Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 60


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


semoga pada dapet feel nya ya ... hehehe


enjoy


________________________________


malam itu Rara tidak bisa tidur karena memikirkan isi kotak yang tidak di perbolehkan oleh taya untuk di lihat,


"apa isi kotak itu,ah menyebalkan membuat ku sungguh penasaran" dalam hati Rara


rara berpikir tentang hal yang tidak tidak mengenai kotak itu,


taya merasa terganggu oleh ulah Rara yang terus saja membolak balik kan tubuhnya


taya" kamu kenapa sih ? kok dari tadi gak bisa diam


rara" tidak apa apa, aku hanya tidak bisa tidur saja ...


taya merubah posisi nya bersandar pada tempat tidur


taya" ada apa? apa kamu memiliki masalah ? cerita pada ku?


rara" tidak ...


"kamu yang membuat ku seperti ini, kamu malah bertanya " batin Rara kesal


taya" lalu, kenapa kamu tidak bisa tidur ?


rara" tidak ada, sudah lah aku mau tidur


rara membaringkan tubuhnya namun ia membelakangi taya


"maaf aku sangat malu untuk menunjukan kotak itu pada mu, ah kenapa aku sangat bodoh mengumpulkan begitu banyak foto dan puisi untuknya, dan aku tak bisa menunjukan nya pada mu" dalam hati


taya tahu jika Rara marah dan kesal mengenai kotak itu, namun dirinya malu jika harus menunjukan kelakuan bodohnya pada Rara


taya menatap Rara yang membelakangi nya, tanpa pikir panjang taya memeluk Rara dari belakang


taya" maaf (mencium puncak kepala Rara)


Rara"untuk apa (ketus)


taya" soal kotak, nanti jika sudah waktunya aku memberitahu kamu,


rara" tidak usah,aku sudah tidak ingin


taya" sayang, apa kamu marah?


rara" tidak (kesal)


taya" sayang lihat aku


taya membalikan tubuh Rara menghadap ke arahnya


taya tersenyum karena melihat Rara sudah meneteskan air mata


taya" sayang kenapa kamu menagis? aku bukan nya tidak mau memberi tahu mu soal kotak itu, hanya saja, kotak itu jika aku memberi tahu pada mu, aku akan merasa malu


rara" malu ? kenapa?


taya" ah ... oke beri aku waktu tiga hari, aku akan memberi tahu isi kotak itu, tapi janji kamu tidak boleh tertawa


rara" tiga hari ? em baik lah tapi aku mau kotak itu tetap utuh tidak boleh ada yang kamu hilangkan


taya" iya, senyum dong ... jangan nangis lagi, kamu kok cengeng sih, nanti kalo punya anak gimana kalo mama nya aja cengeng kayak kamu


rara" enak aja, aku tuh kuat (tersenyum)


taya mencium sekilas bibir Rara


taya" i love you, good night mom


rara"(malu malu) go... good night


mereka tertidur dengan perasaan bahagia


ke esokkan paginya Rara terbangun lebih dulu,


rara mengerjakan tugasnya sebagai istri, Rara membersihkan rumah, dan menyiapkan bahan untuk membuat sarapan


setelah selesai Rara mandi dan bersiap beribadah salat subuh


rara membangunkan taya agar mereka bisa salat bersama


setelah selesai Rara memasak,dan menyediakan sarapannya


selesai sarapan Rara ikut dengan taya ke kantor karena dirinya ingin bertemu Nara, Rara sangat prihatin melihat Nara, karena Nara terlihat sedih, saat mengatakan hubungan nya dengan Alvin sudah kandas


sesampainya di kantor Rara langsung menuju ruangan Nara


disana Rara bertemu dengan teman teman yang lain


mereka menyambut Rara dengan gembira bagai mana tidak, status Rara sebagai istri pemimpin perusahaan membuatnya di hormati oleh teman teman nya


dan hak itu malah membuat Rara risih karena teman teman nya berubah menjadi sangat sopan


Mahesa" selamat pagi nyonya Dimitri


Aldi" selamat pagi nyonya Dimitri


Kiki" selamat pagi nyonya Dimitri


rara sangat risih dengan sikap yang di tunjukan oleh teman temannya itu


rara" bisa kalian bersikap biasa saja


aku adalah Rara teman kalian tidak perlu bersikap sopan sepeti itu ..


tiba tiba Aldi mendekat ke arah Rara


Aldi" lu gila ya, nyuruh kita biasa aja di dalam kantor ini, yang ada kita di pecat karena gak sopan sama lu (berbisik)

__ADS_1


rara bee oo ria dan tertawa ...


