Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH. (season 2) 66


__ADS_3

let's read


.


.


.


.


.


enjoy


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


rara dan taya sudah sampai di hotel tempat merek menginap selama seminggu,


Karana selam perjalanan mereka berdua hanya tidur maka sekarang mereka tidak merasa mengantuk atau lelah


rara merapikan pakaian mereka dan bergegas membersihkan diri


sedang kan taya dirinya sibuk mengecek email yang di kirim asistennya


selesai membersihkan diri Rara masih melihat suaminya sibuk di depan laptopnya


rara" sayang, kamu gak mandi,katanya kita mau ke rumah ibu sama bapak


taya" sebentar sayang, aku masih melihat kiriman dari stev


rara" baik lah, kamu mau makan apa sayang biar kau pesankan


taya" tidak usah sayang,aku sudah memesan tadi


rara" oooo oke


tak berapa lama pelayanan hotel tiba, mengantarkan makanan yang di pesan oleh taya


taya mengambil pesanan tersebut dan mengajak istrinya untuk makan


taya" ini nasi goreng untuk kamu, dan ini untuk aku


rara melihat makanan taya, roti dengan telur setengah matang, hal itu membuat Rara mual,


rara berlari ke toilet untuk muntah


huek,huek


taya menghampiri istrinya itu,


taya" kamu kenapa sayang, kamu gak lagi hamil kan, aku belum apa apa in kamu loh yang


rara" ya enggak lah, aku tuh mual melihat telur setengah matang itu, itukan belum matang kenapa kamu mau makan


taya" jadi karena telur, aku hampir terkena serangan jantung sayang, aku pikir kamu hamil


rara" ngaur


taya dan Rara kembali menyantap sarapan mereka setelah itu mereka bersiap untuk pergi ke ruang orang tua taya,


setelah dari rumah orang tua taya, Rara dan taya datang ke rumah Abi


setelah semua kelurga di kunjungi taya, pergi ke kantor milik Dimas, dan bertemu dengan Dimas di sana


sementara Rara, dirinya pergi ke rumah sakit bersama sang bunda


sesampainya di rumah sakit cha-cha langsung memeluk Nara,


Nara mendapat pelukan hangat dari chacha menumpahkan kesedihannya di pelukan cahcha


cha-cha" kenapa gak ada yang kasih tahu bunda, Kenap kamu gak telepon bunda, kan bunda sudah bilang, kamu kasih tahu bunda jika ada apa apa ,


Nara" maaf Bun Nara takut merepotkan bunda


cha-cha" kamu gak ngerepotin, kamu udah kayak anak bunda, mana ada anak yang bikin repot orang tuanya


Nara ke.bali menagis di pelukan cha-cha


saat Nara mulai tenang,Rara mulai bertanya


rara" na, gimana udah ada kemajuan


nara" belum Ra, gue juga gak tahu kenapa ibu gak mau buka matanya


rara" sabar na, kita sama sama berdoa minta yang terbaik sama Allah


cha-cha"iya sayang, kamu yang sabar ya, dimana orang tua kamu na


Nara" (tersenyum getir) mereka bekerja Bun


cha-cha melihat kesedihan di mata Nara saat dirinya bertanya tentang orang tua


cha-cha" oooo begitu,oh iya bunda bawa makanan kita makan dulu ya, kamu pasti belum makan kan

__ADS_1


Nara tersenyum melihat makannya yang di bawakan oleh cha-cha ,


Nara" bunda masakin makan ke sukaan Nara, bunda masih ingat


cha-cha" tentu, bunda masih hafal, ( mencubit hidung Nara)


Nara makan dengan sangat lahap, masakan chacha sampai sampai habis tak bersisa


rara" na kamu laper apa gimana sih, ini makanan segini banyak habis


Nara" laper Ra (tertawa)


cha-cha" na apa kami boleh melihat ke dalam ?


Nara" belum boleh Bun, belum waktu jenguk,


cha-cha" ya sudah kalo begitu besok bunda akan ke mari lagi, bunda mau pulang dulu, karena sebentar lagi, Dion dan papa akan pulang


Nara" iya Bun, terimakasih udah bawain Nara makan yang enak


cha-cha" sama sama sayang (mengelus kepala Nara ) ya udah kak, bunda duluan ya, kamu temani Nara ,


Nara" Lo gak ikut pulang


rara" enggak , aku pulang nya nanti, kalo mas taya jemput


Nara"(tersenyum) semoga dia gak ke out jemput biar gue punya temen


rara" ngaco


cha-cha (terkekeh) ya sudah bunda pulang ya, kalian baik baik di sini


" iya Bun" bersamaan


cahcha meninggalkan rumah sakit,


sementara Nara dan Rara asik berbincang bincang


sementara Alvin yang sudah hampir setang hari menunggu di depan hotel, tidak mendapati nara keluar dari hotel itu, akhirnya dirinya memilih untuk pergi ke kantornya


sesampainya di kantor Alvin kembali menelpon Nara hingga berkali kali namun tidak ada jawaban dari Nara, Alvin sangat khawatir karena dirinya kemarin meninggalkan Nara dalam ke Adan tidak sehat,


Alvin meminta info dari pihak hotel namun pihak hotel tidak mau memberi tahu tentang Nara


Alvin" Bu Desi saya mau tanya


Desi" iya ada apa pak?


