
Naima membuka matanya ia terkejut mendapati dirinya dalam pelukan rey tertidur pulas,dengan perlahan Naima membebaskan dirinya dari pelukan Rey
dengan susah payah akhirnya Naima bisa terlepas dari Rey
Naima perlahan memindahkan kanvas dimana wajah Rey yang ada di lukisan itu
setelah selsai Naima membersihkan dirinya dan keluar dari kamar itu untuk membantu asisten rumah tangga membuat sarapan untuk mereka
setelah selesai Naima kembali ke kamarnya namun ia Tidka melihat Rey disana,Naima membersihkan tempat tidur itu
tok tok tok
mba Ika" nyonya ada tamu yang mencari nyonya di depan
Naima" oooo iya sebentar,tamu siapa? rasanya aku tidak memiliki janji atau yang lainnya
Naima berjalan ke luar untuk melihat tamu yang datang mencarinya ,Naima melihat wanita yang tengah melihat-lihat foto pernikahan mereka yang terpajang di dinding
Naima" permisi anda mencari saya ?
wanita itu berbalik menghadap ke arah Naima
Rizki" halo kamu pasti istrinya Rey,em kamu masih sangat muda rupanya
Naima" iya,anda siapa ?
Rizki" saya Rizki,saya kekasih suami anda (tersenyum)
Naima" ke-kekasih ?
Rizki" lebih tepatnya calon istrinya,kamu pasti tahu siapa saya,karena hanya saya satu-satu nya wanita yang ada di hati Rey
Naima langsung teringat cerita Rara,mengenai wanita yang seharusnya menikah dengan Rey
Naima" kamu wanita yang meninggalkan kak Rey itu
Rizki" itu dulu, sekarang aku sudah kembali,dan aku mau mengambil hak ku
Naima" apa hak anda ? dia suami saya dan anda Tidka ada hak atas suami saya)
Rizki" heh anak kecil asal kamu tahu,kamu hanya menjadi tempat pelarian saja,jangan pernah berharap lebih,dan Rey itu hanya mencintai ku
Naima" tapi aku istrinya,aku lebih berhak
Rizki" itu tidak akan berlangsung lama kerena sebentar lagi Rey akan meninggalkan mu
Naima merasa sedih menerima kenyataan yang begitu pahit,Naima mencoba menguatkan dirinya
dari kejauhan Rizki melihat Rey berjalan ke arah mereka,Rizki berpura-pura terjatuh
Rizki" aaaa sakit kenapa kamu mendorongku,aku hanya ingin mengucapkan selamat saja pada mu
Naima merasa bingung melihat Rizki tiba-tiba terjatuh dan menuduhnya
Rey" Naima apa yang kamu lakukan (membantu Rizki bangun)
Naima" aku tidak melakukan apa pun,dia jatuh sendiri dan aku
Rizki" dia bohong Rey,dia marah karena tahu aku mantan ke kasih mu,padahal niat ku baik
Naima" apa ? tidak aku tidak melakukan apa pun
Rey" sudah pergi lah nai,tinggalkan kami
Naima meninggalkan Rizki dan juga Rey Naima mencoba Manahan air matanya agar tidak terjatuh
Naima masuk ke dalam kamarnya,dan memeluk salah satu boneka kesayangannya
Naima" kai apa tidak ada sedikit saja ke bahagian untuk ku,terkadang aku ingin menjadi seperti kamu kai, yang hanya diam,tersenyum tanpa merasakan sakit
__ADS_1
Naima membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur,ponsel Naima berdering menandakan panggilan masuk
"kak cyra"
Naima langsung mengangkat panggilan itu,
Naima* assalamualaikum kak
cyra* walaikumsalam nai, kamu di mana,sedang sibuk tidak
Naima* nai sedang di rumah kak,tidak nai sedang tidak sibuk ada apa kak?
cyra* nai aku dan nada mendapat undangan pameran lukisan nanti malam,dan kami masih memiliki satu undangan apa kamu mau,aku dengar kamu itu suka sekali lukisan
Naima* mau kak,nai mau,nai akan ikut pukul berapa acaranya kak
cyra* jam tujuh malam ini nai, oooo hampir lupa dress code nya casual ya,jari tidak perlu berpenampilan resmi
Naima* baik lah kak, nai akan siap kan,terimakasih kak key
cyra* sama-sama sayang,jangan lupa berdandan yang cantik
Naima* itu kelemahan ku (terkekeh)
cyra* ya sudah ya nai,bayi besar ku sudah rewel
Naima* iya kak, salam untuk bayi besarnya kak (terkekeh)
panggilan berakhir Naima merasa sangat bahagia mendapat undangan secara langsung melihat pameran lukisan
Naima mulai membuka lemarinya mencari pakaian yang pantas ia kenakan, Naima seakan melupakan kesedihan yang baru saja ia alami dan melupakan ke beradan Rey dan juga Rizki
hari seakan cepat berlalu,malam sudah tiba Naima sudah bersiap untuk pergi,Naima mengenakan dress berwana biru sekutu dan flat shoes berwarna senada dan tas yang berwarna senada,Naima memoleskan sedikit lipstik di bibirnya agar terlihat segar
setelah selesai Naima keluar kamar dan bertemu dengan Rey yang juga keluar dari kamar,keduanya beradu pandang beberapa saat Samapi Naima menundukan pandangannya
Rey" kamu sudah siap?
