
happy reading
.
...
.
...
enjoy
💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
"jleb" benda tajam itu menusuk perut nya,membuat semua orang panik,melihat darah yang mengalir
tita" darah,putriku berdarah
brug
tita terjatuh dan tidak sadarkan diri,Reno dengan sigap memegang istrinya,brand langsung berlari menyiapkan mobil,Rey langsung mendekat pada Naima yang terlihat syok
Febi" maaf kan kakak nai
Febi menutup matanya,Arif langsung membawa Febi menuju mobil yang di sediakan brand,jika menunggu ambulance itu akan terlalu lama,
Reno" kalian pergi lah,mama biar papa yang urus temani Febi nai
Rey membatu Naima bangun dan menyusul kakak nya itu
di dalam mobil Naima terus memegang tangan kakak nya itu,dan air matanya tidak bisa berhenti
Naima" kakak kenapa melakukan ini,kak Naima sayang kakak,jangan tinggalkan Naima
Arif" feb kenapa kamu melakukan ini,kami tidak berharap seperti ini,aku mohon jangan tinggalkan aku
darah dari perut Febi tidak berhenti,dan terus mengeluarkan darah,sesampainya di rumah sakit Febi langsung di tangani oleh tim medis
Naima merasa takut,takut jika kakak nya itu akan meninggalkan nya,Rey yang melihat itu langsung memeluk Naima
Rey" tenang lah kakak mu akan baik-baik saja,kita doakan yang terbaik
Naima" ini salah ku,ini salah ku,seharusnya kita tidak melakukan ini,kakak ku (menagis)
Rey"(memeluk) tidak,ini bukan salah mu,kita tidak tahu jika Febi akan melakukan ini,dan kita tidak pernah berharap jika Febi bertindak seperti ini
Arif" benar nai,niat kita baik,kita hanya ingin Febi berubah dan meluruskan masalah ini
suster" permisi keluarga Febi
Naima" saya,ada apa ?
suster" pasien mengeluarkan banyak darah,dan pasien memerlukan transfusi darah segera
Naima" saya siap,darah saya dan kakak saya sama sus anda boleh mengambil darah saya
suster" baik lah nona mari ikut saya
Naima mengikuti suster itu,untuk mengambil darah nya,setelah selesai Naima kembali menemui yang lain,dan melihat keluarga Rey dan mama,papa nya sudah berada di sana
cha-cha" nak apa kamu baik-baik saja (memeluk)
Naima" bunda (memeluk)
tita" bagaimana Febi ? (menangis)
Rey" kami masih belum tahu ma,kami juga masih menunggu
__ADS_1
Abi" apa yang terjadi ?
brand menarik Abi untuk menjelaskan hal yang terjadi
brand" aku fikir Febi orang yang akan melawan,ternyata hanya sebatas penjelasan dia sudah luluh,dan memilih mengakhiri hidupnya
Abi" tidak waras kamu brand,kenapa kamu tidak melihat ke adaan nya
brand" aku lupa soal itu ( menundukan kepala) aku salah
Abi" huh,tebus kesalahan mu nanti,dan kamu pergi lah berlibur tenangkan fikiran mu
brand" astaga kamu memang yang terbaik Abimanyu
tidak lama kemudian,Febi di nyatakan selamat,dan sudah berpindah ke ruangan rawat
Naima" kakak bangun lah,nai ingin melihat senyum kakak lagi
Rey" nai ganti lah,pakaian mu bunda membawanya untuk mu
Naima" terimaksih kak Rey
Naima mengganti pakaian nya yang kotor oleh noda darah,setelah selesai Naima keluar dari kamar mandi dan melihat Febi hanya seorang diri
Naima" kak Rey di mana ?
