
enjoy
.
.
.
.
.
let's read
💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮
Kiki masih setia menunggu adiknya itu namun alvin belum juga membuka matanya
Kiki sudah menghubungi orang tua mereka memberi tahu ke adaan adiknya itu
walau luka nya tidak seberapa parah, namun kondisi tubuh Alvin lah yang membuat khawatir, yang membuat dirinya harus di rawat beberapa hari di rumah sakit
mama Ervina" bagai mana ke adaan adik kamu bang, kenapa bisa begini ?(menagis)
papa Reza"apa yang terjadi Ki
Kiki menceritakan kejadian nya kepada kedua orang tuanya
papa Reza" apa dia masih berhubungan dengan Nara
Kiki" tidak pa, Kiki pun tak tahu kenapa dia bisa di sana
mama Ervina" kenapa adik mu jadi kurus begini bang
Kiki hanya bisa diam menatap adiknya yang sedang terbaring lemah
papa Reza" apa kata dokter Ki ?
Kiki" luka nya tidak terlalu parah pa, tapi Alvin sepertinya terlalu bekerja keras, hingga ia mengalami dehidrasi dan gejala tipus pa
mama Ervina" ya allah anak mama (menagis)
papa Reza" adik kamu bekerja apa Ki, sampai membuatnya seperti ini
Kiki" Alvin em , dia bekerja di pengiriman barang pa (menundukan kepala) karena iya selalu saja di tolak oleh perusahaan perusahaan di tempat nya melamar
papa Reza" itu salah papa Ki, seandainya saja papa tidak menutup akses untuk adik mu, mungkin dia tidak harus mengalami ini
Kiki" jadi, yang membuat nya tidak di terima adalah papa (kesal) papa keterlaluan pa, papa dan mama boleh marah tapi tidak begini caranya pa,ma lihat Alvin, dia tersiksa Karana itu,mama memusuhinya, papa kiki gak habis pikir dengan pikiran kalian, apa salah Alvin, dia hanya berniat baik, hanya saja caranya salah , dia melalaikan tugas nya Karana ia tidak nyaman di rumah, dan dia harus meminta maaf pada Nara karena mama
ada apa dengan kalian, mana mama,papa yang selalu sayang pada kami, mana ma, pa
mama ervina hanya bisa menangis mendengar kata kata Kiki mama Ervina sangat menyesal dengan perbuatannya
Kiki" ma, Alvin itu anak mama, mana yang mengandung nya, kenapa mama malah memberi hukuman yang sangat berat untuknya ma (berkaca kaca) mama tahu, Alvin selalu bilang jika dia anak tidak berguna dan selalu saja menyusahkan kalian , tapi asal kalian tahu, Alvin adalah adik Kiki yang paling kuat, dan dia bahkan tidak pernah mengeluh, walau Kiki tahu dia sedang bersedih ma,pa
papa Reza" maaf kan papa Ki, seharusnya papa tidak egois
Kiki" (tertawa) minta maaf, mudah sekali papa bilang begitu, kemana papa saat Alvin butuh keluarganya,butuh dukungan dari kalian , mama, papa pikir saat Alvin di tinggalkan Nara dia tidak sedih, dia sangat sedih ma,pa
jika Kiki berada di posisi Alvin mungkin Kiki Tidka akan bisa sepertinya
"ceramah Lo bagus bang (tertawa)"
semua melihat ke tempat pembaringan Alvin
mama Ervina" kamu sudah bangun nak (menagis) maaf kan mama nak (memeluk)
Alvin" aw ma, sakit
mama Ervina" maaf nak,maaf mana yang sakit nak
Alvin" ma, maaf kan Alvin ya (tersenyum) jangan pernah diam pada Alvin lagi ya
mama Ervina hanya bisa menagis dan memeluk putranya itu
Alvin" jangan dengerin Abang ma, dia suka ngarang (tersenyum) pa, maafin Alvin ya
__ADS_1
papa Reza langsung memeluk anaknya itu
tanpa berkata apa pun
Alvin" bang Lo gak mau peluk gue
Kiki" dasar Lo sialan
Kiki pun ikut memeluk adiknya itu sambil menagis
Alvin" jangan pada menagis kenapa, Alvin kan belum meninggal
Kiki" diam Lo dek, awas Lo buat gue jantungan lagi, gue suruh dokter suntik mati beneran Lo dek
Alvin" sorry bang, ngomong ngomong Nara mana ? (menatap anggota keluarga nya)
mama Ervina" memang tadi dia di sini
Alvin" bang?
