
let's read
.
.
.
.
.
happy guys
💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓
pagi itu Nara terbangun karena merasakan panas matahari yang sudah masuk dari jendela kamarnya
Nara" ya Allah ini sudah siang
Nara melihat jam di ponselnya yang menunjukan pukul tujuh pagi
Nara langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
setelah selesai Nara sudah rapi dan bersiap untuk pergi, Nara sudah berencana untuk kembali ke Inggris dengan segera, karena diri nya sudah tidak tahan berada di rumahnya
nara mencari mba ipah dan pak Idris untuk berpamitan namun iya tak menemui siapa pun di ruang keluarga
samar samar Nara mendengar suara orang berbincang dari arah dapur ...
Nara berjalan ke dapur dan melihat jika maminya dan mba ipah sedang memasak
mami" Nara sudah bangun nak
Nara" buat apa mami masih di sini
mami" Nara, mami
belum selesai berbicara Nara sudah memotong perkataan mami lara
Nara " terserah mami mau apa, mba Nara akan pergi ke Inggris, karena di sini Nara sudah tidak ada yang akan di kerjakan,Nara titip rumah, oooo salah ini bukan rumah Nara kalo begitu Nara pergi mba
mami" Nara kamu mau ke mana nak, jangan tinggalkan mami
Nara terus berjalan tidak menghiraukan panggilan dari Sanga ibu
mami" Nara , Nara (menagis)
"Nara juga bisa egois, dimana kalian saat aku menagis mencari kalian, dimana kalian ketika aku merasa takut,dimana kalian saat aku membutuhkan kalian " dalam hati
tak terasa air mata Nara mulai kembali mengalir, membasahi pipinya
Nara meminta pak Idris untuk mengantarnya ke bandara
Nara" pak antar Nara ke bandara
pak Idris" tapi non, nyonya ada di sini kenapa non mau pergi
Nara" Nara gak punya siapa siapa lagi pak, dan orang yang anda sebut nyonya itu sudah mati buat ku sejak lama
pak Idris"(menghela nafas) non, tidak boleh begitu , nyonya tetap ibu non, orang yang melahirkan non, surga non ada di kaki nya non
Nara"(menagis) surga, dia tidak pantas di sebut tempat surga pak, sudah pak ayo antar Nara
pak Idris menuruti mau Nara , di perjalanan ponsel Nara berdering menandakan panggilan masuk
"mom ♥️"
Nara menolak panggilan nya, dan enggan mengangkat nya
__ADS_1
ponsel Nara kembali berdering lagi Nara mengabaikan panggilannya
ponsel Nara terus berdering membuat Nara tidak betah mendengar nya
dan mengajar panggilan itu
Nara* sudah Nara bilang jangan pernah hubungi Nara lagi mi, anggap Nara tidak ada mami mengerti (bertriak)
rara* Nara kamu kenapa ?
Nara* Rara, maaf Ra, aku pikir mami ku
rara* bisa kita bertemu na, aku ingin bicara pada mu
Nara* baik lah, aku akan ke hotel mu
rara* baik lah aku tunggu
Nara* tapi pak Dimitri tidak di sana kan
rara* tidak, dia sedang ke kantor
Nara* baik lah
panggilan berakhir, Nara meminta pak Idris menuju hotel tempat Rara menginap
sesampainya di sana Nara meminta pak Idris untuk pulang,
Nara" bapak pulang saja biar Nara naik taksi nanti
pak Idris" enggak usah non biar bapak tunggu aja, lagian bapak gak ada kerjaan kalo gak antar non
nara" ya sudah kalo begitu terserah bapak saja ...
Nara masuk kedalam hotel itu Nara melihat Alvin sedang bersama seorang wanita sedang berdiri di depan lift
Nara berusaha biasa saja, dan pura pura tidak mengenal Alvin
Alvin pun bersikap sama, dia terlihat cuek, dan terlihat sangat akrab dengan wanita di sebelahnya
hal itu justru membuat Nara, merasakan sesak di dadanya,
"cobaan apa lagi ini, kenapa aku harus bertemu dengan nya di sini" batin Nara
Alvin keluar lebih dulu sedang kan Nara, masih di dalam lift
"ya Allah, ternya melupakan itu sangat sulit" gumam Nara
pintu lift terbuka Nara keluar dan mencari kamar Rara
Nara" ini dia kamar nya ...
