
let's read
.
.
.
.
.
happy guys
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
sudah empat hari Alvin hanya mengurung diri di kamar nya dan tidak keluar , hal itu membuat Kiki sangat khawatir melihat adiknya itu
Kiki tahu jika adiknya itu sedang terpukul , karena adiknya itu tidak pernah merasakan susah, apa lagi. soal percintaan bahkan mantan Alvin lebih banyak di Bandung Kiki , tapi kali ini berbeda, adiknya menemukan cinta nya namun karena kebodohannya dia kehilangan segalanya
tok tok tok
Kiki" vin bangun ini sudah pagi, gue mau berangkat ke kantor, kalo Lo mau makan gue udah siapin di atas meja, dan kalo mau makan siang gue dah tinggalin uang buat Lo Vin
hening tak ada jawaban dari Alvin, dan kamarnya pun tak terdengar seperti ada tanda tanda ke hidupkan
" waduh jangan jangan adik gue bunuh diri di dalem nih" pikiran Kiki
membuat dirinya kini panik, seperti orang yang sedang kebakaran jenggot
Kiki terus mengetuk pintu itu namun tak ada jawaban dari adiknya
Kiki" Vin , Alvin, Bun jangan bercanda Vin buka pintunya Vin (bertriak)
Kiki mencoba mendobrak pintu itu namun usaha nya gagal
Kiki mencoba memanggil manggil adiknya kembali
Kiki" Vin, bilangin Vin
Alvin" bang ngapain di depan kamar gue
Kiki langsung menengok ke arah Alvin yang sudah rapih dengan baju kemeja nya
Kiki" ya Allah dek gue pikir Lo bunuh diri di dalam dek, gue gedor gak ada jawaban dari Lo
Alvin" gue gak sebodoh itu bang, gak mungkin karena hal kayak gini gue mengakhiri hidup
Kiki" syukur deh kalo Lo mikir begitu dek, gue lega, ngomong ngomong Lo mau kemana ?
Alvin" gue mau ngelamar kerja bang, kemarin gue udah cari cari, dan gue dapet beberapa perusahaan bang
Kiki" alhamdulilah , nih bawa mobil gue, Lo pake cari kerja
Alvin" gak usah bang gue bawa motor Lo aja, biar Lo yang naik mobil
Kiki" ya udah, jangan salahin gue ya kalo Lo jadi hitam
Alvin" lebay Lo bang, ya udah bang gue pergi ..
Kiki" eh dek tunggu ni uang buat Lo, siap tahu Lo butuh
Alvin" pegang aja bang gue masih punya kok
Kiki" serius Lo dek
Alvin " iya bang
__ADS_1
Alvin pergi menuju perusahan pertama yang menerima lamarannya
setelah selesai menjalani rangkaian tes Alvin meninggalkan perusahaan itu, dan menuju ke tempat yang lain
setelah beberapa perusahan tidak terasa adzan Zuhur telah berkumandang
Alvin melekasakan kewajiban nya sebagai seorang muslim , iya menjalankan salat Zuhur berjamaah
setelah selesai Alvin merasakan perutnya sangat lapar
Alvin memasuki parkiran tempat makan lesehan untuk mengisi perutnya
Alvin memasuki tempat itu dan mata Alvin tertuju pada perempuan yang sangat iya rindukan yang sedang bersenda gurau Dnegan seorang pria
Alvin mencoba menguat kan hatinya melihat Nara yang sangat bahagia bersama laki laki itu
Alvin mencari tempat duduk namun tempat yang kosong berada tepat di belakang Nara
pelayan" mas silahkan duduk di sana , nanti keburu di ambil orang
Alvin" oooo iya mas,
Alvin berjalan menuju meja itu Alvin langsung duduk tanpa menyapa Nara,
Nara terkejut saat dirinya melihat Alvin berada tepat di hadapannya
"ya ampun, apa dia mengikuti hingga kemari " batin Nara
pesanan Alvin tiba , Alvin langsung menyantap makanan itu tanpa menghiraukan tatapan Nara padanya
setelah selesai Alvin bergegas meninggalkan tempat itu, Karana dirinya sudah tidak kuat melihat senyum, dan tawa Nara yang di tujukan untuk orang lain
sempainya di parkiran Alvin melupakan tas berkas nya, mau tidak mau Alvin kembali ke tempat itu untuk mengambil tasnya
Alvin berpapasan dengan nara, namun Alvin tidak juga menyapa, Alvin kembali ke mejanya dan mengambil tas miliknya
"Alvin naik motor, ada apa dengan nya" dalam hati Nara
Alvin pergi begitu saja, tanpa melihat ke arah Nara yang hendak masuk ke dalam mobil
"dia terlihat kurus, dan kenapa dia membawa motor, apa yang terjadi pada nya " batin Nara
Nara terus saja teringat Alvin , yang benar benar berbeda, tidak lagi menganggu nya,dan terlihat sangat cuek padanya
Dika" Nara kamu kenapa?
