Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 114


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


enjoy


________________________________


Nara dan mami lara sudah berada di rumah Rara, mereka datang untuk meminta maaf atas kesalahan nada, dan siap menanggung resiko yang akan mereka dapatkan


Nara mengetuk pintu rumah itu


"iya sebentar"


cha-cha" Nara, mba lara, mari masuk mba, Nara


mami" mba cha-cha saya kemari mau minta maaf atas ke salahan nada, kami baru mengetahui nya kemarin, maaf kan kami mba saya atas nama keluarga benar - benar minta maaf


cha-cha" tidak apa-apa mba, itu namanya kecelakaan tidak mungkin nada sengaja melakukan itu, sudah lah semuanya sudah baik-baik saja, tidak perlu di besar-besarkan


mami" terimakasih mba


cha-cha" sama-sama


Nara" Bun boleh Nara bertemu Rara ?


cha-cha" iya silahkan Nara , Rara ada di kamarnya


Nara menemui sahabatnya itu, untuk melihat ke adannya


Nara" Hay Bu mil, bagai mana ke adaan mu ?


Rara" baik (ketus)


Nara" kamu masih marah? maaf, hanya itu yang bisa aku ucapkan saat ini,jika kamu belum bisa memaafkan aku tidak apa-apa aku kan menunggu sampai kamu mau memaafkan aku dan keluarga ku, Ra, aku kesini hanya ingin melihat ke adaan mu, tidak untuk melakukan hal lain, aku datang sebagai sahabat yang mencemaskan ke adaan sahabatnya, tapi aku tahu, di sisi lain aku adalah seorang kakak perempuan dari orang yang membuat mu hampir kehilangan anak mu,


Rara masih tetap diam tak menanggapi perkataan Nara sedikit pun


Nara" Ra , mikayra , baik lah, aku pulang dulu Ra,semoga kamu lekas sembuh dan bayi mu selalu sehat,aku pulang


rara masih diam dan tak menjawab sedikit pun perkataan Nara


Nara menemui mami lara dan mengajaknya untuk pulang,


Nara" Bun kami pulang dulu


mami" iya mba,sekali lagi saya benar-benar minta maaf

__ADS_1


cha-cha" na maaf ya, Rara mungkin butuh waktu


Nara" iya Bun Nara tahu, kami pulang Bun


Nara dan mami lara meninggalkan rumah itu


sesampainya di rumah Nara melihat adiknya itu terus saja diam, seperti orang yang tak bersemangat hidup, Nara sangat sedih melihat nya


Nara" hey adik mba yang cantik, lagi memikirkan apa ?


nada"(tersenyum) tidak mba nada hanya rindu sama mama saja, mama susah sekali untuk di hubungi,mungkin di sana susah sinyal


Nara" nad, kamu tidak ada rencana untuk ke depan ?


nada" nada masih berfikir mba, nada mau istirahat dulu


Nara" ya sudah kalo begitu, kamu harus maju terus jangan patah semangat oke (tersenyum)


nada" maaf mba, jadi membuat mba harus terpisah dari kakak (berkaca-kaca)


Nara" nad, sahabat bisa di cari,tapi kalo keluarga tidak bisa, mba ikhlas jika memang ini yang terbaik,


nada" sekali lagi maafin nada mba (memeluk)


sudah hampir seminggu nada hanya berdiam diri di rumah, tak banyak melakukan kegiatan


Nara sangat kasihan pada adik nya itu, namun ia pun tak bisa melakukan apa pun


sementara di tempat lain, cyra,Rey dan Dion sedang berdiskusi serius tantang suatu hal yang membuat mereka bertiga harus masuk ketempat tertutup


Dion" jadi kapan ?


