Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 68


__ADS_3

enjoy


.


.


.


.


let's read


➿➿➿➿➿➿➿➿➿➿➿


Nara masih terduduk lemas di kursi, dan air mata yang tak kunjung kering, dan masih terus mengalir


mengingat kenangan kenangan dirinya saat bersama Bu Yanti,


hari sudah sore, namun Nara masih enggak untuk di suruh beristirahat, karena dirinya tidak mau meninggalkan Bu Yanti,


pak Idris hanya bisa pasrah, Karan iya tahu betapa besar cinta Nara pada Bu Yanti, ibu asuh yang selalu menemaninya,yang selalu mengusap lukanya,orang yang pertama kali akan membela Nara jika iya dilukai , orang yang akan khawatir dan panik jika Nara sakit, orang yang pertama tersenyum jika melihat Nara sukses


pak Idris" non mau minum sesuatu biar bapak belikan


Nara" tidak pak, Nara gak haus


pak Idris" non, mau saya antar pulang ke hotel


Nara" tidak pak Nara disini saja, Nara mau temani ibu


pak Idris" baiklah non, kalo gitu bapak ambilkan bantal dan selimut agar non bisa beristirahat


Nara" terimakasih pak


memang di ruang tunggu itu mereka memiliki tempat untuk beristirahat, namun menurut pak Idris tidak baik saja melihat seorang wanita yang tidur di tempat seperti itu


Nara masih setia dengan duduk termenung nya ,


hari semakin gelap, Nara mulai merasakan kantuk dan dirinya sudah memejamkan mata,


mba ipah dan pak Idris tidak tega melihat anak majikannya tidur di emperan seperti ini ,


ipah" kasian non Nara ya pak,


pak Idris" iya kasian non Nara, kenapa ya jalan hidup nya begini


ipah" kasian non Nara harus di bohongi orang tua hingga sekarang ya pak


pak Idris" sssttt jangan ngomong itu, nanti kita kena marah sama nyonya, jangan sampai non nara tahu


ipah" maaf pak kelepasan


rara dan taya kini sedang bermalam di rumah Abi, karena Abi sangat memaksa mereka untuk bermalam walau hanya semala


taya" sayang, kamu capek gak


rara" enggak, kenapa ?


taya" sayang kalo kita punya anak, kira kira wajahnya mirip siapa ?


rara" ya kalau gak mirip aku ya kamu, adalah jangan mirip tetangga


taya" oooo, sayang kalo mau punya anak kita harus ngapain sih


rara" ya buat lah


taya" oooo buat


rara" kamu kenapa sih nanya begitu


taya" sayang kamu mau punya anak ?


rara" ya mau lah sayang,

__ADS_1


taya mendekat pada Rara , dan mulai mencium istrinya


taya" kita buat adik bayinya mom


taya langsung memulai aksi nya itu, dan Rara menerima dengan senang hati,


mereka bertempur hingga keduanya lelah dan tertidur karena lelah dan peluh yang sudah bercucuran


taya" i love you sayang


rara" i love you to Daddy


pagi hari Rara sudah segar dan wangi karena dirinya sudah mandi dan membersihkan diri


cha-cha" ih kakak pagi pagi udah wangi, abis ngapain sih udah mandi aja


rara" biasanya juga begini Bun, emang kenapa Bun


cha-cha" ya gak apa apa, bunda kan cuma tanya, kak nanti siang kita ke rumah sakit yuk


rara diam sejenak tidak langsung menjawab pertanyaan dari sang bunda


rara" em kakak gak bisa Bun, kakak mau ikut mas taya bertemu dengan relasi nya Bun (berbohong)


cha-cha" memang kakak harus ikut, bunda gak enak kan harus nya kemarin ke sana nya


rara" gak bisa Bun, karena relasinya mas taya itu membawa istrinya, jadi aku menemani Bun


(berbohong)


cha-cha" jadi bunda sendiri


rara" ya mau bagai mana Bun,


cha-cha" ya sudah bunda sama dion saja ke rumah sakit nya


rara" iya Bun


taya" kamu tumben mau ikut aku ngantor, kenapa gak ke rumah sakit


rara" kenapa gak boleh ya, ya sudah aku pulang saja


taya" loh loh bukan gak boleh, tapi kan tujuan mu dari awal itu mau menemani Nara, tapi kenapa sekarang malah mau ikut aku kantor


rara" buat apa menemani orang yang tidak mau di temani (ketus)


taya" kenapa begitu ?


