Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 82


__ADS_3

let's read


.


.


.


.


.


.


🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️


hari hari Rara kini semakin berwarna, walau terkadang Rara suka merasa kesal pada dirinya sendiri


karena dirinya seperti istri tidak tahu diri yang selalu memaksa kan kehendak pada suaminya


pagi ini Rara dan taya mendapatkan tamu yang tak terduga,


Ting tong


bel apartemen berbunyi


rara" siapa sayang, pagi pagi begini sudah bertamu


taya" tidak tahu, biar aku lihat dulu


taya berjalan menuju pintu untuk membuka pintu


cklek


pak Lukman " kejutan


taya terkejut melihat ibu dan bapak nya pagi pagi sudah berada di depan apartemen


taya" bapak ibu


ibu Lia" loh kamu ini kok kaget , gak kangen apa sama ibunya ini


taya" (memeluk) ya kangen Bu ayo masuk Bu pak ...


rara" siapa mas ?


rara berjalan menuju rumah tamu


rara" ibu,bapak ...


rara langsung memeluk keduanya, dengan erat


pak Lukman tersenyum melihat tingkah mantan cucu yang kini menjadi menantunya itu


tingkah nya tetap tidak berubah tetap manja saat bertemu mereka


rara" loh kok bapak sama ibu gak bilang bilang kalo mau kesini, kan bisa kita jemput


pak Lukman" kan mau kasih kejutan


ibu Lia" iya kalo bilang bilang kan gak jadi kejutan


rara" Rara rindu sekali sama bapak sama ibu


(memeluk ibu Lia)


ibu Lia" ibu juga kangen, oooo iya gimana keadaan cucu eyang


rara" sehat eyang, sekarang lagi banyak maunya dia (terkekeh)


pak Lukman" gak apa apa biar Daddy nya ngerasain susahnya ya sayang (mengelus perut)


Bu Lia" oooo iya. nih ibu bawa titipan dari bunda untuk kamu, katanya kepingin makan rendang buatan bunda


rara" yey akhirnya bisa kesampaian gak jadi ngeces deh anak kita (terkekeh)


taya" tahu gak Bu, itu rendang sampai terbawa bawa mimpi,mau cari rendang di sini dimana coba


ibu Lia dan pak Lukman sangat bahagia melihat kebahagian Rara dan taya


rara" ibu dan bapak tinggal di sini atau di rumah


Bu Lia" ibu mau tinggal di sini aja, mau coba apartemen baru (terkekeh)


rara"malam ini aku tidur sama ibu ya (memasang wajah memelas)


taya" terus aku tidur sama siapa


rara" ya sama bapak lah, boleh ya, ya, ya


taya" iya (kesal)


rara" ikhlas kan, senyum dong (tersenyum)

__ADS_1


taya memberikan senyum terpaksa nya pada istrinya itu, membuat pak lukman dan Bu Lia tertawa


taya pergi ke kantor dengan perasan tenang Karana iya tidak meninggalkan istrinya itu sendirian


namun tetap Rara selaku menelepon setiap saat bahkan membahas hal yang menurut taya tidak penting


tapi taya berusaha untuk sabar menghadapi sikap istrinya itu


iya mengingat kata kata Dimas , menghadapi istri yang sedang naik turun moodnya itu kuncinya hanya satu, bersabar, dan bayangkan senyum yang ada di wajah istrinya saat mereka melakukan hal hal yang menurut mereka tidak maksud akal itu


seperti hari ini taya harus menahan malu karena harus pergi ke kantor dengan baju pink pilihan istrinya itu dan iya tidak boleh mengunakan jas nya, dan lebih parahnya iya harus memakai celana jens putus setra dasi kupu kupu dan istrinya selalu mengecek melalui video call ...


taya* iya sayang aku masih pakai semuanya lihat ini ... (mengarahkan ponselnya keselurh tubuhnya)


rara* bagus, kamu jadi terlihat seperti personil BTS aku suka


"apa lagi itu BTS , akan aku buat perhitungan jika aku bertemu mereka, membuat orang lain susah" dalam hati taya


taya* ya sudah sayang aku bekerja dulu ya, oke (tersenyum)


rara* oke Daddy, kerja yang baik ya, jangan nakal, pulangnya cepat ya, jangan lupa belikan mommy hadiah


taya* hadiah , emang kamu ulang tahun mom, kan belum (terkejut)


rara* memang belum, tapi mommy mau hadiah hari ini (tersenyum)


taya* baik lah mom, Daddy bekerja dulu, assalamualaikum sayang


rara* walaikumsalam sayang


taya menghela nafasnya, hari ini taya tidak mau keluar dari ruangannya Karana dirinya sangat malu, mengunakan baju seperti itu


Steven saja selaku berusaha menahan tawa nya tiap kali melihat taya


Steven" maf pak (menahan tawa)


taya" ada apa ?(kesal)


Steven" apakah hari ini bapak akan menemui divisi periklanan kita pak, mereka sudah menyelesaikan perintah bapak, (sedikit terkekeh)


taya" tidak, bilang pada mereka besok saja , dan stev, saya tidak mau ada yang masuk kedalam rumahan saya hati ini, mengerti


Steven" baik lah pak ..


steven keluar dari ruangan itu, kini Steven tertawa namun sedikit ditahan agar taya tidak mendengar nya


