Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 40


__ADS_3

happy reading


.


.


.


.


.


.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


sudah seminggu taya pergi meninggalkan rara sendirian ,dengan rasa bersalah yang membuatnya enggan untuk melakukan apa pun, hingga makan pun tidak dan membuat Rara jatuh sakit


Samapi membuat Fahri khawatir melihat rara


padahal Fahri sudah memberi tahu jika taya sedang melakukan perjalanan bisnis


namun Rara tetap tak mau makan dan selalu mengurung diri


fahri" kak kita ke rumah sakit saja ya, aku sangat khawatir melihat kakak seperti ini


" mas taya juga kenapa susah sekali untuk di hubungi sih(kesal)" gumam Fahri dalam hati


rara" tidak usah RI, kakak baik baik saja, kamu pergi lah ke kantor, ini sudah siang


fahri" tidak kak, aku tidak akan pergi kemana pun, sebelum kakak mau makan dan meminum obat ini


rara" pergi lah,nanti kakak makan dan minum obat itu


fahri" tidak aku akan tetep di sini


fahri benar benar bingung dia harus melakukan apa,


akhirnya Fahri tahu, dia harus meminta bantuan pada siapa


Fahri mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


fahri* halo, bisakah kamu menemani kakak


nara* tentu, dimana ?


fahri* nanti aku kirim alamat nya


Nara* memang dia belum mau makan dan meminum obatnya


fahri* belum, aku sungguh frustasi di buatnya


Nara* baik lah aku akan ke sana


Nara mematikan panggilan nya dan bergegas pergi menuju apartemen taya


sekitar empat puluh lima menit Nara tiba dengan membawa banyak sekali makanan


Nara" dimana Rara ?


fahri" di dalam kamar , kamu mau kemana membawa sebanyak itu makanan


Nara" oooo ini, untuk Rara, aku membeli semua makanan yang dia suka (tersenyum)


fahri" kamu tunggu di sini, karena aku harus kembali ke kantor sebentar lagi stev dan istrinya akan kemari menemani kalian


Nara" baik pak bos,

__ADS_1


Nara masuk kedalam kamar Rara dan melihat Rara yang terkulai lemas di atas tempat tidurnya


Nara" diman mana pengantin baru itu bahagia lah ini pengantin baru malah sakit


rara membalikan tubuhnya dan melihat Nara yang sudah berdiri di sebelahnya


rara" Nara, kamu tahu dari mana aku di sini ?


Nara" pake dukun (tertawa) Ra gue laper makan yuk gue belum makan dari semalam


rara" Hem, pasti Fahri yang menyuruhmu kemari


Nara" tau aja deh, kenapa sih Ra, kok bisa sakit gini


rara" aku keterlaluan Ra, aku gak sopan sama suami


Nara" lah kenapa?


rara menceritakan yang terjadi pada Nara


Nara" ya gak semuanya salah lo sih Ra, tapi ya Lo keterlaluan juga, orang udah niat baik tapi lonya begitu


rara" apakah dia belum pulang dari perjalanan bisnis nya


Nara" haduh bodok deh Ra, dia mau pulang mau enggak, dia makan enak disana, jalan jalan , nah Lo malah terkapar mikirin hal gak penting begitu, udah ayo bangun makan terus minum obat, atau gue telpon bunda dan kasih tahu kalo Lo sakit


rara" Nara jangan telepon bunda, nanti malah makin panjang masalahnya


Nara" ya udah ayo makan


mau tidak mau Rara makan karena Nara mengancam akan memberitahu bunda nya


setelah makan Rara meminum obatnya dan tak lama kemudian rara tertidur


Nara memperhatikan sahabatnya yang tertidur pulas itu


" Lo aneh Ra, di depan mata ada yang mencintai Lo,tapi lonya gak mau, malah milih hidup sama orang kayak pak Dimitri, heran gue sama Lo, emang cinta kayak gitu ya, bisa buat orang ****" batin Nara


