
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
sudah dua Minggu Naima berada di rumah,dan keluarga turus berdatangan namun tidak dengan mama Naima,tidak pernah sekali pun menjenguk Naima
Naima merasa takut, karena ulahnya mengusir Febi di rumah sakit,mungkin mama nya berada dalam masalah
cha-cha semakin khawatir dengan ke adaan Naima yang terus diam tanpa berkata pada siapa pun
malam ini Naima mencoba menghubungi mamanya namun tidak jawaban dari sang mama,membuat Naima merasa takut,Naima mencoba menghubungi Febi namun tidak ada jawaban dari Febi,Naima mencoba lagi untuk beberapa saat barulah Febi menjawab panggilan Naima
Naima*ha-halo kak,nai ingin bicara dengan mama,apa mama ada
Febi* berani sekali menghubungi ku,setelah mempermalukan ku dan membuat Arif menjauh dari ku,dan sekarang kamu meminta mama,itu tidak akan terjadi,mana hanya milikku dan kamu tidak akan mendapatkan nya,dan satu lagi jika kamu berani macam-macam kamu akan mendapat kabar jika mama berada di rumah sakit
Naima* maaf kan nai kak,nai mohon jangan sakiti mama,kakak boleh lakukan apa saja pada nai tapi jangan pada mama,nai mohon
Febi* baik lah jika begitu,lakukan perintah ku
Naima*apa itu kak ?
Febi* ceraikan Rey,dan biar aku yang menikah dengannya
Naima*tapi kak,tidak semudah itu,Naima tidak bisa melakukan itu
Febi* lakukan atau mama akan
Naima* baik lah,baik nai akan melakukan itu,tapi nai mohon jangan sakiti mama
Febi* aku tunggu kabar dari mu
Febi mengakhiri panggilan Naima,Naima merasa serba salah,dirinya saja tidak tahu bagaimana cara nya meminta bercerai dari Rey,sedang kan Rey sedang berusaha menerima Naima
pintu kamar terbuka Rey masuk ke dalam kamar,karena sekarang Naima dan Rey sudah tidur dalam satu kamar
Rey" tidur lah sudah malam besok kita harus pergi memeriksa ke Adan mu kembali
Naima naik ke tempat tidur dan membaringkan tubuh nya di sebelah Rey yang sudah lebih dulu berbaring
Naima" tidak bisa kah kamu bicara pada ku,kamu tahu bunda sangat khawatir dengan ke adaan kamu,apa kamu masih takut pada ku
__ADS_1
Naima" bisa kamu ceraikan aku ?
Rey terkejut mendengar jawaban Naima
Rey" apa kata mu?
Naima" bisa kah kamu menceraikan ku,aku hanya ingin hidup tenang,tidak mau hidup dengan cara seperti ini terus terancam
Rey" Naima bisa tidak kamu fikirkan hal lain selain bercerai,Naima aku sudah berusaha untuk menerima mu,dan aku sedang mencoba memahami mu,tapi apa yang selalu kamu fikirkan tidak kah kamu memikirkan perasan orang tua ku,dan orang tua mu,jika kamu memiliki masalah ceritakan pada ku, aku suami mu,tolong jangan hanya memikirkan diri mu sendiri
Naima hanya diam dirinya tidak berani menjawab pertanyaan Rey,Rey kini benar-benar merasa kesal pada Naima,karena Naima kembali membicarakan soal perpisahan dimana Rey sedang berusaha untuk menerima Naima
keesokan paginya Rey terbangun karena suara gemericik air hujan yang jatuh,Rey melihat Naima sudah tidak ada di tempat nya Rey mencari Naima di setiap sudut kamar namun Naima tidak ada
Rey merasa cemas karena tidak menemukan Naima di mana pun,Rey takut Naima melakukan hal yang bodoh dan menyakiti dirinya sendiri
Rey" Bu lihat Naima ?
