
selamat membaca
____________________________
nara sedang menunggu gilirannya untuk pemeriksaan kehamilan,Nara sangat senang karena semua keluarga nya sangat antusias mengantarnya untuk memeriksa kehamilan
haha walau terlihat seperti orang Yang akan tauran, karena ramai, bagaimana tidak, semua anggota keluarga semua ikut, sampai mama dan papa mertuanya pun ikut
suster" nyonya Nara
Alvin,Nara, mami,mama,papa dan juga nada berdiri
Nara" saya. susu
suster" ini semua mau masuk
mama Ervina" boleh ya sus, kami juga mau melihat cucu kami, ya boleh ya
suster"(tertawa kecil) baik lah ibu, tapi jangan sampai menganggu kerja dokter ya
mami" baik lah sus
Nara dan Alvin hanya bisa tersenyum melihat tingkah keluarganya
dokter mulai memeriksa kandungan Nara yang semakin membesar itu,
dokter" wah adik bayi ini seperti nya cucu pertama ya Oma,opa,aunty
mami" iya dok
dokter" wah, lihat dia sangat baik,pertumbuhan nya juga baik, kita lihat yang lainnya ya lingkar kepalanya bagus jari-jari nya lengkap
mama Ervina" jenis kelamin nya dok
dokter"(terkekeh) baik lah kita lihat adik ini berjenis kelamin apa, em seperti nya dia masih malu untuk menunjukan nya Oma
Nara sudah selsai di periksa dan semua hasil nya bagus,bayi dan ibunya sehat
Nara dan keluarga nya keluar dari ruang pemeriksaan dan mengambil vitamin dan obat untuk Nara , setelah selsai mereka meninggalkan tempat itu
nada" em mas, sepertinya langsung antar nada ke terminal saja, biar tidak bolak balik
Nara" tapi ini belum waktu nya ke berangkatkan bus kamu Lo nad
nada" tidak apa-apa mba, biar nada tunggu di sana, nada udah tidak sabar untuk pulang
Alvin" nanti kita telepon mami dan yang lain dulu
Alvin menghubungi mami lara
mami* ada apa Vin,kami di belakang kalian kok
Alvin*bukan begitu mi, nada ingin kita antar ke terminal sekarang,
mami* loh ini kan belum waktu keberangkatannya, tapi terserah nada saja
Alvin* baik lah mi
panggilan diakhiri
Alvin" ya sudah kita antar kamu
nada" terimakasih mas
__ADS_1
sepanjang perjalanan nada memperhatikan setiap jalanan yang ia lewati, untuk mengenang semua yang pernah ia lakukan di kota besar ini
(terminal)
nada" mi nada pergi ya, terimakasih sudah mau terima nada, mau ngurus nada,udah mau di repotin sama nada (menagis)
mami" kamu itu anak mami juga, jadi wajar jika mami melakukan itu,kamu itu tidak bikin repot (memeluk)
nada" mba nada bakal rindu sama mba, dan si kecil ini, mba baik-baik jangan suka marah-marah sama mas Alvin
Nara" nada, kamu jangan pulang huaaa (Nara mulai menagis )
nada" mas titip mba ya, marahi saja jika mba tidak mau makan (tersenyum)
nada" mama nada pamit terimakasih sudah sering ajak nada jalan-jalan ke salon mam sangat baik (memeluk)
mama Ervina" kamu hati-hati jangan lupa sering-sering main ke sini
nada" iya ma, pa nada pamit, terimakasih sudah banyak mengajarkan nada tentang semua hal yang selalu saja nada tanya kan
papa Dika" sama-sama sayang, kamu baik-baik di sana ya
setelah berpamitan nada meminta untuk keluarga nya pulang tidak usah menunggunya sampai pergi,karena nada takut jika berlama-lama dia akan sulit untuk pergi
mau tidak mau mereka menuruti kemauan nada, mereka sudah meninggalkan nada di terminal bus
sepanjang perjalanan nara masih saja menangis karena harus berpisah dengan adiknya itu
sesampainya di rumah nada langsung masuk ke kamarnya untuk menagis sepuasnya di sana , tidak tahu kenapa semenjak mengandung nada berubah menjadi sangat cengeng dan terlalu sensitif hal kecil saja bisa membuatnya menangis
bel rumah nada terus berbunyi, menandakan ada tamu yang datang
ipah" non Rara, silahkan masuk
Rara,taya,Rika dan Dimas sudah berada di rumah Nara
mba ipah pergi memanggil Nara dan juga mami lara
tok tok tok
ipah" non di bawah ada non Rara dan kelurga nya non
Nara langsung membuka pintu
Nara" (terkejut) Rara dan keluarga nya
ipah" iya non
Nara" ya sudah saya akan turun kamu buat minum mba
Nara turun untuk menemui Rara dan keluarganya
Nara" Rara
Rara langsung memeluk Nara (author:sambil ngebayangin dua ibu hamil berpelukan)
Nara" ada apa Ra?
