
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
rara sangat sedih karena keluarga nya akan pulang ke Indonesia
namun di sisi lain dirinya juga senang karena akhirnya mereka bebas dari gangguan
pak Lukman" kalian baik baik di sini,jika ada masalah langsung kasih kabar,jika ada hal baik juga kasih kabar
taya* iya pak
Abi" ingat taya, jangan kamu buat Rara menangis lagi,dan masalah perjanjian kita lupakan saja
rara" perjanjian ?
Abi" tanya kan saja pada suami mu,jaga diri kamu ya kak, (memeluk)
rara" iya pa, pasti,papa juga sehat sehat ya
cha-cha" kakak, jangan nakal di sini, nanti kalo ada kabar baik langsung kasih tahu bunda ya (terkekeh)
rara" iya Bun iya,
Fani" kak, punya anak nya agak lama ya, omcan belum mau jadi uyut kak
Radit" gak apa apa kak, punya nya cepet aja, biar cyra jadi nenek (tertawa)
"papa" Fani dan kira sangat kesal jika status mereka di bahas
cyra" ya Allah kenapa hamba, cepat sekali tua, jangan dulu ya Allah, mama sih nikah sama opa opa (mengerucutkan bibir)
melihat tingkah cyra semua orang tertawa
Rey" yah kita mah di panggil uncle , masih keren ketemu di mall di sapa gak malu kalo aunty cyra (tertawa)
cyra" Rey awas kamu (kesal)
taya sangat senang karena dirinya bisa kembali ke keluarganya, dan merasakan betapa bahagianya dirinya sekarang, kembali ke keluarga dan mendapatkan cinta nya
setelah semua keluarga pergi taya dan Rara meninggalkan bandara
rara"mas kita tetap tinggal di rumah atau di apartemen
taya" em... seperti nya kita kembali ke apartemen saja, karena aku tidak mau melihat mu lelah karena mengurus rumah sebesar itu,
rara" (tersenyum) ya ampun suami aku baik banget sih ...
taya" aku memang baik
rara" tapi mas kalau kita tinggal di apartemen seperti tidak punya privasi
taya" kenapa?
rara" ya semua orang bisa masuk kesana dan lagi, di sana kan tidak luas, jika ada tamu bagaimana
taya" kamu benar,tapi jika tinggal di rumah itu artinya kamu harus mau memakai jasa asisten rumah tangga
rara" harus ya,
taya" sayang rumah itu luas, jika kamu sendiri mengurusnya. kamu akan kesusahaan
rara" kita coba selama seminggu jika aku bisa kita akan tinggal di rumah tanpa asisten, jika tidak kita gunakan jasa asisten bagaimana ?
taya" kamu yakin
rara" tentu (tersenyum)
taya" baik lah, kalau begitu kita bereskan barang barang kita dari apartemen
rara" baik lah ...
sesampainya di apartemen Rara langsung mengemas barang barangnya
namun belum selesai mengemas taya mendapat sebuah panggilan yang mengharuskannya untuk datang ke kantor
taya* haruskah saya menghadiri pertemuan ini stev
Steven* iya pak, karena klien kita ingin berbicara dengan bapak secara langsung
taya* baik lah, em stev bisa kamu minta Nara datang ke apartemen, untuk menemani istri ku
Steven" baik lah pak
taya mengakhiri panggilan nya ...
rara" ada apa sayang ...
__ADS_1
taya"( tersenyum) aku suka kamu memanggilku seperti itu,
rara"gombal aja ya , kenapa kamu harus ke kantor ?
taya" iya, Nara akan ke mari, untuk menemani mu
rara"benar kah
taya" iya
rara" yey... terimakasih
tak menunggu lama Nara sudah tiba di apartemen itu
rara" Hay Nara
Nara" ya ampun Rara,maaf ya gue gak tahu jika Lo banyak masalah kemarin
rara" kamu tahu dari mana ?
Nara" dari Fahri
rara" sejak kapan kamu dekat dengan Fahri ?
Nara" sejak,sejak Lo ninggalin gue sendirian di sini
rara"( tertawa) maaf,
Nara" Lo seneng bener lah ilang tanpa kabar
rara" tenang sekarang enggak lagi kok
Nara" dasar, eh jadi gimana sama pak Dimitri
rara" gimana apanya ?
nara" ya elah pura pura enggak tahu, udah honey moon belum (melirik Rara)
pertanyaan Nara membuat wajah Rara langsung memerah
rara" ih apa sih na, sok tahu deh nanya begituan
Nara" yah agaknya belum ini, yah gagal dong gue punya ponakan lucu ,ah Lo mah payah, gercep dong (terkekeh)
rara" kamu itu kesini mau bantu aku atau mau ngeledek sih
Nara"dua dua nya
rara" kamu ini, na gimana hubungan kamu sama Alvin
deg
Nara"(tersenyum) kita udah gak sama sama lagi Ra
rara" apa! kok bisa?
