Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 65


__ADS_3

enjoy reading


.


.


.


.


.


let's read


💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟💟


rara sedang asik packing barang-barang nya ... untuk iya bawa ke indonesia Nara membawa banyak oleh oleh untuk keluarganya


taya yang melihat istrinya tersenyum sendiri karena istrinya terlihat sangat gembira sekali,


taya" ya allah istri aku, senang banget mau mudik, Samapi sampai suami nya pulang tidak di sambut


rara" loh kamu sudah pulang, katanya pulang larut


taya" oooo jadi aku gak boleh pulang


rara" bukan begitu sayang, (memegang lengan taya) aku kan hanya bertanya


taya" oooo kamu sudah memberi tahu, keluarga yang lain jika kita akan pulang


rara" sudah,


taya" Nara?


rara" belum, aku mau membuat kejutan untuknya, apa kamu sudah makan sayang


taya" sudah tadi bersama Fahri, dan stev


rara" sayang, nanti kita tinggal dimana, di rumah papa, apa di rumah bapak


taya" kita tinggal di rumah bapak lah sayang,


rara" ya sudah, berati aku kasih tahu bunda nanti,


taya" eh tapi, kayak nya lebih baik, kita menginap di hotel saja sayang


rara" kenapa ?


taya" jika kita tinggal bersama bapak, dan ibu, nanti bunda dan papa marah, sedangkan kita pulang Tidka untuk waktu yang lama


rara" benar, ya sudah kita menginap di hotel, saja,


taya" ya sudah aku akan meminta stev untuk mengurus hotel untuk kita,


rara" apa kita berangkat malam ini


taya" iya, karena lebih cepat lebih baik, dan kamu jadi punya banyak waktu untuk bertemu keluarga


rara" terimakasih sayang ...


rara dan taya melanjutkan menyiapkan barang barang mereka yang akan mereka bawa untuk pergi ke Indonesia


sudah seminggu nara harus bolak balik hotel rumah sakit, hal itu membuat dirinya terlihat sedikit kurus,wajah pucat dan lingkaran mata yang terlihat sangat jelas


Nara benar benar tidak menghiraukan penampilannya, dan tidak juga merasakan lelah, Nara selalu setia menemani Bu Yanti yang masih juga belum membuka matanya


pak Idris " non ini sudah sore lebih baik non istirahat kembali ke hotel


Nara" tapi pak Nara masih mau di sini


pak Idris" non, lebih baik non istirahat, lihat wajah non. terlihat pucat


Nara tidak membantah lagi karena iya merasa dirinya juga tidak enak badan

__ADS_1


Nara" baik lah pak, kalo begitu aku istirahat lebih dulu, nanti jika terjadi sesuatu bapak langsung hubungi aku ya


pak Idris" iya non, apa mau saya antar non


Nara" tidak usah pak, saya bisa sendiri


ipah" non ini bawa makanannya biar non tidak usah kemana mana, dan bisa langsung istirahat


Nara" terimakasih mba ipah, pak, mba saya pamit dulu, titip ibu


"iya non hati hati" bersamaan


Nara meninggalkan rumah sakit, Nara merasa tubuhnya sangat lemas, dan juga, kepala nya terasa berat sekali


pandangan Nara sudah mulai kabur namun Nara berusaha untuk tetap sadar dan berjalan menuju ke hotel, agar dirinya bisa cepat Samapi ke hotel


dipertengahan jalan tiba tiba seseorang menarik Nara,hal itu membuat Nara terkejut


Nara"a...a...Alvin


Alvin" apa kabar na ? kenapa tidak pernah menjawab telepon ku?


Nara" (menarik nafas) maaf vin jika kamu hanya ingin membicarakan hal itu,maaf sekali, aku terburu buru


Nara melepaskan tangannya dari genggaman Alvin


Alvin kembali menarik tangan Nara,Alvin sudah sangat emosi karena sikap Nara


Alvin" tunggu? jika kamu memiliki masalah jangan libatkan aku dalam masalah mu,


Nara" sudah lah Vin, aku benar benar harus pergi , aku aku


brug


Nara terjatuh namun Nara masih tetap mempertahankan kesadarannya


Alvin yang melihat itu langsung panik, seketika amarah Alvin mereda Karana Nara tiba tiba terjatuh di hadapannya


Nara berusaha untuk tetap tersadar,


Nara" Vin tolong antar aku kesana (dengan lirih)


