Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 92


__ADS_3

enjoy


.


.


.


.


.


let's read


💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮💮


Kiki masih setia menunggu adiknya itu namun alvin belum juga membuka matanya


Kiki sudah menghubungi orang tua mereka memberi tahu ke adaan adiknya itu


walau luka nya tidak seberapa parah, namun kondisi tubuh Alvin lah yang membuat khawatir, yang membuat dirinya harus di rawat beberapa hari di rumah sakit


mama Ervina" bagai mana ke adaan adik kamu bang, kenapa bisa begini ?(menagis)


papa Reza"apa yang terjadi Ki


Kiki menceritakan kejadian nya kepada kedua orang tuanya


papa Reza" apa dia masih berhubungan dengan Nara


Kiki" tidak pa, Kiki pun tak tahu kenapa dia bisa di sana


mama Ervina" kenapa adik mu jadi kurus begini bang


Kiki hanya bisa diam menatap adiknya yang sedang terbaring lemah


papa Reza" apa kata dokter Ki ?


Kiki" luka nya tidak terlalu parah pa, tapi Alvin sepertinya terlalu bekerja keras, hingga ia mengalami dehidrasi dan gejala tipus pa


mama Ervina" ya allah anak mama (menagis)


papa Reza" adik kamu bekerja apa Ki, sampai membuatnya seperti ini


Kiki" Alvin em , dia bekerja di pengiriman barang pa (menundukan kepala) karena iya selalu saja di tolak oleh perusahaan perusahaan di tempat nya melamar


papa Reza" itu salah papa Ki, seandainya saja papa tidak menutup akses untuk adik mu, mungkin dia tidak harus mengalami ini


Kiki" jadi, yang membuat nya tidak di terima adalah papa (kesal) papa keterlaluan pa, papa dan mama boleh marah tapi tidak begini caranya pa,ma lihat Alvin, dia tersiksa Karana itu,mama memusuhinya, papa kiki gak habis pikir dengan pikiran kalian, apa salah Alvin, dia hanya berniat baik, hanya saja caranya salah , dia melalaikan tugas nya Karana ia tidak nyaman di rumah, dan dia harus meminta maaf pada Nara karena mama


ada apa dengan kalian, mana mama,papa yang selalu sayang pada kami, mana ma, pa


mama ervina hanya bisa menangis mendengar kata kata Kiki mama Ervina sangat menyesal dengan perbuatannya


Kiki" ma, Alvin itu anak mama, mana yang mengandung nya, kenapa mama malah memberi hukuman yang sangat berat untuknya ma (berkaca kaca) mama tahu, Alvin selalu bilang jika dia anak tidak berguna dan selalu saja menyusahkan kalian , tapi asal kalian tahu, Alvin adalah adik Kiki yang paling kuat, dan dia bahkan tidak pernah mengeluh, walau Kiki tahu dia sedang bersedih ma,pa


papa Reza" maaf kan papa Ki, seharusnya papa tidak egois


Kiki" (tertawa) minta maaf, mudah sekali papa bilang begitu, kemana papa saat Alvin butuh keluarganya,butuh dukungan dari kalian , mama, papa pikir saat Alvin di tinggalkan Nara dia tidak sedih, dia sangat sedih ma,pa


jika Kiki berada di posisi Alvin mungkin Kiki Tidka akan bisa sepertinya


"ceramah Lo bagus bang (tertawa)"


semua melihat ke tempat pembaringan Alvin


mama Ervina" kamu sudah bangun nak (menagis) maaf kan mama nak (memeluk)


Alvin" aw ma, sakit


mama Ervina" maaf nak,maaf mana yang sakit nak


Alvin" ma, maaf kan Alvin ya (tersenyum) jangan pernah diam pada Alvin lagi ya


mama Ervina hanya bisa menagis dan memeluk putranya itu


Alvin" jangan dengerin Abang ma, dia suka ngarang (tersenyum) pa, maafin Alvin ya

__ADS_1


papa Reza langsung memeluk anaknya itu


tanpa berkata apa pun


Alvin" bang Lo gak mau peluk gue


Kiki" dasar Lo sialan


Kiki pun ikut memeluk adiknya itu sambil menagis


Alvin" jangan pada menagis kenapa, Alvin kan belum meninggal


Kiki" diam Lo dek, awas Lo buat gue jantungan lagi, gue suruh dokter suntik mati beneran Lo dek


Alvin" sorry bang, ngomong ngomong Nara mana ? (menatap anggota keluarga nya)


mama Ervina" memang tadi dia di sini


Alvin" bang?


