
selamat membaca
.
.
.
.
.
.
happy guys
🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠ðŸŒ
hari ini Alvin di perbolehkan pulang,Karana kondisi nya sudah membaik, bagai mana tidak cepat membaik jika yang menjaga nya dua wanita yang sangat protektif, dan selalu memberinya makan
mama Ervina" jadi kamu pulang ke rumah Abang Vin
Alvin" iya ma,
mama Ervina" nanti siapa yang bantuin kamu di sana kan abang kerja
belum Alvin menjawab Nara sudah menjawab lebih dulu
Nara" Nara ma, kan apartemen Kiki dekat dengan kantor Nara, jadi Nara bisa membatu Alvin
mama Ervina" apa tidak merepotkan mu
Nara" tidak ma, Nara malah senang bisa membantu
mama Ervina " alhamdulilah, berarti mama tidak perlu khawatir, terimakasih ya na
Nara" sama sama ma
setelah semua selesai mereka meninggalkan rumah sakit menuju apartemen Kiki ...
setelah sampai Alvin langsung di minta beristirahat oleh mama Ervina
sedang kan dirinya dan Nara membereskan apartemen itu
setelah selesai mama Ervina berpamitan untuk pulang Karana ia harus menyiapkan keperluan suaminya yang akan pergi ke luar kota
mama Ervina " Vin mama pulang dulu ya, nanti mama ke sini lagi, mama mau siapin keperluan papa mu dulu
Alvin" iya ma, besok saja ke sini nya, Maman istirahat saja di rumah
mama Ervina" na titip Alvin ya, tolong jagain, mama gak percaya kalo ninggalin dia sendiri
Nara" iya ma, mama tenang saja
mama Ervina" ya sudah mama pulang ya
mama Ervina meninggalkan Alvin dan Nara berdua saja di apartemen itu
Nara menyiapkan makan, siang untuk mereka berdua,
setelah selsai Nara memanggil Alvin untuk makan bersama
Nara" maaf makanya hanya seperti ini, aku belum pandai memasak ...
Alvin" tidak apa, kamu mau memasak untuk ku saja itu sudah lebih dari cukup
Nara membantu Alvin mengisi piringnya,
Alvin menyantap makanan itu,
Alvin" enak, kata nya kamu tidak pandai memasak
Nara"memang aku tidak padai Vin, mungkin kebetulan saja ini enak
Alvin"(tersenyum) kamu terlalu merendah
setelah selesai Nara membereskan semau nya
siang itu sedang asik bersantai mereka mendapat tamu tak terduga,
bek apartemen Kiki berbunyi
Nara membuka pintu apartemen itu
Nara " Rara!! ya ampun Bu mil (memeluk)
pak Dimitri
Rara" di mana Alvin , apa dia sudah baik baik saja
Nara" sudah lebih baik, ayo ayo masuk
"terimakasih" bersamaan
Alvin" Rara, wah apa kabar Ra, kejutan sekali kamu datang Ra ... wuw sudah besar saja perut mu Ra
Rara" iya dong, (tertawa)
Alvin" apa kabar mas taya, selamat ya bakalan jadi bapak
taya" iya Vin, gimana ke adaan kamu Vin ?
Alvin" ya begini lah mas, di bilang baik , tapi aku sakit (terkekeh)
__ADS_1
Rara" Kiki kerja ?
Nara" iya Ra
mereka berempat berbincang, sampai akhirnya Alvin te tidur karena efek obat yang iya minum
Rara" na jadi gimana sekarang ?
Nara" gak tahu Ra , aku akan menjalani semuanya saja, aku pasrah saja pada Allah , jika Alvin jodoh buat aku, maka akan ada jalan nya jika tidak aku berdoa apa pun itu pasti terbaik untuk ku
Rara" benar na, aunty yang kuat ya, jangan sedih sedih lagi, (menirukan suara anak anak)
Nara" oke sayang aunty kamu ini kuat (mengelus perut)
taya mendatangi Nara dan rara yang sedang ada di dapur
taya" sayang
Rara" iya
taya" mari kita pulang,sudah mau sore, kita harus bergegas ke rumah papa bukan
Rara" oooo iya mas aku lupa, na kami pulang dulu, sampaikan salam pada Alvin
Rara dan taya meninggalkan apartemen Kiki, setelah Rara dan taya pulang Nara membaringkan tubuhnya yang terasa lelah di sofa, lambat laun kantuk datang dan Nara mulai memejamkan matanya
pukul tiga sore Alvin bangun lebih dulu, iya beranjak dari tempat tidurnya,
"dimana Nara " batin Alvin
Alvin keluar dari kamar nya dan mendapati Nara sedang tertidur pulas di sofa
Alvin berjalan mendekati Nara yang masih tertidur pulas
Alvin" kamu pasti lelah, sama aku juga lelah, lega harus pura pura, lelah harus menahan rasa, aku takut kamu menolak ku, dan hanya menganggap ku hanya teman, aku tahu kamu berbuat baik pada ku hanya karena rasa bersalah mu saja
Alvin menatap wajah Nara, yang sangat cantik di mata Alvin
Alvin mendekati wajah Nara dan iya mencium kening Nara
cklek
tiba tiba pintu apartemen terbuka ,
Kiki" Alvin !
Alvin menaruh jarinya di bibir, memberi tanda agar kakak nya itu tidak membuat ke gaduhan dan membangunkan Nara
Kiki" Lo ngapain hah, mau mesum di sini (berbisik)
Alvin" gila Lo bang, enggak lah gue cuma cium keningnya aja, gue rindu bang
Kiki" ikut gue
Kiki membawa adiknya itu ke kamar agar mereka tidak mengganggu Nara yang masih tertidur pulas
Alvin" iya benar setiap hari depan mata, tapi kan teman bukan calon istri ...
