
selamat membaca
.
.
.
.
enjoy
📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖📖
ponsel Rey sudah sangat berisik sekali, membuat Rey mau tidak mu membuka matanya,
Rey" siapa sih sepagi ini menelepon tidak tahu apa adzan subuh saja belum
Rey mengangkat panggilan itu dengan kesal
Rey* halo!
Rara*waw galak sekali uncle Rey ini
Rey*ada apa kak, kita hanya bersebelahan kamar kenapa harus menelpon, ini masih sangat pagi kak adzan subuh saja belum
Rara*(menarik nafas) apa kamu bilang adzan subuh saja belum, kamu tahu sebentar lagi adzan zuhur , coba lihat jam di kamar mu (kesal) cepat bangun jemput aku dan bunda dari rumah sakit secepatnya!!
Rara mengakhiri panggilannya
dengan tak percaya Rey melihat jam di kamarnya, dan ia sangat terkejut, Rey langsung berlari masuk kedalam kamar mandi dan bersiap untuk menjemput Rara dan juga bunda nya
sesampai nya rey di rumah sakit Rara dan cha-cha langsung masuk kedalam mobil Rey karena mereka sudah sedari tadi menunggu
Rey" bunda kenapa tidak bangunkan Rey
cha-cha" Rey kamu tahu, jika pintu mu bisa mengeluh mungkin keluhannya hari ini sudah banyak dan bisa di jadikan majalah (kesal)
Rey"(tertawa) maaf Bun, baby kean di mana kak
Rara" di rumah eyang nya
Rey" kenapa tidak di bawa
Rara" tidak, lebih baik dia di tinggal, kakak takut jika membawa baby kean ke rumah sakit
Rey" jadi kita menjemput baby kean dulu ?
Rara" tentu uncle Rey
baby kean kini menjadi pusat perhatian setiap keluarga mereka mencurahkan banyak kasih sayang untuk baby kean, hal itu sangat di syukuri oleh taya dan juga rara, namun ada saja hal yang membuat mereka menjadi repot mereka harus bergantian setiap seminggu sekali untuk menginap di rumah Rara dan rumah taya Karan me dua orang tua itu tidak mau berpisah dengan mainan baru mereka
taya sedang sibuk-sibuknya di kantor membuat dirinya jarang ada waktu untuk bermain bersama Kean, karena kantornya sedang banyak-banyak nya proyek baru
taya " jadi saya akan serahkan ke bapak Arif untuk pekerjaan Dangan perusahan advertising yang sedang mengerjakan proyek yang kemarin atau ada yang lain
Ghani" biar saya saja pak, Karana pak sudah memegang bagian yang lain, jadi biar saya saja
"tidak biasanya Ghani seperti ini" batin taya
taya" baik lah jika begitu, saya mau bapak Ghani siang ini datang ke lokasi tempat mereka membuat iklan karena pihak mereka meminta kita untuk datang
Ghani" baik lah pak
setelah selesai rapat Ghani menerima pesan singkat dari Fahri yang memberi tahu jika dirinya sedang sakit
mendapat pesan itu Ghani langsung menghubungi saudara kembarnya itu
ghani* pantas saja perasaan gue dari semalam tidak enak ternyata Lo lagi sakit
Fahri* tolong beritahu mom, gue coba hubungi tapi tidak bisa
Ghani* baiklah Abang ku yang berbeda beberapa menit saja
Fahri*bagai mana dengan nada, apa kamu sudah berhasil mendekatinya ,
Ghani* belum, susah sekali mendekati nya, aku merasa hampir frustasi di buatnya
Fahri* jangan menyerah,lo tahu ghan di sini ternyata ada wanita cantik, tapi sayang Seperi nya IQ nya rendah, dia sangat ceroboh tapi dia sangat jujur dan baik
Ghani*(tertawa) wah ada yang sudah mulai move on sepertinya
Fahri* harus bukan kah hidup harus terus maju, lagi pula gue tidak mau bernasib seperti Lo,yang harus di jodoh kan oleh dad (tertawa)
__ADS_1
Ghani* sialan lo, siapa wanita itu ber IQ rendah itu ,gue heran kok bisa perusahaan kita dapat karyawan begitu
Fahri* rahasia, saat Lo sudah jadi sama nada gue akan kasih tahu sebagai kado selamat dari gue
Ghani* terserah Lo ri, ya sudah gue akan kasih tahu mom, tapi jangan menyalahkan gue kalo mom datang ke sana
Fahri* mungkin itu yang gue butuhkan
Ghani* ya sudah gue mau,pergi ke perusahaan nya nada dulu, baik-baik Lo di sana.
Fahri* ya , selamat berjuang
keduanya mengakhiri panggilan
Ghani bersama Andi pergi menuju perusahaan Alvin, sesampainya di sana karena tidak memberi kabar Ghani dan Andi harus menunggu
resepsionis" mohon di tunggu pak, karena sekertaris bapak Alvin sedang menuju kemari
Ghani sangat senang dia akan bertemu nada, namun Ghani sangat kecewa karena bukan nada yang datang melainkan seorang pria
Heru" maaf pak Ghani, silahkan ikut saya bapak Alvin sudah menunggu
Ghani mengikuti Heru Dangan tidak semangat sepeti tadi,
Ghani" bukankah sekertaris bapak Alvin wanita ?
Heru"(tersenyum) bukan pak ,tapi saya jika yang wanita itu hanya membantu saya
ghani" di mana dia ?
