
enjoy
.
.
.
.
.
let's read
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
pukul sepuluh pagi taya dan Rara sudah menginjakan kaki di Indonesia,
rara sangat senang karena sebentar lagi mereka akan bertemu keluarga mereka dan berkumpul bersama
taya dan Rara sudah, di jemput oleh pihak perusahaan yang akan mengantar mereka ke apartemen yang akan mereka tempati untuk sementara waktu
sesampai nya di sana Rara dan taya mendapat kejutan, di sana sudah ada pak Lukman dan Bu Lia yang sengaja menunggu mereka
rara" ibu, bapak (memeluk)
ibu Lia" ya ampun nduk kamu ini, jangan lari lari, inget anak mu loh
rara" maaf bu, aku nya seneng bisa ketemu ibu sama bapak
Bu Lia" lain kali jangan begitu ya
rara"(tersenyum) iya siap Bu
Bu Lia" dasar kamu ni
pak Lukman " apa kabar cucu eyang di dalam sini ?
rara" baik eyang, aku makin besar sekarang eyang (menirukan suara anak anak)
taya" iya eyang, mommy nya makan terus soalnya (terkekeh)
Bu Lia" ya biar toh, kan anak nya juga makan
taya" Bu yang anak ibu itu taya, kok malah Rara yang di bela
bu Lia " lihat tuh cu, nanti kamu jangan kayak Daddy mu ya, tukang ngambek (terkekeh)
pak Lukman " sudah kalian cepat bersiap, bapak sama ibu udah buat acara buat penyambutan Kalina
rara" apa itu pak
Bu Lia" acara makan keluarga nak, yang lain pasti terkejut nanti jika melihat kalian
taya" bapak sama ibu buat acara keluarga ?
Bu Lia" iya, kenapa emang ?
taya" enggak apa apa Bu, kaget aja, ibu sama bapak udah repot repot buat acaranya
pak Lukman " ya enggak repot lah, cuma makan siang aja kok, udah sana siap siap
taya dan Rara masuk kedalam kamar dan bergantian untuk membersihkan diri ..
setelah selsai mereka bergegas menuju rumah Bu Lia dan pak Lukman
sesampainya di sana Rara dan taya di minta untuk bersembunyi agar mereka menjadi kejutan untuk yang lain nya ...
satu per satu keluarga mulai berdatangan dan kini rumah Bu Lia dan pak Lukman mulai ramai
di dalam kamar Rara sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarga nya,
rara" aduh kok ibu lama banget sih belum jemput kita, aku udah gak sabar mau ke temu
taya" sabar sayang, tunggu saja, mungkin ada yang belum datang ...
rara" mereka pasti sangat terkejut melihat kita di sini, aku sudah tidak sabar
taya" lihat nak mommy mu, ini sungguh tidak sabaran jika menginginkan sesuatu (terkekeh) jangan seperti mommy ya nak, jika kamu sudah lahir
rara"jangan dengarkan Daddy ya nak (terkekeh)
semua keluarga sudah berkumpul, namun Bu Lia dan pak Lukman belum juga memulai acara makan siang mereka
__ADS_1
Dion"eyang kapan nih makanya, Dion udah gak sabar mau makan
pak Lukman" sabar ya ion, kita masih menunggu tamu lagi ?
Dion" siapa sih eyang ?
pak Lukman" tunggu eyang uti lagi menjemput mereka
cyra" Dion , ini sabar sedikit
Dion" iya Tante (terkekeh)
fahri" bukan Tante , tapi Oma muda
cyra" papa liat mereka berdua mengejek ku
Radit" kamu memang bakal jadi Oma key, sudah terima saja
cyra" mama lihat papa
Fani" key,jangan berdebat lagi soal itu
cyra" iya iya ma
sontak semua orang tertawa melihat tingkah cyra
Ghani" Oma besok jangan lupa, ada pengajian di rumah eyang Narti (mengejek)
Rika" Ghani !!
Ghani" iya mom,iya
Abi" siapa sih tamu nya pak, lama sekali
Dimas" sabar bi, mungkin lagi kena macet tamu nya
Bu Lia" aduh maaf ya jadi nunggu lama ,
cha-cha" mana tamu nya Bu ?