Kiki" gue heran deh sama Lo berdua betah amat sakit hati
Alvin" gue takut dia nolak gue bang, gue takut dia baik ke gue cuma karena rasa bersalahnya aja bang
Kiki" Lo bodoh atau apa sih, perasaan yang luka lengan Lo, bukan otak lo, Lo gak bisa lihat apa kalo Nara itu masih sayang dan cinta sama Lo,
Alvin" Abang gue mulai sok tahu,sok jadi cenayang Lo bang
Kiki" tahu lah Vin, awas Lo kalo nangis nyesel di depan gue , sebenarnya gue heran kok Lo bisa suka bangat sama Nara padahal kan dia bukan tipe Lo
Alvin" iya Nara bukan tipe gue, tipe gue mah high , (tertawa dan berjalan menuju pintu)
tanpa Alvin sadari Nara mendengar perkataan terakhir mereka
Alvin berjalan keluar kamar dan mendapati Nara sudah berdiri di depan pintu dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya
"Nara" berbarengan
Alvin" Nara sejak kapan di sini
Nara" cukup tahu tentang tipe mu
Alvin" Nara bukan begitu maksudku
Nara" aku pulang
Nara langsung berlari hendak meninggalkan apartemen itu namun Alvin menahannya dan memeluk Nara
Alvin" tunggu, tunggu dengar kan aku dulu
Kiki" Nara tunggu ini gak kayak yang Lo pikir
Nara" lepas bin, aku mau pulang, (menagis)
Nara meronta tinta di dalam pelukan Alvin Hinga dirinya lupa jika tangan Alvin masih terluka
Kiki" Vin darah, tangan Lo berdarah lagi
perkataan Kiki sontak membuat Nara berhenti meronta , dan beralih pada lengan Alvin yang terluka
Nara"Ki tolong ambil kotak obat milik Alvin,
Kiki langsung bergegas mengambil nya
Kiki" ini na
__ADS_1
Nara dengan cekatan menghentikan darah pada lengan Alvin, dan kembali menutupnya
Alvin memberi tanda pada Kiki untuk meninggalkan mereka
Kiki mengerti dan pergi keluar dari apartemen itu
Alvin" na
Nara hanya diam tidak menanggapi panggilan Alvin
Alvin" baik lah, nara kamu cukup dengarkan dan jangan memotong perkataan ku, Nara jujur aku masih sayang bahkan aku cinta pada mu,
Nara ingin menjawab namun Alvin segera menutup mulut Nara
Alvin" aku bilang cukup dengarkan dan jangan memotong, tapi aku takut jika kamu sudah tidak memiliki perasaan pada ku, aku takut kamu baik pada ku Karena rasa bersalah mu saja, tapi Nara apakah kamu masih mencintai ku? cukup anggukan kepala
Nara menganggukkan kepala nya
Alvin"(tersenyum) almanara Salim mau kah kamu menikah denganku, menjadi pendampingku, menjadi orang yang aku lihat setiap pagi ku,menjadi ibu dari anak anak ku
Nara memeluk Alvin
Nara" kamu gak romantis melamar di lantai seperti ini
Alvin" (terkekeh)maaf jika aku rencanakan nanti kamu nolak aku...
Nara" dasar pelit
Alvin" kamu gak malu kan, punya calon suami kayak aku
Nara"(melepas pelukan) maksudnya?
Alvin" iya aku hanya tukang antar barang, dan aku Hanay mempunyai motor saat ini, apa kamu berubah pikiran
Nara" aku menyukai semua yang ada pada dirimu, aku tidak malu,
alvin" terimakasih, maaf but kamu nunggu lama
Nara" maaf aku juga terlalu egois
Alvin" mulai sekarang kita hadapi semua sama sama ya , kita mulai semuanya dari awal lagi, kamu mau ?
Nara" iya aku mau
Alvin mencium kening nara,
Alvin" i love you sayang
Nara" i love you to
Alvin" sayang nya mana ?
Nara" udah ih jangan Perotes
Alvin" sayang kita harus duduk di lantai ini terus
Nara" (terkekeh) jika kamu suka ya ya tidak apa apa
nara membatu albin berdiri
Alvin" em kita bilang ke mama,papa,dan mami tentang ini ?
Nara" iya kita beritahu mereka
Alvin mendekatkan wajah nya pada wajah Nara hendak mencium Nara
cklek
Kiki" woy gak bisa di biarin nih orang dua
Alvin" bang bisa ketuk dan ucap salam sebelum Lo masuk
Kiki" jadi apa hasilnya, ah udah pasti berhasil, adek gue mau nyosor
mendengar perkataan Kiki wajah Nara menjadi memerah kerena malu,
Nara" kamu sih, belum mahrom, (berbisik)
Alvin" iya iya maaf, kamu bahagia
Nara" em iya
Kiki" woy gue bukan obat nyamuk, di ajak ngobrol ngapa,
Alvin" sumpah bang Lo ganggu ...
Kiki"ya Allah adek gue
mereka bertiga tertawa bersama , merasakan kebahagian yang saat ini sedang mereka rasakan
____________________________
bahagia itu kita yang ciptakan
karena bahagia itu di mulai dari diri kita
bukan dari orang lain
karena kadar bahagia kita hanya kita yang tahu
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
TBC
__ADS_1
next
jangan lupa setelah baca kasih like dan komen buat aku ya