
enjoy
.
.
.
.
your reading
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
ataya berdiri di depan cermin melihat pantulan dirinya di cermin itu ataya sudah siap sebagai pengantin laki laki, iya sudah mengenakan baju akad ... ataya masih memperhatikan dirinya sendiri
"aku benci hari ini, aku benci semua yang melekat pada diri ku saat ini, aku benci wanita itu, aku benci semuanya " batin ataya sambil menatap dirinya di cermin
ataya sungguh kesal dengan dirinya sendiri yang harus menikah dengan wanita yang iya tak cintai sama sekali
tak lama pintu kamar taya di ketuk oleh seseorang yang tak lain adalah sang ayah
pak Lukman" taya cepat sedikit,santai saja jangan nerves
taya keluar dari kamar mandi dan menatap sang ayah
taya" apa Sarah sudah tiba
pak Lukman" belum Ghani dan Rey masih menjemputnya di hotel
taya duduk di tepian ranjang nya, dan menundukan kepala,seraya berdoa
" ya Allah jika ini yang terbaik aku mohon lancarkan semuanya, jika tidak berikan hamba jalan yang baik" taya berdoa di dalam hati
pak Lukman yang melihat itu langsung duduk di sebelah Sanga anak, walau pun iya tidak menyukai calon menantunya,namun iya sebagai seorang ayah seharusnya memberikan nasehat kepada sang anak
pak Lukman" nak,
taya" iya pak
pak Lukman" nak nanti saat kamu sudah mengucapkan ijab kabul itu artinya kau sudah menjadi seorang pemimpin di rumah tangga mu, sebagai seorang pemimpin bapak harap kamu bisa memimpin keluarga mu ke jalan yang baik,nak memang tidak mudah mengatur seseorang tapi percaya, jika kamu selalu taat dan berdoa pada allah makan Allah akan memberikan jalan yang indah untuk mu
taya mendengar kan setiap kalimat yang keluar dari mulut bapak nya
pak Lukman" jujur bapak tidak suka pada calon menantu bapak tapi karena itu pilihan kamu, dan mungkin kamu tahu bagai mana dia, sifat baik nya, dan semuanya tentang dia bapak tidak melarang karena itu pilihan kamu, bapak yakin, bapak sama ibu tidak mungkin membuat mu memilih hal yang buruk, karena kami pun tidak pernah mengajarkan hal itu pada kamu
taya berusaha air matanya, dan ingin rasanya iya bertriak melampiaskan semua rasa yang selalu menyesakan dada nya itu, ingin sekali iya meminta bantuan, namun apa adanya iya tidak mungkin melibatkan ibu dan bapaknya
pak Lukman" nak bapak sama ibu akan tetap stay di sini setelah kamu menikah, bapak dan ibu ingin menghabiskan masa tua kami di sini, bapak dan ibu lega melepas mu di sana jika kamu sudah menikah, berarti kami tidak perlu khawatir tentang kamu karena istri mu akan mengurus segalanya
taya sedikit terkejut mendengar penuturan bapak nya
taya" kenapa kalian gak ikut taya, taya kan sudah janji bakal mengurus bapak sama ibu
(mulai berkaca kaca)
pak Lukman" nak, itu adalah rumah tangga mu, bapak dan ibu takut jika kamu disana bersama mu dan istri, kami takut kami akan ikut campur, dan malah merusak hubungan kalian sebagai suami dan istri , maka dari itu bapak dan ibu tetap stay di sini
taya hanya bisa menghela nafas panjang saja
setidak nya iya tidak perlu khawatir dengan keselamatan bapak dan ibu nya jika mereka di sini walau berat rasanya untuk iya menanggung penderitaannya sendiri
pak Lukman " ya sudah nak, ayo kita bergabung dengan yang lain,sambil menunggu Sarah
__ADS_1
taya mengikuti bapaknya untuk bergabung dengan keluarga yang lain
sesampainya di bawah taya sudah melihat begitu banyak keluarga yang berkumpul
mata taya mencari seseorang taya terus mencari di setiap kerumunan sampai taya mendengar suara tawa yang sangat iya kenal
"itu dia " batin taya
taya memperhatikan wanita itu tidak lepas dari pandangannya
sedang asik memandangi Rara, ya wanita yang di cari oleh taya adalah Rara,
tiba tiba Rey dan Ghani berlari menuju pak Lukman
aku melihat ke dua ke ponakan ku berlari tergopoh gopoh menuju ke arah bapak ku
mereka membisikan sesuatu pada bapak ku
aku melihat ekspresi bapak ku seketika berubah, melihat itu aku langsung menghampiri merek
taya" ada apa Rey, ?
