
enjoy
.
.
.
.
.
.
let's reading
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
pagi ini Rara terbangun dengan rasa yang berbeda setiap hari dirasakan Rara semakin indah saja
iya sudah seminggu dari ke pulangan taya dari rumah sakit,kini taya dan Rara berada di rumah, karena para keluarga masih berada di Inggris
hal itu juga yang membuat Rara dan taya susah hanya sekedar untuk berduaan ada saja gangguan dari keluarga mereka
rara ingat sekali hari pertama taya pulang dari rumah sakit dirinya bahkan tidak di hirau kan, semua perhatian tertuju pada taya
flashback
pagi itu Rara sudah bersiap siap untuk mereka kembali ke rumah, hanya tinggal menunggu obat saja, setelah itu mereka bisa pulang
setelah selesai Rara dan taya pulang bersama dengan steven dan Fahri
di perjalanan mereka membicarakan kasus Sarah hingga membuat Rara bosan,karena dirinya tidak di anggap ada
fahri" mas, dua Minggu lagi kamu harus ke kantor polisi untuk menandatangani berkas
taya" akhirnya kasus ini selesai, dan aku bisa bernafas lega
Steven" selamat pak, semoga setelah ini anda bisa hidup dengan senang dan tenang
taya" terimakasih stev, apa kabar istri mu stev, apakah dia sudah baik baik saja
Steven" sudah pak, dia hanya ke kelahan , mungkin karena dia banyak lembur kemarin
fahri" kenapa kamu tidak menyuruh istrimu berhenti bekerja stev
Steven" saya tidak mau, menganggu kesenangannya pak , saya Hanay bisa memberi arahan saja, jika dirinya masih nyaman saya tidak melarang
taya" benar itu stev, karena jika kita memaksa belum tentu dia senang ... yang ada malah kalian akan selalu bertengkar
fahri" kalian tahu, Devan asisten sekaligus manager Sarah
taya" iya, ada apa dengan nya
fahri" dia setiap hari menangis karena ingin di bebaskan dan dia selalu mengaku ngaku jika Harry adalah kekasih nya dan Harry akan membebaskannya (tertawa)
Steven" kasian agen Harry mendapat fans seperti dia, aku rasa Devan mulai terganggu jiwanya
taya" apakah hukuman Devan sama dengan Sarah
fahri" tidak, Devan hanya di penjara selama dua puluh tahun, dan tidak dapat remisi atau pengajuan banding
taya" aku berdoa agar dirinya bisa bertobat, dan menjadi orang yang benar setelah ini
mereka bertiga tertawa, sementara Rara hanya diam karena dirinya tidak tahu siapa yang di bicarakan ke tiga pria itu
rasa nya Rara ingin sekali keluar dari mobil itu,karena dirinya sudah kesal
sesampainya di rumah semua keluarga menyambut taya dengan senang
mereka bahkan menghias rumah sepeti akan ada pesta besar saja
chacha" (memeluk) maaf kan bunda ya taya, karena kami kamu jadi begini
taya" (tersenyum) tidak Bun ini bukan salah kalian ini salah taya sendiri yang kurang hati hati menjaga diri sendiri
cha-cha" tetap saja kami salah , apa lagi penilaian kami tentang kamu
__ADS_1
taya" sudah lah, semua nya sudah berlalu sekarang, taya hanya ingin bahagia bersama kalian
setelah selesai makan siang mereka semua berbincang bincang bersama
Bu Lia" kamu kenapa gak pernah bilang ke ibu sih Jiak kamu memiliki Maslah sebesar itu,
taya" ibu sudah lah, tidak usah membahas hal itu lagi, semuanya sudah selesai
Bu Lia" tapi tetap saja, ibu merasa bersalah, sebagai ibu, sampai tidak tahu jika putra ibu mempunyai tekanan dan masalah yang berat
pak Lukman" wis to Bu, tidak usah di bahas lagi, sekarang kita fokus ke depan saja, sebagai keluarga kita harus saling menguat kan dan saling terbuka
Radit" benar pak say setuju dengan itu, karena jika kita tidak membagi atau memberi tahu Maslah kita maka akan terjadi ke salah pahaman antara kita
taya" soal itu taya minta maaf, seharusnya taya bercerita, namun, karena panik dan takut taya malah menjadi pengecut
Fani" kamu hebat taya, bisa merelakan cinta kamu, dan hampir menikah dengan orang lain
taya" merelakan cinta?
