Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 182


__ADS_3

happy reading


.


.


.


.


let's read


👇👇👇👇👇👇👇👇👇


Ghani tidak konsen untuk bekerja,dirinya sangat khawatir pada istrinya yang berada di rumah,taya yang menyadari jika Ghani tidak menyimak rapat yang sedang berlangsung,membuat taya harus beberapa kali menegur Ghani


setelah selesai rapat taya meminta Ghani untuk tidak meninggalkan ruang rapat


taya" kamu kenapa ? sedang ada masalah ?


ghani" aku tidak tenang meninggalkan nada di rumah dia terlihat tidak sehat,dan sudah seminggu ini nada bersikap aneh,aku tidak tahu kenapa


taya" apa kamu membaut kesalahan


Ghani" aku rasa tidak,semuanya baik-baik saja


taya" kamu sudah bertanya


Ghani" sudah namun jawabannya sama,tidak apa-apa, aku sungguh bingung,apa semua wanita harus seperti itu jika marah


taya" coba kalian bicarakan baik-baik,mungkin menurut nada kamu melakukan kesalahan


Ghani" nanti akan ku coba


tiba-tiba ponsel Ghani berdering sangat keras,suaranya memenuhi rumah rapat itu, membuat taya terkejut


taya" astaga Ghani untung saja tidak saat rapat


Ghani" maaf mas


Ghani melihat panggilan itu dari mami lara,dengan cepat Ghani mengangkat panggilan itu


Ghani* assalamualaikum mi


mami* selamat ya Ghani,mami ikut senang


ghani*selamat untuk apa mi,ikut senang kenapa ?


mami* astaga jadi kamu belum tahu ghan


Ghani* tahu apa ?


mami* bagai mana sih istri kamu itu,kamu itu sebentar lagi akan manjadi seorang Daddy


Ghani* mami bercanda ya,tidak mungkin nada tidak mengatakan apa pun pada ku


mami* mami tidak bercanda,nada baru saja memberi tahu mami


Ghani* (menagis) jadi aku akan menjadi seorang Daddy, mami tidak berbohong kan ?


Mami* tidak,sekali lagi selamat ya calon Daddy


Ghani* terimaksih mi


panggilan berakhir,Ghani merasa sedikit tidak percaya namun ia sangat senang mendapat kabar itu


taya" nada hamil ghan?

__ADS_1


Ghani" iya mas,aku sangat senang


air mata bahagia mengalir begitu saja di pipi Ghani


taya" pulang lah temui istri mu,dan sampaikan ucapan selamat ku untuk nada,nanti kami akan datang ke sana


Ghani" baik lah mas,terimaksih


Ghani pergi meninggalkan kantor menuju kerumahnya,sesampainya di rumah Ghani melihat mobil orang tuanya sudah terparkir rapih di garasi,Ghani langsung berlari mencari nada,untuk menanyakan ke benarkan kabar yang ia dapat


saat melihat nada yang berada di kamar Ghani langsung memeluk istrinya itu


Ghani" kenapa kamu tidak memberitahu ku sayang (menagis)


nada" memberi tahu apa?


Ghani" tadi mami menelepon ku dan memberiku ucapan selamat,sayang jangan berbohong


nada" astaga aku lupa bilang pada mami,gagal sudah rencana ku


Ghani" jadi itu benar ? (menatap nada)


nada" em, kamu akan menjadi seorang Daddy sayang


Ghani" terimakasih sayang sudah melengkapi keluarga kecil kita (mengelus perut nada) mom dia sedang apa di sini


nada" mana aku tahu sayang dia belum terasa ,dan aku tidak bisa melihatnya


Ghani" Daddy tidak sabar menunggu kamu, besok kita periksa ke dokter ya, agar bisa melihat nya


nada" iya Daddy


Ghani" mom dan dad di mana, aku melihat ada mobilnya


nada" ada di halaman belakang


nada" lihat nak Daddy mu,sangat bersemangat sekali,mommy yakin dad mu ini tidak sabar menunggu hari esok (terkekeh)


Ghani" kota temui mom dan dad ah aku sangat bahagia sekali


Ghani dan nada sedang di selimuti rasa bahagia berbanding terbalik Dnegan Rey yang masih belum bisa melupakan Rizki yang sampai detik ini,tidak tahu bagaimana ke adaan nya


Rey memandangi bingkai foto dirinya dan Rizki,sejujurnya Rey sangat merindukan Rizki namun jika mengingat perlakuan Rizki pada bundanya Rey merasa sangat kesal


pintu ruangan Rey di ketuk oleh seseorang


tok tok tok


Rey" masuk lah


Naima membuka pintu itu sambil membawa nampan berisi segelas kopi,Naima meletakan kopi itu di atas meja dengan hati-hati


Naima" saya permisi pak


Naima hendak meninggalkan ruangan itu,namun Rey memanggilnya kembali


Rey" hey,siapa nama mu ?