Alvin melihat tangan yang menunjuk ke arah hotel


Alvin" hotel, kamu butuh rumah sakit Nara bukan hotel,aku akan bawa kamu ke rumah sakit


Nara" enggak Vin, tolong antar aku ke sana saja,


Nara mulai menangis hal itu membuat Alvin menuruti mau Nara


Alvin membawa Nara ke hotel, dengan mengendong Nara


Nara" Vin turunin, gue bisa jalan sendiri


Alvin" enggak, gue bakal gendong Lo, nanti Lo jatuh lagi gue makin repot,Lo nyusahin gue aja na, gue harus check in dulu ini


Nara" gak usah gue udah ada kamar nya kok


Alvin" ngapain Lo disini?


Nara" bukan urusan Lo Vin


Alvin dan Nara masuk kedalam lift


Nara" Vin turunin gue gue udah gak apa apa ?


Alvin " gak ada, gue bakal tetep gendong Lo


Nara" Vin Lo gak malu jadi omongan orang


Alvin melihat di sekitarnya, orang orang mulai berbisik bisik


Alvin langsung menurunkan nara, Nara merasa sangat tidak nyaman berada di dekat Alvin

__ADS_1


saat pintu lift terbuka nara keluar dan membuat kan Alvin tetap berada di dalam lift, Alvin tidak bisa menyusul karena keadaan lift sangat penuh di tambah ada beberapa orang membawa barang barang


Alvin" Nara Nara tunggu gue na


pintu lift tertutup Nara kembali masuk ke dalam lift yang lain dan menuju ke kamarnya


sesampainya di kamar Nara , berbaring dan memejamkan matanya, karena dirinya merasa sangat lelah


pukul empat pagi ponsel Nara berdering kencang sekali membuat Nara terkejut


Nara" astaga ponsel ku...


Nara langsung mengangkat panggilan itu


Nara* iya halo


rara* Nara aku sudah di Indonesia


Nara* apa, bukanya besok seharusnya kamu sampai


rara* tidak, jadi, mas taya, lebih cepat bekerjanya jadi kami kemarin malam pergi dan sekarang aku sampai


Nara* ya sudah, kamu istirahat setelah itu baru temui aku oke


rara* baik lah, ya sudah, maaf menggangu mu subuh subuh begini


Nara* dasar nyonya bawel , ya sudah aku tutup telponnya


Nara mengakhiri panggilan nya,


Nara bersiap siap menunaikan solat subuh walau adzan belum berkumandang namun dirinya sudah bersiap siap,


setelah adzan berkumandang Nara menunaikan salat nya, setelah itu Nara bersiap siap, untuk pergi ke rumah sakit, untuk bergantian berjaga,


pukul setengah tujuh Nara sudah siap, dan meninggalkan hotel saat keluar dari lift Nara melihat Alvin sudah menunggunya di Lobby


"ya Allah mau apa anak itu pagi pagi sudah di sini" batin Nara


Nara bersembunyi di balik tembok dekat lift


agar Alvin tidak melihatnya


Nara mencari cara agar dirinya bisa pergi ke rumah sakit tanpa harus bertemu Alvin


Nara meminta bantuan pada office boy hotel


Nara" mas mas,


office boy itu mendekat pada Nara


ob" ada apa mba


Nara" mas bisa bantu saya gak, saya mau keluar tapi didepan ada mantan saya, dia gangguin saya terus, jadi saya gak mau ke temu sama dia, kira kira lewat mana ya ( berbohong )


ob" ada sih mba lewat belakang, tapi ada pelicin nya mba


Nara" ya udah gampang, yang penting saya bisa pergi


ob itu membawa Nara pergi lewat pintu belakang dan memberikan beberapa lembar uang pada ob tersebut


Nara bisa bernafas lega karena dirinya bisa bebas dari Alvin dan tidak perlu bertemu laki laki itu


Nara benar benar ingin melupakan perasaanya untuk Alvin, dan tidak mau, merasakan sakit nya mencintai hanya sepihak sepeti itu, sudah cukup dirinya menderita, karena sekarang iya juga mau merasakan bahagia, walau bagaimana pun caranya


------'''''-----''''''-----"""-----"""-----""""-----"""----


TBC


next ya


gak bosen aku mengingatkan kalian setelah baca jangan lupa kasih like dan coret coret di kolom komentar ya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2