Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 197


__ADS_3

Naima membuka matanya ia terkejut mendapati dirinya dalam pelukan rey tertidur pulas,dengan perlahan Naima membebaskan dirinya dari pelukan Rey


dengan susah payah akhirnya Naima bisa terlepas dari Rey


Naima perlahan memindahkan kanvas dimana wajah Rey yang ada di lukisan itu


setelah selsai Naima membersihkan dirinya dan keluar dari kamar itu untuk membantu asisten rumah tangga membuat sarapan untuk mereka


setelah selesai Naima kembali ke kamarnya namun ia Tidka melihat Rey disana,Naima membersihkan tempat tidur itu


tok tok tok


mba Ika" nyonya ada tamu yang mencari nyonya di depan


Naima" oooo iya sebentar,tamu siapa? rasanya aku tidak memiliki janji atau yang lainnya


Naima berjalan ke luar untuk melihat tamu yang datang mencarinya ,Naima melihat wanita yang tengah melihat-lihat foto pernikahan mereka yang terpajang di dinding


Naima" permisi anda mencari saya ?


wanita itu berbalik menghadap ke arah Naima


Rizki" halo kamu pasti istrinya Rey,em kamu masih sangat muda rupanya


Naima" iya,anda siapa ?


Rizki" saya Rizki,saya kekasih suami anda (tersenyum)


Naima" ke-kekasih ?


Rizki" lebih tepatnya calon istrinya,kamu pasti tahu siapa saya,karena hanya saya satu-satu nya wanita yang ada di hati Rey


Naima langsung teringat cerita Rara,mengenai wanita yang seharusnya menikah dengan Rey


Naima" kamu wanita yang meninggalkan kak Rey itu


Rizki" itu dulu, sekarang aku sudah kembali,dan aku mau mengambil hak ku


Naima" apa hak anda ? dia suami saya dan anda Tidka ada hak atas suami saya)


Rizki" heh anak kecil asal kamu tahu,kamu hanya menjadi tempat pelarian saja,jangan pernah berharap lebih,dan Rey itu hanya mencintai ku


Naima" tapi aku istrinya,aku lebih berhak


Rizki" itu tidak akan berlangsung lama kerena sebentar lagi Rey akan meninggalkan mu


Naima merasa sedih menerima kenyataan yang begitu pahit,Naima mencoba menguatkan dirinya


dari kejauhan Rizki melihat Rey berjalan ke arah mereka,Rizki berpura-pura terjatuh


Rizki" aaaa sakit kenapa kamu mendorongku,aku hanya ingin mengucapkan selamat saja pada mu


Naima merasa bingung melihat Rizki tiba-tiba terjatuh dan menuduhnya


Rey" Naima apa yang kamu lakukan (membantu Rizki bangun)


Naima" aku tidak melakukan apa pun,dia jatuh sendiri dan aku


Rizki" dia bohong Rey,dia marah karena tahu aku mantan ke kasih mu,padahal niat ku baik


Naima" apa ? tidak aku tidak melakukan apa pun


Rey" sudah pergi lah nai,tinggalkan kami


Naima meninggalkan Rizki dan juga Rey Naima mencoba Manahan air matanya agar tidak terjatuh


Naima masuk ke dalam kamarnya,dan memeluk salah satu boneka kesayangannya


Naima" kai apa tidak ada sedikit saja ke bahagian untuk ku,terkadang aku ingin menjadi seperti kamu kai, yang hanya diam,tersenyum tanpa merasakan sakit

__ADS_1


Naima membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur,ponsel Naima berdering menandakan panggilan masuk


"kak cyra"


Naima langsung mengangkat panggilan itu,


Naima* assalamualaikum kak


cyra* walaikumsalam nai, kamu di mana,sedang sibuk tidak


Naima* nai sedang di rumah kak,tidak nai sedang tidak sibuk ada apa kak?


cyra* nai aku dan nada mendapat undangan pameran lukisan nanti malam,dan kami masih memiliki satu undangan apa kamu mau,aku dengar kamu itu suka sekali lukisan


Naima* mau kak,nai mau,nai akan ikut pukul berapa acaranya kak


cyra* jam tujuh malam ini nai, oooo hampir lupa dress code nya casual ya,jari tidak perlu berpenampilan resmi


Naima* baik lah kak, nai akan siap kan,terimakasih kak key


cyra* sama-sama sayang,jangan lupa berdandan yang cantik


Naima* itu kelemahan ku (terkekeh)


cyra* ya sudah ya nai,bayi besar ku sudah rewel


Naima* iya kak, salam untuk bayi besarnya kak (terkekeh)


panggilan berakhir Naima merasa sangat bahagia mendapat undangan secara langsung melihat pameran lukisan


Naima mulai membuka lemarinya mencari pakaian yang pantas ia kenakan, Naima seakan melupakan kesedihan yang baru saja ia alami dan melupakan ke beradan Rey dan juga Rizki


hari seakan cepat berlalu,malam sudah tiba Naima sudah bersiap untuk pergi,Naima mengenakan dress berwana biru sekutu dan flat shoes berwarna senada dan tas yang berwarna senada,Naima memoleskan sedikit lipstik di bibirnya agar terlihat segar


setelah selesai Naima keluar kamar dan bertemu dengan Rey yang juga keluar dari kamar,keduanya beradu pandang beberapa saat Samapi Naima menundukan pandangannya


Rey" kamu sudah siap?