tok tok tok
cklek
rara" Nara, ayo masuk
nara dan Rara masuk ke dalam kamar hotel
rara" na kamu mau ke mana ? rapih sekali
Nara" aku berniat untuk pergi ke Inggris menyelesaikan pekerjaan ku Ra, aku sudah terlalu lama cuti
rara" secepat ini, kamu masih berkabung na
Nara" lebih cepat lebih baik,agar aku bisa melupakan sedih ku
rara" tapi na, aku saja masih di sini
__ADS_1
Nara" kamu kan istri bos, wajar jika masih di sini (tersenyum)
rara" Nara, maaf sekali bukan aku mau ikut campur, tapi apa kamu sedang bertengkar dengan mami mu
Nara menarik nafasnya
Nara" Ra, mami dan papi ku ternyata sudah bercerai (menagis)
rara sangat terkejut mendengar perkataan Nara
rara" kapan ? dan kenapa? bukan kah selama ini kamu cerita jika mereka baik baik saja dan hanya jarang pulang saja
Nara" sejak aku berusia lima tahun Ra, papi ku main gila dengan perempuan lain, dan meninggalkan aku dengan mami
rara" Nara (memeluk)
Nara" aku sudah tidak sanggup menghadapi hidupku Ra, hidup ku sungguh menyedihkan, Ra apakah aku ini memang pembawa sial, bahkan orang tua ku saja tidak bisa bersama
rara" enggak kamu anak baik Nara, tidak ada pembawa sial, Nara dengar aku, kenapa kamu malah meninggalkan mami mu, jika seperti itu ceritanya
Nara" aku juga mau egois seperti mereka Ra, mereka saja tidak memperdulikan aku, aku juga mau seperti mereka
rara"(menarik nafas) Nara dengar kan aku baik baik, bisa kamu bayangkan jika kamu menjadi mami mu, sat kamu masih sangat kecil, dan dia harus menghadapi masalahnya sendiri, dia juga merasakan sakit sepeti mu, mungkin bahkan lebih, bisa kamu bayang kan bagai mana dia berjuang mencari nafkah, sampai harus meninggalkan mu, bersama Bu Yanti, ibu mana yang tega meninggalkan anak, aku yakin mami mu tidak ada maksud untuk menyelenggarakan mu na, semua hanya ke adaan nya , kamu tahu, jika papa tidak bertemu bunda mungkin nasib ku akan lebih buruk dari kamu,Karana ibu ku Memang tidak menginginkan aku, nara bagai mana pun dan apa pun ke salahan nya mereka orang tua kita, kita tidak boleh membalas perlakuan yang sama pada mereka, lalu apa bedanya kita dengan mereka
Nara" tapi kenapa mereka tidak mengatakan itu dari dulu pada ku, kenapa mereka hanya memikirkan perasan mereka saja Ra (sesegukkan)
rara" mungkin mami mu mempunyai alasannya na, na kamu ingat kamu pernah mengatakan pada ku, jika kita mempunyai masalah , harusnya kita hadapi bukan malah menghilang atau pergi , kenapa sekarang malah kamu yang mau melakukan hal itu
Nara" Ra, aku tidak sekuat itu,
rara" na, kamu kuat, kamu bisa, kamu ahrus yakin, dan percaya,aku dan yang lain selalu ada untuk kamu, dan masalah pasti ada jalan keluarnya
Nara" jadi aku harus kembali?
rara" iya, temui mami mu, bicarakan baik baik, aku yakin, mami mu juga sedang bersedih seperti mu,
Nara" Ra, kamu memang sahabat ku yang baik,aku menyayangi mu Ra
rara" aku juga na, ya sudah sekarang hapus air matamu, dan pulang selesai kan masalah mu, baru boleh kamu pergi, oke
Nara" apa kamu masih lama di sini ?
rara" tidak, dua hari lagi aku pulang , karena urusan mas taya sudah selesai
Nara" baiklah, aku pulang dulu, terimakasih atas saran mu Ra, (memeluk)
rara" sama sama na, kita kan sahabat jadi harus saling mendukung
Nara " benar
Nara meninggalkan hotel itu, kini Nara merasa sangat lega karena iya bisa menceritakan Maslaah nya pada orang lain
Nara*pak dimana , aku sudah selesai
pak Idris* baik lah non bapak jemput di lobby
Nara* iya pak
nara menunggu pak Idris dan kini wajah nya mulai tersenyum , tidak lagi menagis
"rara benar mami pasti lebih sakit daripada aku, lebih sedih dari pada aku, dan mami pasti mempunyai alasan mengapa dia meninggalkan aku "
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
TBC
next
jangan lupa kasih like dan komen ya
__ADS_1
terimakasih