Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 123


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


enjoy


💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫


hari ini nada sudah bersiap untuk pergi bekerja dengan naik kendaraan umum, setelah beberapa lama akhirnya mami lara memperbolehkan nada untuk menaiki fasilitas umum, nada senang bukan main karena itu artinya ia tidak harus turun bersembunyi-sembunyi seperti saat ia berangkat bersama dengan Alvin


nada" mami,mba, mas nada pergi dulu ya takut terlambat berangkatnya,


mami" kamu ini ya,ini masih terlalu pagi,nanti kamu di culik orang jahat di halte


nada" mami di halte jam segini sudah ramai,dan nada tidak sendirian mi


mami" ya sudah di antar pak Idris sampai ke halte


nada" yah mami, nada sendiri saja


mami" di antar atau tidak boleh naik bus


nada" baik lah mami...


mami"ini bekal kamu, harus habis


nada" iya mi,ya sudah nada pergi ya mi,mba sama mas Alvin mana ?


mami" masih di atas, sudah sana pergi,hati-hati


nada"iya mi (mencium tangan)


nada pergi menuju halte dengan di antar pak Idris


pak Idris" non kenapa tidak bapak antar saja ?


nada" nada mau hafalin jalan pak, biar tidak tersesat terus


pak Idris"(tertawa) non nada sih suka lupa


nada" bukan lupa pak, kadang bentuk gang nya sama jadi nada bingung


pak Idris tertawa mendengar celotehan nada


pak Idris" sudah sampai non,hati-hati ya non,awas ada copet ya non


nada" iya pak, nada pergi ya pak


nada turun dari mobil dan menuju ke halte yang sudah ramai di penuhi orang


"ramai sekali halte ini" batin nada


nada berdiri di trotoar karena di halte sudah di padati orang


menunggu cukup lama namun bus belum juga sampai, nada sangat khawatir jika dirinya akan terlambat


nada terus saja melihat jam di tangannya,yang sudah menunjukan pukul tujuh


tiba-tiba ada mobil berhenti di depan nada


nada sangat terkejut karena ia mengira jika mobil itu akan menabrak nya


nada" astaga orang ini, mau membunuh ku atau bagaimana sih (kesal)


seseorang keluar dari mobil itu,nada sangat terkejut melihat ghani keluar dari mobil itu


"dia" batin nada


Ghani" ikut aku biar aku antar


"what! dia mau mengantar ku, dia sedang sakit, atau sedang kerasukan " pikir nada yang merasa sedikit takut


Ghani" hey, kenapa melamun, ayo aku antar


nada" oh tidak usah aku naik bus saja, nah itu dia bus nya sudah tiba


nada langsung berlari menuju halte dan berdesak-desakan agar dirinya bisa masuk ke dalam bus


Ghani hanya bisa melihat nada yang sudah masuk ke dalam bus


"untung saja, bus nya tiba, orang itu kenapa, jadi baik pada ku, mencurigakan " pikir nada


sesuai perkiraan nada terlambat sampai di kantor, nada berlari menuju kantor nya karena dia sudah sangat terlambat


satpam" pagi mba nada, tumben terlambat, habis dari joging mba, keringatnya banyak sekali


nada" huh nada capek pak, nada mengisi absensi lebih dulu, nada naik dulu pak


nada kembali berlari menuju lift, sesampainya di ruangan nya nada sudah melihat setumpuk berkas yang harus ia kerjakan


nada" pak Heru tidak bisakah membiarkan nada beristirahat dulu


Heru" kerjakan sekarang, besok pertemuan dengan client baru, dan kita harus pergi, kamu mau kerjaan mu makin bertambah


nada" baik lah pak Heru, nada mengerti


nada mulai mengerjakan tugas nya yang sangat menumpuk itu,


sementara di tempat lain Ghani sangat kesal mengingat nada yang langsung berlari darinya, padahal untuk melakukan itu Ghani mengumpulkan keberanian dengan susah payah


Andi" pak besok ada pertemuan dengan perusahan periklanan yang sudah di janjikan bapak taya

__ADS_1


Ghani" bukannya kita punya tim periklanan sendiri


Andi" mereka sedang mengerjakan proyek besar yang di berikan pak Fahri pak, maka dari itu pak taya memakai jasa perusahaan lain


Ghani" perusahaan siapa ?