Naima" na-nama saya Naima pak ? ada apa ya pak?


Rey" Naima ? pergilah


Naima" baik pak


"aneh" gumam Naima


Naima pergi meninggalkan ruangan itu

__ADS_1


Arif" nai kamu nanti malam ada kegiatan tidak ?


Naima" tidak kenapa pak?


Arif" aku mau mengajak Febi pergi,dia tidak akan mau jika aku hanya ajak berdua saja


Naima" aku tidak bisa kak,papa tidak akan mengizinkan ku pergi


Arif" febi bilang jika kamu pasti mau ikut,dia ingin pergi bersama


Naima" kak Febi bilang begitu


Arif" lihat lah (menunjukan ponselnya)


Naima" baik lah aku akan ikut


Arif" terimaksih nai (mengacak lembut rambut Naima) kamu adik terbaik


Naima hanya tersenyum mendengar perkataan Arif


" aku hanya adik,dan tidak akan berubah,kak Febi masih jadi pujaan kak Arif, kenapa semua orang suka pada kak Febi, bahkan papa sangat membanggakan kak Febi" batin Naima


malam hari Naima sudah bersiap untuk pergi bersama Arif dan juga Febi,Naima sangat bosan melihat Arif dan Febi yang seakan melupakan dirinya


Naima lebih memilih pergi ke sebuah taman untuk melihat pemandangan malam,


Naima" di sini sangat nyaman,jauh dari kata bising,dan (tersenyum)


Naima hanya bisa meratapi dirinya saja,yang selalu saja mau menjadi tempat berlindung Febi,yang sudah pasti akhirnya dia yang akan tersiksa


Naima melamun dan berdiam diri hingga dirinya tidak menyadari jika ponselnya bergetar


cukup lama Naima berdiam diri,ia baru sadar jika saat ini sudah larut,Naima melihat ponselnya dan melihat waktu menunjukan pukul sepuluh malam,Naima berlari menuju cafe dimana Febi dan juga Arif berada namun sesampainya di sana cafe itu sudah tutup Febi dan Arif sudah tidak berada di sana


Naima" astaga mereka pasti sudah kembali,bagaimana ini,aku akan pulang naik apa,aku tidak punya uang sepeser pun


Naima sangat kesal,ia mencoba menghubungi Febi namun tak ada jawaban dari kakak nya itu,Naima pun mencoba menelepon Arif dan sama tidak ada jawaban dari nya


Naima" argh (kesal) kenapa mereka tega meninggalkan ku


cairan bening mulai mengalir di pipi mulus Naima,Naima berjalan kaki menuju rumahnya,yang sangat jauh dari tempat nya berada sekarang


Naima berjalan terus dan berdoa jika ia bertemu ornag yang bisa membantunya


kaki Naima terasa sangat sakit sekali karena berjalan,Naima beristirahat di pinggiran jalan untuk menghilangkan rasa sakit di kakinya


pukul dua belas malam Naima sampai di depan rumahnya dan melihat papanya sudah berada di teras sedang menunggu dirinya


Reno" dari mana kamu,kamu tidak pernah berubah,kamu mau jadi apa wanita jam segini baru kembali,kau bilang kamu akan pergi bersama kakak mu,tapi mana kakak mu bilang kamu pergi bersama teman-teman mu


Naima tidak menjawab sedikit pun,ia tahu jika ia menjawab pun semua itu percuma papanya tidak akan percaya


Reno meninggalkan Naima,Naima berjalan dengan menahan rasa sakit kakinya yang sudah memerah dan lecet


sesampainya di kamar Naima mengobati luka-lukanya,karena Naima masih harus bekerja esok


"kak Febi kenapa tidak pernah berubah,kenapa hanya membela diri sendiri,apa salah ku padanya " batin Naima


dengan air mata mengalir Naima memejamkan matanya dan tertidur pulas


_____________________________


TBC


next


jika kalian suka dengan ceritanya jangan lupa kasih like,dan vote kalian buat aku ya

__ADS_1


terimaksih


__ADS_2