
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
sudah semingu Naima berada di Bogor,dimana ia tinggal di rumah peninggalan neneknya
Naima hanya menanyakan kabar pada Febi,tidak ada tempat untuk dirinya bertanya selain dari kakak nya
Naima" Bu Lilis tolong bersihkan tempat itu ya,Naima mau melukis lagi
Bu Lilis" iya non,kata nya suami non teh bakal
bakal nyusul, tapi ini teh sudah seminggu tapi belum di jemput juga
Naima" suami Naima sedang sibuk Bu,(tersenyum)
"mungkin kak Rey sedang bersama kak Rizki" begitulah fikiran Naima
ponsel Naima berdering,menandakan panggilan masuk
"kak Febi"
Naima langsung mengangkat panggilan itu
Naima* halo kak Febi,ada apa kak ?
Febi" nai pulang lah,Rey benar-benar kasihan Arif saja tidak tega melihat nya
Naima" kak aku yakin jika kak Rey bahagia tanpa aku,kak Rezki lebih pantas untuk kak Rey bukan aku
Febi* apa benar Rey masih bersama wanita bernama Rizki itu,Arif tidak pernah menceritakannya pada ku
Naima*kak tolong jaga rahasia ku,aku hanya ingin belajar melupakan kak Rey,setelah itu aku akan kembali
Febi* tapi nai
Naima* ya sudah kak,aku banyak pekerjaan nanti aku hubungi lagi
Naima menyudahi panggilannya dengan Febi,
Febi menarik nafas kasar melihat ponselnya
Febi" apa benar Rey bersama wanita itu,tapi kenapa Arif tidak menceritakannya,justru menceritakan hal berbeda,astaga kepala ku sakit memikirkan ini semua
Naima mulai melukis,Naima memejamkan matanya dan menarik nafas,setelah itu Naima kembali melukis
Bu Lilis" ibu perhatikan setiap kali non melukis pasti melukis wajah pria itu,apa itu suami non
Naima" ih Bu lilis ini mau tahu saja,Bu tolong ambilkan minum untuk Naima (tersenyum)
Bu Lilis" baik lah non
Naima memperhatikan bu Lilis yang sudah mulai menjauh dari pandangannya
"bagaimana bisa lupa jika setiap hari aku melukis wajah mu kak Rey " dalam hati Naima
__ADS_1
Naima hanya menghabiskan waktu nya dengan melukis,baru kali ini Naima merasa bosan dengan kuas dan kanvas,Naima selalu mengingat kenangan nya bersama Rey
sementara di kantor Arif sangat perihatin dengan atasannya yang di tinggal pergi istrinya itu
Arif melihat Rey yang selalu lusuh,kantung mata yang terlihat jelas,badan Rey pun terlihat kurus,kurang konsentrasi, selalu melamun,membuat Arif merasa iba melihat ke adanya
Arif" pak apa saya batalkan saja pertemuan hari ini ? wajah bapak terlihat sangat pucat pak,apa bapak benar baik-baik saja
Rey"tidak apa-apa rif,kita lanjutkan saja,saya baik-baik saja
Arif" lebih baik bapak makan lebih dulu,bapak belum makan apa pun sedari tadi pagi bahkan kopi saja belum bapak minum
Rey" nanti saja Rif,kita harus pergi sekarang bukan
Arif" iya pak
Rey" apa mobil sudah siap ?
Arif" sudah pak
Rey" mari kita pergi Rif
Rey bejalan mendahului arif, Rey merasakan sakit di kepalanya,namun Rey berusaha menahannya,karena ia tak mau membatalkan kontrak mereka bersama salah satu perusahaan ternama
setelah selesai menadatangani kontrak,Rey bisa bernafas dengan lega,karena ia berhasil mendatangani kontrak dengan perusahaan ternama
Arif" akhirnya pak usaha kita tidak sia-sia selama ini,kita berhasil menjalin kerja sama bersama mereka
Rey" kamu benar Rif
Arif" kita harus merayakan ini pak
Rey" Rif
Arif menghadap ke arah Rey
Arif" ada
dengan di bantu pegawai restoran Arif membawa Rey masuk ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit
sesampainya di rumah sakit Rey mendapat penanganan dari pihak medis
Arif ingin menghubungi keluarga Rey,namun iya mengurungkan niatnya,karena iya takut jika keluarga Rey akan mengetahui masalah Rey dan Naima
akhirnya Arif memutuskan menghubungi kekasih nya,kakak dari istri atasannya itu
Arif* halo sayang,kamu bisa bantu aku ?
