Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 88


__ADS_3

let's read


.


.


.


.


.


happy guys


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


sudah empat hari Alvin hanya mengurung diri di kamar nya dan tidak keluar , hal itu membuat Kiki sangat khawatir melihat adiknya itu


Kiki tahu jika adiknya itu sedang terpukul , karena adiknya itu tidak pernah merasakan susah, apa lagi. soal percintaan bahkan mantan Alvin lebih banyak di Bandung Kiki , tapi kali ini berbeda, adiknya menemukan cinta nya namun karena kebodohannya dia kehilangan segalanya


tok tok tok


Kiki" vin bangun ini sudah pagi, gue mau berangkat ke kantor, kalo Lo mau makan gue udah siapin di atas meja, dan kalo mau makan siang gue dah tinggalin uang buat Lo Vin


hening tak ada jawaban dari Alvin, dan kamarnya pun tak terdengar seperti ada tanda tanda ke hidupkan


" waduh jangan jangan adik gue bunuh diri di dalem nih" pikiran Kiki


membuat dirinya kini panik, seperti orang yang sedang kebakaran jenggot


Kiki terus mengetuk pintu itu namun tak ada jawaban dari adiknya


Kiki" Vin , Alvin, Bun jangan bercanda Vin buka pintunya Vin (bertriak)


Kiki mencoba mendobrak pintu itu namun usaha nya gagal


Kiki mencoba memanggil manggil adiknya kembali


Kiki" Vin, bilangin Vin


Alvin" bang ngapain di depan kamar gue


Kiki langsung menengok ke arah Alvin yang sudah rapih dengan baju kemeja nya


Kiki" ya Allah dek gue pikir Lo bunuh diri di dalam dek, gue gedor gak ada jawaban dari Lo


Alvin" gue gak sebodoh itu bang, gak mungkin karena hal kayak gini gue mengakhiri hidup


Kiki" syukur deh kalo Lo mikir begitu dek, gue lega, ngomong ngomong Lo mau kemana ?


Alvin" gue mau ngelamar kerja bang, kemarin gue udah cari cari, dan gue dapet beberapa perusahaan bang


Kiki" alhamdulilah , nih bawa mobil gue, Lo pake cari kerja


Alvin" gak usah bang gue bawa motor Lo aja, biar Lo yang naik mobil


Kiki" ya udah, jangan salahin gue ya kalo Lo jadi hitam


Alvin" lebay Lo bang, ya udah bang gue pergi ..


Kiki" eh dek tunggu ni uang buat Lo, siap tahu Lo butuh


Alvin" pegang aja bang gue masih punya kok


Kiki" serius Lo dek


Alvin " iya bang

__ADS_1


Alvin pergi menuju perusahan pertama yang menerima lamarannya


setelah selesai menjalani rangkaian tes Alvin meninggalkan perusahaan itu, dan menuju ke tempat yang lain


setelah beberapa perusahan tidak terasa adzan Zuhur telah berkumandang


Alvin melekasakan kewajiban nya sebagai seorang muslim , iya menjalankan salat Zuhur berjamaah


setelah selesai Alvin merasakan perutnya sangat lapar


Alvin memasuki parkiran tempat makan lesehan untuk mengisi perutnya


Alvin memasuki tempat itu dan mata Alvin tertuju pada perempuan yang sangat iya rindukan yang sedang bersenda gurau Dnegan seorang pria


Alvin mencoba menguat kan hatinya melihat Nara yang sangat bahagia bersama laki laki itu


Alvin mencari tempat duduk namun tempat yang kosong berada tepat di belakang Nara


pelayan" mas silahkan duduk di sana , nanti keburu di ambil orang


Alvin" oooo iya mas,


Alvin berjalan menuju meja itu Alvin langsung duduk tanpa menyapa Nara,


Nara terkejut saat dirinya melihat Alvin berada tepat di hadapannya


"ya ampun, apa dia mengikuti hingga kemari " batin Nara


pesanan Alvin tiba , Alvin langsung menyantap makanan itu tanpa menghiraukan tatapan Nara padanya


setelah selesai Alvin bergegas meninggalkan tempat itu, Karana dirinya sudah tidak kuat melihat senyum, dan tawa Nara yang di tujukan untuk orang lain


sempainya di parkiran Alvin melupakan tas berkas nya, mau tidak mau Alvin kembali ke tempat itu untuk mengambil tasnya


