
happy reading
.
.
.
.
let's read
👇👇👇👇👇👇👇👇👇
Ghani tidak konsen untuk bekerja,dirinya sangat khawatir pada istrinya yang berada di rumah,taya yang menyadari jika Ghani tidak menyimak rapat yang sedang berlangsung,membuat taya harus beberapa kali menegur Ghani
setelah selesai rapat taya meminta Ghani untuk tidak meninggalkan ruang rapat
taya" kamu kenapa ? sedang ada masalah ?
ghani" aku tidak tenang meninggalkan nada di rumah dia terlihat tidak sehat,dan sudah seminggu ini nada bersikap aneh,aku tidak tahu kenapa
taya" apa kamu membaut kesalahan
Ghani" aku rasa tidak,semuanya baik-baik saja
taya" kamu sudah bertanya
Ghani" sudah namun jawabannya sama,tidak apa-apa, aku sungguh bingung,apa semua wanita harus seperti itu jika marah
taya" coba kalian bicarakan baik-baik,mungkin menurut nada kamu melakukan kesalahan
Ghani" nanti akan ku coba
tiba-tiba ponsel Ghani berdering sangat keras,suaranya memenuhi rumah rapat itu, membuat taya terkejut
taya" astaga Ghani untung saja tidak saat rapat
Ghani" maaf mas
Ghani melihat panggilan itu dari mami lara,dengan cepat Ghani mengangkat panggilan itu
Ghani* assalamualaikum mi
mami* selamat ya Ghani,mami ikut senang
ghani*selamat untuk apa mi,ikut senang kenapa ?
mami* astaga jadi kamu belum tahu ghan
Ghani* tahu apa ?
mami* bagai mana sih istri kamu itu,kamu itu sebentar lagi akan manjadi seorang Daddy
Ghani* mami bercanda ya,tidak mungkin nada tidak mengatakan apa pun pada ku
mami* mami tidak bercanda,nada baru saja memberi tahu mami
Ghani* (menagis) jadi aku akan menjadi seorang Daddy, mami tidak berbohong kan ?
Mami* tidak,sekali lagi selamat ya calon Daddy
Ghani* terimaksih mi
panggilan berakhir,Ghani merasa sedikit tidak percaya namun ia sangat senang mendapat kabar itu
taya" nada hamil ghan?
__ADS_1
Ghani" iya mas,aku sangat senang
air mata bahagia mengalir begitu saja di pipi Ghani
taya" pulang lah temui istri mu,dan sampaikan ucapan selamat ku untuk nada,nanti kami akan datang ke sana
Ghani" baik lah mas,terimaksih
Ghani pergi meninggalkan kantor menuju kerumahnya,sesampainya di rumah Ghani melihat mobil orang tuanya sudah terparkir rapih di garasi,Ghani langsung berlari mencari nada,untuk menanyakan ke benarkan kabar yang ia dapat
saat melihat nada yang berada di kamar Ghani langsung memeluk istrinya itu
Ghani" kenapa kamu tidak memberitahu ku sayang (menagis)
nada" memberi tahu apa?
Ghani" tadi mami menelepon ku dan memberiku ucapan selamat,sayang jangan berbohong
nada" astaga aku lupa bilang pada mami,gagal sudah rencana ku
Ghani" jadi itu benar ? (menatap nada)
nada" em, kamu akan menjadi seorang Daddy sayang
Ghani" terimakasih sayang sudah melengkapi keluarga kecil kita (mengelus perut nada) mom dia sedang apa di sini
nada" mana aku tahu sayang dia belum terasa ,dan aku tidak bisa melihatnya
Ghani" Daddy tidak sabar menunggu kamu, besok kita periksa ke dokter ya, agar bisa melihat nya
nada" iya Daddy
Ghani" mom dan dad di mana, aku melihat ada mobilnya
nada" ada di halaman belakang
nada" lihat nak Daddy mu,sangat bersemangat sekali,mommy yakin dad mu ini tidak sabar menunggu hari esok (terkekeh)
Ghani" kota temui mom dan dad ah aku sangat bahagia sekali
Ghani dan nada sedang di selimuti rasa bahagia berbanding terbalik Dnegan Rey yang masih belum bisa melupakan Rizki yang sampai detik ini,tidak tahu bagaimana ke adaan nya
Rey memandangi bingkai foto dirinya dan Rizki,sejujurnya Rey sangat merindukan Rizki namun jika mengingat perlakuan Rizki pada bundanya Rey merasa sangat kesal
pintu ruangan Rey di ketuk oleh seseorang
tok tok tok
Rey" masuk lah
Naima membuka pintu itu sambil membawa nampan berisi segelas kopi,Naima meletakan kopi itu di atas meja dengan hati-hati
Naima" saya permisi pak
Naima hendak meninggalkan ruangan itu,namun Rey memanggilnya kembali
Rey" hey,siapa nama mu ?
