
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
sudah sebulan dari kejadian itu, kini Rara sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan nya, iya memutuskan untuk mengambil kuliah memasak, karena iya ingin membuat usaha sendiri di bidang kuliner
pagi itu di awali oleh Rara dengan semangat yang luar biasa,
rara" bunda kakak pergi ya (bertriak)
cha-cha" eh tunggu kak (berlari) ini bunda titip ini buat eyang ya, kamu kan sekalian lewat
rara" iya Bun, pasti kakak antar
cha-cha" kak besok jangan lupa fitting baju ya,
rara" iya bunda, udah lebih dari sepuluh kali pagi ini bunda ingetin kakak
cha-cha" iya ya kak, (tertawa) bunda lupa
rara" ya sudah Bun, kakak berangkat (mencium tangan)
cha-cha" hati hati kak, semoga berhasil ya
rara" iya Bun amin
setelah selesai berpamitan Rara pergi dengan mengendarai motor kesayangannya itu
"semangat Ra, semangat, jangan menyerah tuhan tidak tidur, dan melihat semua usaha mu " batin Rara menyemangati dirinya sendiri
rara terus berjalan menuju salah satu perguruan tinggi yang iya ingin kan untuk mendaftar sebagai mahasiswi di sana
setelah sampai Rara langsung menyiapkan berkas berkasnya dan mulai mendaftar setelah selesai Rara memutuskan untuk berkeliling untuk melihat lihat
rara melihat satu persatu kelas,perpustakaan,kamar mandi, dan beberapa tempat yang menurutnya penting itu
setelah selesai Rara kembali melakukan motor kesayangannya itu menuju rumah Bu Lia dan pak Lukman
setelah sampai di sana Rara di sambut dengan cyra
cyra" kakak (bertriak)
sontak membuat semua orang menoleh ke arah Rara
rara" kira bisa gak, gak usah teriak sekencang itu
cyra" sorry kelepasan, soalnya seneng bisa ketemu kakak disini aku bete di sini
rara" bete kenapa kan bukannya disini ramai
cyra" iya ramai tapi cyra gak kenal
rara" dasar kamu, gak kuliah apa
cyra" enggak, dosen nya galak jadi bolos aja
rara" astaga kira, kapan mau lulus coba kalo kuliah nya males malesan
cyra" haduh kak ,santai aja cyra ini pinter pasti bisa kok
rara" terserah kamu cy, eyang dimana ?
cyra" di belakang sama mama, kakak bawa apa sih?
rara" titipan dari bunda, kakak juga gak tahu apa (terkekeh) ya udah kakak temui eyang dulu
rara berjalan menuju dapur dimana Bu Lia dan Fani sedang sibuk
rara" eyang, omcan
Fani" ya Allah kakak cantik, sama siapa kak, bunda mana ?
rara" sendiri omcan, bunda nunggu Dion pulang baru kesini katanya
Fani" ya sudah kalo begitu
__ADS_1
Bu Lia" itu titipan dari bunda ya kak
rara" ah iya nih eyang, (memberi kan kotak nya)
Bu Lia" makasih ya nduk
rara" sama sama eyang ... isinya apa to yang ? kok aku penasaran
Bu Lia" baju penganti bunda mu dulu,eyang pinjam, soalnya sarah mau, yang seperti punya bunda mu, beruntung bunda mu masih simpen ini
rara" yah nanti Rara nikah pake apa dong kalo ini di pake aunty Sarah
Fani" pake punya omcan aja Ra , (,tertawa)
rara" itu mah punya cyra omcan ... (mengerucutkan bibir nya )
" kenapa sih dia ingin baju seperti bunda ku" batin Rara dengan kesalnya
rara" ya sudah omcan, eyang aku pulang dulu nanti ke sini lagi bareng bunda dan yang lain
"hati hati kak" bersamaan
rara meninggalkan dapur itu dan tak sengaja berpapasan dengan taya, mereka beradu pandang hanya sekilas
rara langsung pergi tanpa menyapa atau sekedar tersenyum
cyra yang melihat itu pura pura tidak tahu, dan membiarkan sang kakak pergi begitu saja
taya melihat itu hanya diam dan harus ikhlas dengan yang di lakukan Rara, karena iya juga mau melihat Rara bahagia tanpa dirinya
sesampainya di rumah Rara langsung mencari bunda nya untuk menanyakan perihal baju itu
rara" bunda (bertriak)
cha-cha" astafirloh anak gadis teriak teriak aja macem di hutan aja. kenapa sih kak?
rara" bunda kenapa baju bunda di berikan pada calon nya om taya, nanti kakak kalo mau menikah bagai mana ?
cha-cha" ya Allah kak kamu teriak teriak hanya ingin menanyakan itu,(terkekeh)
chacha sungguh heran dengan sikap anak sulungnya ini biasanya iya tak pernah melakukan hal ini, apa lagi sampai marah hanya suatu hal yang sepele seperti ini
cha-cha " emang kenapa kak, kan cuma di pinjam sehari saja, terus di pulangin gak di ambil kak, kok kakak tumben sih sensitif soal begini
rara" ya kakak sebel aja Bun
" sampai kapan kamu mau terus pura pura bahagia nak, bunda sedih liat kamu begitu" batin cha-cha yang memeluk erat putri sulungnya
cha-cha ingat saat Rara pulang dari Inggris dia tahu jika anaknya itu pasti mempunyai masalah
flashback
Rey memberi tahu papa dan Bu fanta jika Rara besok akan tiba di indonesia
Rey" Bun,pa besok kakak pulang (sambil melanjutkan makannya)
cha-cha" lah kok pulang bukanya kakak kerja disana,dan ini baru beberapa hari saja kok sudah pulang ( menatap Rey)
Rey" gak tahu Rey juga, cuma tadi fahri kasih tahu begitu doang
Abi" papa yakin pasti kakak gak betah tinggal disana dan udah rindu sama kita
Dion" perasaan kakak pas berangkat seneng banget kenapa pula g mendadak
Rey menginjak kaki Dion
Rey" gak usah banyak bicara diem aja udah (berbisik)
Dion" sorry sorry bang iya iya diem
cha-cha melihat kedua putranya berbisik merasa curiga
cha-cha" kalian bisik bisik apa ?
