
let's read
.
.
.
.
.
enjoy
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
rara dan taya sudah sampai di hotel tempat merek menginap selama seminggu,
Karana selam perjalanan mereka berdua hanya tidur maka sekarang mereka tidak merasa mengantuk atau lelah
rara merapikan pakaian mereka dan bergegas membersihkan diri
sedang kan taya dirinya sibuk mengecek email yang di kirim asistennya
selesai membersihkan diri Rara masih melihat suaminya sibuk di depan laptopnya
rara" sayang, kamu gak mandi,katanya kita mau ke rumah ibu sama bapak
taya" sebentar sayang, aku masih melihat kiriman dari stev
rara" baik lah, kamu mau makan apa sayang biar kau pesankan
taya" tidak usah sayang,aku sudah memesan tadi
rara" oooo oke
tak berapa lama pelayanan hotel tiba, mengantarkan makanan yang di pesan oleh taya
taya mengambil pesanan tersebut dan mengajak istrinya untuk makan
taya" ini nasi goreng untuk kamu, dan ini untuk aku
rara melihat makanan taya, roti dengan telur setengah matang, hal itu membuat Rara mual,
rara berlari ke toilet untuk muntah
huek,huek
taya menghampiri istrinya itu,
taya" kamu kenapa sayang, kamu gak lagi hamil kan, aku belum apa apa in kamu loh yang
rara" ya enggak lah, aku tuh mual melihat telur setengah matang itu, itukan belum matang kenapa kamu mau makan
taya" jadi karena telur, aku hampir terkena serangan jantung sayang, aku pikir kamu hamil
rara" ngaur
taya dan Rara kembali menyantap sarapan mereka setelah itu mereka bersiap untuk pergi ke ruang orang tua taya,
setelah dari rumah orang tua taya, Rara dan taya datang ke rumah Abi
setelah semua kelurga di kunjungi taya, pergi ke kantor milik Dimas, dan bertemu dengan Dimas di sana
sementara Rara, dirinya pergi ke rumah sakit bersama sang bunda
sesampainya di rumah sakit cha-cha langsung memeluk Nara,
Nara mendapat pelukan hangat dari chacha menumpahkan kesedihannya di pelukan cahcha
cha-cha" kenapa gak ada yang kasih tahu bunda, Kenap kamu gak telepon bunda, kan bunda sudah bilang, kamu kasih tahu bunda jika ada apa apa ,
Nara" maaf Bun Nara takut merepotkan bunda
cha-cha" kamu gak ngerepotin, kamu udah kayak anak bunda, mana ada anak yang bikin repot orang tuanya
Nara ke.bali menagis di pelukan cha-cha
saat Nara mulai tenang,Rara mulai bertanya
rara" na, gimana udah ada kemajuan
nara" belum Ra, gue juga gak tahu kenapa ibu gak mau buka matanya
rara" sabar na, kita sama sama berdoa minta yang terbaik sama Allah
cha-cha"iya sayang, kamu yang sabar ya, dimana orang tua kamu na
Nara" (tersenyum getir) mereka bekerja Bun
cha-cha melihat kesedihan di mata Nara saat dirinya bertanya tentang orang tua
cha-cha" oooo begitu,oh iya bunda bawa makanan kita makan dulu ya, kamu pasti belum makan kan
__ADS_1
Nara tersenyum melihat makannya yang di bawakan oleh cha-cha ,
Nara" bunda masakin makan ke sukaan Nara, bunda masih ingat
cha-cha" tentu, bunda masih hafal, ( mencubit hidung Nara)
Nara makan dengan sangat lahap, masakan chacha sampai sampai habis tak bersisa
rara" na kamu laper apa gimana sih, ini makanan segini banyak habis
Nara" laper Ra (tertawa)
cha-cha" na apa kami boleh melihat ke dalam ?
Nara" belum boleh Bun, belum waktu jenguk,
cha-cha" ya sudah kalo begitu besok bunda akan ke mari lagi, bunda mau pulang dulu, karena sebentar lagi, Dion dan papa akan pulang
Nara" iya Bun, terimakasih udah bawain Nara makan yang enak
cha-cha" sama sama sayang (mengelus kepala Nara ) ya udah kak, bunda duluan ya, kamu temani Nara ,
Nara" Lo gak ikut pulang
rara" enggak , aku pulang nya nanti, kalo mas taya jemput
Nara"(tersenyum) semoga dia gak ke out jemput biar gue punya temen
rara" ngaco
cha-cha (terkekeh) ya sudah bunda pulang ya, kalian baik baik di sini
" iya Bun" bersamaan
cahcha meninggalkan rumah sakit,
sementara Nara dan Rara asik berbincang bincang
sementara Alvin yang sudah hampir setang hari menunggu di depan hotel, tidak mendapati nara keluar dari hotel itu, akhirnya dirinya memilih untuk pergi ke kantornya
sesampainya di kantor Alvin kembali menelpon Nara hingga berkali kali namun tidak ada jawaban dari Nara, Alvin sangat khawatir karena dirinya kemarin meninggalkan Nara dalam ke Adan tidak sehat,
Alvin meminta info dari pihak hotel namun pihak hotel tidak mau memberi tahu tentang Nara
Alvin" Bu Desi saya mau tanya
Desi" iya ada apa pak?
