Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 54


__ADS_3

cus di read


.


...


.


...


.


...


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


fahri" mas taya sedang tidak sadarkan diri


kata kata Fahri membuat semua orang panik dan bersedih , mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada taya


rara menagis dengan histeris mengetahui suaminya dalam ke Adan tidak sadarkan diri


cha-cha" tenang sayang, kita akan kesana kita kan temui suami kamu


rara" mas taya Bun, Rara gak mau di tinggal mas taya Bun, (menangis)


cha-cha" enggak kak, tenang kak, taya akan baik baik saja


Fani" kak jangan berkata seperti itu lebih baik kita berdoa untuk taya


rara" ini salah papa, kalau aja papa mau dengerin penjelasan kakak , semuanya gak akan kayak gini (bertriak) jika terjadi sesuatu pada suami ku kalian harus bertanggung jawab


semua orang terdiam , mereka tahu mereka salah, namun mereka melakukan itu karena ke tidak Tahuan mereka,


fahri" sebaiknya kita bergegas


rara langsung berlari menuju mobil


Fahri dan yang lainya pun menyusul


fahri melihat Rara sudah berada di dalam mobilnya


rara" cepat ri jalan ri (bertriak)


fahri menjalankan mobilnya


fahri" kak, tenang lah, jangan seperti ini, mas taya bisa sedih jika melihat kakak menagis


rara" ini semua salah papa, salah mereka yang tidak mau mendengar kan aku, dan lebih memilih mengurung ku di kamar


fahri" kak mereka tidak tahu, masalahnya, dan mereka melakukan itu karena sayang, mereka tidak mau kakak sakit hati


rara hanya diam tidak menanggapi Fahri


sesampai nya di bandara semuanya langsung bergegas menuju pesawat milik Dimas yang sudah siap untuk berangkat


didalam pesawat suasana menjadi hening,Rara masih belum bisa menghentikan tangisnya hal itu semakin membuat Abi merasa bersalah


rara menatap keluar jendela dan enggan berbicara dengan keluarga nya


Abi merasa sangat bersalah, dan merasa bodoh karena sudah pernah mengusir besannya itu,


kini semua orang di dalam pesawat itu sibuk dengan pikiran masing masing


mereka tiba di Inggris pukul enam pagi


sempainya di bandara Ahmad dan staf lainnya sudah menunggu ke datangan mereka


mereka langsung pergi ke rumah sakit di mana taya di rawat

__ADS_1


rara terus berdoa agar suaminya baik baik saja, dan bisa sehat dan berkumpul kembali bersama dirinya


doa itu terus di panjatkan Rara , tidak kenal lelah


sesampai nya di rumah sakit , mereka semua langsung mencari ruangan taya


fahri" stev


rara" bagai mana ke adanya stev


Steven" pak Dimitri belum juga sadarkan diri nyonya,


Abi" apa yang terjadi padanya?


Steven" pak Dimitri, hampir dua Minggu rupanya tidak mengisi perutnya, dirinya hanya minum saja,dan kata dokter tuan Dimitri stres berat


rara kembali menangis mendengar penuturan asisten suaminya itu


fahri" apa kami boleh melihat stev


Steven" maaf pak, hanya boleh satu orang yang berada di ruangan itu, dan yang lainnya harus pulang , Karan tidak boleh seramai ini


mereka saling pandang sepeti mencari siapa yang berhak masuk


pak Lukman" Ra , kamu masuk, temani taya, kami akan pulang dan menunggu kabar, kamu istrinya kamu lebih berhak


rara menganggukkan kepalanya tanda setuju


pak Lukman " mari kita pulang, biar Rara dan stev yang berada di sini


mereka nyali pergi dan meninggalkan rumah sakit


sebelum pergi Fahri berbicara dulu dengan Steven menanyakan perkembangan kasus


fahri" jadi baru besok keputusan majelis hakim


Steven" benar pak, tapi bagaimana jika tuan Dimitri sebagai penggugat tidak hadir pak Pakah akan menimbulkan masalah