Steven" astaga atasan ku kenapa menjadi seperti itu, (tertawa)


setelah selesai bekerja taya meninggalkan kantor dengan terburu buru agar karyawan nya tidak ada yang melihat dirinya


sesampainya di apartemen taya mencium bau yang sangat nikmat


taya" em masak apa Rara sama ibu pak ...


pak Lukman" lagi buat kue, istri kamu dari tadi minta di ajarin buat kue


taya" oooo ya sudah aku lihat mereka dulu pak


taya berjalan menuju dapur dan melihat berbagai macam kue berada dibatas meja itu


taya" sayang kamu buat kue banyak sekali (menatap meja yang di penuhi berbagai bentuk kue) siapa yang mau makannya sayang


rara"(tersenyum) ya kamu dong, aku udah capek capek buat nya


taya" Bu serius ini buat taya semua,


ibu Lia hanya tersenyum melihat putranya itu


"ternyata penderitaan ku tidak cukup dengan baju hari ini" batin taya


setelah selesai menunaikan salat berjamaah taya dan keluarganya menikmati santap malam bersama


taya meminta Steven untuk datang mengambil kue buatan istrinya yang dengan susah payah di bujuk untuk membagikan kue itu


setelah selesai makan malam Steven datang taya langsung memberikan kue itu agar istrinya tidak berubah pikiran


Steven" pak ini banyak sekali, bagai mana saya menghabiskan ini


taya" Steven kamu punya pikiran kan ...


Steven" tentu pak,


taya" kamu pakai , masa harus saya juga yang beri tahu


Steven" oooo baik lah pak ...


taya" sudah sana cepat bawa pergi kue kue ini ..


Steven langsung pergi meninggalkan apartemen itu ...


rara" sayang stev tidak masuk dulu


taya" tidak sayang dia buru buru katanya (tersenyum)

__ADS_1


taya mengajak istrinya itu untuk masuk ke kamar karena dirinya mau memberikan kado yang di minta istrinya itu


taya" mom


rara" ada apa ?


taya" ini buat kamu


rara" tulip biru, (senang) terimakasih sayang


taya". tunggu dulu ada satu lagi, tapi kamu harus tutup mata dulu


rara menutup kedua matanya, taya memakaikan kalung itu pada istrinya


taya" buka lah


rara melihat kalung yang sudah terpasang di lehernya itu


rara" Daddy ini bagus sekali terimakasih


(memeluk)


taya" apa pun untuk mu, akan aku berikan sayang


rara" Daddy jika mommy meminta kita ke Indonesia apa Daddy bisa memberikan nya


taya melepas pelukannya dan melihat wajah istrinya


taya" pulang ke indonesia maksudnya ?


rara" tidak, tapi pindah


taya" apa? Tidka mungkin mom, siapa yang akan mengurus perusahaan ini ...


rara" (sedih) tapi mommy ingin dekat dengan keluarga , tidak seperti di sini tidak ada siapa pun,


taya" tapi mom itu tidak mudah


rara" (tersenyum) tidak apa apa sayang, aku hanya bercanda tidak usah di pikirkan


taya tahu jika istrinya itu tidak sendang bercanda , taya tahu jika di sini memang mereka hanya berdua saja, dan iya yakin jika saat seperti ini seorang wanita pasti ingin dekat dengan keluarga nya


rara" ya sudah mommy mau tidur


taya" tidak jadi tidur Dnegan ibu ...


rara" tidak


rara langsung membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata nya


taya melihat itu merasakan sedih,taya keluar dari kamar dan melihat bapaknya masih menonton tv


taya" belum tidur pak


pak Lukman" belum, kamu kenapa belum tidur


taya" (menarik nafas) tidak apa apa pak


pak Lukman" ada apa, jangan berbohong


taya" Rara pak, dia minta untuk pindah ke Indonesia pak, itu tidak mungkin pak, untuk sekarang ini aku belum bisa melepas perusahaan itu


pak Lukman" bapak tahu nak, tapi bapak rasa itu wajar nak, ini adalah kehamilan pertama dan Rara dulu tidak pernah jauh dari keluarganya , tapi disini dia tidak punya siapa pun, wajar jika dia meminta itu, bicarakan baik baik dengan nya beri pengertian bapak yakin jika istrimu itu akan mengerti karena iya bukan wanita yang egois


taya" baik lah pak,


pak Lukman" ingat taya, kamu menikahi nya untuk membagikan nya bukan memberi beban,


taya" iya pak, taya ingat


pak Lukman, sudah sana temani istri mu tidur


taya"(memeluk) terimakasih pak


taya masuk kedalam kamarnya dan melihat istrinya , taya melihat sisa air mata di sudut mata istrinya yang terpejam itu ...


taya memeluk istrinya dan memejamkan matanya ...


taya"maaf sayang permintaan mu kali ini tak bisa kau penuhi, bukan aku egois atau tidak sayang pada mu tapi memang ke adanya seperti ini maaf kan aku ...


taya mempererat pelukannya dan mencium puncak kepala istrinya ...


rara sebenarnya belum tertidur dirinya hanya berpura pura agar suaminya tidak sedih karena nya


" aku tahu, permintaan ku ini tidak akan kamu kabulkan, tapi aku di sini sangat kesepian, tidak ada siapa pun, maaf aku yang egois " dalam hati Rara ...


------------------------------------------------------


TBC


next


jangan lupa kasih like dan komen ya buat aku

__ADS_1


dan kasih dukungan lainnya juga boleh


terimakasih


__ADS_2