
enjoy
.
.
.
.
.
.
let's read
...................,...............,..........................
Nara dan Rara sampai di kantor tepat waktu dan mereka berdua langsung menuju ke ruangan mereka karena hari ini akan di adakan rapat untuk membahas pekerjaan mereka
sesampainya di ruangan semua orang sudah berkumpul
Aldi" pagi Rara cantik, Nara judes
Nara" pagi juga bujang orgen ho'a ho' e
rara" pagi Aldi,
Nia" Ra sini deh bantuin gue Ra, ini materi meeting pagi ini, gue lupa cara pake nih alat
rara langsung membantu Nia,
Kiki" kalian ngekos ya di sini ? kenapa gak tunggal di asrama coba, semuanya serba gratis
rara"(tersenyum) enggak kok Ki, kita tinggal sama eyang aku, kan itung itung nemenin mereka
Mahesa" aduh cucu yang baik, eyangnya aja di temenin apa lagi suaminya nanti, haduh pengen halalin deh
Aldi" wuw Lo ya punya gue itu, ingetlo udah punya Dian
Mahesa" yey siapa yang mau halalin Rara kan gue belum selesai ngomong, gue mau halalin Dian (tertawa)
Nara" (memukul kepala ke duanya) plak,plak, dasar Lo berdua ya, minta di basmi pake racun serangga emang
Aldi" Nara ini, sakit Lo pikir pala gue tembok apa main pukul aja
Mahesa" pantes Lo jomblo na, Lo nya begini
Nara" diem Lo berdua
Kiki" gak disini gak di indo Sama aja kalian ini (menepuk jidat)
rara dan Nia hanya senyum senyum saja melihat ulah teman teman nya yang selalu saja bertengkar
rapat sudah di mulai rapat kali ini di pimpin langsung oleh Fahri
dan di hadiri dari beberapa pihak investor dan juga taya sebagai pemimpin perusahaan
fahri kini mulai menjelaskan konsep iklan yang sudah iya dan team nya bahas dan buat
Samapi sedetail mungkin
pihak investor setuju dengan apa yang di ajukan oleh Fahri
investor" baik lah saya suka dengan konsep ini, dan saya mau kita kerjakan mulai Senin ini karena lebih cepat lebih baik
taya" baik lah pak, kami akan mengerjakan nya, (menjabat tangan )
rasa hati sangat lega saat mendengar investor itu menyetujui konsep mereka
dan itu artinya mereka akan bekerja keras
setelah pihak investor telah pergi Rara dan team nya bersorak gembira karena tidak sia sia mereka bergadang Samapi pagi dan membuat berat badan turun drastis, kini membuah kan hasil yang luar biasa
Mahesa" gak sia sia gue gak, ketemu Dian, begadangan hasilnya sungguh manis
Aldi" asli gue bangga banget
__ADS_1
rara" aku bersyukur banget ternyata semua yang kita lakuin itu gak sia sia
setelah selesai mengantar investor Fahri kembali masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang sangat girang
fahri" thanks team kalian yang terbaik, gak sia sia kita bergadang sampai pagi,
Aldi" kita makan makan dong pak
fahri" sabar di, kita belum bisa merayakan ini karena ini baru tahap kecil, yang kita lalui, ingat pekerjaan kita masih sangat banyak saya harap kalian bisa melakukan nya (tersenyum) semangat semuanya
"semangat" bersamaan
waktu cepat berlalu dan waktu pulang kerja kini sudah tiba
mengetahui hal itu Rara langsung bergegas mengangkat ponselnya yang sedari tadi sudah berdering tidak henti
karena di perusahaan ini pegawai tidak boleh memegang ponsel saat jam kerja
rara* halo Bun ada apa? maaf kakak baru bisa angkat soalnya di sini gak boleh pegang ponsel kalo lagi kerja
cha-cha* gak apa apa sayang, bunda paham
gak ada apa apa bunda hanya rindu kakak saja
rara* kakak juga rindu sama bunda, Giman kabar Rey sama Dion Bun, papa
chacha" Dion demam kak, katanya rindu sama kakak,(terkekeh) papa sama Rey baik
rara" aduh kasian adik kakak, sakit mana orangnya Bun,
cha-cha" lagi istirahat dia kak, kak kamu baik baik ya, jaga diri yang benar
rara" iya Bun kakak akan jaga diri, Bun sudah dulu ya kakak mau siap siap pulang nih nanti kakak telpon lagi
