Rara perlahan dan melihat jika istrinya sudah tertidur dengan kedua perempuan muda itu
"heh aku nungguin kamu nya malah udah tidur disini, berati malam ini aku tidur memeluk guling " batin Abi yang beranjak keluar dari kamar itu meninggalkan ketiga wanita itu
ke esokkan paginya chacha bangun lebih awal dan melakukan aktivitasnya seperti biasa
setelah itu iya membangunkan anak anak serta suaminya untuk melakukan salat subuh
setelah selesai mereka mulai bersiap untuk melakukan aktivitas mereka masing masing
setelah selesai mereka sarapan bersama setelah selesai mereka pergi,Rara dan Nara di antar oleh supir karena Rara tak mau jika harus berangkat bersama papanya
sementara Dion dan Rey sudah lebih dulu pergi karena Rey sedang terburu buru
rara" pa kakak pergi ya (mencium tangan )
Nara" em om, eh papa Nara juga pergi ya (mencium tangan)
rara" bunda kakak pergi ya (memeluk)
Nara pun melakukan hal yang sama Nara dan Rara memasuki mobil namun Abi menghentikan langkah mereka
Abi" eh tunggu tunggu
rara" kenapa pa ?
Abi " ini ubah jajan buat anak gadis papa ya
Abi mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan uang yang di berikan pada Nara. dan Rara
Nara" ini buat Nara
Abi" iya lah masa buat pak min (terkekeh) ya sudah sana berangkat inget makan siangnya nanti yang enak ya
rara" oke pak bos
rara hanya bisa tersenyum saja sambil melihat uang yang ada di tangannya
rara dan Nara sudah tiba di kantor betapa terkejutnya Rara saat melihat Alvin sudah berdiri di pos satpam
rara" astaga mau apa lagi sih anak itu
Nara" ye ya ketemu Lo lah Ra, masa iya ketika pak Kirman
rara" (menarik nafas panjang) ayo tanjakan aja gak usah hiraukan dia
rara dan Nara berjalan dan melewati Alvin begitu saja
namanya juga Alvin dia tak pantang menyerah kini dia menyamakan langkahnya dengan Rara dan nara
__ADS_1
Alvin" pagi mika,kok gak nyapa sih, ooo iya nih aku bawa sarapan buat kamu
rara langsung menghentikan langkahnya dan berbalik melihat tajam ke arah Alvin
rara" mau kamu
ucapan Rara terhenti saat dia melihat taya bersama dengan Sarah serta Fahri memasuki lobby , Rara langsung mengambil makanan yang di berikan Alvin padanya
rara" sini biar saya ambil
fahri dan yang lain nya sudah berada di sebelah Rara, dan Alvin sangat cuek bahkan tidak menegur
fahri" siapa kak?
rara belum menjawab namun Nara langsung memotong perkataan Rara
Nara " pacar baru nya Rara , iya kan Vin
Alvin sedikit bingung dengan tanda yang di berikan oleh Nara
Alvin" oooo iya , benar (tersenyum )
rara menatap Nara tajam seakan akan ingin menelan Nara
fahri" kenalin dong
Fahri belum menyelesaikan kata katanya Rara sudah memotong
rara" Vin ada rapat kan, buru buru kan.
, udah sana pergi, makasih ya makannya (mendorong tubuh Alvin)
Alvin" tapi tapi ,
rara" udah sana pergi cepet
Alvin" oke pulang gue jemput lagi ya
rara" iya iya bawel, cepet pergi
Alvin pun pergi tanpa berpamitan pada yang lain
Sarah" wah anak manja bisa punya cowok juga, gue kira bakal di jodohin (tertawa)
rara" kami duluan semuanya
rara langsung menarik tangan Nara untuk masuk kedalam lift yang sudah terbuka dan tidak menghiraukan perkataan Sarah sedikit pun
Nara" ya Allah perasaan tadi malam tidurnya bahagia kenapa jadi kena sial ke temu sama demit sih
Nara" maaf, gue kebawa sebel lihat muka nenek sihir itu sih
Rara" gak mau tahu,pokoknya kamu ikut nanti sore, biar jelasin ke Alvin
Nara" iya Rara bawel
mereka keluar dari lift dan menuju ke ruangan mereka .. dan mulai bekerja karena memang sudah memasuki waktu kerja
mereka semua sangat sibuk karena mereka harus menyelesaikan sebuah pasaran sebelum mereka semua pindah ke Inggris
hari ini sangat melelahkan untuk Rara dan teman temannya
Aldi" pak Fahri kemana sih, tumben hari ini gak keliatan batang hidungnya
Mahesa" lagi ngurusin keberangkatan kita bulan depan kali
Nara" perasaan tadi pagi ada ya Ra ...
rara" iya tadi pagi ketemu kita di lift
Kiki" ah elah biar aja ngapa,dia bis ini terserah dia mau kemana udah buru selesaikan udah Meu gue kasih ke tim editing nih, buruan jangan pada ngegibah lagi
mereka kembali bekerja dengan sangat serius sampai sampai mereka lupa makan siang
pukul tiga sore Fahri menghampiri para karyawan nya
fahri" selamat sore semua
"sore pak" serempak
fahri" saya boleh meminta perhatian kalian sebentar
sontak duanya berdiri dan menatap ke arah Fahri
fahri" oke semua, kalian tidak perlu mgerjakan proyek ini lagi, karena akan di serahkan pada yang lain,
Mahesa" lalu kami kerja apa pak ?