Naima duduk di sebelah Febi,masih memejamkan matanya
Naima" kak bangun lah,nai masih di sini nai mau memeluk kakak lagi
karena waktu sudah sangat larut,mata Naima mulai mengantuk dan tertidur di sebelah Febi dengan posisi terduduk
pukul tiga subuh mata Febi terbuka dan melihat di sekitarnya
Febi" kenapa aku masih hidup (bergumam)
Febi melihat di sekitarnya,Febi melihat Naima yang tertidur di sebelah nya
Rey" perbaiki sikap mu,jangan hanya meminta maaf
Febi terkejut mendengar suara Rey baru saja masuk ke dalam ruangan itu
Febi" ka-kamu,sedang apa kamu
Rey" aku rasa yang terluka perut mu bukan kepala mu,kenapa kamu jadi amnesia,aku suami adik mu,dan tidak mungkin aku meninggalkan nya
Febi" kamu benar,huh apa mereka mau memaafkan aku
Rey" tergantung pada sikap mu,aku rasa jika kamu menunjukan nya dan bersungguh sungguh orang akan memaafkan sikap mu
Febi" kamu sebagai laki-laki terlalu kasar aku tidak suka
Rey" (tersenyum) aku juga tidak suka pada mu,dan satu lagi,jangan pernah macam macam pada istri ku
Febi" aku yakin adik ku ini tersiksa menikah dengan orang seperti mu
Rey" aku juga yakin,jika adik mu ini juga tersiksa memiliki kakak sepertimu
Febi" diam kamu,aw
Febi merasakan sakit di perutnya
rey" rasakan
Febi" aku akan meminta adik ku,untuk memarahi mu nanti
Rey" coba saja
__ADS_1
****
mata hari sudah mulai menampakan cahaya nya, membuat Naima membuka matanya karena merasakan cahaya matahari menerpa wajahnya
Naima mendapatkan dirinya tertidur di sofa rumah sakit,Naima mengingat jika dirinya tertidur di sebelah Febi,Naima melihat pembaringan yang kosong
Naima" kak Febi
Naima langsung beranjak,dan mencari Febi di setiap sudut ruangan itu,namun tidak menemukan Febi
Naima keluar Rungan untuk mencari Febi,dengan sangat khawatir Naima mencari ke sana kemari
Rey" nai
Naima" kak Rey,kak Febi tidak ada,dia tidak ada di ruangan,kak cepat cari kak Febi aku terjadi sesuatu padanya (menangis)
rey" hey jangan menangis,ikut aku (menarik lembut tangan Naima)
Naima mengikuti Rey yang membawanya menuju ke taman rumah sakit
Rey" mereka di sana (menunjuk Febi dan juga Arif )
Naima melepas tangan Rey,dan berlari menuju kakak nya
Naima" kak Febi (memeluk)
Febi terkejut mendapat pelukan dari adiknya itu
Febi" aw nai,perut kakak sakit
Naima" maaf kak,maaf
Febi" dasar kamu,nai maaf kan kakak ya,kakak tidak seharusnya bersikap seperti itu,dan maaf kakak seharusnya melindungi kamu sebagai kakak
Naima" Naima juga minta maaf,sebagai adik Naima seharusnya,tahu perasaan kakak
Febi" kita sama-sama mulai semuanya lagi,kakak akan memperbaiki semuanya,maaf kan kakak nai (memeluk)
Arif" sudah malu di lihat banyak orang,kita sambung lagi nanti,sekarang kita masuk ke ruangan saja
Naima" kak Arif iri ya melihat kami berpelukan (tertawa)
Arif" enak saja, tidak aku malu melihat kalian berdua seperti itu seperti anak kecil,benar kan pak Rey
Rey" tidak aku biasa saja melihatnya,dan Rif bisa panggil saya biasa saja. ini bukan kantor,saya seperti tua sekali di panggil bapak
Febi" memang anda tau (mencibir Rey)
Naima sedikit heran dengan kakak nya yang mengatai Rey
Rey" hey nona saya dan anda sama,jadi anda juga tua
Arif" iya berasa muda sekali kamu feb
Febi" oooo sekarang kami membela bis mu ini
Arif" bukan begitu tapi memang seperti itu
Naima" kalian kenapa ? (bingung)
"tidak ada" bersamaan
Naima merasa sangat bahagia dirinya kini bisa kembali akur dengan kakak perempuannya,dan ia berharap setelah ini hanya ada kebahagian untuk dirinya dan keluarga nya
_______________________________
TBC
__ADS_1
next
terimaksih