
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
hari ini hari pertama Rey menginjakan kaki di perusahaan, bekerja seorang karyawan untuk pertama kali
cha-cha" anak bunda terlihat sangat tampan dengan mengunakan baju ini
Rey" Rey memang tampan Bun (tertawa)
Dion"Dion ingin cepat menggunakan baju seperti Abang tidak mau mengunakan seragam ini lagi
Rey" makanya sekolah yang benar, biar cepat lulus
Dion" Dion ini pintar dan selalu juara umum (kesal)
Rey" siapa yang bilang kamu bodoh, Abang kan hanya bilang kamu sekolah yang benar
cha-cha" sudah-sudah kalian ini pagi-pagi sudah ribut
Rey" Bun di kantor opgan bekerjanya mudah tidak
cha-cha" bunda tidak tahu nak,jika kamu tanya bunda cara buat roti bunda tahu (terkekeh)
Rey" benar
Dion" kenapa Abang harus di perusahaan opgan,tidak di tempat papa
cha-cha" Abang mu harus membatu opgan sayang, kasian opgan mengurus perusahaan sendirian, punya papa kan masih ada kamu
Dion" kenapa tidak Abang saja biar Dion di perusahan opgan
cha-cha" Dion, sudah kamu belum mengerti masalah ini,nah Abang sudah siap ayo kita turun,kita sarapan papa pasti menunggu kita
cha-cha dan kedua putranya turun menuju meja makan
Abi" sudah siap Rey ?
Rey" siap pa
Abi" buat kesan yang baik,jangan melakukan kesalahan dan ingat kamu disana masih belajar jadi ikuti semua yang di beri tahu oleh orang
Rey" iya pa,
ponsel Rey berdering menandakan panggilan masuk
"kakak "
(video call)
Rara* uncle Rey , selamat pagi, wah uncle sudah siap untuk bekerja ya
Rey* iya Kean uncle akan bekerja hari ini, Kean doa kan uncle ya
Rara* iya uncle, nanti sudah gajian jangan lupa traktir Kean ya
Rey* Pati Kean ...
Rara* opa dan Oma mana uncle
Abi* assalamualaikum cucu opa, wah sudah ganteng saja cucu opa ini
Rara* iya opa, Kean akan pergi imunisasi
cha-cha* Kean mau Oma temani ?
Rara* boleh Oma, biar sama eyang ti
Dion* Kean besok uncle menginap di rumah Kean ya
Rara* ia uncle,ya sudah ya uncle kita mau pergi dulu, Daddy sudah menunggu kita assalamualaikum
"walaikumsalam kean" bersamaan
setelah selesai sarapan Rey pergi untuk menuju kantor Radit , dengan semangat yang tinggi Rey siap memulai hari pertamanya menjadi seorang karyawan
sementara di kediaman nara, Nara yang kehamilannya sudah memasuki bulan ke empat kini dirinya semakin manja pada sang suami
Nara" kamu tidak usaha pergi ya pa, di rumah saja, aku ingin sama kamu terus
Alvin" sayang aku banyak sekali pekerjaan, tidak mungkin aku tidak bekerja
Nara" ya sudah aku ikut ke kantor ya
Alvin" sayang kamu di rumah saja, nanti kamu lelah jika ikut dengan ku
__ADS_1
Nara" papa (berkaca-kaca)
Alvin" baik lah, aku akan pulang cepat, agar bisa bersama mu, aku janji
Nara" benar ?
Alvin" iya
Nara" nanti jika kamu pulang bawakan aku, coklat yang banyak ya (Menaik turun kan alis )
Alvin" iya sayang
Nara" nada tidak bekerja hari ini
Alvin" dia meminta izin seminggu untuk merawat Ghani
Nara" adik ku itu ya, ada saja yang di perbuat, untung Ghani coba jika orang lain mungkin sudah berbuntut panjang
Alvin" adik mu itu banyak sekali cerita, dan dia Seperi anak SD yang masih senang di belikan eskrim dan coklat (tertawa) kamu tahu Heru saja yang jarang tertawa jika sudah bersama nada akan terus tertawa karena tingkah nya
Nara" apa dia bekerja nya bagus di sana ?
