
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Rara sedang sangat tegang, karena kini usia kandungannya sudah memasuki usia sembilan bulan, semua yang ia lakukan serba salah,duduk salah,berbaring salah, dan ia harus rajin-rajin ke kamar mandi karena ia sering sekali buang air kecil
Rara sangat takut membayangkan proses persalinan yang sangat menegangkan
Rara mencoba untuk rileks,namun ia tak bisa hal itu membuat dirinya menjadi sering sekali marah, karena menurut nya semua orang tidak ada yang mengerti dirinya
sepeti siang ini, Rara merasa kesal pada adik-adiknya
Rara" Rey, Dion bisa tidak berisik Kaka sedang mencoba untuk tidur
cha-cha" ya ampun kak, ada apa? kenapa bertriak seperti itu
Rara" itu Rey dan Dion sangat berisik, kakak sedang mencoba untuk tidur
cha-cha" ya sudah kakak tidur lagi, biar bunda yang bilang ke mereka
Rara" terimakasih Bun
Rara kembali masuk kedalam kamarnya, dan mencoba memejamkan matanya, namun ia tidak bisa melakukan itu
Rara" nak kamu kenapa? mom sangat mengantuk, kenapa kamu tidak ingin tidur
(mengelus perut) apa kamu merindukan dad ?
rara mengambil ponsel nya, dan menghubungi taya,
taya* halo ada apa mom ?
Rara* aku merasa mengantuk sekali
taya* tidur lah mom,
Rara* sudah ku coba tapi sepertinya anak kita tidak mau tidur,
taya" baik lah aku akan bicara pada nya
Rara memasang mode pengeras suara (loudspeaker)
taya* assalamualaikum anak Daddy, kamu tidak lelah, dari subuh tadi belum tertidur, mom saja sudah mengantuk kenapa kamu tidak mau tidur , baik lah dad akan menceritakan sebuah cerita untuk mu,
taya mulai bercerita pada anaknya itu, dan seperti sihir, Rara pun bisa memejamkan matanya dan tertidur lelap, taya masih terus bercerita sampai selesai, dan tidak lagi mendengar suara Rara, hanya terdengar suara dengkuran halus dari sang istri
__ADS_1
taya* selamat tidur
taya mengakhiri panggilan nya
Fahri" apa kakak selalu seperti itu ?
taya" ya semenjak sudah mendekati waktu persalinan Rara sangat lah takut dan kelihatan stres, semua cara sudah aku dan bunda lakukan agar membuatnya rileks, sampai dokter melarang nya untuk melahirkan normal karena tidak mau ambil resiko, namun Rara masih kekeh ingin normal
Fahri" apakah sulit menghadapi wanita hamil ?
taya" di bilang sulit ya tidak dan di bilang mudah juga tidak, aku hanya menikmati saja dan selalu berusaha yang terbaik sudah itu saja
Fahri" mas taya hebat
taya" semua suami akan melakukan hal itu, saat mereka berada di posisi ku, nanti juga kamu merasakannya
Fahri" entah kapan aku masih belum mau menjalin hubungan dulu,
taya" cepat lah move on lihat kalian itu sudah berumur namun belum satu pun dari kalian yang mengandeng siapa pun, kamu, Ghani, Rey jika key aku rasa kalian tahu seperti apa dia
Fahri" kenapa aku merasa kamu mulai sepeti dad,yang selalu meminta ku membawa seorang menantu untuknya (tertawa)
taya" dasar kau
Fahri" di mana Ghani ? aku tidak melihatnya di ruangannya tadi
taya" dia sedang ikut acara pertemuan seluruh pengusaha muda mewakili ku
Fahri"sejak kapan dia mau ikut dalam acara seperti itu, ternyata lama aku tinggalkan banyak yang berubah dari nya
Fahri" itu lebih baik, dari dia yang dulu
cyra sedang menagis karena kali ini ia putus cinta dari kekasih nya yang baru membuat Rey kewalahan
Rey" udah sih key kayak baru pertama aja Lo begini