Kiki" udah gue usir, gue kesel puas Lo
mama Ervina" Kiki kamu ini, kenapa di usir, kamu ini ya (menjewer telinga )
Kiki" aduh ma, aduh ma sakit ma
papa Reza" apa yang kamu lakukan. di rumah Nara sampai terjadi sepeti ini Vin
Alvin" Alvin mengantar barang pa, dan tidak sengaja mendengar Nara meminta tolong
papa Reza" bodoh,(memeluk) maaf kan papa Vin
Alvin" kenapa minta maaf pa, papa tidak ada salah pada Alvin, seharusnya Alvin yang meminta maaf
papa" setelah keluar dari rumah sakit kamu ikut papa dan mama pulang
Alvin" enggak pa, Alvin nyaman tinggal sama Abang, dan Alvin masih ada kontrak dengan tempat bekerja Alvin pa
papa Reza" tinggalkan kita bayar kontraknya dan kembali ke perusahaan
Alvin" tidak pa, Alvin harus bertanggung jawab dengan pekerjaan Alvin
Kiki" sebenar nya tidak, cuma Karana kasihan ya sudah deh gak apa apa , lumayan ada yang bantuin nyapu rumah
Alvin" sialan Lo bang
malam sudah tiba mama Ervina dan papa Reza sudah meninggalkan rumah sakit, hanya tinggal Kiki yang menemani Alvin
Alvin" bang, ponsel gue mana ?
Kiki" astagfirloh dek masih sama nara,gue lupa ngambilnya
Alvin" ya sudah bang gue pinjem ponsel Lo buat ngasih kabar ke tempat kerja
Kiki" udah gue kasih tahu, dan Lo di izinin sampai Lo sembuh
Alvin" thanks bang
Kiki" udah tidur udah malam , gue gak mau kena marah dokter cuma gara gara Lo belum tidur ya
Alvin hanya tersenyum melihat ke arah kakak nya
ke esokkan paginya Nara sudah bersiap siap untuk ke rumah sakit, dengan niat mengembalikan ponsel dan jaket
setelah selesai Nara buru buru untuk pergi
Nara" mi Nara pergi ya (bertriak)
mami" hati hati, ingat nanti jam dua polisi akan datang nak
Nara" iya
Nara yang di antar oleh pak Idris menuju ke rumah sakit merasa sedikit takut takut jika dirinya akan di usir oleh Kiki sepeti kemarin namun dirinya sudah bertekad untuk terus maju
sesampainya di rumah sakit Nara bertanya pada bagian informasi untuk mengetahui ruang rawat Alvin
informasi" pasien atas nama siapa mba
__ADS_1
Nara" Alvin, dia baru masuk kemarin Karana luka senjata tajam mba
informasi" tunggu sebentar , Alvin berada di kamar tiga kosong dua lantai tiga mba
Nara" terimakasih
nara menaiki lift menuju ruangan Alvin , sesampainya di lantai itu Nara mulai mencari nomor kamar Alvin
Nara" ini dia (menarik nafas)
Nara mengetuk pintu itu namun tak ada jawaban Nara membuka pintu itu
Alvin" kok balik lagi bang, katanya Lo telat cepet bang bantuin gue pasang perban ini susah (tanpa menoleh)
Nara langsung membatu Alvin memasang perban pada lengannya
Alvin melihat jari yang sedang memasang perbannya itu,
Alvin" Nara (berbalik)
Nara menundukan kepalanya
Alvin" sorry sorry kirain bang Kiki,maaf jadi ngerepotin
Nara" maaf vin, sini aku bantu
Nara melanjutkan memasang perban pada lengan Alvin, Nara tidak bisa membendung air matanya kini air mata nya mulai mengalir dengan derasnya
Alvin" hey kenapa menagis ? aku baik baik saja
Nara" maaf aku terlalu bodoh, aku yang salah , aku yang bodoh
Alvin"(tersenyum) kamu memang bodoh ,sudah jangan menagis
Nara" apa kamu memaafkan ku
Alvin" em, cepat selesaikan aku sudah merasa dingin
Nara menyelesaikan tugasnya setelah selesai Nara membantu Alvin mengunakan baju ...
Alvin" na maaf kan bang Kiki ya ,terkadang bang Kiki suka lepas kontrol kalo marah
Nara"(tersenyum) tidak apa apa Vin, itu wajar, aku memang salah
Alvin" Nara, maaf kan aku, aku terlalu sering mengecewakan mu,
Nara menggelengkan kepalanya
Alvin" apa kamu memaafkan ku,
Nara mengangguk
Alvin" apa kamu, berbaikan dengan ku
Nara kembali mengangguk
Alvin" bisa tidak kamu menjawab, tidak hanya menganggukkan kepala
Nara"Vin
Alvin" apa ?
Nara" aku juga minta maaf, aku terlalu egois aku hanya memikirkan perasaan ku saja, tidak melihat jika kamu juga menderita
Alvin" sudah lah na, yang sudah ya sudah, kita mulai semua dari awal, dengan cara yang baik
Nara" terimakasih Vin
Alvin" teman (mengulurkan tangan)
Nara" teman
"dia sudah tidak mencintai ku, sudah lah bisa menjadi temannya saja sudah lebih baik, walau aku harus memendam rasa ku " batin Nara
_________________________________
TBC
__ADS_1
next
terimakasih