Alvin" dia sangat membantu sayang, dan terkadang dia banyak mengeluh (tertawa)
Nara" aku beruntung memiliki adik seperti dia papi sangat baik pada ku, memberiku adik yang sangat baik seperti nada
Alvin" ya sudah ma, papa pergi dulu ya, anak papa di rumah sama mama dan Oma ya, nanti papa pulang , papa bawakan coklat yang banyak untuk mu ya (mengelus perut)
Nara" iya papa, papa hati-hati ya (mencium tangan)
Alvin" kalian baik-baik di rumah ya (mencium kening )
sementara di kediaman Nugroho Ghani sangat senang pasalnya pagi-pagi sekali nada sudah berada di rumahnya
nada" kamu mau makan apa? biar aku buatkan
Ghani" tidak usah biar mom saja yang membuat nya
nada" jika begitu aku akan membantu aunty memasak saja, nanti jika kamu memerlukan sesuatu panggil saja aku ya
nada meninggalkan Ghani,ia pergi menuju dapur untuk membatu Rika
nada" aunty ada yang bisa nada bantu ?
Rika" tidak merepotkan kamu
nada" tidak aunty, nada malah senang bisa membantu
Rika" baik lah, nada tolong kamu potong sayuran itu ya, em setelah itu kamu masukan ke dalam panci itu
nada" nah aunty tinggal menata nya di meja saja,biar nada yang mencuci peralatan kotornya
Rika tersenyum melihat nada yang begitu rajin dan juga sangat membantu itu
Rika" baik lah setelah itu, kamu harus bergabung bersama kami di meja makan oke
nada" siap aunty
nada mulai mengerjakan pekerjaannya,Rika sangat menyukai nada,iya melihat nada adalah wanita yang baik dan juga sangat perhatian dan penuh tanggung jawab, terbukti jika dirinya mau mengurus Ghani yang terluka karena dirinya
setelah selesai nada bergabung ke meja makan, bersama yang lain
dimas" nada kamu mau saja mengurus Ghani, dia kan baik-baik saja
nada" nada harus bertanggung jawab, karena nada Ghani jadi terluka
dimas" kamu kenapa tidak kembali bekerja di kantor om lagi nada
nada" kata mami nada harus di awasi oleh mas Alvin, sebab nada ceroboh orang nya
mendengar penuturan polos nada Dimas dan Rika tertawa
Rika" Ghani hari ini mom dan dad akan ke Inggris Fahri kan sedang sakit, mom mau mengurusnya
nada" hah malaikat sakit, sakit apa ?
Ghani" malaikat, kenapa kamu memanggil Fahri seperti itu (kesal)
nada" dia memang seperti malaikat, dia membantu ku saat aku hampir saja di bohongi oleh pelayan itu
Ghani" aku juga membantu mu saat kamu di ganggu orang jahat tapi kenapa tidak memanggilku seperti Fahri
dimas dan Rika saling pandang melihat putranya yang sedikit kesal pada nada itu, hal itu membuat mereka berdua bertanya-tanya
Rika" Ghani sudah habis kan makan mu, nada maaf Ghani memang suka seperti itu
nada" tidak apa-apa aunty
Ghani merasa sangat kesal, ia berfikir kenapa nada selalu bersikap baik pada orang sedang kan pada dirinya nada terkesan cuek
nada membantu Rika menyiram tanaman,mereka banyak berbincang,Rika kini lebih mengenal nada
Fahri melihat dari kejauhan dua wanita yang ia sayangi sedang berbincang bersama
dimas" apa dia orangnya ?
dimas menghampiri putranya yang berada di balkon
__ADS_1
Ghani"(terkejut) dad membuat aku terkejut saja
dimas" apa dia orang nya ?