Desi" em saya kurang tahu sih pak ,tapi biasanya cewek kalo begitu, itu tandanya sudah tidak mau lagi kenal dengan orang itu
Alvin" benar seperti itu Bu
Desi" ya biasanya sih seperti itu
Alvin" em terimakasih Bu
Alvin kembali ke tempat duduk nya dan memikirkan kata kata Bu Desi
"apa iya Nara gak mau ke temu gue lagi, tapi kenapa, apa alasannya" batin Alvin
tak terasa matahari mulai berwarna jingga dan langit sudah Miami gelap
taya sudah tiba di rumah sakit, untuk menjemput istrinya
saat masuk taya bertemu taman semasa SMA yang bekerja sebagai dokter di rumah sakit itu
rara melihat dari ke jauhan, taya yang sedang berbicara dengan dokter itu, terlihat sangat akrab,sampai sampai sang dokter barang melingkarkan tangan pada lengan taya
rara sangat geram melihat itu, namun iya Manahan amarahnya karena iya berada di tempat umum
selesai berbincang taya menghampiri Rara dan Nara
taya" sayang (mencium kening)
rara hanya tersenyum
taya" bagaimana kabar ibu mu Nara ?
Nara" masih sama pak, belum ada kemajuan maaf pak saya jadi libur terlalu lama
taya" tidak masalah Nara, lagi pula proyek ini sebentar lagi selesai dan sudah tidak banyak yang di kerjakan,tunggu dan rawat saja ibu mu sampai dia benar benar sembuh
Nara" terimakasih pak
taya" baik lah kalo begitu Nara, kami pulang dulu ,
rara" aku pulang ya na, kamu sehat sehat, jangan sakit lagi, besok aku akan kemari sama bunda dan aunty Rika
Nara" iya, hati hati ya
taya dan Rara meninggalkan rumah sakit , sepanjang perjalan Rara hanya diam saja tidak banyak bicara,
hal itu membuat taya sedikit terganggu
__ADS_1
taya" sayang apa aku lelah, kenapa kamu hanya diam saja ?
rara" tidak aku tidak lelah
taya" laku kenapa kamu berdiam diri ?
rara" Hem, siapa wanita tadi ?
taya" wanita yang mana ?
rara" dokter cantik tadi ?
taya" (tersenyum) oooo itu, dia teman ku SMA sayang
rara" kenapa kalian terkuat akrab sekali
taya" astaga, jadi istri ku ini sedang cemburu
rara" iya aku cemburu, kenapa selalu saja ada banyak wanita mendekati kamu, (kesal)
taya" (terkekeh) Karana suami kamu ini tampan sayang
rara" waw percaya sekali Anada taun Dimitri
taya" sayang dengar aku baik baik, mau sebanyak apa pun, wanita cantik di depan ku,aku tidak akan tergoda Karana semua yang aku punya sudah menjadi milik kamu, dan tidak bisa berpaling pada siapa pun
rara" dasar tukang gombal
rara menahan senyumnya , dan iya yakin jika pipinya kini sudah memerah keran kata kata taya
sesampainya di hotel taya membersihkan diri, setelah selesai, giliran Rara yang membersihkan diri,
saat keluar dari kamar mandi Rara melihat suaminya itu terlihat sangat seksi dan menggoda sekali di matanya entah apa Yanga merasuki Rara namun, dirinya ingin sekali ******* bibir suaminya itu
rara berjalan mendekati taya, yang tenang asik menatap layar ponselnya
rara" sayang
taya berbalik ke arah Rara
cup
rara ******* bibir taya, dan taya tidak tinggal diam, dirinya membalas ciuman dari sang istri
taya menarik dirinya untuk menatap Sang istri
taya" sayang, apa yang kamu lakukan ?
rara tidak menjawab dirinya kembali mencium taya
taya kembali membalas ciuman istrinya itu
taya membaringkan tubuh Rara ke ranjang dan terus berciuman , taya mulai menelusuri tubuh istrinya, tak ada penolakan dari Rara, taya kembali melanjutkan aksinya,
sampai mereka hanyut dengan permainan masing masing,
hingga saat pertempuran yang sebenarnya
taya mulai menyatukan tubuh mereka
rara mulai menangis karena merasakan sakit yang luar biasa , namun lambat laun rasa sakit itu hilang dan merak mulai menikmati nya ,
hingga pertempuran antara keduanya selsai dan menciptakan peluh yang bercucuran
taya" terimakasih sayang,(mencium kening Rara)
rara" malu tau
rara menutup mukanya dengan kedua tangannya
hak itu membuat taya terkekeh
taya" malu, aku udah laut sayang, bagian mana yang agak aku lihat
rara" ih kamu ini
taya" terimakasih mom, besok lagi ya, biar anak kita Made in Indonesia (tertawa)
taya benar benar senang karena hak nya sebagai suami bisa iya dapatkan , dan bukan dirinya yang meminta melainkan istrinya yang bersedia
"ya Allah malu bangat rasanya, tapi aku lega, Karana setidaknya aku tidak berdosa dengan suami ku lagi" batin Rara
--------______-------_____------_____------
TBC
next ya
oooo iya kemarin ada yang minta visual,maaf bukan nya gak mau kasih tapi aku takut tidak sesuai dengan mau kalian, jadi silahkan imajinasi kan sendiri ya hehehe
jangan lupa kasih like dan tinggalkan coretan-coretan manja kalian ya
terimakasih
__ADS_1