Steven menuruti kemauan Nara , Nara membereskan apartemen itu, dan merapikan nya, menyimpan makan makanan yang iya bawa ke dalam kulkas


pukul empat sore Fahri kembali datang ke apartemen itu,


fahri" Giman kakak udah makan dan minum obat


Nara" sudah, itu pak Dimitri kapan pulang (kesal)


fahri"(mengerutkan dahi) kenapa kamu emosi seperti itu


Nara" aku tidak suka melihat caranya menyiksa sahabat ku, kamu sebagai adik kenapa terima terima saja sih


"Hem aku lupa , mereka belum tahu ceritanya " batin Fahri


fahri" (menarik nafas) bukan urusan mu, sudah sana pulang, aku akan menjaga kakak ku sendiri


Nara" sudah meminta memaksa, sekarang tidak berterimakasih sungguh tidak punya etika yang baik (gerutu Nara)


fahri" kamu bilang apa ?


Nara" tidak aku tidak bilang apa apa, telingamu harus di benahi


Nara pulang tanpa berpamitan pada Rara yang masih tertidur pulas


sementara di Indonesia taya sangat sibuk sekali mondar mandir kensana kemari mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk, Samapi sampai iya tidak bisa memegang ponselnya karena ia harus menyelesaikan urusannya agar tidak merepotkan nya lagi untuk bolak balik Indonesia Inggris


setelah semua selesai pada pukul satu malam dan hal itu adalah pekerjaan terakhirnya di indonesia


taya pulang dengan badan yang sudah sangat lelah,karena bekerja

__ADS_1


Bu Lia" kamu baru pulang ?


taya" iya Bu , taya naik dulu Bu, taya mau istirahat


Bu Lia" kamu sudah makan


taya" sudah Bu, Bu besok taya sudah pulang ke Inggris apa bapak sama ibu mau ikut


Bu Lia" enggak bapak sama ibu ada kerjaan di sini


taya" em yasudah kalo begitu, taya istirahat dulu, ibu juga istirahat Bu


Bu Lia" iya, jangan lupa ganti baju dulu baru tidur


taya" iya Bu


sesampainya di kamar taya memilih mebersih kan tubuhnya lebih dulu setelah itu ia merebahkan tubuhnya dan mengecek ponselnya


taya melihat banyak sekali, panggilan dari Fahri dan Steven


dan banyak juga Pasan dari mereka


taya mengecek satu persatu pesan dari mereka


sampai satu pesan dari Fahri yang membuat taya merasa bersalah dan bergegas untuk pulang malam itu juga


" mas kakak, sakit karena iya kepikiran sama mas, katanya mas marah sama kakak, dan sekarang kakak gak mau makan dan minum obat"


taya langsung mengemas barang barang nya


dan meminta asisten nya menyiapkan penerbangan malam ini juga


Bu Lia yang baru akan tertidur terbangun karena mendengar ke gaduhan


Bu Lia" ada apa ini ?


taya" Bu taya mau pulang sekarang, Rara sakit Bu


Bu Lia" Rara sakit, sakit apa? apa dia ngidam ?


taya" apa ! ngidam ? enggak Bu sakit biasa, seperti nya ke kelahan, bapak mana Bu,


Bu Lia" bapak mu sudah tidur, ibu kira Rara ngidam


taya" Bu nikah baru sebulan udah di suruh ngidam aja


" di sentuh aja belum Bu, Giman mau ngidam" batin taya


Bu Lia" ya sudah kamu pulang aja soal bapak biar ibu yang kasih tahu, kamu hati hati, jaga Rara baik baik, kalo ada kabar baik langsung kasih tahu ibu sama bapak,


taya" iya Bu (memeluk) taya pamit Bu


taya dan sopirnya langsung menuju ke bandara


sepanjang perjalan taya benar benar tidak tenang karena memikirkan Rara


taya mencoba menghubungi Rara namun tidak ada jawaban darinya, Fahri pun sama tidak merespon panggilan dari taya


hal itu semakin membuat taya semakin khawatir


" semoga kamu baik baik, saja, maaf kan aku, aku pergi di saat kita dalam keadaan bertengkar, aku sungguh menyesal" pikiran taya melayang layang memikirkan hal hal yang tidak tidak , yang membuat nya semakin cemas


-------------------------------------------------


TBC


next

__ADS_1


jangan lupa kasih like dan komen ke cerita ini ya, oke


terimakasih semuanya


__ADS_2