Kiki" udah gue usir, gue kesel puas Lo


mama Ervina" Kiki kamu ini, kenapa di usir, kamu ini ya (menjewer telinga )


Kiki" aduh ma, aduh ma sakit ma


papa Reza" apa yang kamu lakukan. di rumah Nara sampai terjadi sepeti ini Vin


Alvin" Alvin mengantar barang pa, dan tidak sengaja mendengar Nara meminta tolong


papa Reza" bodoh,(memeluk) maaf kan papa Vin


Alvin" kenapa minta maaf pa, papa tidak ada salah pada Alvin, seharusnya Alvin yang meminta maaf


papa" setelah keluar dari rumah sakit kamu ikut papa dan mama pulang


Alvin" enggak pa, Alvin nyaman tinggal sama Abang, dan Alvin masih ada kontrak dengan tempat bekerja Alvin pa


papa Reza" tinggalkan kita bayar kontraknya dan kembali ke perusahaan


Alvin" tidak pa, Alvin harus bertanggung jawab dengan pekerjaan Alvin


Kiki" sebenar nya tidak, cuma Karana kasihan ya sudah deh gak apa apa , lumayan ada yang bantuin nyapu rumah


Alvin" sialan Lo bang


malam sudah tiba mama Ervina dan papa Reza sudah meninggalkan rumah sakit, hanya tinggal Kiki yang menemani Alvin


Alvin" bang, ponsel gue mana ?


Kiki" astagfirloh dek masih sama nara,gue lupa ngambilnya


Alvin" ya sudah bang gue pinjem ponsel Lo buat ngasih kabar ke tempat kerja


Kiki" udah gue kasih tahu, dan Lo di izinin sampai Lo sembuh


Alvin" thanks bang


Kiki" udah tidur udah malam , gue gak mau kena marah dokter cuma gara gara Lo belum tidur ya


Alvin hanya tersenyum melihat ke arah kakak nya


ke esokkan paginya Nara sudah bersiap siap untuk ke rumah sakit, dengan niat mengembalikan ponsel dan jaket


setelah selesai Nara buru buru untuk pergi


Nara" mi Nara pergi ya (bertriak)


mami" hati hati, ingat nanti jam dua polisi akan datang nak


Nara" iya


Nara yang di antar oleh pak Idris menuju ke rumah sakit merasa sedikit takut takut jika dirinya akan di usir oleh Kiki sepeti kemarin namun dirinya sudah bertekad untuk terus maju


sesampainya di rumah sakit Nara bertanya pada bagian informasi untuk mengetahui ruang rawat Alvin


informasi" pasien atas nama siapa mba

__ADS_1


Nara" Alvin, dia baru masuk kemarin Karana luka senjata tajam mba


informasi" tunggu sebentar , Alvin berada di kamar tiga kosong dua lantai tiga mba


Nara" terimakasih


nara menaiki lift menuju ruangan Alvin , sesampainya di lantai itu Nara mulai mencari nomor kamar Alvin


Nara" ini dia (menarik nafas)


Nara mengetuk pintu itu namun tak ada jawaban Nara membuka pintu itu


Alvin" kok balik lagi bang, katanya Lo telat cepet bang bantuin gue pasang perban ini susah (tanpa menoleh)


Nara langsung membatu Alvin memasang perban pada lengannya


Alvin melihat jari yang sedang memasang perbannya itu,


Alvin" Nara (berbalik)


Nara menundukan kepalanya


Alvin" sorry sorry kirain bang Kiki,maaf jadi ngerepotin


Nara" maaf vin, sini aku bantu


Nara melanjutkan memasang perban pada lengan Alvin, Nara tidak bisa membendung air matanya kini air mata nya mulai mengalir dengan derasnya


Alvin" hey kenapa menagis ? aku baik baik saja


Nara" maaf aku terlalu bodoh, aku yang salah , aku yang bodoh


Alvin"(tersenyum) kamu memang bodoh ,sudah jangan menagis


Nara" apa kamu memaafkan ku


Alvin" em, cepat selesaikan aku sudah merasa dingin


Nara menyelesaikan tugasnya setelah selesai Nara membantu Alvin mengunakan baju ...


Alvin" na maaf kan bang Kiki ya ,terkadang bang Kiki suka lepas kontrol kalo marah


Nara"(tersenyum) tidak apa apa Vin, itu wajar, aku memang salah


Alvin" Nara, maaf kan aku, aku terlalu sering mengecewakan mu,


Nara menggelengkan kepalanya


Alvin" apa kamu memaafkan ku,


Nara mengangguk


Alvin" apa kamu, berbaikan dengan ku


Nara kembali mengangguk


Alvin" bisa tidak kamu menjawab, tidak hanya menganggukkan kepala


Nara"Vin


Alvin" apa ?


Nara" aku juga minta maaf, aku terlalu egois aku hanya memikirkan perasaan ku saja, tidak melihat jika kamu juga menderita


Alvin" sudah lah na, yang sudah ya sudah, kita mulai semua dari awal, dengan cara yang baik


Nara" terimakasih Vin


Alvin" teman (mengulurkan tangan)


Nara" teman


"dia sudah tidak mencintai ku, sudah lah bisa menjadi temannya saja sudah lebih baik, walau aku harus memendam rasa ku " batin Nara


_________________________________


TBC

__ADS_1


next


terimakasih


__ADS_2