
selamat membaca
.
.
.
.
.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨
hari ini adalah hari dimana,hari yang akan menjadi hari di mana semua wanita inginkan,ya hari pernikahan mereka yang membuat mereka merasa bahagia dan senang melihat semua keluarga berkumpul dan menjadi saksi dimana kedua insan saling mengikat janji sehidup semati
namun berbeda dengan Naima,yang terlihat murung dan tidak ada aura bahagia di wajahnya,walau dirinya ikhlas menjalankan semua nya namun Tidka tahu kenapa dirinya merasa hatinya semakin sakit dan sedih
perias" aduh kayak pengantin wanita nya terlalu tegang,senyum sedikit dong,jangan tegang (terkekeh)
tita" maklum jeng masih muda putri saya jadi gugup nya berlebihan
perias" cantik loh kamu ini,senyum dong, nanti pengantin prianya kabur loh
"bagus pergi saja yang jauh agar aku tidak bertemu" batin Naima
setelah selsai Naima duduk di sebelah mamanya sambil menunggu rombongan pengantin pria tiba
tita" nai kamu jadi istri yang baik ya,jangan bikin malu papa mu
Naima" Naima mengerti ma, Naima kan hanya boneka yang bisa seenak hati bisa kalian atur
tita" Naima jaga ucapan mu
Naima" lebih baik mama pergi ke depan untuk bersiap menyambut tamu,Naima ingin sendiri
tita" nai
Naima" pergi lah ma
tita meninggalkan Naima sendiri,air mata Naima mulai mengalir wanita itu tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya
rombongan Rey sudah tiba,semua acara berjalan dengan lancar,sampai ijab pun semuanya berjalan lancar
Naima di bimbing menuju tempat ijab karena kini dirinya sudah resmi manjadi istri Reyhan Brawijaya
semua orang menatap Naima yang terlihat sangat cantik bagai boneka Barbie
Naima mulai mengisi berkas- berkas yang di perlukan lalu menjalani sungkeman
setelah mereka mengadakan resepsi di sebuah gedung, setelah selesai acara Naima dan Rey pergi menuju hotel yang sudah di sediakan oleh keluarga
sesampainya di hotel Naima langsung membersihkan dirinya dan mengganti pakaian nya menjadi piyama
Rey" kamu tidur di sofa,aku Tidka mau satu tempat tidur dengan wanita seperti mu
Naima hanya diam dan menuruti apa yang di kata kan Rey
Naima membaringkan tubuhnya di sofa itu,dan berusaha memejamkan matanya namun mata Naima tidak mau terpejam karena merasakan lapar
Naima melihat di sekeliling kamar itu,Rey Tidka terlihat di sana Naima memeriksa tas yang ia bawa berharap ada makan yang bisa mengganjal perutnya
namun Naima Tidka menemukan apa pun Naima melihat di atas meja ada beberapa buah yang bisa mengganjal perut keroncongannya itu
Naima" aku sangat lapar, sedari siang aku belum memakan apa pun
Naima memakan buah pir dan apel tanpa diri nya sadari jika Rey sedang memperhatikan dirinya yang sedang menikmati buah-buah itu
__ADS_1
Rey" ternyata selain wanita mata duitan kamu juga sangat rakus
Naima" (terkejut) maaf aku sangat lapar,aku sedari siang belum makan apa pun,maaf kan aku
Rey" aku tidak perduli
Rey berlalu dan berbaring di atas tempat tidur membelakangi Naima
setelah selesai Naima kembali berbaring di sofa itu dan mulai memejamkan matanya
pukul empat pagi mata Naima sudah terjaga Naima memilih untuk membersihkan dirinya dan bersiap-siap untuk menuaikan salat
Naima ingin membangunkan Rey,namun dirinya tidak berani,karena dirinya takut jika rey akan marah
adzan subuh berkumandang Naima sudah siap untuk menunaikan salat,setelah selesai Naima banyak sekali memanjatkan doa
Rey membuka matanya karena dirinya mendengar suara tangisan yang halus di telinganya
Rey mencari sumber suara itu,Rey melihat Naima yang sedang berdoa sambil menagis itu membuat Rey sedikit iba,namun ia menepis rasa iba nya itu
setelah selsai Naima duduk di sofa itu sambil menunggu Rey bangun
sekitar lima belas menit Rey pura-pura Beru membuka matanya,Naima hanya diam saja Tidka berkata apa pun
Rey" apa yang kamu lakukan di sana ?
