Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2 ) 59


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


enjoy


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


rara sangat sedih karena keluarga nya akan pulang ke Indonesia


namun di sisi lain dirinya juga senang karena akhirnya mereka bebas dari gangguan


pak Lukman" kalian baik baik di sini,jika ada masalah langsung kasih kabar,jika ada hal baik juga kasih kabar


taya* iya pak


Abi" ingat taya, jangan kamu buat Rara menangis lagi,dan masalah perjanjian kita lupakan saja


rara" perjanjian ?


Abi" tanya kan saja pada suami mu,jaga diri kamu ya kak, (memeluk)


rara" iya pa, pasti,papa juga sehat sehat ya


cha-cha" kakak, jangan nakal di sini, nanti kalo ada kabar baik langsung kasih tahu bunda ya (terkekeh)


rara" iya Bun iya,


Fani" kak, punya anak nya agak lama ya, omcan belum mau jadi uyut kak


Radit" gak apa apa kak, punya nya cepet aja, biar cyra jadi nenek (tertawa)


"papa" Fani dan kira sangat kesal jika status mereka di bahas


cyra" ya Allah kenapa hamba, cepat sekali tua, jangan dulu ya Allah, mama sih nikah sama opa opa (mengerucutkan bibir)


melihat tingkah cyra semua orang tertawa


Rey" yah kita mah di panggil uncle , masih keren ketemu di mall di sapa gak malu kalo aunty cyra (tertawa)


cyra" Rey awas kamu (kesal)


taya sangat senang karena dirinya bisa kembali ke keluarganya, dan merasakan betapa bahagianya dirinya sekarang, kembali ke keluarga dan mendapatkan cinta nya


setelah semua keluarga pergi taya dan Rara meninggalkan bandara


rara"mas kita tetap tinggal di rumah atau di apartemen


taya" em... seperti nya kita kembali ke apartemen saja, karena aku tidak mau melihat mu lelah karena mengurus rumah sebesar itu,


rara" (tersenyum) ya ampun suami aku baik banget sih ...


taya" aku memang baik


rara" tapi mas kalau kita tinggal di apartemen seperti tidak punya privasi


taya" kenapa?


rara" ya semua orang bisa masuk kesana dan lagi, di sana kan tidak luas, jika ada tamu bagaimana


taya" kamu benar,tapi jika tinggal di rumah itu artinya kamu harus mau memakai jasa asisten rumah tangga


rara" harus ya,


taya" sayang rumah itu luas, jika kamu sendiri mengurusnya. kamu akan kesusahaan


rara" kita coba selama seminggu jika aku bisa kita akan tinggal di rumah tanpa asisten, jika tidak kita gunakan jasa asisten bagaimana ?


taya" kamu yakin


rara" tentu (tersenyum)


taya" baik lah, kalau begitu kita bereskan barang barang kita dari apartemen


rara" baik lah ...


sesampainya di apartemen Rara langsung mengemas barang barangnya


namun belum selesai mengemas taya mendapat sebuah panggilan yang mengharuskannya untuk datang ke kantor


taya* haruskah saya menghadiri pertemuan ini stev


Steven* iya pak, karena klien kita ingin berbicara dengan bapak secara langsung


taya* baik lah, em stev bisa kamu minta Nara datang ke apartemen, untuk menemani istri ku


Steven" baik lah pak


taya mengakhiri panggilan nya ...


rara" ada apa sayang ...

__ADS_1


taya"( tersenyum) aku suka kamu memanggilku seperti itu,


rara"gombal aja ya , kenapa kamu harus ke kantor ?


taya" iya, Nara akan ke mari, untuk menemani mu


rara"benar kah


taya" iya


rara" yey... terimakasih


tak menunggu lama Nara sudah tiba di apartemen itu


rara" Hay Nara


Nara" ya ampun Rara,maaf ya gue gak tahu jika Lo banyak masalah kemarin


rara" kamu tahu dari mana ?


Nara" dari Fahri


rara" sejak kapan kamu dekat dengan Fahri ?


Nara" sejak,sejak Lo ninggalin gue sendirian di sini


rara"( tertawa) maaf,


Nara" Lo seneng bener lah ilang tanpa kabar


rara" tenang sekarang enggak lagi kok


Nara" dasar, eh jadi gimana sama pak Dimitri


rara" gimana apanya ?


nara" ya elah pura pura enggak tahu, udah honey moon belum (melirik Rara)


pertanyaan Nara membuat wajah Rara langsung memerah


rara" ih apa sih na, sok tahu deh nanya begituan


Nara" yah agaknya belum ini, yah gagal dong gue punya ponakan lucu ,ah Lo mah payah, gercep dong (terkekeh)


rara" kamu itu kesini mau bantu aku atau mau ngeledek sih


Nara"dua dua nya


rara" kamu ini, na gimana hubungan kamu sama Alvin


deg


Nara"(tersenyum) kita udah gak sama sama lagi Ra


rara" apa! kok bisa?