Rey" lebih baik kita tidak bicara disini ...
taya membawa bapaknya,Rey, Ghani serta ibunya,
cha-cha, Abi,Radit, Fani,Dimas serta Rika langsung mengikuti yang lain
mereka masuk kedalam ruang kerja taya
taya" ada apa, mana Sarah ?
Rey" kami sudah menunggu lama di hotel, tapi setelah sejam kami kami tidak mendapati Sarah atau manager tidak juga terlihat akhirnya kami memutuskan untuk bertanya pada resepsionis hotel
taya" tapi apa Rey ...
Ghani" tapi kami malah mendapat kan ini
Ghani memberi baju pengantin yang sudah di siapkan dan sebuah note kecil
taya melihat note tersebut
"aku ada pemotretan di Paris,aku harap kamu dan keluarga mu baik baik saja "
begitu bunyi note tersebut di tambang emoticon tersenyum yang membuat taya semakin marah dan juga merasa lega dimana itu artinya iya tidak harus menikahi wanita itu
tapi saat taya melihat ibu dan bapak nya yang berubah sedih malah membuatnya merasa kecewa
" kenapa bapak sama ibu gak bahagia aku tidak jadi menikahi wanita itu" batin taya yang melihat bapak dan ibunya mulai bersedih
Abi" bagaimana ini pak, tamu serta keluarga sudah berkumpul tidak mungkin kita memberitahu mereka kalo kita membatalkan acara ini kita akan malu
taya baru sadar apa yang membuat bapak serta ibunya sedih karena malu,
"kenapa aku tidak terpikir hal itu" batin taya
cha-cha" kita harus melakukan sesuatu
Bu Lia" Rara dimana dia ?
Abi" apa hubungannya dengan Rara Bu?
cha-cha" iya kakak, Rey cepat panggil kakak mu kemari
__ADS_1
Rey pun langsung berlari memanggil Rara tanpa tahu maksud dan tujuan untuk memanggil kakak nya
sesampainya di bawah semua orang memandang Rey dan penuh pertanyaan
Rey" kak ayo ikut Rey
rara" ada apa Rey ? kenapa semuanya pergi ?
Rey" udah ayo ikut Rey kak
Rey menarik tangan kakak nya dan menuju ruang kerja taya
rara melihat eyang nya sudah banjir air mata dan taya hanya diam duduk dengan mata penuh amarah
rara" ada apa Bun?
semua orang menatap Rara
cha-cha" kak, sini kak Deket bunda
rara berjalan mendekati sang bunda dan duduk di sebelah bundanya
rara" ada apa Bun ? (menatap bingung )
cha-cha" kak, jadi gini
Belum selesai cha-cha berbicara Abi sudah angkat bicara
Abi" enggak Bun, papa gak izinin Rara buat nikah karena ini
rara langsung kaget mendengar kata kata dari papa nya ..
rara" ada apa ini bunda sebenarnya, kenapa kakak harus menikah, ada apa ini ?
Rika" kak, Sarah pergi meninggal taya, dan kita semua bingung harus bagai mana tidak mungkin kita batalkan acara ini, sementara tamu dan para undangan sudah hadir
rara mendengar itu langsung terkejut dan melihat ke arah taya yang masih duduk tak bergeming dari tempatnya sambil menundukkan kepala terlihat seperti sangat terpukul
rara" lalu apa hubungannya dengan kakak ?
Bu Lia" Rara cuma kamu satu satunya orang yang bisa menjaga nama baik keluarga ini, cuma kamu orangnya yang bisa membantu keluarga eyang agar tetap mempunyai muka di hadapan semua orang (kembali menangis)
rara terdiam sejenak mencerna semua kata kata semua orang
rara" jadi kakak harus nikah sama om taya?
cha-cha mengangguk kan kepalanya untuk menjawab pertanyaan sang putri
Abi" saya gak setuju, pasti ada solusi lain selain mengorbankan anak saya (kesal)
rara memandang papanya yang masih kekeh dengan pendiriannya dan memandang semua orang yang ribut dengan perkataannya masing
suasana itu membuat Rara merasa pusing dan tidak bisa berfikir dengan baik, Rara merasa syok bukan main, dan di tambah ke ribuan yang terjadi di ruangan ini semakin membuat nya merasa kepala nya semakin berat dan tidak bisa berfikir
--------------------------------------------------------
TBC
next
jangan lupa like dan komen kalian buat cerita aku ya
terimakasih
__ADS_1