
cus di read
.
...
.
...
.
...
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
fahri" mas taya sedang tidak sadarkan diri
kata kata Fahri membuat semua orang panik dan bersedih , mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada taya
rara menagis dengan histeris mengetahui suaminya dalam ke Adan tidak sadarkan diri
cha-cha" tenang sayang, kita akan kesana kita kan temui suami kamu
rara" mas taya Bun, Rara gak mau di tinggal mas taya Bun, (menangis)
cha-cha" enggak kak, tenang kak, taya akan baik baik saja
Fani" kak jangan berkata seperti itu lebih baik kita berdoa untuk taya
rara" ini salah papa, kalau aja papa mau dengerin penjelasan kakak , semuanya gak akan kayak gini (bertriak) jika terjadi sesuatu pada suami ku kalian harus bertanggung jawab
semua orang terdiam , mereka tahu mereka salah, namun mereka melakukan itu karena ke tidak Tahuan mereka,
fahri" sebaiknya kita bergegas
rara langsung berlari menuju mobil
Fahri dan yang lainya pun menyusul
fahri melihat Rara sudah berada di dalam mobilnya
rara" cepat ri jalan ri (bertriak)
fahri menjalankan mobilnya
fahri" kak, tenang lah, jangan seperti ini, mas taya bisa sedih jika melihat kakak menagis
rara" ini semua salah papa, salah mereka yang tidak mau mendengar kan aku, dan lebih memilih mengurung ku di kamar
fahri" kak mereka tidak tahu, masalahnya, dan mereka melakukan itu karena sayang, mereka tidak mau kakak sakit hati
rara hanya diam tidak menanggapi Fahri
sesampai nya di bandara semuanya langsung bergegas menuju pesawat milik Dimas yang sudah siap untuk berangkat
didalam pesawat suasana menjadi hening,Rara masih belum bisa menghentikan tangisnya hal itu semakin membuat Abi merasa bersalah
rara menatap keluar jendela dan enggan berbicara dengan keluarga nya
Abi merasa sangat bersalah, dan merasa bodoh karena sudah pernah mengusir besannya itu,
kini semua orang di dalam pesawat itu sibuk dengan pikiran masing masing
mereka tiba di Inggris pukul enam pagi
sempainya di bandara Ahmad dan staf lainnya sudah menunggu ke datangan mereka
mereka langsung pergi ke rumah sakit di mana taya di rawat
__ADS_1
rara terus berdoa agar suaminya baik baik saja, dan bisa sehat dan berkumpul kembali bersama dirinya
doa itu terus di panjatkan Rara , tidak kenal lelah
sesampai nya di rumah sakit , mereka semua langsung mencari ruangan taya
fahri" stev
rara" bagai mana ke adanya stev
Steven" pak Dimitri belum juga sadarkan diri nyonya,
Abi" apa yang terjadi padanya?
Steven" pak Dimitri, hampir dua Minggu rupanya tidak mengisi perutnya, dirinya hanya minum saja,dan kata dokter tuan Dimitri stres berat
rara kembali menangis mendengar penuturan asisten suaminya itu
fahri" apa kami boleh melihat stev
Steven" maaf pak, hanya boleh satu orang yang berada di ruangan itu, dan yang lainnya harus pulang , Karan tidak boleh seramai ini
mereka saling pandang sepeti mencari siapa yang berhak masuk
pak Lukman" Ra , kamu masuk, temani taya, kami akan pulang dan menunggu kabar, kamu istrinya kamu lebih berhak
rara menganggukkan kepalanya tanda setuju
pak Lukman " mari kita pulang, biar Rara dan stev yang berada di sini
mereka nyali pergi dan meninggalkan rumah sakit
sebelum pergi Fahri berbicara dulu dengan Steven menanyakan perkembangan kasus
fahri" jadi baru besok keputusan majelis hakim
Steven" benar pak, tapi bagaimana jika tuan Dimitri sebagai penggugat tidak hadir pak Pakah akan menimbulkan masalah
Steven" baik pak, saya akan beristirahat di dalam mobil saja jika terjadi sesuatu beritahu saya pak
fahri" baik lah ... stev
Steven" iya pak
fahri" terimakasih telah banyak membantu
Steven" sudah tugas saya pak (tersenyum)
di dalam ruangan Rara sangat sedih melihat tubuh suaminya yang terlihat kurus, dan beberapa selang terpasang di tubuh suaminya itu