Rey" enggak ada Bun, kita cuma mau rencana jahilin kakak aja,ya kan cengeng (menyenggol siku Dion)
Dion" oooo iya Bun (terkekeh)
malam itu chacha merasa jika anak anak nya itu menyembunyikan sesuatu darinya hal itu membuatnya tidak tenang
chacha keluar dari kamarnya,hendak melihat putra bungsunya namun belum sampai. di kamar Dion cha-cha tak sengaja mendengar suara Dion dan Rey
Rey" kita harus selalu ada buat kakak, kasih dia waktu biar lebih tenang,
Dion" kasian kakak, padahal ada Alvin yang baik dan kelihatannya suka banget sama kakak, tapi ke Napa kakak selalu saja kembali pada orang itu
cha-cha merasa sangat penasaran dengan yang di bicarakan oleh ke dua putranya itu
__ADS_1
mungkin karena insting Rey lebih peka Rey seperti tahu jika ada yang menguping pembicaraan mereka
Rey" Dion besok Lo diapain alat alatnya nya
Dion awalnya merasa bingung dengan perkataan Rey Samapi Rey memberi kode
Dion" oooo iya siap Abang ku, semua pasti beres
cha-cha" kalian gak lagi bohongin bunda kan ?
Rey" bohong enggak kok Bun (tertawa garing) ya kan dek
Dion" (tertawa) iya Bun kita mana bisa bohongin bunda
cha-cha tahu jika ada yang tidak beres dengan anak anak nya namun iya berusaha percaya pada anak anak nya
ke esokkan siang mereka menjemput Rara di bandara,
Rey" mana sih katanya jam satu udah landing kok ini belum (mulai bosan)
cha-cha" sabar Rey, tunggu aja, siapa tahu sebentar lagi tiba
tak berapa lama terlihat Fahri,Ghani dan Rara berjalan menuju mereka
rara yang melihat bunda nya langsung berlari dan memeluk erat sang bunda dan menumpahkan air matanya yang sungguh menyesakan dadanya
cha-cha tahu anak nya sedang mengalami masalah besar,namun anak anak nya tidak ada yang memberi tahu nya ...
sesampai nya di rumah Rara menjadi orang yang pemurung selalu mengurung diri di kamar
namun jika di tanya iya selalu beralasan jika iya hanya rindu dengan kamarnya
rara menjadi anak yang sering melamun dan hilang fokus
hal itu sedikit membuat cha-cha khawatir,
cha-cha" kakak,
rara" oooo iya Bun (terkejut)
cha-cha" kakak gak ada yang mau di ceritain ke bunda kah, pengalaman kakak di sana, atau hal lain
rara" em apa ya Bun, gak ada kok, (tersenyum)
cha-cha" kak, kakak kok akhir akhir ini bunda perhatiin jadi sedikit pendiam ada apa kak? cerita kak jika ada masalah sama bunda ?
rara" (tersenyum) enggak Bun, gak ada kakak benar benar baik baik saja, kakak cuma ingin banyak istirahat saja, karena di sana susah untuk istirahat (tersenyum)
cha-cha" baik lah, jika begitu, kalo kakak ada yang mau di bicarakan bunda siap dengar kok dan siap membantu
rara"(memeluk) kakak sayang bunda
"kenapa kalian jadi tertutup sekali sekarang sama bunda nak, masalah apa yang kalian tutupi dari bunda dan papa" batin cha-cha yang masih memeluk putri sulung nya
flashback off
malam hari keluarga abimanyu tiba di kediaman ibu Lia yang sudah mulai ramai karena seminggu lagi pernikahan taya dan Sarah akan di selenggarakan
semua sibuk mempersiapkan semuanya
rara dan adik sepupu yang lain pun ikut serta dalam hal itu
bu Lia" kak coba tolong panggilkan om taya, eyang mau minta dia fitting baju nya
rara" Rey aja eyang ...
Bu Lia" yang lain lagi ada kerjaan kak, tolong ya kak
"aku juga punya pekerjaan" batin Rara kesal
dengan terpaksa Rara menaiki tangga untuk memanggil taya
setelah sampai kamar taya tidak tertutup rapat dan samar samar Rara mendengar seperti suara orang sedang menangis dari kamar itu
hal itu membuat Rara penasaran dengan perlahan Rara mendekat ke arah pintu yang terbuka sedikit itu dan suara tangis itu semakin jelas
"siapa yang menagis, apa om taya, tapi kenapa, astaga aku harus melihatnya " dalam hati Rara yang masih berdiri sambil berpikir hal yang akan dia lakukan
______________________________________
TBC
next
kita sambung lagi ya
jangan lupa kasih like dan komennya
__ADS_1