Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 126


__ADS_3

enjoy


.


.


.


.


let's read


_____________________________


cyra merasa sangat kesepian, karena kini Rey tidak lagi berada di kampus, kini Rey bekerja dan sudah seminggu cyra sendirian


cyra" kenapa aku harus mengambil jurusan kedokteran ini, tidak seperti mereka, tapi aku tidak suka bekerja seperti mereka


Rizki" Hay key, gimana sudah dapat tempat koas


cyra" sudah


Rizki" kamu setim dengan siapa ?


cyra" dengan kamu dan siapa tadi aku lupa namanya


Rizki" benarkah kita satu tim, coba aku check


Rizki mengecek ponselnya dan mencari nama cyra


Rizki" benar kamu ke tua dalam tim kami


cyra" kenapa harus gue ketuanya kenapa tidak Lo, atau yang lain


Rizki" kamu lebih pintar dan berpengalaman dari pada kami key


cyra" bisa saja kamu Ki, bagaimana kabar sahabatmu di sel ?


Rizki" aku tidak pernah melihatnya key, dia tidak mau bertemu dengan ku, aku ini bodoh atau apa ya key, sudah di tipu,di sakiti, tapi masih saja perduli


cyra" bukan bodoh, itu tandanya kamu setia kawan, walau dia tidak seperti itu


Rizki" aku sangat menyesal dengan semua ke jadian ini


cyra" sudah berlalu Ki, biarkan saja semua akan indah di waktu yang tepat


Rizki" thanks key, key tumben sekali kamu tidak bermain ke fakultas bisnis


cyra" tidak ada yang mau aku ganggu di sana


Rizki" kenapa?


cyra" kedua saudara ku sudah bekerja semua


Rizki" pantas kamu terlihat lesu sepeti itu , bagaimana kita pergi ke rumah sakit saja key, kita lihat tempat kita praktek disana


cyra" bukan ide yang buruk, ayolah


cyra dan Rizki pergi menuju rumah sakit,tempat mereka praktek,


sementara di kantor Radit Rey sedang merasa sangat kewalahan dengan tugas-tugas yang berada di mejanya


Rey" tidak ada yang berniat membatu ku atau apa kah, ini pekerjaan banyak sekali, kenapa tidak sesuai dengan saat belajar


Radit melihat Rey yang sedang bergumam itu hanya tertawa kecil saja


Radit" Rey, ini baru seminggu, ingat pekerjaan mu masih panjang, jangan mengeluh, dan belajar dengan baik,


Rey" baik opgan, Rey hanya merasa berbeda saja,saat praktek seperti ini dan belajar di kampus


Radit" bukan kah teori dan praktek selalu berbeda,ya sudah jika begitu,. biar opgan suruh Anna membatu mu mengerjakan ini


Anna" iya pak ada yang bisa saya bantu


Radit" Anna tolong kamu bantu bapak Rey, untuk mengerjakan tugas-tugas ini, dan kamu ajarkan bagaimana membuat Bagan seperti ini


Anna" baik pak


Rey bekerja dengan sungguh-sungguh dan memperhatikan setiap perkataan yang di katakan oleh Anna


"gue harus bisa, gue tidak boleh mengecewakan , gue pasti bisa" batin Rey, kata-kata itu adalah kata motivasi yang selalu Rey ucapkan saat dirinya mulai lelah


karena ia ingin membuktikan jika dirinya juga bisa bekerja dan membangun perusahaan menjadi lebih baik


ponsel Rey berdering menandakan panggilan masuk, Rey mengangkat tanpa melihat siapa yang menelepon nya


Rey* halo


Ghani* Rey bagaimana kenapa, barang yang kami kirim belum juga sampai


Rey* hah, Lo yakin Ghani, udah Lo cek

__ADS_1


Ghani* sudah dan barang nya masih belum sampai


Rey* tunggu biar aku cek,


Rey melihat di layar komputer nya


Rey* ghan, ini sebentar lagi barang nya sampai tunggu saja, beberapa jam lagi,kami baru perbaikan sistem jadi semua nya sedikit berantakan


Ghani* baik lah, selamat bekerja bro


Rey* thanks bro


hari ini bukan hanya Ghani yang menelepon untuk menyatakan komplain nya pada mereka


Rey mencoba menikmati hari-hari barunya sebagai seorang karyawan, agar dirinya bisa belajar menghadapi masalah nya kelak


hari ini adalah hari terakhir nada untuk mengurus Ghani dan menjaga nya


nada selalu ikut kemana pun Ghani pergi, Samapi di kantor pun nada ikut, walau pun tidak ada pekerjaan yang ia kerjakan, namun ia harus memenuhi janji nya


Ghani" nada kamu bisa duduk diam di sofa itu


nada" ia


nada sudah mulai merasa bosan menunggu ghani bekerja, nada mengeluarkan ponselnya dan melihat beberapa pesan masuk


'danu'


nad kamu sudah lama tidak bekerja, kamu di mana, kami rindu dengan mu


'nada'


aku sedang ada urusan, jadi aku tidak ke kantor, bagaimana syuting nya sudah selesai


'danu'


sebentar lagi, kami merindukan celotehan mu nad 💓💓


'nada'


bisa saja, jadi malu deh nada


Ghani merasa curiga melihat nada yang asik bermain ponsel sambil tersenyum menatap layar ponselnya , karena penasaran Ghani mengambil ponsel nada


Ghani" biar aku lihat (merebut ponsel)


Ghani melihat isi chat nada dengan Danu, sutradara yang membuat iklan untuk perusahaannya