Desi" em saya kurang tahu sih pak ,tapi biasanya cewek kalo begitu, itu tandanya sudah tidak mau lagi kenal dengan orang itu


Alvin" benar seperti itu Bu


Desi" ya biasanya sih seperti itu


Alvin" em terimakasih Bu


Alvin kembali ke tempat duduk nya dan memikirkan kata kata Bu Desi


"apa iya Nara gak mau ke temu gue lagi, tapi kenapa, apa alasannya" batin Alvin


tak terasa matahari mulai berwarna jingga dan langit sudah Miami gelap


taya sudah tiba di rumah sakit, untuk menjemput istrinya


saat masuk taya bertemu taman semasa SMA yang bekerja sebagai dokter di rumah sakit itu


rara melihat dari ke jauhan, taya yang sedang berbicara dengan dokter itu, terlihat sangat akrab,sampai sampai sang dokter barang melingkarkan tangan pada lengan taya


rara sangat geram melihat itu, namun iya Manahan amarahnya karena iya berada di tempat umum


selesai berbincang taya menghampiri Rara dan Nara


taya" sayang (mencium kening)


rara hanya tersenyum


taya" bagaimana kabar ibu mu Nara ?


Nara" masih sama pak, belum ada kemajuan maaf pak saya jadi libur terlalu lama


taya" tidak masalah Nara, lagi pula proyek ini sebentar lagi selesai dan sudah tidak banyak yang di kerjakan,tunggu dan rawat saja ibu mu sampai dia benar benar sembuh


Nara" terimakasih pak


taya" baik lah kalo begitu Nara, kami pulang dulu ,


rara" aku pulang ya na, kamu sehat sehat, jangan sakit lagi, besok aku akan kemari sama bunda dan aunty Rika


Nara" iya, hati hati ya


taya dan Rara meninggalkan rumah sakit , sepanjang perjalan Rara hanya diam saja tidak banyak bicara,


hal itu membuat taya sedikit terganggu

__ADS_1


taya" sayang apa aku lelah, kenapa kamu hanya diam saja ?


rara" tidak aku tidak lelah


taya" laku kenapa kamu berdiam diri ?


rara" Hem, siapa wanita tadi ?


taya" wanita yang mana ?


rara" dokter cantik tadi ?


taya" (tersenyum) oooo itu, dia teman ku SMA sayang


rara" kenapa kalian terkuat akrab sekali


taya" astaga, jadi istri ku ini sedang cemburu


rara" iya aku cemburu, kenapa selalu saja ada banyak wanita mendekati kamu, (kesal)


taya" (terkekeh) Karana suami kamu ini tampan sayang


rara" waw percaya sekali Anada taun Dimitri


taya" sayang dengar aku baik baik, mau sebanyak apa pun, wanita cantik di depan ku,aku tidak akan tergoda Karana semua yang aku punya sudah menjadi milik kamu, dan tidak bisa berpaling pada siapa pun


rara" dasar tukang gombal


rara menahan senyumnya , dan iya yakin jika pipinya kini sudah memerah keran kata kata taya


sesampainya di hotel taya membersihkan diri, setelah selesai, giliran Rara yang membersihkan diri,


saat keluar dari kamar mandi Rara melihat suaminya itu terlihat sangat seksi dan menggoda sekali di matanya entah apa Yanga merasuki Rara namun, dirinya ingin sekali ******* bibir suaminya itu


rara berjalan mendekati taya, yang tenang asik menatap layar ponselnya


rara" sayang


taya berbalik ke arah Rara


cup


rara ******* bibir taya, dan taya tidak tinggal diam, dirinya membalas ciuman dari sang istri


taya menarik dirinya untuk menatap Sang istri


taya" sayang, apa yang kamu lakukan ?


rara tidak menjawab dirinya kembali mencium taya


taya kembali membalas ciuman istrinya itu


taya membaringkan tubuh Rara ke ranjang dan terus berciuman , taya mulai menelusuri tubuh istrinya, tak ada penolakan dari Rara, taya kembali melanjutkan aksinya,


sampai mereka hanyut dengan permainan masing masing,


hingga saat pertempuran yang sebenarnya


taya mulai menyatukan tubuh mereka


rara mulai menangis karena merasakan sakit yang luar biasa , namun lambat laun rasa sakit itu hilang dan merak mulai menikmati nya ,


hingga pertempuran antara keduanya selsai dan menciptakan peluh yang bercucuran


taya" terimakasih sayang,(mencium kening Rara)


rara" malu tau


rara menutup mukanya dengan kedua tangannya


hak itu membuat taya terkekeh


taya" malu, aku udah laut sayang, bagian mana yang agak aku lihat


rara" ih kamu ini


taya" terimakasih mom, besok lagi ya, biar anak kita Made in Indonesia (tertawa)


taya benar benar senang karena hak nya sebagai suami bisa iya dapatkan , dan bukan dirinya yang meminta melainkan istrinya yang bersedia


"ya Allah malu bangat rasanya, tapi aku lega, Karana setidaknya aku tidak berdosa dengan suami ku lagi" batin Rara


--------______-------_____------_____------


TBC


next ya


oooo iya kemarin ada yang minta visual,maaf bukan nya gak mau kasih tapi aku takut tidak sesuai dengan mau kalian, jadi silahkan imajinasi kan sendiri ya hehehe


jangan lupa kasih like dan tinggalkan coretan-coretan manja kalian ya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2