Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 3


__ADS_3

enjoy.


.


..


.


.


..


.


.


😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍


setelah selesai melepas rindu kini mereka berada di meja makan


Rara sama sekali tidak mengeluarkan suara iya hanya diam saja


yang lain berbincang namun hanya dirinya yang berdiam diri


sementara taya seperti biasa saja, seperti tidak ada apa-apa di antara mereka


Rara merasa sudah kenyang dan ingin segera pergi dari tempat itu namun iya tidak bisa, karena tidak sopan jika meninggalkan tamu


dengan terpaksa Rara masih setia duduk di kursi makannya


Bu Lia" Rara kenapa kok dari tadi , eyang perhatikan diam aja


Rara" (tersenyum) tidak apa-apa eyang, Rara lagi sariawan (menjawab sekenanya saja)


pak Lukman" Rara tidak rindu ya sama eyang Kakung


Rara" rindu sekali eyang, (memeluk)


karena memang posisi duduk Rara bersebelahan dengan pak Lukman


Bu Lia" cucu eyang ini udah kerja apa masih kuliah sih ?


Rara" udah kerja eyang, tapi hari ini baru pertama kerja


Dion" iya eyang, eyang lama gak disini biar nanti kalo kakak gajian di traktir (tertawa)


pak Lukman" wah eyang mau loh di traktir ... (tertawa)


cha-cha" ngomong-ngomong bapak sama ibu pulang ada apa ?


pak Lukman" em jadi gini Cha, sebenarnya bapak sama ibu ke mari mau kasih tahu jika taya akan menikah


Rara sangat terkejut mendengar ucapan pak Lukman


cha-cha" ya ampun adik mba cha-cha udah mau nikah (senang) selamat ya taya, bapak,ibu


bukan raut bahagia atau apa sumringah melainkan sedih yang terlihat di mata Bu Lia walau bibirnya tersenyum


Dion" wah selamat ya om taya


Rey" selamat om


Abi" selamat taya, (melirik pak Lukman dan ibu Lia)


Rara" se... selamat om, em semua rara permisi ke kamar kecil sebentar ya


Rara beranjak dari duduk nya menuju toilet


sesampainya di dalam rara meneteskan air mata

__ADS_1


"bodoh kenapa keluar, ada apa dengan mu, wajar dia menikah, kau saja yang terlalu berharap, bodoh,bodoh,bodoh " Rara merutuki dirinya sendiri


hampir setengah jam Rara berada di toilet karena air mata nya tak kunjung berhenti


tok tok tok


Rey" kak ngapain sih lama banget di dalem, udah di tungguin yang lain. tuh (kesal)


Rara" iya Rey, sabar kakak lagi sakit perut banget nih


Rey" kakak sakit ya, biar Rey kasih tahu bunda ya


Rara cepat cepat keluar dan menahan Rey


Rara" jangan Rey, kakak gak apa-apa , (tersenyum)


Rey" yakin (menatap curiga) kakak kan kebiasaan kalo sakit gak mau bilang


Rara" bener Rey kakak gak apa apa, ya sudah ayo kita kesana kan sudah di tunggu


mereka melanjutkan berbincang di ruang keluarga namun seperti tadi Rara hanya diam


dan lebih memilih duduk di halaman belakang rumahnya


Rara duduk di kursi panjang di bawah pohon belakang rumahnya melamun


"sedang memikir kan apa"


Rara terkejut dan menoleh ke sumber suara itu


Rara" om taya ...


taya duduk di sebelah Rara


taya" kamu sakit ? (mantap Rara)


taya" aku dengar kamu, bekerja di perusahaan kak Dimas ya


Rara" iya (tersenyum)


keduanya diam dan hening sibuk dengan pikiran masing masing


Rara memecahkan keheningan antara mereka


Rara" om ... Rara mau minta maaf,(menundukkan kepala)


taya" (tersenyum) sudah lah, itu sudah berlalu , lagi pula itu bukan sepenuhnya salah mu,


Rara" tapi tetap saja sumber masalahnya adalah Rara


taya" sudah lah, jangan bahas soal itu lagi, dan aku berharap kamu belajar dari kesalahan itu


Rara" em Rara masuk dulu om,


Rara langsung berjalan cepat meninggalkan taya yang memperhatikan Rara


flashback


taya ingat saat mereka terakhir bertemu saat ulang tahun toko roti


saat itu Rara masih SMA di mana seorang remaja yang masih ingin tahu semua hal


saat itu taya tak sengaja bertemu dengan Rara di sebuah club' malam yang seharusnya dia tak berada di sana


taya" Rara sedang apa kamu di sini?


Rara" om taya, Rara di undang teman ulang tahun om (bertriak)


taya" ayo pulang , (taya menarik tangan Rara)

__ADS_1


namun Rara menepis tangan taya


Rara" gak mau Rara mau di sini, teman-teman Rara juga pada disini (sinis) om jangan ikut campur urusan Rara,


pergi meninggalkan taya yang hanya bisa menatap Rara yang meninggalkannya


taya masih memperhatikan semua teman-teman Rara yang sudah mabuk ...


tiba-tiba Rara hilang dari pandangan taya,


taya sangat panik , dan mencari Rara ke sana kemari


Samapi akhirnya taya menemukan Rara sedang di bawa oleh seorang laki-laki dan iya sudah tidak sadar kan diri


taya langsung menolong Rara dan menghajar habis-habisan laki-laki itu


dengan terpaksa taya membawa Rara ke hotel tidak mungkin iya membawa Rara pulang dalam ke adaan begini


ke esokkan harinya Rara terbangun dengan perasaan takut karena iya mengira jika dirinya sudah tidak suci lagi di tangan laki-laki bejad


Rara menangis sejadi-jadinya di dalam kamar hotel itu sampai taya menampakkan wajahnya


Rara" om taya , jadi ... huaaaa (makin kencang menangis )


taya" hey tenang Rara, rara,Rara (bertriak)


seketika Rara langsung diam tanpa suara lagi


taya" dengar, saya gak apa-apain kamu,dan saya bawa kamu ke sini karena kamu tadi malam tak sadar, dan saya sudah memberi tahu orang tua mu


mendengar penjelasan taya Rara sangat tenang dan merasa bodoh karena sudah berfikir yang tidak tidak


dari kejadian itu Rara mulai menyukai taya,dan prilakunya semakin baik dan lebih hati-hati memilih teman


sampai saat itu,saat taya akan kembali lagi ke Inggris Rara memberanikan diri mengutarakan perasaannya


namun Rara membuat kesalahan lagi


Rara mengutarakan perasaannya di depan teman teman taya dan wanita yang sudah taya incar selama iya sekolah dulu


taya benar-benar marah pada Rara


taya" kau jangan pernah mendekat pada ku, dan ingat jangan pernah berharap lebih dariku,


taya sangat marah pada Rara saat ini dan ia sangat-sangat membenci sikap Rara yang menurutnya keterlaluan itu


flashback off


Rara masih menangis di kamarnya setelah ke pulangan keluarga pak Lukman


ia tak tahu kenapa,hatinya merasa sakit sekali mendapat kabar jika taya akan menikah


"salah kah jika mencintai seseorang" dalam hati Rara


Rara pun mulai tertidur karena ke kelahan. menagis,


-------------------------------------------------------


mencintai itu tidak salah, terkadang yang salah itu adalah caranya,


cara seseorang mengekspresikan rasa cintanya kepada orang,terkadang terkesan berlebihan, atau malah membuat ilfil


____________________________________


TBC


next


jangan lupa kasih like dan komen nya ya saran juga aku tunggu loh

__ADS_1


__ADS_2