Steven" baik pak, saya akan beristirahat di dalam mobil saja jika terjadi sesuatu beritahu saya pak


fahri" baik lah ... stev


Steven" iya pak


fahri" terimakasih telah banyak membantu


Steven" sudah tugas saya pak (tersenyum)


di dalam ruangan Rara sangat sedih melihat tubuh suaminya yang terlihat kurus, dan beberapa selang terpasang di tubuh suaminya itu


rara" mas aku sudah kembali mas, bangunlah buka mata mu, jangan membuatku takut


rara memandangi taya, yang masih memejamkan matanya,


rara" mas maaf karena Aku meninggalkan mu, maafkan papa, mereka tidak tahu masalah kita, mas bangun lah


rara duduk di sebelah tempat taya berbaring


rara menggenggam tangan taya dengan erat


sudah setengah hari namun taya belum juga membuka matanya, hal itu membuat Rara semakin takut


rara" mas jika kamu benar benar mencintaiku buka matamu, dan kembali pada ku, mas aku sudah tahu semuanya , aku tahu kamu juga mencintaiku, mas bangun lah, agar kita bisa membangun keluarga kecil kita, dan kita akan memiliki anak yang lucu lucu (tersenyum)


waktu sudah senja, matahari mulai menampakan warna jingga namun taya belum juga sadarkan diri


fahri masuk kedalam ruangan itu


fahri" kak, kakak, bersihkan dulu Bandan kakak, ini bunda mengirimkan pakaian dan makan lah biar aku yang menunggu mas taya

__ADS_1


jangan bilang kakak tidak mau makan, jika kakak sakit siapa yang akan menjaga mas taya


rara" baik lah ri (tersenyum)


sementara di rumah pak Lukman mereka masih menunggu kabar dari taya, karena siang tadi mereka masih mendapat kabar jika taya belum juga sadarkan diri


Abi" Bun Rara benar benar marah pad aku Bun


cha-cha" memang kita yang salah pa, kita tidak mau mendengarkan penjelasan Rara


Abi" papa harus nya tidak sekeras itu pada Rara Bun, lihat yang terjadi malah seperti ini sekarang


cha-cha" jadi kan pelajaran pa, lain kali kita berpikir jernih,dulu sebelum bertindak, jangan mementingkan emosi


Abi" Bun papa malu sekali pada pak Lukman, atas sikap papa kemarin kemarin pada nya


cha-cha" minta maaf pa, papa sudah bunda bilang jangan terbawa emosi tapi papa malah melakukan hal itu


Abi" papa menyesal Bun,


cha-cha" minta maaf pa, temui bapak


Abi berjalan keluar menuju ruang keluarga dimana pak Lukman dan Bu Lia sedang menonton tv


Abi" pak,Bu apa sudah ada kabar


pak Lukman " belum bi, kita berdoa saja semoga taya cepat sadar


Abi" pak, Abi minta maaf atas sikap Abi kemarin, Abi benar benar minta maaf


pak Lukman" sudah lah Bu, kita sama sama tidak tahu masalah anak anak kita,wajar jika terjadi salah paham sepeti ini, lagi pula jika bapak menjadi kamu pasti bapak juga akan kecewa pada taya, sudah lah yang sudah sudah sekarang kita perbaiki kesalahan kita dan ajari anak anak kita agar Meraka bisa hidup dengan baik (memeluk )


Abi" iya pak, terimakasih pak terimakasih


di rumah sakit Fahri masih setia duduk di sebelah pembaringan taya,


fahri" mas bangun, masalah mu sudah selesai, kakak dan keluarga yang lain ada di sini mereka ingin sekali bertemu kamu, eyang sangat khawatir dengan kamu, mas bangun lah kasian kakak sedari tadi sudah menangis terus karena mas tidak bangun


taya masih belum juga membuka matanya, Fahri menghela nafas pasrah,


"ternyata cinta bisa membuat orang menjadi seperti ini ya" batin Fahri


rara telah kembali dari membersihkan diri dan makan


rara"ri kakak sudah selesai, apa kamu sudah makan?


fahri" sudah kak, kak kakak istirahat saja dulu, biar mas taya Fahri yang jaga lagi pula ini sudah malam tidak baik jika kakak masih di sini


rara" enggak ri, kakak masih mau di sini, kamu saja istirahat biar kita bisa bergantian


fahri" baik lah, tapi kakak jika bisa tidur, tidur ya kak


rara" iya Fahri , ri


fahri" kenapa mau terimakasih , tidak usah,cukup berikan aku keponakan keponakan yang lucu lucu saja (tertawa)


rara hanya tersenyum melihat adik nya yang ajaib itu


"mas cepat bangun, aku menunggu kamu di sini, jangan buat aku menunggu lama,aku sangat merindukan mu" dalam hati Rara


tak terasa air mata Rara kembali jatuh, melihat kondisi sang suami yang belum juga membuka matanya


🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸


TBC


next


jangan lupa like dan komennya buat aku ya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2