
enjoy
.
.
.
.
let's read
_____________________________
cyra merasa sangat kesepian, karena kini Rey tidak lagi berada di kampus, kini Rey bekerja dan sudah seminggu cyra sendirian
cyra" kenapa aku harus mengambil jurusan kedokteran ini, tidak seperti mereka, tapi aku tidak suka bekerja seperti mereka
Rizki" Hay key, gimana sudah dapat tempat koas
cyra" sudah
Rizki" kamu setim dengan siapa ?
cyra" dengan kamu dan siapa tadi aku lupa namanya
Rizki" benarkah kita satu tim, coba aku check
Rizki mengecek ponselnya dan mencari nama cyra
Rizki" benar kamu ke tua dalam tim kami
cyra" kenapa harus gue ketuanya kenapa tidak Lo, atau yang lain
Rizki" kamu lebih pintar dan berpengalaman dari pada kami key
cyra" bisa saja kamu Ki, bagaimana kabar sahabatmu di sel ?
Rizki" aku tidak pernah melihatnya key, dia tidak mau bertemu dengan ku, aku ini bodoh atau apa ya key, sudah di tipu,di sakiti, tapi masih saja perduli
cyra" bukan bodoh, itu tandanya kamu setia kawan, walau dia tidak seperti itu
Rizki" aku sangat menyesal dengan semua ke jadian ini
cyra" sudah berlalu Ki, biarkan saja semua akan indah di waktu yang tepat
Rizki" thanks key, key tumben sekali kamu tidak bermain ke fakultas bisnis
cyra" tidak ada yang mau aku ganggu di sana
Rizki" kenapa?
cyra" kedua saudara ku sudah bekerja semua
Rizki" pantas kamu terlihat lesu sepeti itu , bagaimana kita pergi ke rumah sakit saja key, kita lihat tempat kita praktek disana
cyra" bukan ide yang buruk, ayolah
cyra dan Rizki pergi menuju rumah sakit,tempat mereka praktek,
sementara di kantor Radit Rey sedang merasa sangat kewalahan dengan tugas-tugas yang berada di mejanya
Rey" tidak ada yang berniat membatu ku atau apa kah, ini pekerjaan banyak sekali, kenapa tidak sesuai dengan saat belajar
Radit melihat Rey yang sedang bergumam itu hanya tertawa kecil saja
Radit" Rey, ini baru seminggu, ingat pekerjaan mu masih panjang, jangan mengeluh, dan belajar dengan baik,
Rey" baik opgan, Rey hanya merasa berbeda saja,saat praktek seperti ini dan belajar di kampus
Radit" bukan kah teori dan praktek selalu berbeda,ya sudah jika begitu,. biar opgan suruh Anna membatu mu mengerjakan ini
Anna" iya pak ada yang bisa saya bantu
Radit" Anna tolong kamu bantu bapak Rey, untuk mengerjakan tugas-tugas ini, dan kamu ajarkan bagaimana membuat Bagan seperti ini
Anna" baik pak
Rey bekerja dengan sungguh-sungguh dan memperhatikan setiap perkataan yang di katakan oleh Anna
"gue harus bisa, gue tidak boleh mengecewakan , gue pasti bisa" batin Rey, kata-kata itu adalah kata motivasi yang selalu Rey ucapkan saat dirinya mulai lelah
karena ia ingin membuktikan jika dirinya juga bisa bekerja dan membangun perusahaan menjadi lebih baik
ponsel Rey berdering menandakan panggilan masuk, Rey mengangkat tanpa melihat siapa yang menelepon nya
Rey* halo
Ghani* Rey bagaimana kenapa, barang yang kami kirim belum juga sampai
Rey* hah, Lo yakin Ghani, udah Lo cek
__ADS_1
Ghani* sudah dan barang nya masih belum sampai
Rey* tunggu biar aku cek,
Rey melihat di layar komputer nya
Rey* ghan, ini sebentar lagi barang nya sampai tunggu saja, beberapa jam lagi,kami baru perbaikan sistem jadi semua nya sedikit berantakan
Ghani* baik lah, selamat bekerja bro
Rey* thanks bro
hari ini bukan hanya Ghani yang menelepon untuk menyatakan komplain nya pada mereka
Rey mencoba menikmati hari-hari barunya sebagai seorang karyawan, agar dirinya bisa belajar menghadapi masalah nya kelak
hari ini adalah hari terakhir nada untuk mengurus Ghani dan menjaga nya
nada selalu ikut kemana pun Ghani pergi, Samapi di kantor pun nada ikut, walau pun tidak ada pekerjaan yang ia kerjakan, namun ia harus memenuhi janji nya
Ghani" nada kamu bisa duduk diam di sofa itu
nada" ia
nada sudah mulai merasa bosan menunggu ghani bekerja, nada mengeluarkan ponselnya dan melihat beberapa pesan masuk
'danu'
nad kamu sudah lama tidak bekerja, kamu di mana, kami rindu dengan mu
'nada'
aku sedang ada urusan, jadi aku tidak ke kantor, bagaimana syuting nya sudah selesai
'danu'
sebentar lagi, kami merindukan celotehan mu nad 💓💓
'nada'
bisa saja, jadi malu deh nada
Ghani merasa curiga melihat nada yang asik bermain ponsel sambil tersenyum menatap layar ponselnya , karena penasaran Ghani mengambil ponsel nada
Ghani" biar aku lihat (merebut ponsel)
Ghani melihat isi chat nada dengan Danu, sutradara yang membuat iklan untuk perusahaannya
Ghani merasa sangat kesal, Karan melihat kata-kata pada chat itu
Ghani" siapa dia?