Nara" em panjang ceritanya Ra


rara" em, ya sudah kalau kamu belum mau cerita, kamu yang sabar ya, kapan kamu pisah sama Alvin


Nara" sebulan yang lalu, sudah lah Ra tidak usah bahas itu,Nikita kerjakan saja pekerjaan kita, (tersenyum)


"maaf Ra , gue belum bisa cerita sama Lo, karena ini semua menyangkut lo juga, gue gak mau ngerusak kebahagian Lo" batin Nara


rara dan Nara sudah selesai mengemas barang barang milik Rara dan taya


rara" na, kamu lapar tidak,kita cari makan yuk


Nara" boleh tuh Ra, ni perut udah miss call aja ...


rara" ya sudah ayo


rara dan Nara pergi keluar untuk mencari makan mereka makan siang berdua, dan sambil berbincang


tak terasa hari sudah mulai sore, taya pun sudah kembali ke apartemen ...


dan itu artinya Nara harus berpisah dengan sahabatnya itu


Nara" aku pulang dulu ya Ra


rara" kamu pulang naik apa


Nara" taksi lah nyonya Dimitri


rara" pulang bersama kami saja na


Nara"(tersenyum) tidak usah, kalian kan tidak searah


rara" tapi kan kita bus akan, ya kan (memberi tanda pada taya)


taya" iya bisa


Nara" tidak usah aku bisa pulang sendiri


fahri yang sedari tadi diam memperhatikan ikut angkat bicara


fahri" sudah, Nara biar pulang bersama ku


rara" benar Fahri

__ADS_1


fahri" iya


rara" terimakasih adik ku


fahri" ya sudah kami pulang dulu kak, mas


taya" hati hati ri,antar nona Nara sampai mes dengan selamat


rara" jangan ngebut ya ri, Nara belum nikah


Nara" iya iya, terimakasih sindiran nya nyonya Dimitri (tertawa)


setelah kepergian Nara dan Fahri tinggallah Rara dan taya


rara" em ... mas


taya" iya ada apa ?


rara" em aku boleh bertanya sesuatu ?


taya" apa ?


rara" aku sangat penasaran dengan peti harta Karun yang berada di kamar, dan aku merasa tidak asing dengan kotak itu


taya" lalu


rara" em aku,apa boleh melihat isi nya ?


taya" apa kamu sudah membuka kotak itu?


rara menggelengkan kepalanya dengan cepat


rara" belum, aku takut kamu marah


taya" tidak usah di lihat itu tidak penting


rara" tapi aku penasaran ?


taya" aku bilang tidak usah ya tidak usah,


rara"(sedih) baik lah


taya" ya sudah ayo kita pulang


rara dan taya pulang menuju ke rumah mereka


sebenarnya Rara masih sangat penasaran dengan kotak itu, tapi taya tidak mengizinkan nya untuk melihat


"apa yang dia sembunyikan di kotak itu, kenapa aku tidak boleh melihat kotak itu" batin Rara


yang masih sangat penasaran dengan isi kotak tersebut


sementara Fahri dan Nara tengah sibuk dengan pikiran masing masing di dalam mobil itu kedua saling diam, Fahri yang merasa risih dengan situasi seperti ini akhirnya membuka suara


fahri" apa kamu sudah bercerita pada kakak ?


Nara" belum


fahri" apa kamu baik baik saja sekarang


Nara" lumayan (senyum terpaksa)


fahri" lebih baik kamu beritahu kakak, kalian kan sahabat, aku takut jika kakak tahu dari orang lain kalian malah akan salah paham


Nara" nanti saja ri, Rara dalam ke adaan bahagia dan aku tidak mau merusak kebahagiannya dengan ceritaku


fahri" baiklah itu terserah pada mu


Nara" ri, apa salah jika aku mulai menyukainya,


fahri" tidak, dulu saja kamu menyukai aku, aku tidak masalah(terkekeh)


Nara" dulu kan aku hanya kagum pada mu


fahri" baik lah kakak Nara


Nara" jika kamu menyebut aku seperti lagi, aku cekik leher mu


fahri" astaga kamu galak sekali


Nara tertawa karena ulah Fahri, selama Rara tidak ada Fahri lah yang selalu membantu dan menghibur dirinya


bahkan Nara mengakui jika dirinya pernah suka pada Fahri


namun Fahri, menganggapnya seperti teman.dan Nara pun tidak masalah dengan hak itu


"terimakasih ri, kamu selalu membatu ku, menghibur, kamu adik yang baik, Rara beruntung di kelilingi orang orang yang sayang pada nya tidak seperti ku" dalam hati Nara


___________________________________


TBC


next


hayo hayo siapa yang penasaran ...


di tunggu ya author nya masih nulis lagi hehe


buat yang mau tanya tanya boleh kok chat di grup

__ADS_1


jangan lupa kasih like dan komen ya terimakasih


__ADS_2