
happy reading
.
.
.
.
.
enjoy your read
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
ataya baru tiba di bandara dan menuju langsung ke kantor karena iya harus membahas proyek dengan Dimas
memang karena proyek ini ataya harus rela bolak balik Indonesia Inggris untuk proyek ini dan itu sangat melelahkan untuknya
sesampai nya di kantor ataya tidak sengaja mendengar seseorang menyebut nama Rara
"beneran teman saya itu namanya mikayra, eh bukan teman sih , tapi lebih tepatnya calon pacar"
ataya semakin penasaran dengan ucapan pria itu yang menyebut dirinya adalah calon pacar dari Rara
ataya memperhatikan pria itu, pria itu muda, tampan, dan sepertinya bukan dari keluarga sembarangan
taya mengurungkan niatnya untuk bertemu Dimas iya malah menguping pembicaraan satpam dengan pria itu
yang baru iya ketahui jika pria tersebut bernama Alvin
tak lama taya melihat Rara memasuki pos tersebut, cukup lama, Rara keluar dengan terburu buru dan menundukkan wajah nya sepeti sedang malu, sampai sampai tidak melihat taya berdiri di depannya
taya, merasa kecewa sekali, dengan Rara yang tidak menyapanya itu ...
"bye bye calon pacar nanti gue jemput ya"
pria itu bertriak pada Rara hal itu semakin membuat Rara mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam lift
taya ikut masuk dalam lift itu namun Rara tak menyadari hal itu
"astaga kenapa dia selalu membuat ku kesal" gumam Rara
"selalu membuat kesal,apa mereka sudah kenal lama" batin ataya
rara turun dari lift itu tanpa sadar jika ataya selalu memperhatikannya
taya sampai di ruangan Dimas dengan perasaan yang iya pun tidak tahu , iya merasa jengkel, kesal, dan marah
yude" oooo pak taya anda sudah sampai kenapa tidak memberi tahu
taya" tidak perlu repot pak yude, saya bisa sendiri kok, apa pak dimas di dalam
yude" oooo iya pak di masa memang menunggu ke datangan anda pak
taya" terimakasih, em pak yude, apa Rara selalu pulang dengan pria
yude" maksudnya pak ? (bingung)
taya" ah sudah lupakan, saya masuk dulu
taya pergi menuju ruangan Dimas , meninggalkan yude dengan kebingunganya dengan pertanyaan taya tadi
"aneh, ah mungkin dia jet lag makanya bertanya hal aneh sepeti itu" gumam yude
yude kembali mengerjakan tugasnya
cklek
taya" selamat pagi pak Dimas
Dimas" loh taya, kok gak bilang kalo sudah tiba, kamu kesini naik apa? kan supir bisa menjemput jika kamu beritahu
taya" ah kak Dimas ini, gak usah repot, aku bisa kok, masih hafal juga kok jalanan di sini
Dimas" (tertawa) ada ada saja kamu, duduk lah, mau minum apa ?
taya" kopi seperti nya enak
Dimas" oke
dimas* yud kopi dua dan bawakan beberapa cemilan
yude* baik pak
Dimas menyudahi panggilan itu
Dimas" jadi apa bagai mana, apa mereka mau menerima usulan kita
__ADS_1
taya" iya mereka mau, namun,mereka mengajukan syarat kak
Dimas" apa itu?
taya" mereka meminta saya salah satu dari anak kak Dimas menjadi menantu mereka
Dimas " what !!! gila yang bener dikit dong syarat nya , mana mau anak anak gue di jodohin pada gak punya otak apa (hilang sudah wibawa Dimas sebagai atasan dari perusahaan besar)
taya" (tertawa) kak Dimas gak berubah
Dimas" jadi apa gak ada syarat lain taya ?
taya" (tertawa) tenang kak bukan itu syarat nya, taya cuma mau lihat reaksi kak Dimas aja
Dimas" gila Lo taya, gue udah berusaha untuk berwibawa , jadi apa syaratnya
taya" mereka hanya meminta tim pemasaran kita yang di sini di pindahkan di sana karena menurut mereka tim di sini lebih kreatif dan sangat cekatan
Dimas" udah cuma gitu doang
taya" iya
Dimas" gampang itu mah,tinggal suruh Fahri aja boyong tim nya kesana buat nyelesain proyek ini
taya" itu sih urusan kak Dimas, aku kan cuma menyampaikan
tok tok tok
Dimas" masuk
yude" pak kopi dan cemilannya
Dimas" terimakasih de, oooo iya tolong hubungi Fahri dan suruh dia kemari
yude" baik pak
yude pergi meninggalkan ruangan itu
taya" pak yude betah ya kerja sama kakak , (tertawa)
Dimas" betah lah gajinya gede (tertawa)
tak berselang lama Fahri sudah tiba di ruangan Dimas
fahri" ada apa Daddy
fahri" oooo ada om taya, (,terkekeh)Fahri gak liat
fahri duduk persis di sebelah taya
Dimas" jadi gini nak, perusahaan yang di Inggris kan sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan raksasa di sana
fahri" iya terus ?
