
enjoy
.
.
.
.
happy guys
💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Naima masih menunggu ke datangan Rey yang sudah dua jam lebih belum juga tiba Naima merasakan takut,takut terjadi sesuatu pada Rey,mengingat kondisinya yang tidak baik,hak itu menambah rasa takut pada Naima
Naima" kak Rey kamu dimana,kenapa belum juga sampai
Naima terus berjalan kesana kemari menunggu ke datangan Rey,adzan magrib mulai berkumandang namun Rey belum juga datang
Naima memutuskan untuk memenuhi tugasnya sebagai seorang muslimah dan meminta pada sang pencipta untuk melindungi Rey
setelah selsai Naima kembali ke ruang tamu namun belum ada tanda-tanda Rey tiba di sana
waktu terus berjalan Fani dan Arif terus menghubungi Naima namun Rey belum juga tiba,pukul sepuluh malam,Naima sudah tertidur di sofa karena lelah menunggu Rey datang
tok tok tok
Naima segera membuka matanya dan beranjak membuka pintu tanpa memikirkan hal yang lain
Rey" bodoh
Naima merasa seperti mimpi melihat Rey berdiri di hadapannya,wajah yang selalu ia rindukan selam seminggu,wajah yang selalu membuat nya menagis karena bahagia
Rey langsung memeluk Naima dengan erat Naima pun melakukan hal yang sama seolah menumpahkan semua rasa rindu yang selama beberapa hari ini menumpuk menjadi beban berat
Naima" aku tidak bermimpi bukan,ini benar kamu kan (menangis)
Rey" kenapa kamu pergi,kenapa meninggalkan aku,aku merindukan mu
Naima" maaf aku hanya
Rey menjauh kan tubuhnya dari Naima,agar Rey bisa melihat wajah wanita yang ia rindukan itu
Rey" jangan ulangi,kamu tahu rasanya aku hanya ingin mati saja
mendengar perkataan Rey,Naima langsung memeluk Rey
Naima" tidak,tidak kamu tidak boleh bicara seperti itu,maaf kan aku
Naima melihat pergelangan tangan Rey yang terbalut perban
Naima" kita ke rumah sakit sekarang,kamu sedang tidak baik-baik saja
Rey" aku baik-baik saja,selama ada kamu di sisi ku,
Naima" tapi kak Rey kamu harus
Naima tidak melanjutkan kata-katanya karena Rey sudah membungkam bibir Naima dan ******* halus bibir Naima,setelah merasa puas Rey berhenti dan menyatukan kening mereka
Rey" jangan panggil aku dengan sebutan itu,atau kamu akan aku hukum,dan aku tidak butuh rumah sakit,karena aku sudah punya obat yang lebih ampuh dari rumah sakit,yaitu kamu Naima,buna
Naima"em
Rey" apa kita akan di sini sampai pagi
Naima" astaga, maaf,kamu beristirahat dulu aku akan buatkan minum untuk mu
Naima membawa Rey ke kamar nya,dan meminta Rey untuk berbaring,agar Rey beristirahat,sementara Naima membuatkan minum untuk Rey
Naima" kak rey ini tehnya
Rey"(menaikan alisnya) terimakasih,buna
Naima" iya
__ADS_1
Rey" aku dan Rizki tidak ada hubungan apa pun,aku dan Rizki hanya teman,malam itu dia menelpon ku,dan dia sedang sakit,sebagai teman bukan kah kita saling membantu dan dia sudah pergi ke Jerman untuk melanjutkan pendidikannya,demi Allah aku tidak ada hubungan apa pun kecuali hanya sebagai teman
Naima" aku percaya pada kak Rey,maaf kemarin,Marin aku sedikit egois dan meninggalkan kak Rey maaf
telinga Rey sangat risih di panggil dengan sebutan kakak oleh Naima,Rey menarik Naima mendekat padanya,dan memandang Naima dengan tajam
Naima" ada apa kak Rey
Rey" empat
tak banyak bicara Rey ******* bibir Naima yang kini menjadi candu untuk nya,perlahan tapi pasti terus memperdalam ciumannya sampai-sampai Naima sedikit kewalahan
kini bibir Rey beralih ke leher mulus Naima dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana Naima hanya bisa menikmati setiap sentuhan yang di berikan suaminya pada nya
sampai tidak ada pemisah di antara merek,Rey menatap Naima,seolah-olah meminta izin,Naima mengangguk kan kepalanya,
tangisan kecil berubah menjadi kesenangan untuk keduanya,kini Naima adalah milik Rey seutuhnya segitu pula Rey yang menjadi milik Naima seutuhnya
malam indah dan panjang untuk ke dua insan yang saling memadu kasih dan meluapkan kerinduan mereka
Rey" maaf, seharusnya aku mengajak mu berbulan madu,tidak disini
Naima membenamkan wajahnya di dada bidang milik suaminya itu karena malu
Rey tertawa memenuhi ruangan itu,membuat Naima semakin mau di buatnya
lambat lain ke duanya tertidur masuk kedalam alam mimpi yang sangat indah
****
Naima membuka matanya karena merasakan terpaan sinar nagari dari sela-sela tirai kamarnya,Naima membuka matanya dan ia seperti mimpi melihat dirinya tertidur di dalam pelukan suaminya
Naima"(tersenyum) aku tidak bermimpi. ternyata,
Naima mencoba memindahkan tangan Rey dari perutnya,karena Naima ingin membersihkan diri karena merasa sangat lengket pada tubuhnya
Naima mencoba dengan perlahan agar tidak membangunkan suaminya itu,namun usahanya gagal saat Rey kembali memeluk nya
Rey" mau kemana ?