Rara" nada dimana na, aku mau minta maaf aku salah sama dia,aku salah na, maafin aku
Nara" ada apa ini ? apa yang terjadi ?
Rika" Nara kami minta maaf,keluarga kami sudah berbuat ke salahan,pada nada, kami meminta maaf pada keluarga kalian,apa kami boleh bertemu nada ?
__ADS_1
Nara" Nara masih tidak mengerti, tapi nada dia sudah pergi, dari tadi dia pulang ke kampung
Rara" ayo kita susul dia, bawa dia kemari aku mau meminta maaf, ayo Nara, ayo
Nara" tapi dia sudah pergi Ra, kita akan susul kemana ?
Rara terduduk lemas di lantai, menangis sejadi-jadinya mengingat perkataanya yang kasar pada nada
mami" ada apa ini ?
Alvin" Rara
taya membantu istrinya untuk bangun dan kembali duduk ,taya menceritakan semua yang terjadi, pada keluarga Nara
mami" kalian tahu, nada sudah pergi , karena kalian dia harus mengubur mimpi nya,dan dia selalu merasa bersalah dan menganggap rendah dirinya, lebih baik kalian pergi, percuma kalian di sini nada Tak akan kembali
mami lara pergi meninggalkan mereka
Nara" maaf Ra, kami juga tidak bisa membantu
Nara" maaf kan aku, aku sangat egois, aku yang salah, maaf kan aku
mami" Nara suruh mereka pergi (bertriak)
Nara" (menarik nafas) aunty, om Dimas , Rara, mas taya maafkan mami, mungkin mami hanya sedih , saya mohon maafkan mami
Rika" tidak apa-apa Nara aunty tahu, mami kamu pasti kecewa dan sedih, kalo begitu kami akan pulang
mereka pergi meninggalkan kediaman Nara dengan perasaan bersalah yang sangat besar
Ghani masih mencari alamat rumah Nara, yang sedari tadi belum iya temukan, Ghani benar-benar merasa sangat bersalah, mengingat dia adalah orang yang paling kasar dan tidak suka pada nada
Ghani terus memohon pada sepupunya untuk memberi tahu keberadaan nada , namun mereka tidak mau memberi tahu Ghani
hal itu membuat Ghani merasa frustasi, sementara Fahri sudah pergi meninggalkan. Indonesia ia pergi kembali ke Inggris untuk menenangkan dirinya yang ternyata masih sangat bodoh, dan bisa tertipu oleh wanita seperti Ranti
Rara dan taya mengadukan kejahatan Ranti pada pihak yang berwajib, karena iya melakukan perencanaan pembunuhan dan pencemaran nama baik
Rara terus merutuki dirinya yang sangat egois dan tidak mau mendengarkan perkataan orang-orang di sekitarnya
malam sudah semakin larut, Nara masih berusaha membujuk mami lara agar tidak terus menerus marah pada keluarga sahabatnya itu
Nara" mi namanya salah paham, wajar mi, jangan seperti ini, mi jika mami bersikap seperti ini apa bedanya mami Dangan mereka
mami" gara-gara mereka nada harus mengubur mimpinya , nada harus terus merasa bersalah,dan merendahkan dirinya sendri, mami sebagai seorang ibu juga ikut terluka melihat itu semua
Nara" Nara juga kecewa mi, tapi nada memaafkan mereka, mi malu mi sama cucu mami, di dalam sini dia pasti berkata ,itu Oma jelek kalo marah, padahal Oma cantik kalo lagi tidak marah (menirukan suara anak-anak)
mami"(tersenyum) itu mah mama nya buka cucunya Oma
Nara"nah tersenyum dong mi, lebih cantik
bel rumah Nara berbunyi,
Nara" siap sih jam segini bertamu tidak tahu apa ini sudah waktunya istirahat
Nara berjalan ke depan untuk membuka pintu
Nara " kamu ...
_________________________________
TBC
__ADS_1
aduh siap-siap lihat pria-pria bucin ya heheh di next nya ya
jangan lupa kasih like, dan komen kalian ya buat aku