nada" bukan urusan mu
Ghani" ini menjadi urusan ku sekarang, siapa dia ?
nada" dia teman ku, kembalikan ponsel ku
Ghani" apa dia kekasihmu ?
nada" bukan urusan mu, dan jangan pernah ikut campur dalam masalahku
Ghani" (kesal) tidak kah kamu mengerti jika aku menyukai mu,
tanpa sadar Ghani mengungkapkan perasaan nya pada nada, yang membuat nada merasa terkejut
Ghani" maaf, bukan maksud ku
nada" maaf
nada mengambil ponselnya dan pergi meninggalkan perusahaan ghani,
Ghani tahu jika nada sudah menolaknya
Ghani merasa sangat patah hati, karena nada sudah menolak nya dan pergi darinya
"aku memang bodoh, seandainya aku tidak sejahat itu, mungkin dia juga akan suka pada ku" batin Ghani
sudah berhari-hari berlalu dan hari ini adalah jadwal pertemuan Ghani dan Alvin , Ghani berusaha sebisa mungkin bersikap biasa saja , begitu pula dengan nada
Alvin" terimakasih pak ghani atas kerja sama nya, saya merasa sangat beruntung bisa bekerja sama dengan perusahaan bapak
Ghani" sama-sama pak, saya juga mengucapkan banyak terimakasih pada bapak
nada memperhatikan Ghani, yang sama sekali tidak melirik nya, bahkan tidak seperti biasanya saat bertemu, tidak tahu kenapa nada merasa sangat kecewa dan ingin menagis melihat sikap Ghani pada nya
setelah selesai pertemuan , nada harus kembali ke kantor sendiri karena Alvin akan pergi bersama nara,
Alvin" kamu naik taksi ya dek, mba mu sudah menagis di rumah, kamu hati-hati mas sudah beri tahu Rudi pekerjaan yang harus dia kerjakan, kamu hanya perlu berikan file ini saja
nada" iya mas
__ADS_1
Alvin meninggalkan nada, yang masih setia berdiri di parkiran itu
Ghani yang melihat nada seolah-olah tidak mengenal nada, dan pergi begitu saja meninggalkan nada
nada" aku yang salah
nada memesan taksi online untuk ia pergi ke kantor nya,di dalam taksi nada tidak bisa menahan rasa sedih nya, nada menangis dalam diam
"aku yang salah, aku yang bodoh, aku juga menyukai mu, tapi tidak tahu kenapa aku merasa takut " batin nada
sesampainya di kantor nada memberi berkas nya pada Rudi dan ia kembali ke ruangan nya
Heru" nad kamu kenapa?
nada" nada patah hati pak
Heru" patah hati kenapa ?
nada" nada ini bodoh ya pak ? (menatap Heru)
Heru" tidak, memang nya kenapa ?
nada" pak jika bapak menyukai seseorang dan seseorang itu menyukai bapak dan dia sudah mengungkapkan nya pada bapak, namun bapak malah meninggalkan nya apa yang bapak fikirkan ?
Heru" saya akan berfikir jika orang itu menolak saya
nada" begitu kah, jadi apa yang harus kita lakukan ?
Heru" jika saya, saya akan datangi orang itu, dan katakan isi hati saya padanya agar dia pun tahu perasaan saya
nada" tapi kan malu pak , kan nada perempuan uups (menutup mulutnya)
Heru" jadi kamu, saya bilang ke pak Alvin nih
nada" jangan pak, jangan nanti nada kena marah pak
Heru" (tertawa) dasar nada, ya sudah Kemabli bekerja
nada pulang ke rumah dengan wajah lemas nya
mami" kamu kenapa nad, lemas sekali
nada" nada lelah mi, pekerjaan banyak sekali hari ini, mba sama mas Alvin belum kembali mi
mami" sudah, kamu sudah makan ?
nada" sudah mi (berbohong)
mami" ya sudah kamu istirahat, mami takut kamu sakit
nada" iya mi
nada masuk ke dalam kamarnya,ia terkejut melihat Nara tidur di kasurnya
nada" mba kok tidur di kamar nada
Nara membuka matanya
Nara" kamu sudah kembali nad, mba rindu sama kamu, jadi mba tidur di sini
nada" ya sudah, nada bebersih dulu
setelah selesai nada ikut berbaring dengan Nara di tempat tidurnya
nada" mba jika wanita mengungkap kan perasaanya pada laki-laki itu memalukan tidak
Nara"(tertawa) kenapa menanyakan itu?
nada" hanya ingin tahu, saja, teman nada meminta saran pada nada
Nara" tidak, dulu mba dan ma Alvin, mba yang mengungkap kan perasaan lebih dulu,karena menunggu mas itu terlalu lama
nada" benarkah
Nara" iya, tidak masalah siapa yang duluan mengungkap kan yang terpenting saling menyukai dan tahu perasaan masing-masing
nada" em begitu
Nara ya sudah tidur , mba udah ngantuk,(memeluk) nada, kamu boleh kok punya pacar tapi ingat pacaran dengan cara yang wajar, mengerti
nada" em
"Baik lah, aku rasa aku, tidak masalah mengungkap kan perasan toh dia sudah mengungkapkan nya lebih dulu" nada sudah bertekad jika dirinya akan mendatangi Ghani dan memberi tahu akan perasaanya pada Ghani
______________________________
TBC
next
jangan lupa kasih like dan komennya buat aku ya, terimakasih
__ADS_1