Rey" benar aku tahu kapan waktunya,


"kapan" bersamaan


Rey" ulang tahun dion, Fahri masih di sini dan dia akan membawa nya ke rumah


cyra" cerdas, bangga gue sama Lo


Dion" apa yakin dengan itu


Rey" ini acara keluarga, jadi tidak mungkin mereka tidak datang


cyra" gue sudah muak bersembunyi seperti ini, dan gue merasa kasihan padanya


Rey" gue juga muak, tiap hari liat muka nya


Dion" untung Dion enggak sering ketemu (tertawa)


cyra" jadi kita sepakat, tiga hari di rumah Lo, Lo atur semuanya gue males


Rey" enak saja Lo, juga harus ikut, lah mau enak nya saja Lo


cyra" Lo bodoh atau apa sih kalo gue sering Dateng, bukanya nanti pada curiga ya

__ADS_1


Rey" banyak alasan Lo key


mereka sudah merencanakan dengan matang untuk mengungkapkan kebenaran yang terjadi, bukannya mereka mau diam, namun mereka mencari bukti lebih banyak lagi untuk mendapat kan mangsa yang besar


Rey mulai mengumpulkan semua yang sudah mereka dapatkan dan tinggal menunggu waktu yang sudah di tentukan


setelah beberapa hari berfikir nada memutuskan untuk pulang dan tinggal bersama ibunya di kampung


mami" kamu yakin nad, mau pulang kampung


nada" iya mi, nada seperti nya tidak cocok di sini,nada susah beradaptasi di sini (tertawa kecil)


Nara" kenapa kamu harus pulang,kamu tega ninggalin mba, ponakan kamu masih ingin bersama kamu loh


nada" nanti nada sering-sering main kok mba


Alvin" kamu sudah berfikir matang-matang nad, tidak mau mencoba di tempat lain, bukan kah ini adalah cita-cita kamu


nada" em nada... em nada mau temani mama saja di kampung


Alvin" ya sudah kalo begitu, jadi kapan kamu akan berangkat


mungkin tiga hari lagi, setelah nada ikut periksa adik bayi yang ada di perut mba nara, baru nada akan pulang, biar bisa cerita sama mama


Nara" ya sudah kalo begitu, berarti besok kita cari oleh-oleh buat mama kamu ya


mami" iya, mami mau cariin oleh-oleh buat si Mbah mu di kampung


nada" terimakasih ya mba, mas,mi


nada sudah siap melepas cita-citanya,nada merasa jika itu adalah hal yang terbaik untuknya,dan orang-orang di sekitarnya


di tempat lain, taya merasa sedikit kesal melihat tingkah istrinya yang menurut nya terlalu berlebihan


taya" kamu terlalu keras kepal mom,itu semua hanya kecelakaan nada pun tidak sengaja melakukan itu, dan kamu masih saja menuntut untuk mengadukan nya ke polisi


kamu berfikir tidak karena sikap mu, kamu bisa melukai semua orang, kemarin kamu bertengkar dengan Dion hari ini Dnegan Rey karena mereka membela nada, bukan hanya kamu yang kesal semua orang juga marah saat itu, tapi itu bukan lah hal yang di sengaja nada juga tidak merencanakannya


Rara" kamu tidak tahu rasanya, bagaimana rasanya hampir kehilangan anak, (menagis)


taya" kamu fikir aku tidak takut,tidak sedih,kamu fikir kami semua tenang-tenang saja,melihat mu seperti itu, aku sangat takut,takut kehilangan kalian berdua!, aku ingin marah, ingin mencaci tapi itu tidak akan menyelesaikan masalah,sayang aku mohon jangan bersikap seperti ini, aku mohon Samapi kapan kamu akan begini


Rara hanya diam dan terus menagis, taya meninggalkan Rara yang masih menagis, taya tidak kuat melihat sikap istrinya


"sampai kapan, kamu seperti itu, aku merindukan istri ku yang pemaaf,yang penuh kasih,yang ceria,aku merindukan kamu mom " dalam hati taya


________________________________


TBC


next


maaf sekali bukan nya mau membuat cerita seperti drama, tapi aku kemarin sudah memberi tahu, jika ceritanya akan ada sedikit dramanya dan itu tidak berlangsung lama, jadi mohon maaf jika ada yang merasa tidak nyaman, saat membaca


terimakasih

__ADS_1


jangan lupa setelah membaca kasih aku like, komen,favorit dan vote nya ya


sekali lagi terimakasih


__ADS_2