
enjoy reading
.
.
.
.
.
let's read
💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟
rara sedang asik packing barang-barang nya ... untuk iya bawa ke indonesia Nara membawa banyak oleh oleh untuk keluarganya
taya yang melihat istrinya tersenyum sendiri karena istrinya terlihat sangat gembira sekali,
taya" ya allah istri aku, senang banget mau mudik, Samapi sampai suami nya pulang tidak di sambut
rara" loh kamu sudah pulang, katanya pulang larut
taya" oooo jadi aku gak boleh pulang
rara" bukan begitu sayang, (memegang lengan taya) aku kan hanya bertanya
taya" oooo kamu sudah memberi tahu, keluarga yang lain jika kita akan pulang
rara" sudah,
taya" Nara?
rara" belum, aku mau membuat kejutan untuknya, apa kamu sudah makan sayang
taya" sudah tadi bersama Fahri, dan stev
rara" sayang, nanti kita tinggal dimana, di rumah papa, apa di rumah bapak
taya" kita tinggal di rumah bapak lah sayang,
rara" ya sudah, berati aku kasih tahu bunda nanti,
taya" eh tapi, kayak nya lebih baik, kita menginap di hotel saja sayang
rara" kenapa ?
taya" jika kita tinggal bersama bapak, dan ibu, nanti bunda dan papa marah, sedangkan kita pulang Tidka untuk waktu yang lama
rara" benar, ya sudah kita menginap di hotel, saja,
taya" ya sudah aku akan meminta stev untuk mengurus hotel untuk kita,
rara" apa kita berangkat malam ini
taya" iya, karena lebih cepat lebih baik, dan kamu jadi punya banyak waktu untuk bertemu keluarga
rara" terimakasih sayang ...
rara dan taya melanjutkan menyiapkan barang barang mereka yang akan mereka bawa untuk pergi ke Indonesia
sudah seminggu nara harus bolak balik hotel rumah sakit, hal itu membuat dirinya terlihat sedikit kurus,wajah pucat dan lingkaran mata yang terlihat sangat jelas
Nara benar benar tidak menghiraukan penampilannya, dan tidak juga merasakan lelah, Nara selalu setia menemani Bu Yanti yang masih juga belum membuka matanya
pak Idris " non ini sudah sore lebih baik non istirahat kembali ke hotel
Nara" tapi pak Nara masih mau di sini
pak Idris" non, lebih baik non istirahat, lihat wajah non. terlihat pucat
Nara tidak membantah lagi karena iya merasa dirinya juga tidak enak badan
__ADS_1
Nara" baik lah pak, kalo begitu aku istirahat lebih dulu, nanti jika terjadi sesuatu bapak langsung hubungi aku ya
pak Idris" iya non, apa mau saya antar non
Nara" tidak usah pak, saya bisa sendiri
ipah" non ini bawa makanannya biar non tidak usah kemana mana, dan bisa langsung istirahat
Nara" terimakasih mba ipah, pak, mba saya pamit dulu, titip ibu
"iya non hati hati" bersamaan
Nara meninggalkan rumah sakit, Nara merasa tubuhnya sangat lemas, dan juga, kepala nya terasa berat sekali
pandangan Nara sudah mulai kabur namun Nara berusaha untuk tetap sadar dan berjalan menuju ke hotel, agar dirinya bisa cepat Samapi ke hotel
dipertengahan jalan tiba tiba seseorang menarik Nara,hal itu membuat Nara terkejut
Nara"a...a...Alvin
Alvin" apa kabar na ? kenapa tidak pernah menjawab telepon ku?
Nara" (menarik nafas) maaf vin jika kamu hanya ingin membicarakan hal itu,maaf sekali, aku terburu buru
Nara melepaskan tangannya dari genggaman Alvin
Alvin kembali menarik tangan Nara,Alvin sudah sangat emosi karena sikap Nara
Alvin" tunggu? jika kamu memiliki masalah jangan libatkan aku dalam masalah mu,
Nara" sudah lah Vin, aku benar benar harus pergi , aku aku
brug
Nara terjatuh namun Nara masih tetap mempertahankan kesadarannya
Alvin yang melihat itu langsung panik, seketika amarah Alvin mereda Karana Nara tiba tiba terjatuh di hadapannya
Nara berusaha untuk tetap tersadar,
Nara" Vin tolong antar aku kesana (dengan lirih)
Alvin melihat tangan yang menunjuk ke arah hotel
Alvin" hotel, kamu butuh rumah sakit Nara bukan hotel,aku akan bawa kamu ke rumah sakit
Nara" enggak Vin, tolong antar aku ke sana saja,
Nara mulai menangis hal itu membuat Alvin menuruti mau Nara
Alvin membawa Nara ke hotel, dengan mengendong Nara
Nara" Vin turunin, gue bisa jalan sendiri
Alvin" enggak, gue bakal gendong Lo, nanti Lo jatuh lagi gue makin repot,Lo nyusahin gue aja na, gue harus check in dulu ini
Nara" gak usah gue udah ada kamar nya kok
Alvin" ngapain Lo disini?