Heru" nada. maksud bapak ?
ghani" iya
Heru" dia sedang mengawasi syuting iklan di lapangan pak
Sesampainya di ruangan Alvin Ghani langsung di persilahkan masuk
Alvin" kenapa tidak memberi kabar Vin jika ingin kemari
Ghani" ya mas, gimana sih kan kalian yang meminta kami untuk datang
Alvin" astaga aku lupa, ya sudah mari kita lihat proses pembuatan iklan nya
Alvin dan ghani menuju tempat pembuatan iklan
Alvin" nada (memanggil)
nada mendekat pada Alvin dan Ghani
nada" iya pak
Alvin" bagaimana ? ini bapak Alvin ingin melihat prosesnya kamu bisa bawa dia untuk berkeliling melihat prosesnya
nada" baik pak, mari pak ikut dengan saya
Alvin" jika begitu saya tinggal sebentar ya oak Ghani jika ada yang kurang atau kurang sesuai silahkan beri tahu pada nada
Ghani" baik pak alvin
alvin meninggalkan Ghani bersama nada
Ghani" Andi kamu tetap di sini, dan jangan mengikuti saya (berbisik)
Andi" baik pak
Ghani meninggalkan Andi sendirian di tempat syuting itu
nada menjelaskan semua nya pada alvin,
nada" kenalkan ini sutradara yang bertanggung jawab atas iklan Anda pak
Ghani menjabat tangan sutradara itu , yang terlihat berbeda caranya memandang nada
Ghani melihat proses syuting yang sedang berlangsung namun bukanya proses syuting yang ia lihat namun ia malah teralihkan oleh nada yang sedang berbincang sangat akrab
dengan sutradara itu
Ghani merasa kesal melihat hal, itu dimana nada terus tertawa, berbincang dan terkadang sutradara itu mengambil kesempatan untuk menyentuh nada
Ghani merasa terbakar melihat hal itu, membuatnya ingin sekali memukul wajah sutradara itu
setelah selesai nada hendak berjalan ke arah Ghani namun kakinya tersandung pada kabel yang berserakan di lantai melihat nada akan terjatuh dan tertumpah setumpuk kayu Ghani langsung berlari untuk menyelamatkan nada
__ADS_1
brak
Ghani terjatuh tidak sadarkan diri dengan darah yang sudah mengucur di kepalanya
nada" pak, pak pak ghani (panik)
semua orang langsung membatu Ghani dan segera membawa nya ke rumah sakit
setelah sampai di rumah sakit Ghani langsung di tangani , nada terus menagis sambil terus memegang jas ghani di tangannya
Alvin" sudah lah nad, tidak perlu menagis seperti itu, ini semua hanya kecelakaan saja
nada" tapi mas, pak Ghani seperti itu karena kecerobohan nada
Alvin" ya sudah kamu duduk jangan mondar mandir seperti itu
suster" keluarga bapak Ghani
nada" saya sus
suster" silahkan urus semua administrasi Karana bapak Ghani sudah boleh pulang karena luka nya tidak parah dan semaunya baik-baik saja
nada" alhamdulilah terimakasih sus
nada hendak membayar biaya pengobatan namun Andi lebih dulu melakukan itu, Andi meminta nada untuk membatu Ghani saja untuk keluar dari IGD
nada" apa sudah tidak terasa sakit ? (cemas)
Ghani" sedikit
nada" maaf, Karana kecerobohan ku kamu jadi terluka
Ghani" tidak masalah
nada" ayo biar aku bantu, kita tunggu asisten mu mengurus semuanya
nada memapah Ghani untuk berjalan
"perasaan yang terluka kepala ku, kenapa dia yang jadi bodoh, kenapa harus di papah, ah tidak apa-apa aku suka Dnegan ini "
nada" kita duduk di sini saja sambil menunggu asisten mu
Ghani" nada
nada" iya, ada yang masih sakit ?
nada memeriksa wajah dan lengan Ghani , Ghani memegang tangan nada
Ghani" hentikan
nada" maaf, bukan bermaksud memegang mu,maaf aku benar benar meminta maaf
Ghani"(menghela nafas) aku yang seharusnya meminta maaf, aku sudah banyak melakukan kesalahan pada mu, nada (menatap nada) maaf atas semua kesalahan ku dulu, aku tahu aku sangat keterlaluan, mungkin kamu masih merasa takut pada ku, tapi asal kamu tahu aku sungguh menyesal pernah melakukan kesalahan pada mu dulu
nada merasa jantungnya berdetak lebih cepat saat di tatap oleh Ghani dengan jarak sedekat itu
" ya ampun apa aku terkena serangan jantung, kenapa begini rasanya " batin nada
Ghani" apa kamu mau memaafkan aku?
nada" em,em aku sudah memaafkan mu, tapi
Ghani" tapi apa?
nada" tapi aku juga minta maaf Karana aku kamu jadi terluka , aku berjanji akan merawat mu sampai luka mu sembuh aku janji
Ghani" tidak perlu, aku malah akan merepotkan mu
nada" tidak, tidak itu sudah kewajiban ku, aku tidak merasa direpotkan sama sekali, aku akan merawat mu sampai luka mu sembuh
Ghani" baik lah jika kamu memaksa
Ghani sangat senang karena iya bersorak Sorai di dalam hati nya dengan girang
" yey... yey sungguh luka ini membawa berkah untuk, ya Allah luka nya sembuhnya sedikit lebih lama ya, agar hamba mu ini bisa dekat dengan nya lebih lama "
Ghani merasa sangat senang kerena Maslah ini ia bisa lebih dekat lagi dengan nada
____________________________
TBC
next
__ADS_1
aku tidak bosan mengingatkan kalian setelah membaca jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya berbentuk apa pun, vote, like,komen atau jadikan cerita ini favorit juga boleh, aku ucapkan terimakasih buat yang sudah membaca
sekali lagi terimakasih