Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 116


__ADS_3

selamat membaca


____________________________


nara sedang menunggu gilirannya untuk pemeriksaan kehamilan,Nara sangat senang karena semua keluarga nya sangat antusias mengantarnya untuk memeriksa kehamilan


haha walau terlihat seperti orang Yang akan tauran, karena ramai, bagaimana tidak, semua anggota keluarga semua ikut, sampai mama dan papa mertuanya pun ikut


suster" nyonya Nara


Alvin,Nara, mami,mama,papa dan juga nada berdiri


Nara" saya. susu


suster" ini semua mau masuk


mama Ervina" boleh ya sus, kami juga mau melihat cucu kami, ya boleh ya


suster"(tertawa kecil) baik lah ibu, tapi jangan sampai menganggu kerja dokter ya


mami" baik lah sus


Nara dan Alvin hanya bisa tersenyum melihat tingkah keluarganya


dokter mulai memeriksa kandungan Nara yang semakin membesar itu,


dokter" wah adik bayi ini seperti nya cucu pertama ya Oma,opa,aunty


mami" iya dok


dokter" wah, lihat dia sangat baik,pertumbuhan nya juga baik, kita lihat yang lainnya ya lingkar kepalanya bagus jari-jari nya lengkap


mama Ervina" jenis kelamin nya dok


dokter"(terkekeh) baik lah kita lihat adik ini berjenis kelamin apa, em seperti nya dia masih malu untuk menunjukan nya Oma


Nara sudah selsai di periksa dan semua hasil nya bagus,bayi dan ibunya sehat


Nara dan keluarga nya keluar dari ruang pemeriksaan dan mengambil vitamin dan obat untuk Nara , setelah selsai mereka meninggalkan tempat itu


nada" em mas, sepertinya langsung antar nada ke terminal saja, biar tidak bolak balik


Nara" tapi ini belum waktu nya ke berangkatkan bus kamu Lo nad


nada" tidak apa-apa mba, biar nada tunggu di sana, nada udah tidak sabar untuk pulang


Alvin" nanti kita telepon mami dan yang lain dulu


Alvin menghubungi mami lara


mami* ada apa Vin,kami di belakang kalian kok


Alvin*bukan begitu mi, nada ingin kita antar ke terminal sekarang,


mami* loh ini kan belum waktu keberangkatannya, tapi terserah nada saja


Alvin* baik lah mi


panggilan diakhiri


Alvin" ya sudah kita antar kamu


nada" terimakasih mas

__ADS_1


sepanjang perjalanan nada memperhatikan setiap jalanan yang ia lewati, untuk mengenang semua yang pernah ia lakukan di kota besar ini


(terminal)


nada" mi nada pergi ya, terimakasih sudah mau terima nada, mau ngurus nada,udah mau di repotin sama nada (menagis)


mami" kamu itu anak mami juga, jadi wajar jika mami melakukan itu,kamu itu tidak bikin repot (memeluk)


nada" mba nada bakal rindu sama mba, dan si kecil ini, mba baik-baik jangan suka marah-marah sama mas Alvin


Nara" nada, kamu jangan pulang huaaa (Nara mulai menagis )


nada" mas titip mba ya, marahi saja jika mba tidak mau makan (tersenyum)


nada" mama nada pamit terimakasih sudah sering ajak nada jalan-jalan ke salon mam sangat baik (memeluk)


mama Ervina" kamu hati-hati jangan lupa sering-sering main ke sini


nada" iya ma, pa nada pamit, terimakasih sudah banyak mengajarkan nada tentang semua hal yang selalu saja nada tanya kan


papa Dika" sama-sama sayang, kamu baik-baik di sana ya


setelah berpamitan nada meminta untuk keluarga nya pulang tidak usah menunggunya sampai pergi,karena nada takut jika berlama-lama dia akan sulit untuk pergi


mau tidak mau mereka menuruti kemauan nada, mereka sudah meninggalkan nada di terminal bus


sepanjang perjalanan nara masih saja menangis karena harus berpisah dengan adiknya itu


sesampainya di rumah nada langsung masuk ke kamarnya untuk menagis sepuasnya di sana , tidak tahu kenapa semenjak mengandung nada berubah menjadi sangat cengeng dan terlalu sensitif hal kecil saja bisa membuatnya menangis


bel rumah nada terus berbunyi, menandakan ada tamu yang datang


ipah" non Rara, silahkan masuk


Rara,taya,Rika dan Dimas sudah berada di rumah Nara


mba ipah pergi memanggil Nara dan juga mami lara


tok tok tok


ipah" non di bawah ada non Rara dan kelurga nya non


Nara langsung membuka pintu


Nara" (terkejut) Rara dan keluarga nya


ipah" iya non


Nara" ya sudah saya akan turun kamu buat minum mba


Nara turun untuk menemui Rara dan keluarganya


Nara" Rara


Rara langsung memeluk Nara (author:sambil ngebayangin dua ibu hamil berpelukan)


Nara" ada apa Ra?


