
happy reading
.
.
.
.
.
,🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
"aku sungguh sedih melihat hiasan kamar ini, seandainya aku menikah karena cinta mungkin aku akan sebahagia orang orang yang menikah, tapi aku menikah karena ke Adan dan hanya aku yang mencintainya sedang kan dia mencintai orang lain"
rara masih menatap , kamar itu dengan perasan sedih
taya masuk ke dalam apartemen nya dan membereskan ruang tamunya, karena iya tak mau membuat Rara ke repotan
taya melihat tulip biru yang berada di atas meja
"gadis yang unik, suka dengan bunga semacam ini" gumam taya sambil tersenyum menatap bunga itu
tiba tiba iya terkejut mendengar suara Rara
rara" mereka sudah pulang ? (menatap taya yang tersenyum melihat bunga ), kamu kenapa, kenapa senyum senyum sendiri gitu ?
taya" oooo tidak, tidak apa apa, aku hanya lucu saja melihat ada bunga berwarna biru seperti ini
rara" omong omong kamar mu di sebelah mana, biar aku merapikan pakaian mu
taya" kamar di apartemen ini hanya satu
rara" apa satu, terus kamu bakal tidur di mana kalo kamar itu aku yang tempati
taya" apa, enak saja,aku juga mau tidur di kamar, inginkan apartemen ku
rara" tidak tidak, aku yang akan tidur di kamar
kamu tidur di sofa
taya" tidak, aku yang tidur di kamar
rara" ih gak mau ngalah sama perempuan
taya" oke kita tidur berdua
rara langsung menyilang kan tangannya ke depan dada
rara" jangan macam macam, (menatap tajam)
taya" heh, aku sudah pernah bilang kamu bukan tipe ku, jadi aku tidak akan tergiur oleh mu, lagi pula, aku yang seharusnya waspada, jangan jangan kamu yang akan menggerayangi tubuh ku
rara" hah, enak saja, aku tidak akan mau menyentuh tubuh mu, lagi pula, kamu juga bukan tipe ku,dan satu lagi, aku hanya mau menyentuh dan berdekatan dengan laki laki yang aku cintai saja, bukan orang sepeti mu
rara pergi meninggalkan taya, Rara masuk ke dalam kamar kembali, untuk membereskan barang barang taya
"astaga padahal aku hanya bertengkar, tapi setiap menatap ku, kenapa jantungku berdetak sangat cepat sekali " batin Rara
taya sedikit merasa lega karena perdebatan tadi, Rara sudah tidak terlihat sedih walau dirinya harus menjadi laki laki munafik dengan kata katanya
malam hari Rara sedang sibuk memasak di dapur untuk makan malamnya dan taya
rara memasak dengan bahan yang sudah di sediakan oleh steven,
taya" apa kamu perlu bantuan?
rara" tidak usah, kamu duduk saja,sebentar lagi selesai, em tapi boleh juga kamu rapikan meja makannya, dan taruh pas bunga di atas kursi ke meja makan agar terlihat indah
taya mengerjakan yang di perintahkan oleh Rara
setelah selesai taya kembali duduk di kursinya
__ADS_1
taya" besok kamu akan ke mana, besok adalah weekend
rara" tidak tahu, aku belum memikirkan nya
oooo mungkin aku hanya akan bertemu Nara saja, tapi jika Nara tidak lembur
taya" kenapa mau bertemu Nara ?
rara" (tersenyum) karena hanya dia teman ku,
taya melihat sedikit kesedihan di wajah rara,
rara" makanan siap,
rara menata makan itu di meja dan melayani taya lebih dulu
setelah selesai baru giliran Rara mengambil makanan nya
rara merasa seperti mimpi bisa makan berdua dengan taya, dulu iya selalu membayangkan hal itu, namun sekarang iya bisa merasakan hal itu, walau dengan rasa yang beda
setelah selesai makan malam taya masih sibuk dengan laptopnya mengerjakan pekerjaan nya , sementara Rara menonton tv acara kartun ke sukanya apa lagi jika bukan SpongeBob
rara tertawa melihat tingkah konyol yang di lakukan Patrick ,
taya yang tadi nya serius bekerja kini malah asik memandang Rara yang sedang tertawa melihat aksinya Patrick
taya" Ra
rara" iya iya aku diam, dan tidak akan berisik
rara mengira jika taya menegur dirinya karena iya berisik
padahal taya hanya memanggil ...
