
happy reading
.
...
.
...
.
...
let's read
----------------------------------------------------------
sebulan sudah Rara bekerja di perusahaan milik keluarga Nugroho
atau lebih tepat nya perusahaan milik kelurga Dimas
hari hari rara sudah kembali seperti biasa dan ia mulai mengenal banyak orang di kantor itu dan ia juga mudah bergaul dengan yang lain apa lagi dengan temen setim nya
seperti Nara, Aldi,Mahesa,Nia,Kiki, dan Tiara
rara kini mulai mengenal satu persatu karakter teman setimnya yang bisa di bilang mereka lebih tua dari Rara
Nara" ayra pulang nanti kita jalan dulu yuk, kita ajak nia sama tia
rara" em aku izin dulu ya na, takut gak boleh bunda
Nara" ahsiap ... dah Sans izin
rara mengirim chat pada sang bunda ...
me: Bun Rara boleh gak pulang kerja main sama teman-teman kantor
tidak menunggu lama cha-cha langsung membalas pesan putrinya itu
bunda: kamu telpon papa kak, kalo bunda sih boleh-boleh saja kak, tapi kamu tanya papa saja dulu
me: oke Bun
rara langsung menghubungi papanya untuk meminta izin karena waktu pulang kerja sudah sebentar lagi
rara*assalamualaikum pa,
Abi* walaikumsalam kak, ada apa kak, mau pulang bareng papa
rara* bukan pa, kakak mau minta izin
Abi*kakak mau kemana ?
rara*em kakak mau pergi sama teman-teman kantor pa, sehabis pulang kerja, apa boleh ?
Abi* boleh kak tapi pulang nya biar di jemput Rey ya, kamu kan tidak bawa kendaraan
rara* iya pa, makasih ya pa
panggilan berakhir, dan Rara pun senang karena ia di izin kan untuk pergi
setelah sekian lama ia bisa pergi dengan orang lain yang bisa di sebut teman
__ADS_1
bukan karena orang tua nya melarang tapi karena rara takut jika iya salah memilih teman lagi
waktu pulang kantor tiba ke empat wanita itu sudah siap untuk pergi berkeliling melihat lihat untuk menghilangkan penat dan stres
Tiara" em bulan depan kayak nya gue tidak kerja lagi deh
" kenapa" bersamaan
Tiara" bulan depan gue bakal nikah,dan calon suami gue tidak mengizinkan gue kerja lagi katanya
rara" yah gak ada yang bawain kita sarapan pagi lagi dong (sedih)
Nara" yah gak ada yang bantuin gue ngebasmi bujang orgen dong
Nia" yah,gak ada yang bantuin kerjain date line deh
Tiara" (tertawa) ah kalian ini, kehilangan karena ada mau nya aja nih
"kita sayang Tia" mereka berpelukan bak Teletubbies
Tiara" Hem bakal kangen nih yang begini, jadi tidak rela mau berhenti deh
Nara" eh jangan kalo kata suami tidak boleh ya turutin , dosa Lo tia
Nia" iya bener tuh kata Nara
rara" iya kita kan masih bisa kumpul, tinggal janjian saja
Tiara" sebelum gue keluar kita sering sering kumpul ya, biar gue tidak sedih-sedih banget nanti, baru juga mau kenal sama anak bontot (mencubit hidung Rara)
rara" ih sakit tau, em gimana rasanya mau jadi pengantin
ke empat wanita asik mengobrol hingga tak terasa malam sudah tiba,
namun rara masih menunggu Rey untuk menjemputnya
sambil menunggu Rara berkeliling sebentar di pusat perbelanjaan itu
iya melihat seseorang yang sangat iya kenal sedang duduk melamun di sebuah kafe dan hal itu membuat nya penasaran
"bukannya dia harusnya kembali seminggu sebelum acaranya, kenapa dia ada disini " batin Rara yang masih memperhatikan laki-laki itu
laki-laki menoleh ke arah Rara karena mungkin iya merasa diperhatikan oleh seseorang
rara langsung cepat-cepat membuang muka dan melanjutkan jalannya menuju pintu keluar
sesampainya di luar Rara langsung duduk di sebuah kursi untuk menenangkan degup jantungnya yang kini berdetak sangat cepat
"huhh untung saja aku bisa segera pergi" gumam Rara
tiba-tiba Rara di kejutkan dengan seseorang yang memegang bahunya
"Ra"
rara" astafirlohalazim (mengelus dada nya dan menoleh pada orang itu) ya Allah Nara kamu buat aku kaget tahu, haduh
Nara"(tertawa) sorry sorry, Lo kenapa kok panik banget
rara" bukan panik na, kaget, kaget
kamu kenapa belum pulang, kan tadi udah pergi bareng nia dan tia
Nara" gue bosen di rumah, selalu sendirian Ra,
__ADS_1
rara" mama, papa kamu kemana ? adik atau kakak kamu?
Nara" gue anak tunggal,bokap,nyokap gue sibuk, dan gue dari kecil cuma di titip sama pengasuh gue aja
rara" Hem, terus kamu ngapain disini ?
Nara" gue mau nunggu sampai gue ngantuk Ra, jadi pulang bisa langsung tidur, (sedih) sedih ya gue Ra, punya keluarga tapi kayak gak punya (tertawa)
rara masih merasa beruntung ia masih memiliki keluarga yang sangat amat perduli padanya , dan memiliki bunda yang selalu ada dan siap untuk nya
rara" sabar na, kamu kalo butuh teman aku siap, dan jangan pernah sungkan untuk minta bantuan aku
Nara" gue ngerepotin Lo dong,
rara" enggak sama sekali na, karena kamu teman aku,(tersenyum)
Nara merasa terharu sekali dengan ucapan Rara yang menganggap jika dirinya adalah teman nya ...
Nara" yah Rara buat gue Melo kan (berkaca kaca) tanggung jawab Ra
rara"(tertawa) sini-sini aku peluk biar tidak menangis
rara memeluk Nara yang sudah mulai menangis
Nara" Lo tahu Ra, bertahun-tahun gue hidup, Lo orang pertama yang nganggep gue ada , dan mau gue susahhin tiap hari,betah denger celotehan gue, dan sekarang Lo nganggep gue temen Lo
rara" kamu baik, makanya aku mau dekat dengan kamu na, cuma kadang cara kamu aja ada yang salah
Nara" makasih Ra
tak lama Rey datang menjemput Rara yang masih asik berbincang dan bercanda bersama Nara
Rey" kak ayok kita pulang
rara" iya bawel, na kamu pulang naik apa ?
Nara" mungkin di jemput supir Ra, Lo duluan aja kalo mau pulang
rara" oke deh na , aku duluan ya
Rey" mari mba kami duluan
rara dan Rey sudah berjalan meninggalkan tempat itu
rara" kamu lama banget sih Rey jemputnya
kakak capek tahu nunggunya
Rey" maaf kak, Rey tadi kejebak macet makanya sedikit terlambat
rara" itu mah bukan sedikit Rey, lama Rey lama (kesal)
Rey" maaf ya kakak ku yang cantik, adik mu ini meminta maaf
rara tertawa melihat kelakuan adiknya itu
tanpa Rara sadari sebenarnya sedari tadi saat iya berbincang dengan Nara ada sepasang mata yang selalu saja memperhatikan mereka
__________________________________________
TBC
jangan lupa kasih like dan komen ya semua
__ADS_1
terimakasih