
selamat membaca
.
.
...
.
.
...
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
rara memandang ponselnya setelah ia mematikan panggilan dari Nara
rara"dasar wanita bodoh ...
rara mengetik sesuatu pada ponsel nya kemudian rara memasukan kembali ponsel nya ke dalam tas nya
Nara duduk termenung di bangku taman rumah sakit, sambil menenangkan pikirannya sejenak
Nara melihat orang orang di sekitarnya, yang rata rata sudah separuh baya
Nara duduk dengan pikiran yang sangat kacau,
ponsel Nara berbunyi menandakan sebuah pesan masuk
"Alvin" gumam Nara
Alvin:
"Nara please angkat telpon gue, atau gak temuin gue, gue mau tahu kenapa Lo menjauh dari gue, dan apa yang terjadi sama Lo"
Nara menarik nafas panjang, menatap pesan yang diterimanya
"sepertinya aku harus menyelesaikan masalah ku, agar semuanya jelas dan aku bisa hidup tenang " pikir Nara
Nara langsung menghubungi Alvin
Nara* halo
Alvin* iya na (senang) akhirnya Lo nelepon gue juga
Nara* Vin gue mau kita ketemu di tempat biasa, ada yang mau gue omongin sama Lo ini penting
Alvin* oke gue tunggu Lo di tempat biasa
Nara mengakhiri panggilannya, setelah pak Idris datang Nara langsung bergegas pergi meninggalkan rumah sakit
sesampai nya di tempat yang telah mereka sepakati, Nara langsung masuk dan mencari Alvin
Alvin" Nara (melambaikan tangan)
Nara menghampiri Alvin dan duduk tepat di depan Alvin
Alvin" Kahirnya setelah sekian lama Lo mau juga ketemu gue na (tersenyum)
Nara" udah deh Vin, gue gak mau basa basi lagi, gue langsung ke intinya aja, vin gue kasih tahu ke Lo ya,jika Rara dan suaminya itu saling mencintai, dan mereka itu udah saling jatuh cinta sejak lama,jadi gue mohon Lo berhenti sia siain waktu Lo buat deketin Rara lagi, dan gue mohon Lo berhenti ganggu gue Vin, gue gak mau karena sikap baik lo, ke gue, gue jadi salah tanggap, dan mulai jatuh cinta sama Lo Vin
Alvin terkejut mendengar pernyataan cinta dari Nara, Alvin tak bisa berkata apa apa untuk menanggapi perkataan Nara
__ADS_1
Alvin" Nara kamu
Nara" itu lah alasan kenapa gue menjauh dari Lo, Vin gue mohon jangan pernah mengagap kita pernah kenal, gue mohon bantu gue buat lupain Lo,gue mohon Vin, gue gak mau tiap hari ngerasain sakit hati Karana Lo selalu nanyain Rara, dan gue juga gak mau karena rasa sakit gue, gue jadi kehilangan sahabat gue
Nara langsung berdiri dan pergi meninggalkan Alvin yang masih terdiam di tempat duduk nya
Nara menutup matanya, berharap jika semua akan baik baik saja,
Nara kembali ke rumah sakit,dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Nara mendapatkan telepon dari pak Idris
Nara* iya pak ada apa
pak Idris* non, non dimana ?
Nara*Nara sedang di jalan pak menuju rumah sakit ada apa pak ? (mengelap air matanya)
pak idris* non, non harus ikhlas ya ibu non ibu pergi ninggalin kita ... (menagis)
nara sudah ikhlas melepas Bu Yanti untuk pergi,namun rasa sedih tetap ada
Nara hanya bisa menangis dalam diam,
sesampainya di rumah sakit Nara langsung berlari menuju ruangan ICU untuk menemui pak Idris dan ipah
ipah" non (memeluk) yang sabar non, ibu sudah tidak merasakan sakit lagi, ibu sudah tenang di sana
Nara" iya mba Nara tahu, Nara ikhlas mba
setelah selesai jenazah Bu Yanti di bawa pulang ke kediaman Nara
karena keluarganya entah di mana
rara mendapat kan pesan dari fahri, memberi tahu jika ibu asuh Nara sudah berpulang
rara langsung memaksa taya untuk menyelesaikan pekerjaannya dan mengajak taya menuju rumah Nara
rara"mba Nara dimana ?
