
enjoy
.
.
.
.
.
happy reading
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
tanpa mengetuk Rara langsung menerobos masuk dalam kamar itu dan Rara tak menemukan apa pun selain ruangan yang sepi dengan tv yang menyala
"astaga jadi itu suara tv" gumam Rara kesal
rara menengok kanan dan kiri iya tak mendapati taya di dalam kamar itu Rara melihat ke arah pintu balkon yang terbuka
" mungkin dia di sana" batin Rara
rara berjalan ke arah balkon dan benar saja taya sedang tertidur di kursi santai panjang itu
rara memperhatikan wajah taya yang tampan nyaris sempurna itu
(author: menurut Rara ya tapi wkwk)
iya melihat setiap inci wajah taya, mengingat bagai mana dia tersenyum,bagaimana iya marah,Rara membayangkan semua ekspresi taya
rara" oooo astaga ayo lah Ra, jangan tergoda lagi, ingat kamu sudah menyerah,dan dua pun akan jadi milik orang
rara menyadarkan dirinya,namun Rara masih memperhatikan taya
" dia pasti lelah ,sampai tertidur di sini " gumam Rara
rara melihat taya memeluk sebuah bingkai foto
rara hendak mengambil bingkai itu, berniat menaruh di meja namun taya lebih dulu membuka matanya
taya" apa yang kau lakukan ( ketus)
karena terkejut Rara sontak memundurkan badannya dan Rara terpleset
melihat hal itu dengan sigap taya langsung menarik pinggang Rara dan mendekap tubuh Rara
tidak tahu kenapa jantung Rara berdetak tak karuan seperti orang yang sedang dangdutan ...
rara langsung menjauhkan tubuhnya dari taya iya takut jika Yaya bisa mendengar detak jantungnya
__ADS_1
rara" ma... maaf
taya" lain kali hati hati,jangan sembarangan bergerak, kamu itu sudah dewasa bukan anak anak lagi
rara" maaf
rara sadar jika itu memang salahnya
rara melihat bingkai foto yang tergerak di atas bangku itu namun dengan cepat taya membalikan foto itu dan menimpah dengan bantal
taya" kenapa kamu ke mari
rara" oooo iya, eyang meminta om taya untuk fitting baju, karena orang butik sudah menunggu
taya" em
rara masih berdiri dan tidak bergerak sedikit pun di tempat nya,iya memperhatikan taya yang sedang merapikan barang barangnya itu,merasa di perhatikan taya menegur Rara
taya" apa masih ada lagi yang ingin kamu katakan
rara" em tidak ada
taya" lalu
rara" lalu ?
taya menarik nafas panjang
rara"astaga iya, baik lah aku turun
rara langsung berlari keluar dari kamar itu dan meninggalkan taya
setelah keluar Rara menarik nafas panjang untuk mengembalikan fokusnya
"astaga Rara kenapa kamu jadi bodoh seperti itu,aku pasti terlihat seperti orang bodoh tadi " mengacak rambutnya frustasi
rara bergumam memaki diri sendiri, diam diam taya memperhatikan tingkah Rara dan tertawa melihat sikap nya
" seandainya saat itu tidak terjadi, mungkin kamu adalah pengantin ku saat ini" batin taya yang berubah menjadi murung kembali
rara terus berjalan menuruni anak tangga sambil bergumam, sampai sampai iya membuat heran bunda,dan omcan nya
cha-cha" kak, kamu kenapa ?
rara terkejut karena di tegur oleh bundanya
rara" hah, kenapa bunda ?
cha-cha" kakak kenapa, kok ngomel ngomel sendiri om taya mana ?
rara" oooo gak Bun kakak cuma lagi inget inget barang barang yang kakak taruh tadi (tersenyum)
__ADS_1
cha-cha" olah bunda kira kmu kenapa kak, om taya nya mana ?
belum sempat Rara menjawab taya sudah berdiri tepat di belakang Rara semakin membuat Rara merasa malu akan kebodohannya
taya" udah di sini mba, takut bener adek nya yang ganteng ini gak mau coba baju nya
rara langsung pergi begitu saja meninggalkan ketiga orang itu
Fani" si kakak kenapa nyolong aja
cha-cha" kebiasaan pasti ada yang dia lupain itu, ya sudah dek coba dulu bajunya ibu udah ngomel aja dari tadi
taya pergi menuju ke tempat sang ibu berada dan mencoba baju yang sudah di sediakan
sementara Rara sedang asik duduk di gazebo mencari udara segar untuk nya dan menetralkan degup jantungnya yang sedari tadi tidak mau tenang karena taya
rara" hey jantung bisakah kita bekerja sama, bisa tidak bersikap biasa saja, jika bertemu dia, kamu tahu bukan aku itu sedang mencoba melupakannya tapi kenapa kamu seolah enggan melakukannya
menarik nafas panjang dan mengelus elus dadanya
"bagai mana bisa lupa jika dia selalu saja berada di pikiranku " Rara bergumam dalam hati sambil menggelengkan kepalanya
sudah cukup lama iya memarahi jantungnya dan mencoba menenangkan pikiran nya
sampai sampai Rara tidak tahu jika ada orang yang sudah berdiri di sebelah tempat duduk nya
taya" apa sudah berhasil melupakan ku ?
rara terkejut mendengar suara taya yang ada di sebelahnya
rara" astafirlohalazim , bisa gak buat kaget gak sih (kesal)
taya" aku harap kamu sudah melupakan ku, karena aku tidak mau melihat kamu menangis histeris saat pernikahanku
rara" maaf ya tuan ataya Anda sungguh percaya diri sekali, saya beritahu anda saya sudah melupakan anda, Bahakan anda sudah bersih dari hati dan pikiran saya, dan satu lagi saya tidak akan menagis saat pernikahan anda, saya akan menjadi orang yang paling bahagia di pernikahan anda (berbohong)
rara mengatakan itu dengan sangat ketus sampai sampai taya diam dan hanya bisa memandangi nya saja
rara" oooo satu lagi, saya harap kelak anda dan istri anda bisa bersikap baik pada eyang dan anda bisa mengajarkan dia soal tatak ramah yang baik
rara pergi meninggalkan taya dengan kesal dan membiarkan taya diam mematung di tempat nya
"semoga kamu benar benar melupakan ku, dan dengan semua rasa sakit yang aku berikan itu akan membantu mu melupakan aku"gumam taya yang menatap Rara yang telah pergi menjauh darinya
______________________________________
TBC
next
jangan lupa setelah membaca kasih like dan komennya ya
__ADS_1
terimakasih