
let's read
.
.
.
.
.
.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
hari hari Rara kini semakin berwarna, walau terkadang Rara suka merasa kesal pada dirinya sendiri
karena dirinya seperti istri tidak tahu diri yang selalu memaksa kan kehendak pada suaminya
pagi ini Rara dan taya mendapatkan tamu yang tak terduga,
Ting tong
bel apartemen berbunyi
rara" siapa sayang, pagi pagi begini sudah bertamu
taya" tidak tahu, biar aku lihat dulu
taya berjalan menuju pintu untuk membuka pintu
cklek
pak Lukman " kejutan
taya terkejut melihat ibu dan bapak nya pagi pagi sudah berada di depan apartemen
taya" bapak ibu
ibu Lia" loh kamu ini kok kaget , gak kangen apa sama ibunya ini
taya" (memeluk) ya kangen Bu ayo masuk Bu pak ...
rara" siapa mas ?
rara berjalan menuju rumah tamu
rara" ibu,bapak ...
rara langsung memeluk keduanya, dengan erat
pak Lukman tersenyum melihat tingkah mantan cucu yang kini menjadi menantunya itu
tingkah nya tetap tidak berubah tetap manja saat bertemu mereka
rara" loh kok bapak sama ibu gak bilang bilang kalo mau kesini, kan bisa kita jemput
pak Lukman" kan mau kasih kejutan
ibu Lia" iya kalo bilang bilang kan gak jadi kejutan
rara" Rara rindu sekali sama bapak sama ibu
(memeluk ibu Lia)
ibu Lia" ibu juga kangen, oooo iya gimana keadaan cucu eyang
rara" sehat eyang, sekarang lagi banyak maunya dia (terkekeh)
pak Lukman" gak apa apa biar Daddy nya ngerasain susahnya ya sayang (mengelus perut)
Bu Lia" oooo iya. nih ibu bawa titipan dari bunda untuk kamu, katanya kepingin makan rendang buatan bunda
rara" yey akhirnya bisa kesampaian gak jadi ngeces deh anak kita (terkekeh)
taya" tahu gak Bu, itu rendang sampai terbawa bawa mimpi,mau cari rendang di sini dimana coba
ibu Lia dan pak Lukman sangat bahagia melihat kebahagian Rara dan taya
rara" ibu dan bapak tinggal di sini atau di rumah
Bu Lia" ibu mau tinggal di sini aja, mau coba apartemen baru (terkekeh)
rara"malam ini aku tidur sama ibu ya (memasang wajah memelas)
taya" terus aku tidur sama siapa
rara" ya sama bapak lah, boleh ya, ya, ya
taya" iya (kesal)
rara" ikhlas kan, senyum dong (tersenyum)
__ADS_1
taya memberikan senyum terpaksa nya pada istrinya itu, membuat pak lukman dan Bu Lia tertawa
taya pergi ke kantor dengan perasan tenang Karana iya tidak meninggalkan istrinya itu sendirian
namun tetap Rara selaku menelepon setiap saat bahkan membahas hal yang menurut taya tidak penting
tapi taya berusaha untuk sabar menghadapi sikap istrinya itu
iya mengingat kata kata Dimas , menghadapi istri yang sedang naik turun moodnya itu kuncinya hanya satu, bersabar, dan bayangkan senyum yang ada di wajah istrinya saat mereka melakukan hal hal yang menurut mereka tidak maksud akal itu
seperti hari ini taya harus menahan malu karena harus pergi ke kantor dengan baju pink pilihan istrinya itu dan iya tidak boleh mengunakan jas nya, dan lebih parahnya iya harus memakai celana jens putus setra dasi kupu kupu dan istrinya selalu mengecek melalui video call ...
taya* iya sayang aku masih pakai semuanya lihat ini ... (mengarahkan ponselnya keselurh tubuhnya)
rara* bagus, kamu jadi terlihat seperti personil BTS aku suka
"apa lagi itu BTS , akan aku buat perhitungan jika aku bertemu mereka, membuat orang lain susah" dalam hati taya
taya* ya sudah sayang aku bekerja dulu ya, oke (tersenyum)
rara* oke Daddy, kerja yang baik ya, jangan nakal, pulangnya cepat ya, jangan lupa belikan mommy hadiah
taya* hadiah , emang kamu ulang tahun mom, kan belum (terkejut)
rara* memang belum, tapi mommy mau hadiah hari ini (tersenyum)
taya* baik lah mom, Daddy bekerja dulu, assalamualaikum sayang
rara* walaikumsalam sayang
taya menghela nafasnya, hari ini taya tidak mau keluar dari ruangannya Karana dirinya sangat malu, mengunakan baju seperti itu
Steven saja selaku berusaha menahan tawa nya tiap kali melihat taya
Steven" maf pak (menahan tawa)
taya" ada apa ?(kesal)
Steven" apakah hari ini bapak akan menemui divisi periklanan kita pak, mereka sudah menyelesaikan perintah bapak, (sedikit terkekeh)
taya" tidak, bilang pada mereka besok saja , dan stev, saya tidak mau ada yang masuk kedalam rumahan saya hati ini, mengerti
Steven" baik lah pak ..
steven keluar dari ruangan itu, kini Steven tertawa namun sedikit ditahan agar taya tidak mendengar nya
Steven" astaga atasan ku kenapa menjadi seperti itu, (tertawa)
setelah selesai bekerja taya meninggalkan kantor dengan terburu buru agar karyawan nya tidak ada yang melihat dirinya
sesampainya di apartemen taya mencium bau yang sangat nikmat
taya" em masak apa Rara sama ibu pak ...