ipah" non Nara di atas mba, naik saja temani non Nara mba
rara langsung naik ke kamar Nara, dan melihat Nara sedang berbaring meringkuk sambil menagis
rara" Nara
Nara bangun dan langsung memeluk Rara,
Nara" terimakasih sudah mau datang, maaf atas kata kata ku kemarin
rara" bodoh, aku sudah memaafkannya, sudah lah tidak usah kamu pikirkan hal itu,kamu harus kuat, kamu tidak sendiri di dunia ini,masih ada kami yang selalu ada untuk kamu,mengerti
Nara" terimakasih Ra,
setelah semau selesai ibu Yanti langsung di kebumikan ,
Nara menelpon maminya untuk memberi tahu Jika ibu Yanti sudah tiada
mami*ada apa Nara ?
Nara*mi ibu Yanti, dia sudah tiada mi (menagis)
mami* apa aja ya kamu, kamu serius
Nara*iya mi
__ADS_1
mami* baik lah setengah jam lagi mami sampai di rumah
mami Nara mematikan panggilan nya
setelah semua acara selesai Rara berpamitan untuk pulang, karena hari semakin larut
Nara" terimakasih Ra, sudah datang dan mau tetap menjadi teman ku
rara" aku teman mu , tidak perlu berterimakasih (memeluk) ya sudah aku dan mas taya pulang na,
setelah selesai berpamitan Rara dan taya meninggalkan rumah Nara
kini rumah Nara terasa sepi,Karana semua orang sudah pulang
tak lama kemudian ibu Nara tiba
mami" Nara (memeluk)
Nara" mami (menagis)
Nara sangat senang pasalnya sudah sekian lama baru kali ini ibunya kembali memeluk dirinya
mami" maaf mami baru bisa pulang
Nara" mami ibu,ibu ninggalin Nara mi
mami" sabar sayang, ibu sudah senang di sana, sekarang Nara ada mami
Nara" mami?
mami" nak kamu sudah besar sudah saat nya kamu tahu semua ini, mami tidak mau kamu membenci mami
Nara" maksud mami, apa yang Nara tidak tahu mi ada Maslah apa ?
mami" kita duduk dulu nak,
mami lara membimbing Nara untuk duduk
Nara" ada apa mi
mami" Nara sayang kamu dengar mami baik baik, ya nak, mami dan papi sebenarnya sudah lama bercerai ...
Nara" apa! bercerai? kapan ? kenapa Nara tidak tahu itu ?
mami"(menarik nafas) sudah lama nak, saat kamu berusia lima tahun, papi kamu, tergoda oleh wanita lain, dan meninggalkan kita, sebelum bercerai kami sepakat jika kami akan merahasiakan ini dari kamu nak, maka dari itu, kami pulang tidak pernah bersaman, terkadang hanya papi yang pulang atau hanya mami yang melihat mu, mami harus bekerja memenuhi kebutuhan mu nak, papi mu seperti lepas tangan akan tanggung jawab nya, mami kehilangan masa masa kecilmu,masa remaja , Bahakan mami tidak bisa memeluk mu,
Nara" kalian sungguh egois, Karana kalian aku jadi begini, hidupku menderita , kalian mementingkan diri kalian, tidak ada yang bertanya pada ku , tidak ada yang mengatakan perasan ku kalian sungguh egois, Nara benci mami
mami" nak dengar mami dulu, mami melakukan ini untuk kamu, mami tahu mami salah, tapi nak, ke adaan memaksa mami melakukan ini,sekarang Bu Yanti sudah tidak ada, itu artinya sekarang waktu nya mami yang menjaga kamu nak
Nara" tidak perlu repot repot untuk menjaga Nara mi, urus saja urusan mami,Nara tidak perlu mami
Nara berlari ke kamar nya,Nara merasa kini hidup nya sudah benar benar hancur, Nara tidak habis pikir dengan kedua orang tuanya nya yang sangat egois dan tak memikirkan perasaan nya
"kalian jahat,kalian tidak tahu rasanya jadi aku,aku benci kalian " batin Nara
----------------------------------------------
TBC
next
aku mau selesain part-nya Nara dulu ya, biar bahagia nya bareng hehe
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan komen buat aku ya ....
terimakasih