Nara" bukan urusan Lo Vin
Alvin dan Nara masuk kedalam lift
Nara" Vin turunin gue gue udah gak apa apa ?
Alvin " gak ada, gue bakal tetep gendong Lo
Nara" Vin Lo gak malu jadi omongan orang
Alvin melihat di sekitarnya, orang orang mulai berbisik bisik
Alvin langsung menurunkan nara, Nara merasa sangat tidak nyaman berada di dekat Alvin
__ADS_1
saat pintu lift terbuka nara keluar dan membuat kan Alvin tetap berada di dalam lift, Alvin tidak bisa menyusul karena keadaan lift sangat penuh di tambah ada beberapa orang membawa barang barang
Alvin" Nara Nara tunggu gue na
pintu lift tertutup Nara kembali masuk ke dalam lift yang lain dan menuju ke kamarnya
sesampainya di kamar Nara , berbaring dan memejamkan matanya, karena dirinya merasa sangat lelah
pukul empat pagi ponsel Nara berdering kencang sekali membuat Nara terkejut
Nara" astaga ponsel ku...
Nara langsung mengangkat panggilan itu
Nara* iya halo
rara* Nara aku sudah di Indonesia
Nara* apa, bukanya besok seharusnya kamu sampai
rara* tidak, jadi, mas taya, lebih cepat bekerjanya jadi kami kemarin malam pergi dan sekarang aku sampai
Nara* ya sudah, kamu istirahat setelah itu baru temui aku oke
rara* baik lah, ya sudah, maaf menggangu mu subuh subuh begini
Nara* dasar nyonya bawel , ya sudah aku tutup telponnya
Nara mengakhiri panggilan nya,
Nara bersiap siap menunaikan solat subuh walau adzan belum berkumandang namun dirinya sudah bersiap siap,
setelah adzan berkumandang Nara menunaikan salat nya, setelah itu Nara bersiap siap, untuk pergi ke rumah sakit, untuk bergantian berjaga,
pukul setengah tujuh Nara sudah siap, dan meninggalkan hotel saat keluar dari lift Nara melihat Alvin sudah menunggunya di Lobby
"ya Allah mau apa anak itu pagi pagi sudah di sini" batin Nara
Nara bersembunyi di balik tembok dekat lift
agar Alvin tidak melihatnya
Nara mencari cara agar dirinya bisa pergi ke rumah sakit tanpa harus bertemu Alvin
Nara meminta bantuan pada office boy hotel
Nara" mas mas,
office boy itu mendekat pada Nara
ob" ada apa mba
Nara" mas bisa bantu saya gak, saya mau keluar tapi didepan ada mantan saya, dia gangguin saya terus, jadi saya gak mau ke temu sama dia, kira kira lewat mana ya ( berbohong )
ob" ada sih mba lewat belakang, tapi ada pelicin nya mba
Nara" ya udah gampang, yang penting saya bisa pergi
ob itu membawa Nara pergi lewat pintu belakang dan memberikan beberapa lembar uang pada ob tersebut
Nara bisa bernafas lega karena dirinya bisa bebas dari Alvin dan tidak perlu bertemu laki laki itu
Nara benar benar ingin melupakan perasaanya untuk Alvin, dan tidak mau, merasakan sakit nya mencintai hanya sepihak sepeti itu, sudah cukup dirinya menderita, karena sekarang iya juga mau merasakan bahagia, walau bagaimana pun caranya
------'''''-----''''''-----"""-----"""-----""""-----"""----
TBC
next ya
gak bosen aku mengingatkan kalian setelah baca jangan lupa kasih like dan coret coret di kolom komentar ya
terimakasih
__ADS_1