Aldi" kita di pecat ya pak, aduh pak jangan pak ?
fahri" saya belum selesai bicara sudah di potong saja, dengar kan baik baik, kalian akan fokus untuk belajar dan itu di mulai besok,karena sistem di perusahaan Inggris berbeda dengan di sini maka dari itu kalian di wajibkan untuk belajar selama sebulan ini, dan saya harap kalian bisa belajar dengan sungguh sungguh ,apa ada pertanyaan?
Nia" apa sekarang kami boleh pulang pak
semua orang sontak melihat ke arah Nia, karena pertanyaan Nia sukses membuat yang lain menahan tawa,
fahri" tidak, hari ini kalian harus bekerja dulu, oooo iya apa kalian sudah makan siang
__ADS_1
"belum pak" bersamaan
fahri" baiklah istirahat saja dulu, karena sebentar lagi makanan kalian akan tiba (tersenyum)
Fahri menuju keruangan nya dan meninggalkan para karyawannya
Kiki" huh untung ya kita dapet bos baik, coba kalo enggak, huh gantung diri gue di pohon katuk
Aldi" uuuh Nara makin klepek klepek ini mah
(tertawa)
Nara" diam Lo bujang orgen ... (melempar
sebuah kertas)
waktu pulang kerja pun tiba dan pekerjaan merek pun sudah selesai namun sebelum pulang Fahri memberi arahan lebih dulu pada semua team nya
fahri" jadi besok kalian datang seperti bias, membawa laptop dan langsung masuk ke ruang rapat team ya, mengerti, apa ada pertanyaan, jangan bertanya tentang pulang (melirik Nia)
Nara" apa kita memakai seragam kantor juga pak, atau memakai pakaian lain
fahri" saya rasa, pakai pakaian santai saja namun harus sopan , agar belajar lebih nyaman
"baik pak" bersamaan
setelah itu mereka semua pergi menuju lift namun Rara dan Nara di tahan oleh Fahri
fahri" kak tunggu (menarik tangan)
rara" maaf pak ini masih di kantor,
fahri" udah gak ada orang kak
Nara hanya memperhatikan kedua sepupu itu
rara" ada apa ?
fahri" kakak benar yang tadi pagi itu pacar kakak
rara" huh sudah kuduga pasti kamu akan bertanya ini,apa kamu udah kasih tahu yang lain soal ini
fahri menggelengkan kepalanya dengan cepat
fahri" jadi apa benar laki laki itu pacar kakak ?
rara" bukan, dia hanya teman kakak, ini semua karena Nara, pasti jadi salah paham deh yang lainnya
fahri"(bernafas lega) syukur deh kalo bukan pacar kakak,
rara mengerutkan dahi nya mendengar perkataan adik sepupu nya itu
rara" emang kenapa jika dia pacar kakak, kok kayak nya kamu lega banget tahu dia bukan pacar kakak
fahri" ya kalo dia pacar kakak berati adik adik mu harus bertindak dan menyelidiki motif di balik niat laki laki itu
rara" uluh uluh so sweet banget sih , udah ah kakak sama Nara mau pulang, udah sore
rara dan Nara langsung beranjak dari tempat itu dan meninggalkan Fahri
saat Samapi di lobby seseorang sudah meneriakkan nama Rara dengan keras untung keadaan kantor sudah sepi, jadi Rara tak merasa malu, orang itu adalah Alvin laki laki yang selalu membuat Rara kesal
rara dan Nara berjalan mendekati Alvin ... saat mendekat ternyata Alvin tidak sendiri melainkan sedang duduk bersama taya
rara pun bingung harus melakukan apa
Alvin" Hay pacar lama banget sih pulangnya udah nunggu lama nih
rara menundukan kepalanya saja, dan mencuri curi pandang ke arah taya
taya" Ra kenapa kamu gak ngomong kalo sudah punya pacar
rara" maaf pak saya rasa bukan urusan bapak, saya punya pacar atau tidak, lagi pula saya hanya karyawan anda saja bukan
taya merasa kesal mendengar perkataan Rara
taya" oooo jadi sekarang kamu tidak mengakui saya lagi sebagai keluarga
rara" bukan begitu, tapi ini masih di area kantor, dan anda adalah atasan saya, kami permisi
rara berjalan duluan mendahului Nara dan alvin yang masih bengong
rara membalikan badannya dan melihat ke arah dua orang yang masih bengong itu
rara" kalian berdua gak mau pulang ya, ya sudah aku pulang sendiri saja
rara langsung berjalan meninggalkan keduanya dan memberhentikan sebuah taksi
"kenapa dia, dan apa urusannya dengan hidupku,bukan kah dia sendiri yang bilang jika tidak mau tahu tentang ku " dalam hati Rara yang sekarang merasakan entah apa rasanya, kesal,sedih , dan ingin menagis
************************************
TBC
jangan lupa kasih like dan komen kalian ya setelah membaca atau kasih jejak yang lain juga boleh kok hehehe
terimakasih
__ADS_1