Naima" em
Rey" kita pergi sekarang,mereka sudah menunggu kita
Naima" baik lah
sepanjang perjalanan tidak ada sepatah kata pun terucap dari bibir keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing
sesampainya di sana mereka langsung bergabung bersama cyra,Zain,Ghani dan juga nada
Naima" kakak apa kabar (memeluk nada dan cyra) adik bayi apa kabar mu,aunty sudah lama tidak bertemu (mengelus perut)
Zain" ya sudah kita masuk,acaranya sudah di mulai
mereka masuk ke dalam galery itu dan berpisah karena Zain harus menemui koleganya,Ghani dan nada hanya duduk saja di ruang teater
Naima dengan semangat mengelilingi galery itu,banyak sekali lukisan yang menarik perhatian Naima
"Naima"
seseorang memanggil Naima dengan cukup keras
Naima" kak Arif
Arif" nai kamu di sini,bersama siapa ?
Rey yang melihat Arif langsung segera mendekati Naima
Rey" bersama saya
Arif" oh pak Rey,nai kamu tahu lukisan mu dipamerkan di sini untuk mendapat penilaian dari orang banyak
__ADS_1
Naima" benarkah,dimana (senang)
Arif " ikut aku
dengan cepat Rey menggenggam tangan Naima dan berjalan bersama,tidak tahu kenapa Rey merasa tidak suka saat Arif mendekati Naima ada rasa kesal di hati Rey
Arif" ini nai lihat banyak sekali yang memberi poin hijau di lukisan mu
Naima sangat terharu,melihat lukisannya terpajang di galery sebesar ini,dengan reflek Naima memeluk Rey yang berada di sebelahnya
Rey pun kembali memeluk Naima,Rey menghapus air mata Naima
Naima" bukan mimpi,lukisan ku
Rey" bukan ini bukan mimpi,ini Nyata
Naima " terimakasih kak Arif telah membantuku
Rey beralih menatap Arif,membuat Arif merasa sedikit takut dengan tatapan Rey
Arif" sa-sama nai,nai kak Arif pergi dulu urusan kak Arif sudah selesai
pergi meninggalkan Naima dan Rey
Naima" loh kak Arif,aneh sekali kak Arif
Rey" kenapa kamu meminta bantuan Arif (menatap Naima)
Naima" aku tidak percaya diri menyerahkan nya sendiri
Rey" kenapa tidak meminta bantuan ku,aku suami mu
Naima" (menarik nafas) aku tidak ingin menganggu mu dan nona Rizki,lagi pula aku biasa bergantung pada kak Arif dan itu adalah kebiasaan ku selalu menyusahkan orang,jadi aku tidak mau melakukan itu pada mu
Naima pergi meninggalkan Rey yang masih berdiri di depan lukisan Naima
ia melihat lukisan itu di mana wanita berdiri di tengah rumput hijau dengan wajah tersenyum namun matanya menyiratkan kesedihan
setelah selesai berkeliling mereka berkumpul untuk melihat karya utama dari galery itu
nada" aku tidak mengerti setiap gambar di galery ini banyak menyimpan teka-teki
cyra" sama saja,aku lebih memilih melihat obat menumpuk dari pada memikirkan lukisan
nada" nai kenapa kamu suka melukis?
Naima" karena nenek,sejak kecil aku selalu di ajak ke galery seperti ini,dan nenek mengajari ku melukis saat itu aku mulai melukis
cyra" wah kenapa kamu tidak menjadi pelukis saja ?
Naima "(tersenyum) papa tidak mau aku jadi pelukis,papa menginginkan aku menjadi karyawan atau apa saja yang memiliki jabatan
nada" tidak apa-apa yang penting kamu masih bisa melukis bukan
Naima" iya kak
"seandainya bisa,mungkin aku tidak akan berada di sini sekarang" dalam hati Rizki
Rey terus memperhatikan Naima yang berbincang dengan cyra dan nada
"astaga ada apa dengan ku,kenapa aku jadi sedih karena Naima berkata seperti tadi" dalam hati Rey
____________________________
TBC
next
terimaksih
__ADS_1