Fani" iya cinta kamu buat rara,aku salut sama kamu
taya" kalian tahu dari mana ?
taya langsung menatap ke arah Fahri dengan tajam
fahri yang sadar di tatap seperti itu oleh taya langsung terkekeh sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal
"jadi Rara juga udah tahu, tapi kenapa dia tidak bilang hal itu" batin taya
stelah beberapa hari semua orang masih saja mengutamakan taya dan seperti melupakan Rara
seperti saat ini waktu makan malam, hanya taya yang ajak untuk makan, dan di perhatikan ,
setiap taya dan Rara sedang bermesraan ada saja yang mengganggu
pak Lukman yang ingin mengobrol,adik adik Rara, yang mengajak taya bermain game lah, atau para ibu ibu yang terus saja membuat makanan untuk taya
"kapan kalian semua pergi, tidak tahu kah kalian aku tersiksa dan aku sangat merindukan suamiku itu" batin Rara yang sangat kesal melihat keluarga nya
rara berdiri di balkon menghirup udara pagi yang sangat segar sekali
taya" selamat pagi sayang (memeluk dari belakang)
rara" pagi
taya" apa yang kamu lakukan sepagi ini di balkon
rara" menghirup udara segar saja, mencari ketenangan
taya" memang kamu sedang ada masalah
rara" banyak!!! sekali
taya mengerutkan dahinya
taya" apa ? kenapa tidak cerita pada ku
rara" kamu tahu, sikap keluarga kita kepada mu itu sungguh berlebihan , aku kesal melihatnya
taya" jadi karena itu kamu kesal ... (terkekeh)
rara" tertawa lah tertawa,
taya" kamu ini ada ada saja sayang,kamu kalo lagi ngambek itu malah bikin aku gemas ingin sekali aku mencium mu
rara mendorong taya,dan berlari menjauhi taya
rara" enak saja, cium saja lampu balkon itu (tertawa)
taya mengejar Rara yang berlari masuk ke kamar dengan sangat mudah taya menangkap Rara
taya menjatuhkan tubuh Rara ke atas kasur sedang kan dirinya berada di atas tubuh Rara
taya" mau lari kemana kamu, nyonya Dimitri
rara" (tersenyum) kamu cepat sekali taun Dimitri
__ADS_1
taya" aku tidak akan melepaskan mu, bahkan kamu berlari kemana pun aku akan mendapatkan mu
rara" percaya diri sekali anda taun Dimitri
taya ******* bibir Rara, dengan sangat lembut membuat Rara terhanyut dan membalas ciuman itu
sedang menikmati waktu berdua mereka pintu kamar di ketuk oleh seseorang
tok tok tok
taya" shit ... astaga siapa yang mengganggu
siapa? (meninggikan suara)
Bu Lia" ibu nak
taya menunduk lemas karena ibunya yang datang jika yang datang Fahri atau Rey dirinya sudah siap untuk memaki
rara" iya sebentar Bu,ih bangun aku mau buka pintu,ibu nungguin (berbisik)
taya" harus
rara" sayang (membulat kan matanya)
taya" baik lah
dengan terpaksa taya bangun dari tubuh Rara dan duduk di tepian ranjang
"awas saja sampai datang hanya menanyakan kabar atau, mengatakan hal yang tidak penting aku akan mengusir mereka,ah tapi aku tidak berani takut kualat," taya Seperi orang yang tidak waras bergumam sendiri
rara" ada apa Bu, masuk lah
Bu Lia masuk kedalam kamar itu dan melihat taya yang tersenyum pada nya
taya" ada apa Bu
Bu Lia" gini, ibu,bapak dan yang lain sudah memutuskan akan pulang hari ini ke indonesia, karena kami meninggalkan banyak pekerjaan di sana,
taya bersorak dalam hati, karena dirinya memang merasa sedikit kesal, bagai mana tidak sudah seminggu dirinya dan Rara tidak bisa berduaan
taya" oooo begitu
Bu Lia" tapi jika kamu, masih ingin kami disini
belum bu Lia menyelesaikan kata kata nya taya dan Rara kompak menjawab
"tidak, tidak apa apa" bersamaan
Bu Lia melihat ke arah keduanya dengan tatapan heran
Bu Lia" kalian senang ya jika kami pergi ?
rara" Bu... bukan begitu Bu,kami hanya tidak mau kalian meninggalkan pekerjaan kalian, lagi pula, bapak dan ibu baru saja memulai usaha jika di tinggal lama lama, bagaimana kedepannya
Bu Lia" benar juga kamu nduk, jadi tidak apa apa kalian kami tinggal
taya" tidak apa apa, lagi pula di sini, ada stev,Fahri,dan Nara kan sayang
rara" iya Bu, ibu tidak usah khawatir , kami akan baik baik saja di sini
Bu Lia" tapi ingat jika ada apa apa langsung kabari kami ya
rara" iya Bu
rara dan taya sangat senang karena mereka akan terbebas dari keluarga yang selalu saja menggangu mereka ...
walau niat nya buka sengaja, namun tetap saja mereka berdua, merasa tidak nyaman dengan kehadiran keluarga mereka,
"maaf Bu bukan nya senang atau mengusir, tapi kami butuh waktu berdua,dan kami masih butuh melepas rindu" Dalma hati taya
----_____----_____----______----_____----
TBC
jangan lupa budayakan like dan komen setelah membaca ya
terimakasih
__ADS_1