Nara" enggak dik gak apa apa ?
Dika" enggak apa apa kok bengong Mulu
Nara"( tersenyum) beneran gak apa apa ?
sepanjang hari Nara berkerja tidak konsen bahkan pekerjaannya banyak yang terbengkalai karena dirinya memikirkan Alvin
Nara mencoba menghubungi Kiki namun tidak ada jawaban dari Kiki
Nara dan para karyawan lain sudah bersiap siap untuk pulang , karena waktu pulang sudah tiba
Nara sudah berada di lobi dan dia sudah menemukan Rika sudah menunggu nya disana
Nara" nunggu lama ya dik
Dika" enggak kok, ya sudah ayo
Dika adalah anak teman maminya Nara, yang sedang berusaha mendekati Nara
namun Nara tidak juga membuka hatinya untuk Dika
__ADS_1
sesampainya di rumah Nara langsung turun dari mobil Dika karena Nara merasa tidak nyaman dengan sikap Dika yang menurutnya sedikit berlebihan itu
Dika" Nara besok aku jemput ya
Nara" enggak usah dik, aku udah janji sama temen mau berangkat bareng
Dika" siapa cowok ya, cie Nara jalan sama cowok, dika cemburu nih
Nara tersenyum paksa menangapi kata kata Dika yang menurutnya aneh itu
Nara" ya udah dik, hati hati ya
Nara langsung meninggalkan Dika yang masih berceloteh entah berceloteh apa Nara enggan untuk mendengar
Nara menarik nafas panjang saat memasuki pintu rumahnya
mami" kenapa nak?
Nara" pusing sama anak teman mami itu, orang nya aneh, seperti memiliki kepribadian ganda
mami" maksud kamu?
Nara" tahu deh mi, Nara pusing, mau istirahat dulu
mami" aneh kamu na
malam telah semakin gelap dan Nara masih terus mencoba menghubungi Kiki namun Kiki tak menjawab panggilannya itu
Kiki" dek Nara dari tadi teleponin gue, gue angkat gak
Alvin" terserah Lo bang, ponsel ponsel Lo, kenapa jadi nanya gue
Kiki" ya udah lah gue angkat aja
Alvin" terserah bang
Alvin meninggalkan Kiki yang sedang duduk di balkon
Kiki" woy dek mau kemana
Alvin" tidur besok gue mulai kerja
Kiki" yah adek durhaka Lo
Kiki tak mengangkat panggilan dari Nara karena ia tahu jika adiknya itu pasti akan sedih jika Kiki mengangkat telepon itu
"maaf na gue gak bisa liat adek gue sedih, bukannya Lo yang mau,dia lupain Lo, jangan ganggu dia lagi na, biar dia hidup dengan caranya sendiri tanpa ada bayang bayang Lo lagi, lah ngapa gue kayak orang gak waras ngomong sendiri " Kiki menggeleng gelengkan kepalanya agar dirinya kembali tersadar
________________________________
terkadang kita harus berpura pura kuat agar terlihat jika kita baik baik saja
terkadang kita harus menyemangati diri sendiri agar kita tidak jatuh lebih dalam
terkadang kita harus berpura pura bahagia agar kita bisa melupakan semua Maslah kita yang orang lain kadang tidak tahu
N.I.P
_________________________________
TBC
next
jangan lupa setelah membaca kasih like,komen, vote buat akunya
terimakasih semua nya
__ADS_1