cha-cha" iya sayang, hati hati, i love you
rara" i love you too Bun
rara mematikan panggilan tersebut dan mulai membereskan barang barang nya
nara" Ra ayo kita pulang, gue capek banget ni
rara" iya
tidak sengaja mereka kembali bertemu dengan Steven
Steven" Hay mika,Nara
"Hay Steven" bersamaan
Steven" bagaimana hari pertama bekerja apa berjalan lancar
rara" tentu sangat lancar bahkan (tersenyum)
Steven" bagus lah kalo begitu
Ting
pintu lift terbuka dan Steven lebih dulu keluar
Steven" aku duluan ya anak baru (bertriak)
rara dan Nara hanya melambaikan tangan saja
Nara" dia ramah ya, dan tampan (terkekeh)
rara" ingat Alvin Nara (tertawa)
Nara " kenapa jadi bawa bawa Alvin, Alvin itu suka sama Lo bukan sama gue Rara
rara" tapi kok aku lihatnya beda ya
Nara" udah gak usah ngaur, udah pulang yuk, capek nih gue,huh mana mesti jalan dulu lagi
rara" ayo kita menuju halte (tersenyum)
sesampainya di rumah Rara harus menambah kan kekuatannya untuk melihat aksi mesra mesraan dari taya dan Sarah yang berada di rumah itu
__ADS_1
rara" assalamualaikum eyang kami pulang
pak Lukman" wah cucu cantik nya eyang udah pulang, ayo masuk jangan lama lama di sini gak baik (melirik Sarah)
Nara" iya eyang, Nara juga nyium bau sampah disini (kesal)
rara menyenggol Nara
rara" kamu ini jaga bicaranya (berbisik)
Nara" gue kesal Ra tiap kali liat muka topeng itu
rara" udah ayok masuk aja
tanpa basa basi Nara dan Rara masuk namun sebelum Rara pergi Sarah menghentikan langkah Rara
Sarah" eh Lo, cewek jelek, buatin gue jus jeruk gak pake lama ya gue haus
rara" maaf TANTE bicara sama saya,
Sarah" enak aja Lo Tante Tante , Lo pikir gue udah kayak Tante Tante apa
rara" jadi mau di panggil apa, eyang, Oma, nenek atau yang lain, permisi saya gak ada waktu
rara hendak beranjak dari sana namun taya menarik dan menghentikan langkah Rara
taya" Rara minta maaf, bicara kamu itu gak sopan (meninggikan suara)
rara" maaf kata kata saya yang mana tidak sopan, saya rasa saya sudah sangat sopan namun nona ini saja yang terlalu banyak mau
taya" Rara!!! (bertriak) jaga ucapan kamu ya, kamu itu sudah dewasa bukan anak anak lagi
pak Lukman Danyang lain berlari dari dalam menuju sumber keributan
pak Lukman " ada apa ini ? kenapa kamu bertriak ? (menatap taya)
taya" ini cucu bapak gak punya sopan santun
Bu Lia" ibu rasa bukan Rara yang gak punya sopan tapi wanita ini (menunjuk Sarah) yang membuat ulah
taya" ibu, apa apaan nuduh Sarah begitu, apa salah kalo Sarah minta di buatkan minum
Bu Lia" tidak, tapi mungkin cara dia yang salah,
Sarah"dasar keluarga udik, kampungan
aku mau pulang saja, aku muak disini ...
Sarah pergi meninggalkan kediaman taya
taya" lihat saja aku akan buat perhitungan pada mu (menunjuk Rara) ...
taya berlari mengejar Sarah dan meninggalkan rumah itu
bu Lia langsung menangis , karena anak nya selalu saja di bodoh oleh perempuan itu, Bahakan anaknya sampai berani memarahi ibu nya
rara" eyang jangan nangis, maafin Rara ya, gara gara Rara semuanya jadi kena
pak Lukman" bukan karena kamu nduk, ini semua memang karena taya sudah berubah drastis
Bu Lia" ibu sedih, kemana taya kita yang dulu pak (menagis)
Nara hanya bisa menjadi penonton saja, karena iya tak bisa berbuat apa apa, karena memang iya hanyalah orang lain
rara masih setia memeluk Bu Lia yang masih menagis tersedu sedu itu, dan Rara tak habis pikir jika taya sungguh berubah, dia tidak seperti taya yang di kenal Rara dulu,
"kenapa dia menjadi seperti itu"
rara sungguh merasa bersalah saat ini karena membuat keributan di dalam rumah ini
--------------------------------------------------------
TBC
next
budayakan komen dan memberi like ya setelah membaca dan jangan lupa jadikan favorit ya
__ADS_1
terimakasih