cyra" ini beda, dia itu laki-laki yang sweet banget dan gue mulai suka sama dia (menagis)
Rey" jawaban Lo selalu Sama key, lo tahu key, mantan-mantan Lo itu kalo di kumpulin bisa buat negara Lo
cyra" ih resek Lo, bukanya hibur gue malah ngeledek
Rey" percuma hibur Lo, besok juga udah dapet yang baru lagi
cyra" Rey lo nyebelin banget sih, mending gue curhat sama Ghani
Rey" Lo curhat sama dia.bakalan lebih parah di ejeknya (tertawa) gue heran sama Lo key gak bosen ya, gonta-ganti pacar terus,dan di cap sebagai playgirl
cyra" gue kan gak ada niat begitu, orang-orang aja yang nilai, gue kan mencari yang terbaik buat gue, kan gak ada salahnya
Rey" iya sih tapi gak kayak Lo juga key, mantan sampai bejibun
cyra" capek gue ngobrol sama jomblo abadi kayak Lo,
cyra meninggalkan Rey yang masih mentertawakan ya
" emang jomblo dosa ya, kenapa pada sibuk nyuruh gue nyari pacar sih " batin Rey
__ADS_1
sementara di tempat lain Ghani sedang memperhatikan para pengusaha muda itu mengenalkan diri mereka, sebenarnya Ghani tidak memperhatikan mereka hanya pandangan nya saja yang di sana namun pikiran nya tidak tahu kemana
pikiran Ghani, terus tertuju pada satu nama yang sampai detik ini selalu memenuhi pikirannya
" iya pak saya sudah di depan"
suara itu mengalihkan pandangan Ghani, ia merasa sangat kenal dengan suara itu, suara yang selama ini ia ingat
Ghani mencari suara itu, namun ternyata suara itu bukan lah orang yang dia cari
Ghani kembali ke tempat duduk nya dan melihat lagi ke arah panggung
setelah selesai Ghani berbincang lebih dulu dengan pengusaha lainnya , sebelum meninggalkan tempat itu
Andi" pak sebentar lagi, kita harus kembali ke kantor, karena ada pertemuan khusus (berbisik)
Ghani" baik lah, em maaf pak saya rasa perbincangan kita cukup sampai di sini, saya mohon undur diri, karena masih ada pekerjaan yang menunggu saya ( tersenyum)
"iya, terimakasih pak Ghani,senang bisa berbincang dengan anda" (berjabat tangan )
Ghani dan Andi meninggalkan ballroom itu,saat menunggu lift Ghani teringat jika ia meninggalkan jam tangannya di toilet
Ghani" Andi kamu turun lah lebih dulu , saya mau mengambil jam tangan saya
Andi"baik pak
Ghani pergi menuju toilet untuk mengambil jam tangannya
Ghani" huh masih ada ternyata, jika ini hilang mom bisa marah besar pada ku
Ghani mengenakan jam tangannya dan pergi menuju lift, Ghani melihat pintu lift yang akan tertutup
Ghani" tunggu,hey tunggu tahan pintunya (berlari)
pintu lift itu kembali terbuka,
Ghani" huh terima..
kata-kata Ghani terhenti melihat sosok wanita yang selama ini iya cari yang siang dan malam menganggu pikirannya,wanita yang entah sejak kapan berada di hatinya, yang membuatnya merasa sangat kehilangan
Ghani" na...nada (di dalam hatinya)
tidak tahu kenapa bibir Ghani seolah tak bisa di gerakan, padahal banyak sekali yang ingin iya katakan, namun lidahnya seakan keluh dan tak bisa bergerak
"sial ada apa dengan ku" gumam ghani dengan kesal
selama di dalam lift keduanya hanya saling diam seolah seperti orang tak saling kenal
__________________________________
TBC
next
ada yang pernah kayak Ghani, saat ketemu gebetan nya? dalam hati banyak bicara tapi mulut diam tanpa kata heheh
jangan lupa ya setelah membaca kasih aku like.komen,vote, dan juga favorit ya terimakasih semua nya
__ADS_1