rara" mas aku sudah kembali mas, bangunlah buka mata mu, jangan membuatku takut
rara memandangi taya, yang masih memejamkan matanya,
rara" mas maaf karena Aku meninggalkan mu, maafkan papa, mereka tidak tahu masalah kita, mas bangun lah
rara duduk di sebelah tempat taya berbaring
rara menggenggam tangan taya dengan erat
sudah setengah hari namun taya belum juga membuka matanya, hal itu membuat Rara semakin takut
rara" mas jika kamu benar benar mencintaiku buka matamu, dan kembali pada ku, mas aku sudah tahu semuanya , aku tahu kamu juga mencintaiku, mas bangun lah, agar kita bisa membangun keluarga kecil kita, dan kita akan memiliki anak yang lucu lucu (tersenyum)
waktu sudah senja, matahari mulai menampakan warna jingga namun taya belum juga sadarkan diri
fahri masuk kedalam ruangan itu
fahri" kak, kakak, bersihkan dulu Bandan kakak, ini bunda mengirimkan pakaian dan makan lah biar aku yang menunggu mas taya
__ADS_1
jangan bilang kakak tidak mau makan, jika kakak sakit siapa yang akan menjaga mas taya
rara" baik lah ri (tersenyum)
sementara di rumah pak Lukman mereka masih menunggu kabar dari taya, karena siang tadi mereka masih mendapat kabar jika taya belum juga sadarkan diri
Abi" Bun Rara benar benar marah pad aku Bun
cha-cha" memang kita yang salah pa, kita tidak mau mendengarkan penjelasan Rara
Abi" papa harus nya tidak sekeras itu pada Rara Bun, lihat yang terjadi malah seperti ini sekarang
cha-cha" jadi kan pelajaran pa, lain kali kita berpikir jernih,dulu sebelum bertindak, jangan mementingkan emosi
Abi" Bun papa malu sekali pada pak Lukman, atas sikap papa kemarin kemarin pada nya
cha-cha" minta maaf pa, papa sudah bunda bilang jangan terbawa emosi tapi papa malah melakukan hal itu
Abi" papa menyesal Bun,
cha-cha" minta maaf pa, temui bapak
Abi berjalan keluar menuju ruang keluarga dimana pak Lukman dan Bu Lia sedang menonton tv
Abi" pak,Bu apa sudah ada kabar
pak Lukman " belum bi, kita berdoa saja semoga taya cepat sadar
Abi" pak, Abi minta maaf atas sikap Abi kemarin, Abi benar benar minta maaf
pak Lukman" sudah lah Bu, kita sama sama tidak tahu masalah anak anak kita,wajar jika terjadi salah paham sepeti ini, lagi pula jika bapak menjadi kamu pasti bapak juga akan kecewa pada taya, sudah lah yang sudah sudah sekarang kita perbaiki kesalahan kita dan ajari anak anak kita agar Meraka bisa hidup dengan baik (memeluk )
Abi" iya pak, terimakasih pak terimakasih
di rumah sakit Fahri masih setia duduk di sebelah pembaringan taya,
fahri" mas bangun, masalah mu sudah selesai, kakak dan keluarga yang lain ada di sini mereka ingin sekali bertemu kamu, eyang sangat khawatir dengan kamu, mas bangun lah kasian kakak sedari tadi sudah menangis terus karena mas tidak bangun
taya masih belum juga membuka matanya, Fahri menghela nafas pasrah,
"ternyata cinta bisa membuat orang menjadi seperti ini ya" batin Fahri
rara telah kembali dari membersihkan diri dan makan
rara"ri kakak sudah selesai, apa kamu sudah makan?
fahri" sudah kak, kak kakak istirahat saja dulu, biar mas taya Fahri yang jaga lagi pula ini sudah malam tidak baik jika kakak masih di sini
rara" enggak ri, kakak masih mau di sini, kamu saja istirahat biar kita bisa bergantian
fahri" baik lah, tapi kakak jika bisa tidur, tidur ya kak
rara" iya Fahri , ri
fahri" kenapa mau terimakasih , tidak usah,cukup berikan aku keponakan keponakan yang lucu lucu saja (tertawa)
rara hanya tersenyum melihat adik nya yang ajaib itu
"mas cepat bangun, aku menunggu kamu di sini, jangan buat aku menunggu lama,aku sangat merindukan mu" dalam hati Rara
tak terasa air mata Rara kembali jatuh, melihat kondisi sang suami yang belum juga membuka matanya
🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸🧸
TBC
next
jangan lupa like dan komennya buat aku ya
__ADS_1
terimakasih