Andi " perusahaan bapak Alvin


"nada" batin Ghani


Ghani" besok pukul berapa kita bertemu ?


Andi" pukul satu siang pak,di perusahaan mereka


ghani" kosongkan jadwal ku besok sisakan satu pertemuan itu saja


Andi" tapi pak, anda ada pertemuan dengan pak Dikta dan putrinay


Ghani" batalkan bilang aku sedang tidak enak badan


Andi" tapi pak ini perintah dari bapak Dimas ?


Ghani" lakukan yang saya perintah Andi, dan jangan membantah oke,sekarang kamu bisa pergi


Andi" baik pak


Ghani sangat senang mengetahui dirinya akan bertemu nada, rasa nya sudah tidak sabar ia menunggu hari esok


waktu berlalu sangat cepat untuk nada, tugas nya hari ini selesai dengan baik, nada pergi ke meja Heru untuk menyerahkan pekerjaannya


nada" pak Heru yang baik,ini pekerjaan nya sudah saya selesaikan


Heru" wah,wah sedang semangat hari ini nad


nada" kesal bukan semangat, pak Alvin dimana pak? kok tidak terlihat ?


Heru" pergi bersama Rudi


nada" biasa nada di ajak


Heru" pekerjaan mu banyak nada,aku yang meminta pada pak Alvin tidak mengajak kamu


nada" em... ya sudah nada mau ke meja nada lagi


hari berakhir dengan sangat cepat,nada sudah terlelap dengan tidur nya berbeda hal nya dengan Ghani yang sejak tadi tidak bisa memejamkan matanya,membuatnya sedikit kesal


Ghani" ada apa dengan mata ini, ayolah terpejam (kesal)


Ghani membolak-balik kan tubuhnya namun matanya belum juga bisa terpejam,Ghani memutuskan untuk membuat coklat hangat


Ghani" mungkin dengan coklat hangat aku bisa tertidur


Ghani membuat coklat hangat,dengan sedikit bising membuat Rika terbangun karena mendengar kebisingan Ghani


Rika" ghan kamu sedang apa? kenapa kamu belum tertidur ?


Rika" ada apa ? kamu tidak bisa tidur ?


Ghani" em...


Rika" kenapa? kamu ada masalah ?


Ghani" tidak mom


Rika" jangan berbohong aku mommy mu, aku tahu kamu nak,kenapa karena dad menjodohkan mu ?


Ghani"(menghela nafas) itu salah satunya mom,kenapa dad harus melakukan itu, aku ini sudah dewasa bisa menentukan hidup ku sendiri mom


Rika" apa kamu sudah memiliki kekasih ?


Ghani" mom, mom sangat mengenal aku


Rika" siapa gadis itu ? apa mom mengenal nya ?


Ghani" mom (memeluk) nanti jika sudah saatnya aku akan memberi tahu, dan beri tahu Daddy jika besok aku tidak akan bertemu dengan temanya itu, karena aku sibuk bekerja(mencium pipi Rika) good night mom


Ghani meninggalkan Rika yang hanya bisa tertawa melihat sikap anaknya itu


"dasar anak muda, ada saja tingkahnya " gumam Rika


keesokan paginya, Ghani sudah siap untuk berangkat bekerja tidak tahu kenapa hari ini ia sangat bersemangat bekerja


Ghani" pagi mom,dad.


dimas" wah mom, ini sedang hujan atau sedang ada badai, tidak biasanya jam segini sudah siap untuk bekerja


Ghani" dad, kerjaan ku banyak, jadi aku berangkat lebih pagi


Rika" sarapan dulu nak


Ghani" aku makan roti saja mom, aku terburu-buru


Rika" duduk lah, biar mom buatkan


Ghani" tidak usah biar aku makan begini saja


aku pergi mom,dad


dimas" hey jangan lupa siang nanti (bertriak)


dasar anak itu,mom nanti ingatkan aku untuk menelpon Ghani agar dia bertemu Dikta


Rika" dad, jangan paksa mereka untuk menjalankan mau kita, mereka berhak memilih jalan sendri, Ghani tidak akan menemui teman mu dan putrinya,


dimas" kenapa, aku tidak memaksa mereka hanya memberi jalan saja


Rika" aku rasa putramu itu sudah memiliki seseorang


dimas" siapa?