Rey" lima menit saja ya,aku ingin memeluk mu lima menit saja
Naima,(menarik nafas) papa,aku benar-benar merasa gerah,dan aku malu
Rey" malu,aku sudah melihat nya semua semalam tidak perlu malu
tiba-tiba Rey merubah posisi nya menghadap perut Naima
Rey" hey calon anak papa,cepat hadir ya,papa dan buna mu tidak sabar menanti mu
Naima"(terkekeh) astaga papa
Rey" seharusnya kita tidak bulan madu di sini aku sudah menyiapkan liburan untuk kita (menarik nafas) tapi semuanya gagal karena kesalah pahaman
Naima"(merasa bersalah) maaf tidak seharusnya aku melakukan itu
Rey" tidak apa-apa jika tidak begini,aku tidak tahu betapa aku sangat mencintaimu (mencium kening)
Naima" maaf kan aku yang seperti anak kecil dan terlalu egois
Rey" tidak apa-apa sayang,aku mengerti,sudah jangan bersedih sekarang kita bersiap dan kembali ke rumah,kasian Bu Linda dan yang lain sangat merindukan kamu
Naima"(tersenyum) aku juga merindukan mereka
setelah selesai berbincang Naima dan Rey membersihkan diri,dan bersiap kembali ke rumah mereka
Bu Lilis" yah non kenapa sudah kembali
Naima" suami nai sudah menjemput dan Naima masih banyak pekerjaan Bu
Bu Lilis" hati-hati non,nanti main lagi ke sini
Naima" iya bu,ibu jaga ke sehatan ya,Naima pamit Bu
Rey" terimaksih Bu sudah menjaga Naima selama di sini
__ADS_1
Bu Lilis" sudah kewajiban saya den,saya juga titip non Naima ya,nanti kalo sudah punya anak ajak main ke sini ya
Rey" iya Bu
setelah berpamitan Naima dan Rey pergi meninggalkan rumah itu,menuju rumah mereka
sesampainya di rumah Naima di sambut dengan hangat oleh para asisten yang sangat merindukan dirinya
Naima" assalamualaikum
"nyonya" bersamaan
para asisten memeluk Naima dengan erat,melupakan Rey yang berada di belakang Naima
Rey" Hem
Bu Linda" maaf nyonya
mba Sri" maaf kami lancang
mba Ika" maaf
Naima" (memeluk) nai merindukan kalian,tidak apa-apa nai suka jika kalian bersikap seperti itu pada ku,jangan hiraukan tuan kalian ini (tertawa)
Rey" sayang
Naima" (terkekeh) ya sudah mba,Bu aku ke kamar dulu ya
Rey dan Naima masuk kedalam kamar mereka
Rey"(memeluk dari belakang) jangan terlalu baik pada mereka,nanti mereka kurang ajar
Naima" sayang mereka sudah lebih tua dari ku,dan mereka tahu posisi mereka,tidak apa-apa,mereka baik
Rey" terserah kamu (mengeratkan pelukan) aku merindukan mu
sedang asik bermanja pintu kamar di ketuk oleh Bu Linda
tok tok tok
Bu Linda" tuan,nyonya ada mas Dion di bawah
Rey" astaga Dion mengganggu saja,suruh dia tunggu
Bu Linda pergi untuk kembali menemui Dion
Naima" ayo temui Dion
Rey" mau apa anak itu kemari,menganggu saja
Naima" itu adik mu,jangan seperti itu
Naima dan Rey menemui Dion yang sedang asik menikmati cemilan yang ada di atas meja
Dion" kak nai !!! (memeluk)
Rey" Dion lepaskan,jangan peluk dia
Dion" kak Rey pelit sekali,kak nai nya saja Tidka ke Beratan
Naima"(terkekeh) kenapa dek,butuh sesuatu ?
Dion" tidak hanya rindu kakak saja
rey melihat kedekatan Dion dan Naima membuat nya merasa beruntung,karena Naima yang menjadi istrinya,yang bisa mengerti sikap Dion yang kekanak-kanakan
Rey pun ikut berbincang bersama adik dan istrinya,walau terkadang mereka harus berdebat hanya karena masalah kecil
____________________________
TBC
next
maaf untuk Minggu ini aku slow up ya,di karenakan pekerjaan yang luar biasa menyita waktu,maaf karena lama up,mohon pengertiannya semua
__ADS_1
terimaksih