taya" eh di panggil kok jawab nya malah kayak gitu
rara" iya ada apa ? (malas)
rara" suka banget, soalnya dia hidupnya enak gak ada beban dan bebas mau berbuat apa pun
taya" mau ke temu gak
rara" ketemu, mana ada Patrick sungguhan ngaco
taya" di sini benarkan ada, bagai mana jika besok kita ke sana.
rara" benar kah, serius ? (mantap antusias )
taya" iya ini serius
rara" yey bertemu Patrick,eh tapikan besok adalah hari kerja, tidak usah pergi kamu kan harus bekerja, lagi pula aku tidak terlalu tertarik
taya melihat wajah Rara yang sedikit kecewa,membuat dirinya tidak tega
taya" besok aku masih mengambil cuti,masa cuti ku masih ada satu hari lagi
rara" benar kah ?
taya" benar (tersenyum)
deg
melihat senyum taya membuat jantung Rara berdebar tak karuan di buat nya
"dia tersenyum pada ku, oooo astaga jantungku ku,ayolah jangan seperti ini ingat kamu harus melupakannya" Rara bergumam di dalam hatinya
malam semakin larut Rara mulai memejamkan matanya,dan sudah terbuai dengan mimpi nya
sedangkan taya masih sibuk mengerjakan tugasnya sebagai pemimpin perusahan besar, yang sangat menumpuk karena iya tinggal beberapa Minggu
sedang asik bekerja taya teringat akan janjinya pada rara,
taya" aku akan menghubungi stev untuk memberitahunya
__ADS_1
taya mengambil ponselnya,dan menghubungi steven
taya* halo stev
Steven* halo pak
taya* stev besok tolong handel semua pekerjaan ku
Steven* baik pak, tapi ada apa ya pak bukan kah bapak besok sudah tidak ada libur
taya* saya punya urusan yang penting, sudah lah tidak usah banyak bertanya, ingat pertemuan dengan Roger sudah ku undur menjadi lusa
Steven* baik pak, saya mengerti pak
taya mengakhiri panggilan nya dan taya menghubungi Fahri
taya* ri, besok aku masih cuti, jadi kita bahas masalah itu lusa saja
fahri* bukannya besok mas ada pertemuan dengan Roger , kenapa masih mengambil cuti
taya* aku mau mengajak Rara ke taman Nickelodeon ,untuk bertemu Patrick, masalah Roger sudah aku urus
fahri*wah awal yang bagus, semoga berhasil dan buat kakak ku selalu bahagia
taya* pasti
panggilan berakhir dan taya mulai merebahkan tubuh lelah nya di atas kasur
taya memiringkan tubuhnya agar dirinya bisa melihat Rara yang sedang tertidur nyenyak
"aku akan berusaha untuk kamu,aku akan melindungi kamu, walau harus bertaruh nyawa ku" batin taya
taya mencoba memejamkan mata namun iya tidak bisa juga tertidur,
taya menyingkirkan bantal bantal penghalang itu kemudian dirinya mendekap Rara di dalam pelukannya , baru dirinya bisa tertidur
ke esokkan paginya Rara terbangun dan mendapati dirinya lagi lagi di dalam pelukan taya,
setelah pernikahan berusia seminggu Rara mulai terbiasa dengan terbangun dalam pelukan taya, meski jantung nya belum terbiasa dengan itu
rara membersihkan dirinya dan menuju ke dapur untuk membuat sarapan
setelah selesai memasak Rara berniat membangunkan taya, namun ternyata taya sudah bangun dan sedang menerima telpon dari seseorang
taya" baik lah nanti aku telepon lagi, oke oke
rara sedikit curiga karena taya menelepon dengan suara yang sangat pelan
rara" kamu sudah bangun ternyata, ayo sarapan aku sudah selesai memasak
taya" oooo iya, em Ra
rara" iya ada apa?
taya" hari ini kita tidak jadi pergi ya, aku janji weekend kita akan pergi ke sana
rara sedikit kecewa dengan perkataan taya namun iya sadar diri jika dirinya ini hanyalah istri pengganti saja
rara" tidak usah, aku juga tidak ingin kesana, lagi pula aku bukan anak anak,ayo makan nanti makanannya dingin
rara keluar dari kamar itu dengan perasan sedih, karena dirinya terlalu berharap banyak akan sikap taya kemari.
"kenapa aku bisa lupa aku ini siapa, dan status ku sepeti apa, ayolah Ra, jangan terlalu banyak berharap "
--------------------------------------------------
TBC
jangan lupa like dan komen ya,
maaf up nya lama soalnya ku habis ada acara keluarga jadi baru sempat up sekarang ...
terimakasih
__ADS_1