Naima" na-nama saya Naima pak ? ada apa ya pak?
Rey" Naima ? pergilah
Naima" baik pak
"aneh" gumam Naima
Naima pergi meninggalkan ruangan itu
__ADS_1
Arif" nai kamu nanti malam ada kegiatan tidak ?
Naima" tidak kenapa pak?
Arif" aku mau mengajak Febi pergi,dia tidak akan mau jika aku hanya ajak berdua saja
Naima" aku tidak bisa kak,papa tidak akan mengizinkan ku pergi
Arif" febi bilang jika kamu pasti mau ikut,dia ingin pergi bersama
Naima" kak Febi bilang begitu
Arif" lihat lah (menunjukan ponselnya)
Naima" baik lah aku akan ikut
Arif" terimaksih nai (mengacak lembut rambut Naima) kamu adik terbaik
Naima hanya tersenyum mendengar perkataan Arif
" aku hanya adik,dan tidak akan berubah,kak Febi masih jadi pujaan kak Arif, kenapa semua orang suka pada kak Febi, bahkan papa sangat membanggakan kak Febi" batin Naima
malam hari Naima sudah bersiap untuk pergi bersama Arif dan juga Febi,Naima sangat bosan melihat Arif dan Febi yang seakan melupakan dirinya
Naima lebih memilih pergi ke sebuah taman untuk melihat pemandangan malam,
Naima" di sini sangat nyaman,jauh dari kata bising,dan (tersenyum)
Naima hanya bisa meratapi dirinya saja,yang selalu saja mau menjadi tempat berlindung Febi,yang sudah pasti akhirnya dia yang akan tersiksa
Naima melamun dan berdiam diri hingga dirinya tidak menyadari jika ponselnya bergetar
cukup lama Naima berdiam diri,ia baru sadar jika saat ini sudah larut,Naima melihat ponselnya dan melihat waktu menunjukan pukul sepuluh malam,Naima berlari menuju cafe dimana Febi dan juga Arif berada namun sesampainya di sana cafe itu sudah tutup Febi dan Arif sudah tidak berada di sana
Naima" astaga mereka pasti sudah kembali,bagaimana ini,aku akan pulang naik apa,aku tidak punya uang sepeser pun
Naima sangat kesal,ia mencoba menghubungi Febi namun tak ada jawaban dari kakak nya itu,Naima pun mencoba menelepon Arif dan sama tidak ada jawaban dari nya
Naima" argh (kesal) kenapa mereka tega meninggalkan ku
cairan bening mulai mengalir di pipi mulus Naima,Naima berjalan kaki menuju rumahnya,yang sangat jauh dari tempat nya berada sekarang
Naima berjalan terus dan berdoa jika ia bertemu ornag yang bisa membantunya
kaki Naima terasa sangat sakit sekali karena berjalan,Naima beristirahat di pinggiran jalan untuk menghilangkan rasa sakit di kakinya
pukul dua belas malam Naima sampai di depan rumahnya dan melihat papanya sudah berada di teras sedang menunggu dirinya
Reno" dari mana kamu,kamu tidak pernah berubah,kamu mau jadi apa wanita jam segini baru kembali,kau bilang kamu akan pergi bersama kakak mu,tapi mana kakak mu bilang kamu pergi bersama teman-teman mu
Naima tidak menjawab sedikit pun,ia tahu jika ia menjawab pun semua itu percuma papanya tidak akan percaya
Reno meninggalkan Naima,Naima berjalan dengan menahan rasa sakit kakinya yang sudah memerah dan lecet
sesampainya di kamar Naima mengobati luka-lukanya,karena Naima masih harus bekerja esok
"kak Febi kenapa tidak pernah berubah,kenapa hanya membela diri sendiri,apa salah ku padanya " batin Naima
dengan air mata mengalir Naima memejamkan matanya dan tertidur pulas
_____________________________
TBC
next
jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa kasih like,dan vote kalian buat aku ya
__ADS_1
terimaksih