Bu Linda" nyonya ada di belakang tuan,bersama Ika
Rey" syukur lah,bilang pada Naima buatkan aku kopi
Bu Linda" biar saya yang buatkan tuan
Rey" tidak, biar Naima
Bu Linda pergi meninggalkan Rey, sementara Rey kembali ke kamarnya untuk membersihkan dirinya
Naima melihat ponsel Rey yang berada di atas meja,
"tidak ada namanya,apa ini penting,orang ini terus menelepon" batin Naima
dengan mengumpulkan keberanian Naima mengangkat panggilan itu
Rizki "akhirnya kamu mengangkat telepon dariku,aku sangat merindukan mu,maaf kan aku atas kesalahan yang pernah ku perbuat aku baru menyadari jika aku sangat mencintai kamu,Rey aku mohon kembali lah pada ku "
Naima merasakan sakit di hatinya,bagaimana tidak sebagai seorang istri mendengar seorang wanita menyatakan perasannya pada laki-laki yang berstatus suaminya itu
Naima* maaf tuan Rey sedang di luar jika ada pesan akan saya sampaikan
Rizki" oooo baiklah,nanti aku akan menghubungi lagi
panggilan itu berakhir,Naima meletakan ponsel Rey
Rey" menerima panggilan dari siapa ?
Naima terkejut melihat Rey yang berada di belakangnya,yang hanya m ngunakan handuk saja
Naima" aaaa kamu tidak tahu malu,bertelanjang dada seperti itu di hadapan seorang wanita (menutup mata)
Rey" untuk apa malu,kamu istri ku,kamu menerima panggilan siapa ?
Naima" kenakan baju mu,akan ku beri tahu
__ADS_1
Naima berjalan keluar dari kamar tanpa melihat Rey sedikit pun,Rey terkekeh melihat tingkah Naima yang sangat lucu di matanya
setelah selesai Rey menemui Naima yang sedang berada di kamar di mana seluruh bonekanya berada
Rey" apa yang kamu lakukan ?
Naima"(terkejut) tidak ada (berdiri)
Rey" beritahu pada ku kamu menerima panggilan dari siapa ?
Naima menundukan pandanganya merasa takut karena lancang memegang ponsel Rey tanpa seizin Rey
Naima" tidak tahu,tidak ada namanya,ta-tapi dia seorang wanita
Rey" wanita? siapa?
Naima" tidak tahu,dia juga tidak menyebutkan namanya,sepertinya dia kekasih mu,karena dia meminta kembali pada mu
rey" Rizki !!
Rey berlari meninggalkan Naima kembali menuju ke kamarnya mengambil ponsel dan barang-barangnya meninggalkan rumah
Naima" dia pergi,untuk wanita itu,aku akan terbebas dari status ini,dan aku akan membawa mama pergi dari sini
tidak tahu kenapa Naima merasa sedih saat mengingat Rey akan menceraikannya
Naima pergi ke rumah sakit di antar oleh Kadir,s telah selesai Naima meminta pak Kadir untuk mengantarnya ke sebuah toko alat lukis
Naima memilih beberapa barang yang ia perlukan,setelah selesai Naima kembali ke rumah
sesampainya di rumah,Naima langsung menyiapkan tempat untuk dirinya melukis
"aku memiliki sebuah mimpi,yang sama hanya akan menjadi angan dan tidak akan pernah menjadi nyata" gumam Naima
Naima mulai memainkan kuasnya sambil terus membayangkan wajah seseorang,setelah selesai Naima tersenyum melihat hasilnya
Naima"kamu akan bergabung dengan yang lain di dalam kotak impian ku,tapi kamu harus kering dulu,sekarang aku akan membawa mu
Naima membawa semua peralatannya dan menyimpannya di kamar dimana bonekanya berada
Naima" hey kalian sebentar lagi kita akan pergi dari sini,kalian tidak sedih kan(menatap boneka beruang) hey kai jangan memasang wajah sedih mu
tidak tahu mengapa Naima mulai meneteskan air matanya
Naima" kai kamu membuat ku menagis,sebentar lagi kita akan memiliki hidup sendiri,kalian harus terus menemaniku ya,jangan pernah tinggalkan aku,hanya kalian dan mama yang aku punya (menagis)
___________________________
TBC
next
terimaksih
__ADS_1