rara" sudah lah, aku malas membahas nya,


taya merasa bingung dengan sikap istrinya, yang cepat sekali berubah


sesampainya di kantor taya langsung bertemu dengan Dimas dan membahas tentang proyek besar mereka sedang kan Rara hanya duduk dengan ras abisan yang luar biasa


waktu makan siang sudah tiba,cha-cha pergi bersama Dion menuju ke rumah sakit namun sebelum itu cha-cha menelepon Rara lebih dulu


cha-cha* kakak benar tidak bisa ikut bunda


rara* benar Bun, (berbisik)


cha-cha* kakak masih di tempat pertemuan


rara* iya Bun , ya sudah ya Bun ..


rara mematikan panggilan tersebut, Rara sangat menyesal karena dirinya harus berbohong pada bundanya Karana ia tak mau bertemu Nara


cha-cha Samapi di rumah sakit, dan melihat Nara yang sedang melamun


cha-cha" Nara


Nara" eh bunda (mencium tangan) bunda sama siapa ?


cha-cha" sama Dion, soalnya Rara gak bisa ikut, lagi nemenin taya ke temu relasinya, ah pasti dia udah kasih tahu kamu ya

__ADS_1


Nara tersenyum kaku mendengar perkataan cha-cha


"apa aku egois,tidak memberitahu Rara masalah Alvin,dan aku,apa aku salah marah padanya " Nara memikirkan itu semua sampai iya tak mendengar cha-cha mengajaknya berbicara


cha-cha" Nara,na,Nara (melambaikan tangan nya di depan wajah nara)


Nara" oooo iya Bun ada apa ?


cha-cha" eh alah, di ajak ngomong malah bengong


Nara" maaf Bun (terkekeh)


cha-cha" gimana ibu mu, apa udah baikan


Nara" belum Bun, kemarin malah terkena serangan jantung kedua


cha-cha" astafirloh , kamu yang sabar ya, ikhlas aja Dnegan semua yang terjadi jangan terlalu bersedih na


Nara" Nara sudah ikhlas Bun, apa pun yang terjadi


cha-cha" kamu sudah makan, ini bunda bawa makanan untuk kamu,


Nara" terimakasih Bun jadi ngerepotin bunda


cha-cha" enggak kok bunda gak repot, udah kamu makan dulu habisin ya


Nara mulai makan,Nara sangat sedih, ia makan sambil menahan tangis nya,


Karana iya merasa bersalah pada Rara, yang Bahakan masih membolehkan bundanya untuk bertemu Nara,


" bahkan iya tidak melarang bunda untuk bertemu aku, kenapa aku jadi sangat egois" batin Nara


setelah selesai dan berbincang sebentar Dnegan nara, cha-cha berpamitan untuk pulang,


setelah ke pulangan cha-cha Nara mencari ponselnya untuk menghubungi Rara


Nara berniat untuk meminta maaf pada Rara


Nara menghubungi Rara berkali kali kali, namun Rara tidak mengangkat


Nara mencoba lagi dan Rara menjawab teleponya


Nara* halo Ra


rara* iya ada apa ? (ketus)


Nara* Ra aku,aku mau meminta maaf pada mu


rara* untuk apa ?


Nara* aku tahu aku salah, kemari aku terbawa emosi dan (menangis)


rara* ya sudah aku sedang dalam perjalanan nanti aku hubungi lagi


Tut Tut Tut


rara mematikan panggilan dari Nara ,


Nara benar benar meras bersalah, kini Rara benar benar marah pada nya


"semuanya pergi meninggalkan aku, aku suguh bodoh, aku sungguh egois, aku memang jahat" Nara menyalahkan dirinya sendiri karena kesalahannya kini sahabat satu satunya yang iya punya juga meninggalkan nya


_______________________________


tbc


next ya


jangan lupa kasih like dan komen buat aku


kita lanjut lagi


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2