Febi*ya apa ?
Arif* pak Rey jatuh pingsan,dan saat ini dia sedang di tangani pihak medis,aku butuh teman untuk menjaganya
Febi* apa kamu bilang pingsan,kenapa bisa,sekarang kalian di rumah sakit mana,aku akan segera ke sana
Arif* rumah sakit ********* cepat lah ke mari
Febi* baik lah,lima belas menit aku akan segera sampai
Arif* aku tunggu
Arif menyudahi panggilan itu,tidak menunggu lama Febi tiba di rumah sakit karena memang posisi nya berada tidak jauh dari rumah sakit tempat Rey berada,dan Rey sudah dinyatakan baik-baik saja hanya Rey kelelahan
Febi" bagaimana ke adanya ?
Arif" dia belum juga sadar,dia terus mengigau memangil Naima
Febi" memanggil nai ? kamu yakin yang di sebutnya Naima bukan wanita lain ?
__ADS_1
Arif" astaga sudah aku katakan pak Rey tidak pernah dekat dengan wanita lain,kenapa kamu selalu berfikir seperti itu
Febi" Karana itu adalah alsan Naima meninggalkannya
Arif" Naima pasti salah paham,pak Rey tidak pernah dekat dengan wanita mana pun
Febi" wanita di pusat perbelanjaan kafe sebelah toko buku,siapa dia ?
Arif" sari maksud mu ?
Febi" mana aku tahu ?
Arif" astaga sari itu,agensi tour and travel pak Rey mengunakan jasanya untuk mencari tempat berlibur untuknya dan nai,astaga jadi karena itu Naima pergi dan membuat pak Rey jadi begini
Febi" bukan hanya itu, Rey juga meninggalkan Naima dan pergi saat tengah malam menemui wanita bernama Rizki,Naima mendengar percakapannya
"dimana dia sekarang"
Febi dan Arif menoleh ke sumber suara yang tak lain adalah Rey yang sudah membuka matanya
Rey" dimana dia sekarang
Febi" r-rey kamu,
Rey" kenapa kamu tega membohongi ku feb,aku tidak lagi mencintai Rizki dan tidak ada wanita lain selain Naima di hatiku (meneteskan air mata)
Febi" maaf kan aku,(merasa bersalah) tapi aku hanya mengikuti permintaan nai saja,dan aku juga sudah memintanya untuk kembali
tapi dia tidak mau
Rey" dimana nai sekarang ?
Febi" dia berada di Bogor,di rumah nenek ku
rey" berikan alamatnya aku akan menemui nya,aku akan menjemputnya
Arif" pak anda belum boleh pergi,anda harus istirahat lebih dulu
Rey" tidak ada istirahat,sebelum aku membawa istriku pulang bersama ku
Rey menarik selang infus yang berada di tangannya dan menekan dengan kuat tangannya yang mulai mengeluarkan darah
Arif" suster tolong bantu dia (bertriak)
seluruh perawat IGD membatu Rey,menghentikan darah nya dan menahan Rey agar tidak pergi,namun usaha mereka semua sia-sia Rey tetap pergi meninggalkan. rumah sakit dan pergi menuju Bogor membawa mobil sendiri
Febi langsung menghubungi Naima,untuk memberi tahu apa yang terjadi
Naima* apa,kakak tidak sedang bercanda kan
Febi* untuk apa aku bercanda Dnegan nyawa seseorang naima,Rey benar-benar pergi dan akan menjemput mu,kepadanya sedanag Tidka stabil seharusnya ia beristirahat
Naima"(menagis) ini salah ku,kak rey tidak akan begini jika bukan karena aku
Febi" stop menyalahkan diri mu,tunggu Rey datang dan bawa dia ke rumah sakit saat dia tiba disana mengerti
Naima" baik lah kak
panggilan berakhir,Naima langsung berlari keluar kamar menunggu di ruang tamu dengan rasa khawatir dengan ke Adan suaminya yang sangat nekat
Naima menunggu dengan bolak balik kesana kemari,Naima sudah menunggu dua jam lebih. namun bekum juga ada tanda-tanda Rey datang,fikiran Naima terus memikirkan hal buruk kerena rasa takutnya
"semoga tidak terjadi apa-apa pada nya,) Naima terus saja berdoa untuk ke selamat
__________________________
TBC
__ADS_1
next
terimaksih