Bu Lia" oooo iya lupa... (tersenyum) sayang ayo masuk
taya dan Rara masuk kedalam ruang makan itu dan semua orang sangat terkejut melihat keduanya berada di sini
berlari menghampiri taya dan Rara
cyra" kakak ternyata tamunya kakak (memeluk) mas taya (melambaikan tangan)
Dion" kok kakak gak kasih tahu kalo pulang,Tante gantian peluknya
cyra melepas pelukannya
Dion" kakak Dion rindu kakak,
rara" kakak juga
Dion" assalamualaikum ponakan uncle,
Rey" kakak (memeluk)
Ghani" hey mas bro, (terkekeh) udah jinak belum macan betina ini
taya" sedikit (terkekeh)
setelah bercengkrama dengan adik adik mereka taya dan Rara menghampiri para orang tua ...
rara" bunda(memeluk) kakak sangat merindukan bunda
cha-cha" bunda juga sayang, aduh cucu Oma, kamu sudah besar ya di sini (mengelus perut )
Abi" nak (memeluk) kenapa gak kasih kabar
rara" kalo kasih kabar namanya bukan kejutan pa, (tersenyum)
Fani" taya apa kabar ?
taya" baik omcan (memeluk)
Radit" taya (memeluk) sabar ya,(berbisik)
taya" iya opgan
Fani" kapan Abi bisa menerima taya sebagai menantunya (berbisik)
__ADS_1
Rika" entah lah aunty, mas Abi terlalu keras kepala, kasihan taya
taya" taya baik baik saja kok (tersenyum)
Dimas" bagus jadi laki laki jangan patah semangat ya (menepuk bahu taya)
taya" tentu om dim ...
Dimas" Dimas gitu taya nanggung banget manggilnya
taya hanya terkekeh mendengar Perotes dari Dimas
mereka menikmati makan siang bersama, setelah selesai mereka berbincang bincang
Abi" jadi kapan kalian akan kembali ke Inggris ?
taya" Hem jadi begini semuanya aku dan Rara akan menetap di indonesia Karana aku sudah berpindah kantor
Abi" jadi kamu yang menggantikan Dimas ?
taya" iya pa
Radit" wah selamat ya taya, semoga sukses dengan jabatan barunya
Abi" kalian akan tinggal dimana ?
taya" untuk sementara kami tinggal di apartemen pa, sambil menunggu rumah kami selesai
Abi" rumah ? kalian sudah punya rumah ?
taya" iya pa (menundukan kepala)
Abi" kenapa tidak memberi tahu, kenapa kalian
perkataan Abi langsung di hentikan oleh cha-cha
cha-cha"kalau begitu besok kita ke rumah kalian ya, kita lihat rumah kalian , terimakasih taya sudah memikirkan semua ini untuk anak bunda (melirik ke Abi)
Rika" aunty ikut ya, aunty juga mau lihat rumah kalian
Fani" omcan juga mau ikut ya, siapa tahu bisa bantu bantu kasih dekor rumah kan
"jangan" para anak anak serempak menjawab perkataan Fani
Fani" emang kenapa kan omcan pinter dalam hal begitu
cyra" cukup ma, cukup kamar cyra saja yang bentuk abstrak, jangan mengacau di tempat lain
Fani"(terkekeh) iya iya , gak kok, hanya memberi sentuhan sedikit saja
Dion" jangan deh omcan, selera omcan terlalu tinggi!! sekali (tersenyum)
Fani" dasar kalian ini
Ghani" cukup galeri Ghani , jadi korban
Fani" tapi keren kan
sontak semua tertawa mendengar perdebatan antara Fani dan anak anak
Dimas" taya, om titip perusahaan ya, jaga baik baik, dan kembangkan terus perusahaan itu menjadi lebih baik
taya" iya om, terimakasih atas kesempatannya
Abi hanya berdiam diri menahan amarah nya, karena menurutnya taya tidak menghargai diri nya sebagai orang tua,
cha-cha" papa bisa bersikap biasa saja ? (berbisik)
Abi" tidak bisa Bun, kenapa taya bertindak tidak bertanya pada kita
cha-cha" pa ingat, itu adalah rumah tangga. mereka , kita tidak boleh ikut campur , dan papa jangan bersikap berlebihan seperti itu,ingat pa malu sama cucu
cha-cha sudah geram melihat sikap suaminya yang kurang pantas menurutnya sebagai orang tua
"aku hanya menginginkan yang terbaik untuk putriku apa salah " begitulah yang ada di pikiran Abimanyu
_____________________________
TBC
next
jangan lupa like,komen,vote dan dukungan lainnya
__ADS_1
terimakasih