Ghani " orang apa dad ?
dimas" dia wanita yang membuat mu tidak mau di jodohkan dengan putrinya Dikta kan
Ghani" hah, tidak bukan, em ... aku...aku hanya
dimas" jangan berbohong kamu tidak pandai berbohong
Ghani" huh... baiklah dia orangnya (menundukan kepala) apa dad setuju ?
dimas" em... bagaimana ya
Ghani" dad ayolah jangan membuat ku penasaran
dimas" dad dan mom selalu mendukung apa pun pilihan kalian asal,itu baik dan kalian bersungguh-sungguh
Ghani" thanks dad, kalian yang terbaik (memeluk)
dimas" tapi sepertinya nada tertarik pada Fahri
Ghani" tidak tahu dad, susah sekali mendapatkan perhatian dari nya (menatap malas)
dimas" manfaatkan waktu yang ada nak, jangan menyerah, dad juga dulu seperti mu, namun dad tidak menyerah dan akhirnya dad mendapatkan mommy mu
Ghani" em baik lah dad aku tahu
tidak terasa hari sudah menjelang sore Dimas dan Rika sudah siap untuk pergi
Rika" kamu di rumah baik-baik,jika perlu apa pun minta pada mba Yuyun jangan menyusahkan ibu Lina ya
Ghani" iya mom, mom juga hati-hati sampaikan salam ku pada Fahri
dimas" ya sudah kami pergi, ingat jangan menyia-nyiakan kesempatan nak (berbisik)
Ghani" em... hati-hati mom dad
nada" hati-hati om, aunty (mencium tangan )
Rika" aunty titip Ghani ya nad
nada" siap aunty
Rika dan Dimas meninggalkan rumah, waktu makan malam sudah tiba nada sebenarnya ingin pulang namun ia mengurungkan niatnya karena mengingat ghani tidak ada yang memasak untuk nya
nada memutuskan untuk memasak, karena menurutnya itu juga bentuk rasa tanggung jawabnya pada Ghani
nada" kamu mau makan apa? biar aku buat kan malam ini, walau rasa nya pasti berbeda dari buatan aunty tapi aku akan mencoba membuatkan nya,cepat kamu mau makan apa ?
Ghani" aku mau makan, nasi goreng saja
nada" baik lah kamu duduk di meja makan biar aku buat kan untuk mu
nada memulai aksinya untuk memasak, Ghani melihat nada yang sibuk, Ghani mendekati nada yang sedang asik memotong bahan-bahan
nada" kenapa kamu ke sini, aku kan menyuruh mu untuk tetap di meja makan
Ghani tidak menjawab, dirinya hanya memperhatikan nada saja
nada" (menaruh pisau) kamu butuh sesuatu ?
tiba-tiba lampu padam,sontak nada bertriak dan memeluk Ghani
Ghani" tenang sebentar lagi akan menyala
benar saja lampu kembali menyala, nada dan Ghani beradu pandang dengan jarak yang sangat dekat, Ghani mencoba mendekatkan wajahnya pada wajah nada
"astaga apa yang akan dia lakukan, aku harus apa?" batin nada
brug
nada mendorong Ghani hingga Ghani terjatuh
Ghani" aw apa yang kamu lakukan
nada" maaf, maaf aku tidak bermaksud, mari biar aku bantu
Ghani" tidak aku bisa sendiri
Ghani berdiri sendiri, dan kembali ke meja makan, nada menyelesaikan pekerjaannya,setelah selesai nada langsung berpamitan pulang pada Ghani , karena dirinya merasa takut jika hanya berdua saja dengan Ghani di rumah itu
Ghani" merasa sangat bodoh sekali, dia yakin jika nada merasa ketakutan berada di sampingnya
"Ghani kenapa kamu sangat bodoh, apa yang kamu lakukan, lihat lah kamu membuatnya takut sekarang argh" Ghani mengacak rambut nya frustasi
_______________________________
TBC
next
jangan lupa kasih like dan komen buat aku ya .
terimakasih
__ADS_1