Dimas" number nak kalo terus mah
fahri" Daddy serius
Dimas" ya kamu orang tua lagi ngomong main potong aja
fahri" iya maaf Daddy
Dimas" jadi mereka memberi kita surat jika kerja sama kita masih mau berjalan,
fahri" apa ?
Dimas" mereka meminta salah satu anak Daddy jadi menantu mereka
sontak perkataan Dimas membuat Fahri kaget, dan tak terima
fahri langsung membantah dengan segala macam cara sampai sampai iya kebawa bawa ibu nya untuk hal ini
Dimas dan taya hanya bisa menahan tawa karena melihat ekspresi Fahri
Dimas"(tertawa kencang) aduh anak Daddy masih kecil ternyata
fahri merasa heran dengan ucapan Daddy nya itu
fahri" maksud Daddy ?
Dimas" Daddy hanya bercanda nak, hahaha kamu kena prank
fahri" sumpah Daddy ini tuh gak lucu
Dimas" maaf maaf anak Daddy yang tampan, pinter,anak ajaib ke sayangan mommy
fahri" jadi apa hubungan proyek ini dengan Fahri (kesal)
Dimas" sabar nak, emosi sekali, jadi mereka meminta tim pemasaran di sini yang mengatur semua di sana, jadi otomatis kalian dalam beberapa bulan harus pindah ke Inggris
__ADS_1
fahri" kalo yang lain mungkin bisa, tapi
taya" tapi apa ?
fahri" tapi om Abi ngizinin kakak Rara buat pergi gak
Dimas" astafirloh lupa , di tim itu ada Rara,
deg
hati Dimas merasa kesal dan marah mendengar nama Rara di sebut dan iya kembali mengingat Alvin
Dimas" ah itu mah biar Daddy yang bilang, kamu yang penting persiapin tim nya aja,
fahri" oke Daddy , om taya kenapa? mules ?
taya" oooo enggak, masih jet leg sepertinya
fahri" istirahat om, jangan kebanyakan ngobrol sama Daddy , makin pusing nanti
Dimas" dasar anak kurang ajar ya , ngatain bapaknya sendiri
fahri langsung berlari meninggalkan ruangan Daddy nya itu
tak terasa waktu sudah sore dan waktu pulang sudah tiba
sebelum pulang Fahri memberi tahu berita yang iya dapatkan dari Dimas kepada teamnya
semua team nya menyabut dengan baik hanya Rara saja yang masih ragu, takut jika iya tidak di perbolehkan
Nara" ya ampun gue gak ngebayang kita bakal kerja di sana , aduh gue ke temu bule, bagus untuk memperbaiki ke turunan nih
rara" hadeh Nara, kamu ini ya, kita tuh kerja disana bukan mau cari jodoh
Nara" ya kan sekalian Ra, menyelam sambil minum air gitu
rara" dasar kamu ini
rara melihat ke arah parkiran dimana Alvin sudah berdiri dengan santay di depan mobilnya sambil memperhatikan setiap karyawan
rara langsung menarik Nara untuk bersembunyi
Nara" aduh Ra ada apa sih ?
rara" itu cowok yang aku bilang tadi na (menunjuk ke arah Alvin) aduh kok aku lupa ya,
Nara" ya elah Ra, jadiin aja ngapa, cakep kok, dan kayak nya bukan karyawan biasa juga
rara" sok tahu, gak lah, aku gak suka Nara
Nara" Yee siapa yang nyuruh Lo suka, kan bisa di jadiin teman
rara" iya juga
rara melihat sosok pria yang sampai saat ini masih menjadi nomor dua setelah ayah dan adik adiknya di hati Rara
"om taya" gumam Rara
sontak Rara langsung keluar dari persembunyiannya dengan Nara dan berjalan ke arah Alvin
Alvin sudah melebarkan senyumnya melihat Rara yang berjalan ke arahnya
Alvin" calon pacar, (melambaikan tangan dan bertriak)
rara sebenarnya sangat malu, dengan perkataan Alvin itu namun mau bagai mana lagi, dari pada dia harus bertemu taya
rara" diem gak cepet masuk mobil,Nara kamu depan
dengan langkah gesit Rara langsung duduk di jok belakang tanpa memperdulikan ekspresi Nara dan Alvin
akhirnya mau tidak mau Nara duduk di sebelah Alvin
Alvin" jadi bidadari, kita mau kemana ? mau makan, nonton,karoke,apa mau ke KUA
rara" udah buru jalan dulu cepet
Alvin" baik tuan putri
Nara yang berada di depan hanya bisa menahan tawanya saja melihat Alvin yang gombal receh pada Rara
semetara taya merasa semakin kesal melihat Rara dan sebenarnya pun iya tak tahu iya kesal kenapa
___________________________________
TBC
next semua
jangan lupa like dan komennya buat aku ya ...
__ADS_1