Naima" em


Rey" kita pergi sekarang,mereka sudah menunggu kita


Naima" baik lah


sepanjang perjalanan tidak ada sepatah kata pun terucap dari bibir keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing


sesampainya di sana mereka langsung bergabung bersama cyra,Zain,Ghani dan juga nada


Naima" kakak apa kabar (memeluk nada dan cyra) adik bayi apa kabar mu,aunty sudah lama tidak bertemu (mengelus perut)


Zain" ya sudah kita masuk,acaranya sudah di mulai


mereka masuk ke dalam galery itu dan berpisah karena Zain harus menemui koleganya,Ghani dan nada hanya duduk saja di ruang teater


Naima dengan semangat mengelilingi galery itu,banyak sekali lukisan yang menarik perhatian Naima


"Naima"


seseorang memanggil Naima dengan cukup keras


Naima" kak Arif


Arif" nai kamu di sini,bersama siapa ?


Rey yang melihat Arif langsung segera mendekati Naima


Rey" bersama saya


Arif" oh pak Rey,nai kamu tahu lukisan mu dipamerkan di sini untuk mendapat penilaian dari orang banyak

__ADS_1


Naima" benarkah,dimana (senang)


Arif " ikut aku


dengan cepat Rey menggenggam tangan Naima dan berjalan bersama,tidak tahu kenapa Rey merasa tidak suka saat Arif mendekati Naima ada rasa kesal di hati Rey


Arif" ini nai lihat banyak sekali yang memberi poin hijau di lukisan mu


Naima sangat terharu,melihat lukisannya terpajang di galery sebesar ini,dengan reflek Naima memeluk Rey yang berada di sebelahnya


Rey pun kembali memeluk Naima,Rey menghapus air mata Naima


Naima" bukan mimpi,lukisan ku


Rey" bukan ini bukan mimpi,ini Nyata


Naima " terimakasih kak Arif telah membantuku


Rey beralih menatap Arif,membuat Arif merasa sedikit takut dengan tatapan Rey


Arif" sa-sama nai,nai kak Arif pergi dulu urusan kak Arif sudah selesai


pergi meninggalkan Naima dan Rey


Naima" loh kak Arif,aneh sekali kak Arif


Rey" kenapa kamu meminta bantuan Arif (menatap Naima)


Naima" aku tidak percaya diri menyerahkan nya sendiri


Rey" kenapa tidak meminta bantuan ku,aku suami mu


Naima" (menarik nafas) aku tidak ingin menganggu mu dan nona Rizki,lagi pula aku biasa bergantung pada kak Arif dan itu adalah kebiasaan ku selalu menyusahkan orang,jadi aku tidak mau melakukan itu pada mu


Naima pergi meninggalkan Rey yang masih berdiri di depan lukisan Naima


ia melihat lukisan itu di mana wanita berdiri di tengah rumput hijau dengan wajah tersenyum namun matanya menyiratkan kesedihan


setelah selesai berkeliling mereka berkumpul untuk melihat karya utama dari galery itu


nada" aku tidak mengerti setiap gambar di galery ini banyak menyimpan teka-teki


cyra" sama saja,aku lebih memilih melihat obat menumpuk dari pada memikirkan lukisan


nada" nai kenapa kamu suka melukis?


Naima" karena nenek,sejak kecil aku selalu di ajak ke galery seperti ini,dan nenek mengajari ku melukis saat itu aku mulai melukis


cyra" wah kenapa kamu tidak menjadi pelukis saja ?


Naima "(tersenyum) papa tidak mau aku jadi pelukis,papa menginginkan aku menjadi karyawan atau apa saja yang memiliki jabatan


nada" tidak apa-apa yang penting kamu masih bisa melukis bukan


Naima" iya kak


"seandainya bisa,mungkin aku tidak akan berada di sini sekarang" dalam hati Rizki


Rey terus memperhatikan Naima yang berbincang dengan cyra dan nada


"astaga ada apa dengan ku,kenapa aku jadi sedih karena Naima berkata seperti tadi" dalam hati Rey


____________________________


TBC


next


terimaksih

__ADS_1


__ADS_2