Rara" nada dimana na, aku mau minta maaf aku salah sama dia,aku salah na, maafin aku


Nara" ada apa ini ? apa yang terjadi ?


Rika" Nara kami minta maaf,keluarga kami sudah berbuat ke salahan,pada nada, kami meminta maaf pada keluarga kalian,apa kami boleh bertemu nada ?

__ADS_1


Nara" Nara masih tidak mengerti, tapi nada dia sudah pergi, dari tadi dia pulang ke kampung


Rara" ayo kita susul dia, bawa dia kemari aku mau meminta maaf, ayo Nara, ayo


Nara" tapi dia sudah pergi Ra, kita akan susul kemana ?


Rara terduduk lemas di lantai, menangis sejadi-jadinya mengingat perkataanya yang kasar pada nada


mami" ada apa ini ?


Alvin" Rara


taya membantu istrinya untuk bangun dan kembali duduk ,taya menceritakan semua yang terjadi, pada keluarga Nara


mami" kalian tahu, nada sudah pergi , karena kalian dia harus mengubur mimpi nya,dan dia selalu merasa bersalah dan menganggap rendah dirinya, lebih baik kalian pergi, percuma kalian di sini nada Tak akan kembali


mami lara pergi meninggalkan mereka


Nara" maaf Ra, kami juga tidak bisa membantu


Nara" maaf kan aku, aku sangat egois, aku yang salah, maaf kan aku


mami" Nara suruh mereka pergi (bertriak)


Nara" (menarik nafas) aunty, om Dimas , Rara, mas taya maafkan mami, mungkin mami hanya sedih , saya mohon maafkan mami


Rika" tidak apa-apa Nara aunty tahu, mami kamu pasti kecewa dan sedih, kalo begitu kami akan pulang


mereka pergi meninggalkan kediaman Nara dengan perasaan bersalah yang sangat besar


Ghani masih mencari alamat rumah Nara, yang sedari tadi belum iya temukan, Ghani benar-benar merasa sangat bersalah, mengingat dia adalah orang yang paling kasar dan tidak suka pada nada


Ghani terus memohon pada sepupunya untuk memberi tahu keberadaan nada , namun mereka tidak mau memberi tahu Ghani


hal itu membuat Ghani merasa frustasi, sementara Fahri sudah pergi meninggalkan. Indonesia ia pergi kembali ke Inggris untuk menenangkan dirinya yang ternyata masih sangat bodoh, dan bisa tertipu oleh wanita seperti Ranti


Rara dan taya mengadukan kejahatan Ranti pada pihak yang berwajib, karena iya melakukan perencanaan pembunuhan dan pencemaran nama baik


Rara terus merutuki dirinya yang sangat egois dan tidak mau mendengarkan perkataan orang-orang di sekitarnya


malam sudah semakin larut, Nara masih berusaha membujuk mami lara agar tidak terus menerus marah pada keluarga sahabatnya itu


Nara" mi namanya salah paham, wajar mi, jangan seperti ini, mi jika mami bersikap seperti ini apa bedanya mami Dangan mereka


mami" gara-gara mereka nada harus mengubur mimpinya , nada harus terus merasa bersalah,dan merendahkan dirinya sendri, mami sebagai seorang ibu juga ikut terluka melihat itu semua


Nara" Nara juga kecewa mi, tapi nada memaafkan mereka, mi malu mi sama cucu mami, di dalam sini dia pasti berkata ,itu Oma jelek kalo marah, padahal Oma cantik kalo lagi tidak marah (menirukan suara anak-anak)


mami"(tersenyum) itu mah mama nya buka cucunya Oma


Nara"nah tersenyum dong mi, lebih cantik


bel rumah Nara berbunyi,


Nara" siap sih jam segini bertamu tidak tahu apa ini sudah waktunya istirahat


Nara berjalan ke depan untuk membuka pintu


Nara " kamu ...


_________________________________


TBC

__ADS_1


aduh siap-siap lihat pria-pria bucin ya heheh di next nya ya


jangan lupa kasih like, dan komen kalian ya buat aku


__ADS_2