Nara" em panjang ceritanya Ra
rara" em, ya sudah kalau kamu belum mau cerita, kamu yang sabar ya, kapan kamu pisah sama Alvin
Nara" sebulan yang lalu, sudah lah Ra tidak usah bahas itu,Nikita kerjakan saja pekerjaan kita, (tersenyum)
"maaf Ra , gue belum bisa cerita sama Lo, karena ini semua menyangkut lo juga, gue gak mau ngerusak kebahagian Lo" batin Nara
rara dan Nara sudah selesai mengemas barang barang milik Rara dan taya
rara" na, kamu lapar tidak,kita cari makan yuk
Nara" boleh tuh Ra, ni perut udah miss call aja ...
rara" ya sudah ayo
rara dan Nara pergi keluar untuk mencari makan mereka makan siang berdua, dan sambil berbincang
tak terasa hari sudah mulai sore, taya pun sudah kembali ke apartemen ...
dan itu artinya Nara harus berpisah dengan sahabatnya itu
Nara" aku pulang dulu ya Ra
rara" kamu pulang naik apa
Nara" taksi lah nyonya Dimitri
rara" pulang bersama kami saja na
Nara"(tersenyum) tidak usah, kalian kan tidak searah
rara" tapi kan kita bus akan, ya kan (memberi tanda pada taya)
taya" iya bisa
Nara" tidak usah aku bisa pulang sendiri
fahri yang sedari tadi diam memperhatikan ikut angkat bicara
fahri" sudah, Nara biar pulang bersama ku
rara" benar Fahri
__ADS_1
fahri" iya
rara" terimakasih adik ku
fahri" ya sudah kami pulang dulu kak, mas
taya" hati hati ri,antar nona Nara sampai mes dengan selamat
rara" jangan ngebut ya ri, Nara belum nikah
Nara" iya iya, terimakasih sindiran nya nyonya Dimitri (tertawa)
setelah kepergian Nara dan Fahri tinggallah Rara dan taya
rara" em ... mas
taya" iya ada apa ?
rara" em aku boleh bertanya sesuatu ?
taya" apa ?
rara" aku sangat penasaran dengan peti harta Karun yang berada di kamar, dan aku merasa tidak asing dengan kotak itu
taya" lalu
rara" em aku,apa boleh melihat isi nya ?
taya" apa kamu sudah membuka kotak itu?
rara menggelengkan kepalanya dengan cepat
rara" belum, aku takut kamu marah
taya" tidak usah di lihat itu tidak penting
rara" tapi aku penasaran ?
taya" aku bilang tidak usah ya tidak usah,
rara"(sedih) baik lah
taya" ya sudah ayo kita pulang
rara dan taya pulang menuju ke rumah mereka
sebenarnya Rara masih sangat penasaran dengan kotak itu, tapi taya tidak mengizinkan nya untuk melihat
"apa yang dia sembunyikan di kotak itu, kenapa aku tidak boleh melihat kotak itu" batin Rara
yang masih sangat penasaran dengan isi kotak tersebut
sementara Fahri dan Nara tengah sibuk dengan pikiran masing masing di dalam mobil itu kedua saling diam, Fahri yang merasa risih dengan situasi seperti ini akhirnya membuka suara
fahri" apa kamu sudah bercerita pada kakak ?
Nara" belum
fahri" apa kamu baik baik saja sekarang
Nara" lumayan (senyum terpaksa)
fahri" lebih baik kamu beritahu kakak, kalian kan sahabat, aku takut jika kakak tahu dari orang lain kalian malah akan salah paham
Nara" nanti saja ri, Rara dalam ke adaan bahagia dan aku tidak mau merusak kebahagiannya dengan ceritaku
fahri" baiklah itu terserah pada mu
Nara" ri, apa salah jika aku mulai menyukainya,
fahri" tidak, dulu saja kamu menyukai aku, aku tidak masalah(terkekeh)
Nara" dulu kan aku hanya kagum pada mu
fahri" baik lah kakak Nara
Nara" jika kamu menyebut aku seperti lagi, aku cekik leher mu
fahri" astaga kamu galak sekali
Nara tertawa karena ulah Fahri, selama Rara tidak ada Fahri lah yang selalu membantu dan menghibur dirinya
bahkan Nara mengakui jika dirinya pernah suka pada Fahri
namun Fahri, menganggapnya seperti teman.dan Nara pun tidak masalah dengan hak itu
"terimakasih ri, kamu selalu membatu ku, menghibur, kamu adik yang baik, Rara beruntung di kelilingi orang orang yang sayang pada nya tidak seperti ku" dalam hati Nara
___________________________________
TBC
next
hayo hayo siapa yang penasaran ...
di tunggu ya author nya masih nulis lagi hehe
buat yang mau tanya tanya boleh kok chat di grup
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan komen ya terimakasih