Mahesa" kalo mau begitu, di luar ya ibu Dimitri (tersenyum)


rara" (terkekeh) maaf aku lupa, kalau begitu kita ketemu saat makan siang saja ya, aku tunggu kalian di kafe dekat kantor


Aldi" di traktir ?


rara" em


"siap" bersamaan


rara kembali ke ruangan taya, karena dirinya tidak bisa bertemu teman temannya


taya" kenapa kembali lagi ?


rara" aku tidak bisa bertemu mereka,


taya" kenapa?


rara" mereka takut jika mereka akan di pecat jika bersikap biasa pada ku


taya" (terkekeh) itu resiko


rara" dasar, lalu apa yang aku lakukan di sini


taya" duduk diam dan temani aku bekerja


rara" baik lah ...


baru dua jam Rara menemani taya, dirinya merasa sangat bosan karena tidak melakukan apa pun


akhirnya ia memutuskan untuk bermain dengan ponselnya


rara membuka akun media sosialnya melihat lihat video Samapi iya menemukan akun milik chef Michel , guru di tempat kursusnya


rara melihat foto foto milik Michel dan tanpa sadar Rara berucap jika Michel tampan


di depan taya hal itu membuat taya menghentikan aktivitasnya


taya" siapa yang tampan ? (melihat tajam ke arah Rara)


rara" OOO ini chef di tempat kursus ku, lihat dia sangat tampan bukan (menunjukan ponselnya)


taya" jadi menurut mu dia tampan (kesal)


rara" iya, ya ampun dia sexi sekali, waw


rara terus memuji Michel tanpa dia sadari jika suaminya itu sudah merasakan cemburu yang luar biasa


taya mendekati Rara dan merebut ponselnya


taya" jangan memuji dia lagi (marah)


rara melihat taya yang sangat marah itu, bukanya takut malah tertawa


rara"(tertawa) kamu cemburu


taya" tidak ...


rara" kamu kalo cemburu ganteng loh


taya" enggak siapa yang cemburu, aku cuma takut saja jika ada yang dengar istri ku menuju laki laki lain kan tidak enak


taya" enggak aku gak cemburu


rara" bohong dosa sayang ...


taya menarik Rara kedalam pelukannya


taya" iya aku cemburu, kan jangan pernah memuji laki laki lain selain aku, aku tidak suka


rara"(tersenyum) ya ampun suami aku pencemburu rupanya


taya membungkam mulut Rara dengan mencium bibir Rara, dengan sangat rakus


sampai Samapi Rara hampir ke habisan nafas


taya menyudahi permainan mereka


taya" ini hukumannya jika kamu memuji laki laki lain selain aku (terengah engah )


rara memeluk taya dengan erat, karena dirinya sangat malu


taya tertawa melihat sikap istrinya itu


taya" sayang apa kamu mau berbulan madu


rara" apa ?


taya" berbulan madu sayang, aku ingin segera memiliki anak


rara" aku ikut saja apa mau mu


taya" baik lah aku selesaikan pekerjaan ku, setelah itu kita berbulan madu


rara tersenyum dan mengeratkan pelukannya pad ataya


rara merasa sangat bahagia saat ini,karena


dirinya merasakan hasil dari penantiannya yang tidak sia sia


di sisi lain kantor Nara mencoba menyibukkan diri dengan pekerjaan, iya mencoba menghilangkan seseorang yang terus saja mengganggu pikirannya dan membuat nya terkadang hilang konsen


ponsel Nara terus saja berdering membuat teman teman yang lain merasa risih dengan suara ponsel Nara yang terus bergetar


Aldi" na angkat dulu ngapa itu telpon berisik tau


Nara" maaf ... Nara mengambil ponselnya dan memasukannya dalam saku baju nya


Aldi" lu ngerasa aneh gak sih sama Nara,(berbisik)


Kiki" iya sering banget minta maaf,terus ngomongnya sekarang lebih sopan, dan sering melamun