__ADS_1


Rika" tidak tahu, dia belum mau cerita pada ku


dimas" aku akan tanya Fahri dia pasti tahu


Rika hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya yang selalu ingin tahu


Ghani sudah sampai di kantor membuat Andi sedikit terkejut melihat atasannya itu sudah datang dengan wajah yang ceria


Andi" selamat pagi pak


Ghani" pagi Andi , apa jadwal ku hari ini


Andi" bukanya bapak minta kosongkan semua jadwal kecuali pertemuan dengan pihak periklanan


Ghani" kamu benar, untung kamu ingat kan, aku pergi dulu


dengan terburu-buru Ghani meninggalkan kantor menuju ke halte tempat nada biasa menunggu bus


dari jauh Ghani sudah melihat halte yang terlihat padat itu,namun ia tidak melihat nada di sana


" apa dia tidak naik bus hari ini " batin Ghani


Ghani kembali ke kantornya dan menunggu waktu pertemuaan mereka


pukul dua belas siang Ghani sudah mengajak Andi untuk pergi ketempat yang mereka sepakati untuk bertemu


Andi" pak apa tidak terlalu cepat kita ke sini


Ghani" diam dan jangan banyak bicara


Andi" baik pak


tidak lama menunggu Alvin, Rudi dan juga nada sudah sampai di tempat itu


Alvin" pak Ghani maaf anda menunggu lama


(berjabat tangan)


Ghani" tidak kami baru saja tiba


"baru tiba, sudah tiga gelas minum, baru datang " batin Andi


ghani memperhatikan nada yang tidak sama sekali memandangnya


Alvin" jadi pak kami sudah membuat beberapa contoh seperti konsep yang di inginkan oleh bapak taya, ini silahkan di lihat


nada menunjukan beberapa contoh pada Alvin


Ghani" tolong nona sedikit mendekat saya tidak terlalu jelas


nada" baik pak


kini nada dan Ghani sudah duduk berdekatan , nada mulai menjelaskan satu persatu contoh yang di perlihatkan namun Ghani tidak memandang ke arah laptop , ia fokus menatap wajah nada yang berada dekat Dnegan nya


melihat itu Andi langsung menyenggol bahu Ghani, Ghani tersadar


Ghani" bisa tolong di ulang nona


"orang ini kenapa sangat menyebalkan sekali" nada bergumam di dalam hati dengan kesal


setelah selesai Ghani memilih salah satu contoh yang menurutnya menarik , setelah itu mereka sedikit berbincang sebelum, mereka menyelesaikan pertemuan mereka


setelah selesai mereka meninggalkan tempat itu bersamaan


Alvin" nada kamu kembali ke kantor mengunakan ojek saja, saya dan Rudi harus pergi ke satu tempat


Ghani yang mendengar itu langsung menawarkan diri,untuk mengantar nada


Ghani" Nina nada bisa bersama kami saja, lagi pula kami juga mau ke arah sana.


nada " tidak usah pak, saya naik ojek saja (tersenyum ) merepotkan bapak


Ghani" tidak apa-apa , tidak merepotkan sama sekali


Alvin" nada kamu ikut saja, mas lebih percaya kamu sama adiknya Rara dari pada kamu naik, ojek (berbisik)


nada" tapi


Alvin" tidak ada tapi, cepat lah mba mu sudah dari tadi menelpon mas


Ghani" bagaimana nona ?


Alvin" dia akan ikut dengan bapak, terimakasih atas bantuannya


dengan terpaksa nada ikut dengan Ghani yang sangat membuatnya kesal


ghani" Andi bukanya kamu ada keperluan ya ( memberi kode pada Andi )


Andi" oooo, iya pak, saya harus pergi


Ghani" ya sudah hati-hati ya Andi


nada" loh kenapa pak Andi pergi


Ghani" dia ada urusan , ayo masuk


"apa yang iya rencanakan, ya Allah lindungi aku"batin nada


sepanjang perjalan, hanya ada keheningan di antara ke duanya, tidak ada suara dari keduanya hanya terdengar suara alunan musik yang mengiringi perjalanan mereka


_____________________________


TBC


next


jangan lupa, like,komen, vote, dan favorit nya buat aku ya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2