pak Lukman" lagi buat kue, istri kamu dari tadi minta di ajarin buat kue
taya" oooo ya sudah aku lihat mereka dulu pak
taya berjalan menuju dapur dan melihat berbagai macam kue berada dibatas meja itu
taya" sayang kamu buat kue banyak sekali (menatap meja yang di penuhi berbagai bentuk kue) siapa yang mau makannya sayang
rara"(tersenyum) ya kamu dong, aku udah capek capek buat nya
taya" Bu serius ini buat taya semua,
ibu Lia hanya tersenyum melihat putranya itu
"ternyata penderitaan ku tidak cukup dengan baju hari ini" batin taya
setelah selesai menunaikan salat berjamaah taya dan keluarganya menikmati santap malam bersama
taya meminta Steven untuk datang mengambil kue buatan istrinya yang dengan susah payah di bujuk untuk membagikan kue itu
setelah selesai makan malam Steven datang taya langsung memberikan kue itu agar istrinya tidak berubah pikiran
Steven" pak ini banyak sekali, bagai mana saya menghabiskan ini
taya" Steven kamu punya pikiran kan ...
Steven" tentu pak,
taya" kamu pakai , masa harus saya juga yang beri tahu
Steven" oooo baik lah pak ...
taya" sudah sana cepat bawa pergi kue kue ini ..
Steven langsung pergi meninggalkan apartemen itu ...
rara" sayang stev tidak masuk dulu
taya" tidak sayang dia buru buru katanya (tersenyum)
__ADS_1
taya mengajak istrinya itu untuk masuk ke kamar karena dirinya mau memberikan kado yang di minta istrinya itu
taya" mom
rara" ada apa ?
taya" ini buat kamu
rara" tulip biru, (senang) terimakasih sayang
taya". tunggu dulu ada satu lagi, tapi kamu harus tutup mata dulu
rara menutup kedua matanya, taya memakaikan kalung itu pada istrinya
taya" buka lah
rara melihat kalung yang sudah terpasang di lehernya itu
rara" Daddy ini bagus sekali terimakasih
(memeluk)
taya" apa pun untuk mu, akan aku berikan sayang
rara" Daddy jika mommy meminta kita ke Indonesia apa Daddy bisa memberikan nya
taya melepas pelukannya dan melihat wajah istrinya
taya" pulang ke indonesia maksudnya ?
rara" tidak, tapi pindah
taya" apa? Tidka mungkin mom, siapa yang akan mengurus perusahaan ini ...
rara" (sedih) tapi mommy ingin dekat dengan keluarga , tidak seperti di sini tidak ada siapa pun,
taya" tapi mom itu tidak mudah
rara" (tersenyum) tidak apa apa sayang, aku hanya bercanda tidak usah di pikirkan
taya tahu jika istrinya itu tidak sendang bercanda , taya tahu jika di sini memang mereka hanya berdua saja, dan iya yakin jika saat seperti ini seorang wanita pasti ingin dekat dengan keluarga nya
rara" ya sudah mommy mau tidur
taya" tidak jadi tidur Dnegan ibu ...
rara" tidak
rara langsung membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata nya
taya melihat itu merasakan sedih,taya keluar dari kamar dan melihat bapaknya masih menonton tv
taya" belum tidur pak
pak Lukman" belum, kamu kenapa belum tidur
taya" (menarik nafas) tidak apa apa pak
pak Lukman" ada apa, jangan berbohong
taya" Rara pak, dia minta untuk pindah ke Indonesia pak, itu tidak mungkin pak, untuk sekarang ini aku belum bisa melepas perusahaan itu
pak Lukman" bapak tahu nak, tapi bapak rasa itu wajar nak, ini adalah kehamilan pertama dan Rara dulu tidak pernah jauh dari keluarganya , tapi disini dia tidak punya siapa pun, wajar jika dia meminta itu, bicarakan baik baik dengan nya beri pengertian bapak yakin jika istrimu itu akan mengerti karena iya bukan wanita yang egois
taya" baik lah pak,
pak Lukman" ingat taya, kamu menikahi nya untuk membagikan nya bukan memberi beban,
taya" iya pak, taya ingat
pak Lukman, sudah sana temani istri mu tidur
taya"(memeluk) terimakasih pak
taya masuk kedalam kamarnya dan melihat istrinya , taya melihat sisa air mata di sudut mata istrinya yang terpejam itu ...
taya memeluk istrinya dan memejamkan matanya ...
taya"maaf sayang permintaan mu kali ini tak bisa kau penuhi, bukan aku egois atau tidak sayang pada mu tapi memang ke adanya seperti ini maaf kan aku ...
taya mempererat pelukannya dan mencium puncak kepala istrinya ...
rara sebenarnya belum tertidur dirinya hanya berpura pura agar suaminya tidak sedih karena nya
" aku tahu, permintaan ku ini tidak akan kamu kabulkan, tapi aku di sini sangat kesepian, tidak ada siapa pun, maaf aku yang egois " dalam hati Rara ...
------------------------------------------------------
TBC
next
jangan lupa kasih like dan komen ya buat aku
__ADS_1
dan kasih dukungan lainnya juga boleh
terimakasih