Naima" aku ha-hanya duduk saja menunggu mu bangun
Rey" kenapa tidak membangunkan ku
Naima" a-aku takut jika kamu marah
Rey" itu kewajiban mu bukan jadi lakukan,kerjakan apa yang menjadi kewajiban mu,tapi ingat jangan melebihi itu semua,pesan kan aku kopi dan makan pagi
Naima" baik lah
Rey masuk ke dalam kamar mandi,Naima melakukan tugas pertamanya sebagai seorang istri
akhirnya Naima memesankan nasi goreng dan segelas kopi
setelah selesai menyiapkan semuanya,Rey juga selesai dari mandinya,Rey melihat hanya ada satu piring nadi goreng dan segelas kopi
Rey" kamu sudah makan ?
Naima" aku ?
Rey" iya siapa lagi vas bunga,kenapa hanya satu
Naima" tidak aku,akan beli sendiri makanan ku nanti kamu makan saja,aku akan membereskan barang-barang karena kita akan segera pulang bukan
Naima langsung membereskan semua barang sementara Rey menikmati makan nanya
Rey" kita akan pulang ke rumah kita sendiri, aku tidak mau kita tinggal bersama orang tua,karena aku tidak mau setiap hari berpura-pura bersama mu
Naima" (menarik nafas) aku akan ikut apa kata mu
setelah selesai Naima dan Rey menuju rumah mereka,sepanjang perjalan Naima hanya diam,dan lebih banyak melihat ke luar jendela seolah-olah semua itu adalah pemandangan yang sangat indah
sesampainya di rumah itu Rey dan Naima di sambut beberapa asisten rumah tangga yang sudah Rey siap kan
Bu Linda" selamat pagi tuan dan nyonya muda
Naima" pagi Bu,saya Naima
Bu Linda" saya bu Linda saya kepala asisten di sini
Naima" iya Bu salam kenal
__ADS_1
Rey" Bu minta Kadri dan Tarno membawa barang-barang ini dan beri tahu nyonya di mana kamar nya
Naima mendengar sedikit aneh dengan perkataan Rey,namun Naima tidak mau ambil pusing
Naima masuk ke dalam rumah itu dan Naima sangat takjub melihat rumah yang sekarang akan ia tempati
Bu Linda" mari nyonya kamar nyonya ada di sebelah sini,nyonya tadi tuan berpesan jika sebagian barang nyonya harus di masukan ke dalam kamar taun
Naima" kamar tuan ? oooo iya nanti saya yang akan menaruh nya Bu,terimaksih sudah membantu saya Bu
Bu Linda" sudah kewajiban saya nyonya
setelah kepergian Bu Linda Naima menata barang-barang yang ia perlukan dan sebagian barang nya ia masukan ke dalam kamar Rey yang berada tepat di depan kamarnya
setelah selesai Naima berkeliling rumah itu dan membatu Bu Linda yang berada di dapur
bu Linda" ada apa nyonya,ada yang bisa saya bantu
Naima" tidak Bu, saya kemari hanya ingin membantu saja,agar aku memiliki pekerjaan
Bu Linda" tidak perlu nyonya ini sudah tugas saya
Naima" tidak apa-apa saya suka melakukannya,sini biar saya yang memotong sayuran itu
Naima mengambil paksa pekerjaan bu Linda,Naima sangat senang bisa capat akrab dengan Bu Linda setelah selsai Bu Linda menata semua masakan itu di atas meja
Bu Linda" silahkan nyonya ini sudah waktu makan siang
Naima" nanti biar aku mencari Rey
Bu Linda" nyonya tuan sedang pergi,dan Tidka tahu kapan akan kembali,jadi. nyonya hanya akan makan sendiri saja
Naima" pergi kemana Rey?(bergumam) Bu ada berapa pegawai di rumah ini
Bu Linda" ada enam orang yang berada di rumah ini tapi jika di hitung semua ada dua belas orang nyonya
Naima" apa semuanya ada
Bu Linda" tidak nyonya hanya ada enam orang saja
Naima" em baiklah tolong panggil mereka semua
Bu Linda" baik nyonya
tidak menunggu lama ke enam orang itu tiba
Naima" siapa saja nama kalian
Bu Linda" ini sri dia yang merapihkan rumah ini,ini Ika dia juga membatu Sri,ini pak Kadir supir di rumah ini dan pak Tarno yang mengurus area luar rumah
Naima" perkenalkan saya Naima,saya mohon bantuan kalian
Bu Linda" itu sudah kewajiban kami nyonya
Naima" baik lah jika begitu,sebagai bentuk terimakasih saya,saya mengajak kalian untuk makan siang di sini bersama saya
Bu Linda" tapi nyonya
Naima" tidak ada tapi,dan saya tidak mau mendengar bantahan,mari kita makan aku sudah lapar,cepat duduk
semua asisten itu ikut makan siang bersama Naima di meja makan yang sama
"semoga ini menjadi awal yang baik untuk ku,dan aku bisa hidup tenang di sini " dalam hati Naima
------------------------------------------
TBC
__ADS_1
next
terimaksih