Mahesa" gue pikir gue doang yang ngerasa gitu


Aldi" kenapa ya tuh anak,apa kangen emak nya ya


Mahesa " bisa jadi di, secara ibunya kan sendiri di indo


Kiki" gimana nanti kita ajak Rara buat hibur dia, kan Rara sama Nara Deket tuh Rara pasti tahu cara buat dia senang


Aldi" setuju gue, tumben otak Lo ke pake ki , biasanya mulut sama otak Lo isinya mesum semua

__ADS_1


Kiki" kampret Lo di


teman teman Nara tidak tahu jika yang selama ini mereka anggap ibu nya nara adalah asisten rumah tangga di rumahnya


waktu makan siang tiba Nara dan yang lain sedang menunggu Rara di parkiran


tidak lama orang yang di tunggu tunggu datang bersama sang suami


Aldi" ah elah pake bawa suaminya lagi


Mahesa" haduh jaga sikap lagi deh kita


Nara" biasa aja kali, pak Dimitri gak gitu orangnya


Nia" iya pak Dimitri mah seru kalo di luar kantor


ke tiga pria itu menatap kedua wanita itu


rara" nunggu lama gak


Nara lama Ra, gue udah mau jadi oncom disini


Nia" tahu, ngapain kali


taya" buat ponakan buat Kalina dulu (tertawa)


sontak ke tiga pria itu terheran heran melihat atasnya itu


Nara" serius pak


taya" (terkekeh) bercanda na, serius bener


Hay, di, sa,Ki


"iya pak" bersamaan


taya" kaku banget kalian macem kanebo


(tertawa) santai saja saya juga manusia kok


mereka mulai berjalan menuju ke kafe di perjalanan Aldi mendekati Rara


taya melihat ke arah Aldi yang tiba tiba mendekati istrinya


Aldi" pak boleh pinjam Rara sebentar


taya" ada apa?


Aldi " ada yang ingin kami bicarakan ,


taya" katakan di depan saya


Aldi"(menarik nafasnya) Ra, Lo tahu gak, Nara akhir akhir ini suka sedih (berbisik)


rara" kenapa?


Aldi" gak tahu Ra, lah gue pikir Lo tahu Ra


rara" enggak di (berbohong)


Aldi" kita kita niat pengen menghibur Nara , gue sama yang lain udah siapin semuanya untuk menghibur Nara


rara" oooo begitu .. baik lah jadi apa yang bisa aku bantu


Aldi" gak ada Lo cukup temenin dia aja ...


rara" oke


mereka sampai di kafe yang mereka tuju , sesampainya di sana mereka mulai memesan setelah itu mereka menunggu, sambil menunggu mereka berbincang bincang


sampai Aldi dan yang lain memberi kan kejutan pada Nara


yang justru membuat Nara sangat marah pada mereka ...


Kiki" kejutan ...


mereka membawa sebuah bener yang dimana foto Alvin terpasang


Nara" kalian apa apaan ...


Nara pergi dari kafe tersebut sambil menangis


rara" kalian (kesal) heh


rara berlari mengejar Nara yang sudah keluar dari kafe itu


taya ikut menyusul istrinya,


Aldi"Nara kenapa ? bukannya ini pacarnya kok malah marah


Kiki" gak tahu


rara terus meneriaki nama Nara Sabil berlari mengejar Nara


namun Nara terus saja berlari tanpa menghiraukan Rara, karena iya tidak ingin karena rasa iri yang iya miliki membuatnya kehilangan sahabat satu satunya yang iya punya


rara berhasil mengejar Nara dan menahan Nara agar tidak berlari


rara" na, jangan sedih, aku tahu perasaan mu


Nara hanya diam dan menagis dalam pelukan Rara


rara" aku tamu kamu pasti masih sakit hati, maaf kan mereka mereka tidak tahu yang terjadi pada mu,


Nara" Ra, bisa tinggalin gue sendiri Ra, gue butuh sendiri Ra gue mohon


rara" tapi na


Nara" please Ra, gue butuh waktu buat sendiri


rara" baik lah, jika kamu sudah baik, hubungi aku


Nara berjalan meninggalkan Rara , yang masih menatap ke arahnya


"na, kamu kenapa, kenapa kamu gak mau cerita sama aku, aku teman kamu na, aku sahabat kamu,apa kamu sudah tidak menganggap ku lagi sebagai teman " batin Rara


➿➿➿➿➿➿➿➿➿➿➿➿


TBC


next ya


jangan lupa kasih like dan komen buat aku ya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2