Ghani merasa sangat kesal, Karan melihat kata-kata pada chat itu


Ghani" siapa dia?


nada" bukan urusan mu


Ghani" ini menjadi urusan ku sekarang, siapa dia ?


nada" dia teman ku, kembalikan ponsel ku


Ghani" apa dia kekasihmu ?


nada" bukan urusan mu, dan jangan pernah ikut campur dalam masalahku


Ghani" (kesal) tidak kah kamu mengerti jika aku menyukai mu,


tanpa sadar Ghani mengungkapkan perasaan nya pada nada, yang membuat nada merasa terkejut


Ghani" maaf, bukan maksud ku


nada" maaf


nada mengambil ponselnya dan pergi meninggalkan perusahaan ghani,


Ghani tahu jika nada sudah menolaknya


Ghani merasa sangat patah hati, karena nada sudah menolak nya dan pergi darinya


"aku memang bodoh, seandainya aku tidak sejahat itu, mungkin dia juga akan suka pada ku" batin Ghani


sudah berhari-hari berlalu dan hari ini adalah jadwal pertemuan Ghani dan Alvin , Ghani berusaha sebisa mungkin bersikap biasa saja , begitu pula dengan nada


Alvin" terimakasih pak ghani atas kerja sama nya, saya merasa sangat beruntung bisa bekerja sama dengan perusahaan bapak


Ghani" sama-sama pak, saya juga mengucapkan banyak terimakasih pada bapak


nada memperhatikan Ghani, yang sama sekali tidak melirik nya, bahkan tidak seperti biasanya saat bertemu, tidak tahu kenapa nada merasa sangat kecewa dan ingin menagis melihat sikap Ghani pada nya


setelah selesai pertemuan , nada harus kembali ke kantor sendiri karena Alvin akan pergi bersama nara,


Alvin" kamu naik taksi ya dek, mba mu sudah menagis di rumah, kamu hati-hati mas sudah beri tahu Rudi pekerjaan yang harus dia kerjakan, kamu hanya perlu berikan file ini saja


nada" iya mas

__ADS_1


Alvin meninggalkan nada, yang masih setia berdiri di parkiran itu


Ghani yang melihat nada seolah-olah tidak mengenal nada, dan pergi begitu saja meninggalkan nada


nada" aku yang salah


nada memesan taksi online untuk ia pergi ke kantor nya,di dalam taksi nada tidak bisa menahan rasa sedih nya, nada menangis dalam diam


"aku yang salah, aku yang bodoh, aku juga menyukai mu, tapi tidak tahu kenapa aku merasa takut " batin nada


sesampainya di kantor nada memberi berkas nya pada Rudi dan ia kembali ke ruangan nya


Heru" nad kamu kenapa?


nada" nada patah hati pak


Heru" patah hati kenapa ?


nada" nada ini bodoh ya pak ? (menatap Heru)


Heru" tidak, memang nya kenapa ?


nada" pak jika bapak menyukai seseorang dan seseorang itu menyukai bapak dan dia sudah mengungkapkan nya pada bapak, namun bapak malah meninggalkan nya apa yang bapak fikirkan ?


Heru" saya akan berfikir jika orang itu menolak saya


nada" begitu kah, jadi apa yang harus kita lakukan ?


Heru" jika saya, saya akan datangi orang itu, dan katakan isi hati saya padanya agar dia pun tahu perasaan saya


nada" tapi kan malu pak , kan nada perempuan uups (menutup mulutnya)


Heru" jadi kamu, saya bilang ke pak Alvin nih


nada" jangan pak, jangan nanti nada kena marah pak


Heru" (tertawa) dasar nada, ya sudah Kemabli bekerja


nada pulang ke rumah dengan wajah lemas nya


mami" kamu kenapa nad, lemas sekali


nada" nada lelah mi, pekerjaan banyak sekali hari ini, mba sama mas Alvin belum kembali mi


mami" sudah, kamu sudah makan ?


nada" sudah mi (berbohong)


mami" ya sudah kamu istirahat, mami takut kamu sakit


nada" iya mi


nada masuk ke dalam kamarnya,ia terkejut melihat Nara tidur di kasurnya


nada" mba kok tidur di kamar nada


Nara membuka matanya


Nara" kamu sudah kembali nad, mba rindu sama kamu, jadi mba tidur di sini


nada" ya sudah, nada bebersih dulu


setelah selesai nada ikut berbaring dengan Nara di tempat tidurnya


nada" mba jika wanita mengungkap kan perasaanya pada laki-laki itu memalukan tidak


Nara"(tertawa) kenapa menanyakan itu?


nada" hanya ingin tahu, saja, teman nada meminta saran pada nada


Nara" tidak, dulu mba dan ma Alvin, mba yang mengungkap kan perasaan lebih dulu,karena menunggu mas itu terlalu lama


nada" benarkah


Nara" iya, tidak masalah siapa yang duluan mengungkap kan yang terpenting saling menyukai dan tahu perasaan masing-masing


nada" em begitu


Nara ya sudah tidur , mba udah ngantuk,(memeluk) nada, kamu boleh kok punya pacar tapi ingat pacaran dengan cara yang wajar, mengerti


nada" em


"Baik lah, aku rasa aku, tidak masalah mengungkap kan perasan toh dia sudah mengungkapkan nya lebih dulu" nada sudah bertekad jika dirinya akan mendatangi Ghani dan memberi tahu akan perasaanya pada Ghani


______________________________


TBC


next


jangan lupa kasih like dan komennya buat aku ya, terimakasih

__ADS_1


__ADS_2