Alvin berpapasan dengan nara, namun Alvin tidak juga menyapa, Alvin kembali ke mejanya dan mengambil tas miliknya


"Alvin naik motor, ada apa dengan nya" dalam hati Nara


Alvin pergi begitu saja, tanpa melihat ke arah Nara yang hendak masuk ke dalam mobil


"dia terlihat kurus, dan kenapa dia membawa motor, apa yang terjadi pada nya " batin Nara


Nara terus saja teringat Alvin , yang benar benar berbeda, tidak lagi menganggu nya,dan terlihat sangat cuek padanya


Dika" Nara kamu kenapa?


Nara" enggak dik gak apa apa ?


Dika" enggak apa apa kok bengong Mulu


Nara"( tersenyum) beneran gak apa apa ?


sepanjang hari Nara berkerja tidak konsen bahkan pekerjaannya banyak yang terbengkalai karena dirinya memikirkan Alvin


Nara mencoba menghubungi Kiki namun tidak ada jawaban dari Kiki


Nara dan para karyawan lain sudah bersiap siap untuk pulang , karena waktu pulang sudah tiba


Nara sudah berada di lobi dan dia sudah menemukan Rika sudah menunggu nya disana


Nara" nunggu lama ya dik


Dika" enggak kok, ya sudah ayo


Dika adalah anak teman maminya Nara, yang sedang berusaha mendekati Nara


namun Nara tidak juga membuka hatinya untuk Dika

__ADS_1


sesampainya di rumah Nara langsung turun dari mobil Dika karena Nara merasa tidak nyaman dengan sikap Dika yang menurutnya sedikit berlebihan itu


Dika" Nara besok aku jemput ya


Nara" enggak usah dik, aku udah janji sama temen mau berangkat bareng


Dika" siapa cowok ya, cie Nara jalan sama cowok, dika cemburu nih


Nara tersenyum paksa menangapi kata kata Dika yang menurutnya aneh itu


Nara" ya udah dik, hati hati ya


Nara langsung meninggalkan Dika yang masih berceloteh entah berceloteh apa Nara enggan untuk mendengar


Nara menarik nafas panjang saat memasuki pintu rumahnya


mami" kenapa nak?


Nara" pusing sama anak teman mami itu, orang nya aneh, seperti memiliki kepribadian ganda


mami" maksud kamu?


Nara" tahu deh mi, Nara pusing, mau istirahat dulu


mami" aneh kamu na


malam telah semakin gelap dan Nara masih terus mencoba menghubungi Kiki namun Kiki tak menjawab panggilannya itu


Kiki" dek Nara dari tadi teleponin gue, gue angkat gak


Alvin" terserah Lo bang, ponsel ponsel Lo, kenapa jadi nanya gue


Kiki" ya udah lah gue angkat aja


Alvin" terserah bang


Alvin meninggalkan Kiki yang sedang duduk di balkon


Kiki" woy dek mau kemana


Alvin" tidur besok gue mulai kerja


Kiki" yah adek durhaka Lo


Kiki tak mengangkat panggilan dari Nara karena ia tahu jika adiknya itu pasti akan sedih jika Kiki mengangkat telepon itu


"maaf na gue gak bisa liat adek gue sedih, bukannya Lo yang mau,dia lupain Lo, jangan ganggu dia lagi na, biar dia hidup dengan caranya sendiri tanpa ada bayang bayang Lo lagi, lah ngapa gue kayak orang gak waras ngomong sendiri " Kiki menggeleng gelengkan kepalanya agar dirinya kembali tersadar


________________________________


terkadang kita harus berpura pura kuat agar terlihat jika kita baik baik saja


terkadang kita harus menyemangati diri sendiri agar kita tidak jatuh lebih dalam


terkadang kita harus berpura pura bahagia agar kita bisa melupakan semua Maslah kita yang orang lain kadang tidak tahu


N.I.P


_________________________________


TBC


next


jangan lupa setelah membaca kasih like,komen, vote buat akunya


terimakasih semua nya

__ADS_1


__ADS_2