Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 21


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


happy reading


-----------------------------------------------------


ataya sedang duduk di sebuah bangku taman iya pergi dari rumah bukan untuk mengejar Sarah melainkan menenangkan hati setra pikirannya


"maafin taya Bu, taya gak maksud marah sama ibu" gumam taya


tanpa seizin taya bulir bening itu pun mengalir deras di pipi taya


taya" seandainya kejadian itu tidak pernah terjadi, aku tidak harus bersamanya, (memejamkan matanya)


ponsel taya terus berdering namun taya enggan mengangkat nya iya tahu jika itu pasti panggilan dari Sarah


taya hendak mematikan ponselnya,namun belum sempat mematikan ponselnya ponselnya berdering dan menampilkan nama Rara di sana


"rara"


taya mengangkat panggilan itu


taya" ada apa (ketus)


rara" eyang uti , om eyang pingsan dan kami sedang membawanya ke rumah sakit


taya" apa ibu sakit, kalian membawanya ke mana ?


rara" N** T*****


taya" aku akan segera kesana


taya langsung mematikan panggilan itu dan langsung melajukan mobilnya ke arah rumah sakit yang di beritahu oleh Rara


sesampainya di sana taya melihat rara, Nara dan juga ayahnya yang sedang menunggu


taya" bagaimana ke adaan ibu


pak Lukman" buat apa kamu menanyakan nya, lebih baik kamu pergi , bapak sangat kecewa atas sikap mu pergi lah, sebelum bapak minta security yang mengusir mu


taya" tapi pak, taya ingin melihat ibu


pak Lukman" pergi bapak bilang (menaikan suara )


rara" eyang tenang ingat ini di rumah sakit,


pak Lukman" Ra bawa anak itu pergi dari sini, eyang tak mau melihat nya


rara mendekati taya


rara" om sebaik nya pergi, agar tidak terjadi keributan

__ADS_1


taya melirik tajam ke arah Rara


taya" ini semua gara gara kamu, kamu membuat hidup ku jadi begini, kamu selalu saja membuat ku susah, kamu selalu saja merusak semaunya jangan pernah kamu ikut campur dengan hidup ku, mulai besok kamu di pecat dan akan dikembalikan ke Indonesia aku tidak suka melihat mu


rara yang mendengar itu langsung meneteskan air mata, dan tidak habis pikir jika taya akan melakukan hal itu padanya


taya langsung menarik tangan Rara untuk pergi hal itu membuat pak Lukman dan Nara terkejut namun mereka tak bisa menghentikan taya karena jarak yang cukup jauh dan langkah taya yang cepat


taya menarik Rara masuk ke dalam mobilnya


dan membawanya entah kemana


di sebuah tempat kosong yang terkuat seperti taman yang sudah tidak terpakai lagi taya menghentikan mobil nya


dan kembali menarik tangan Rara dan sedikit menyeret nya agar Rara turun


rara" apa salah Rara, kenapa om taya benci sekali pada Rara, apa kesalahan Rara (menagis)


taya mengacak rambutnya frustasi


taya" kamu bertanya kesalahan mu, jika aku jabarkan. mungkin malu bisa membaut kamus dengan kesalahan kesalahan mu itu (berbohong) kamu tahu, sudah aku bilang berhenti menyukai ku, dan jangan pernah berharap pada ku, jadi aku minta berhenti melakukan itu


rara" Rara sudah mencoba, dan Rara sudah berusaha tenang saja, Rara tidak akan suka lagi dan berharap pada om taya lagi, dan mulai besok aku akan berhenti bekerja dan akan pulang


taya" bagus jika kamu mengerti, dan jangan pernah muncul di hadapan ku ingat itu


rara" sebelum aku melakukan itu, aku mau minta jelaskan apa kesalahan ku, agar aku bisa punya alasan untuk melakukan semua ini


taya" heh gadis bodoh, sudah aku bilang kesalahan mu banyak dan jangan pernah bertanya


rara" tapi aku mau tahu, (menagis)


taya" pergi dari sini


rara" tidak


taya" pergi aku bilang


rara masih diam di tempatnya


taya" pergi dari sini (membentek)


rara langsung pergi karena merasa takut pada taya iya berlari tantenya arah entah kemana yang penting menjauh dari taya


semetara di rumah sakit pak Lukman sibuk menelepon Fahri untuk meminta bantuan agar taya tidak bertindak bodoh pada Rara


pak Lukman" Fahri cepat cari mereka eyang tidak mau terjadi pada Rara


fahri" iya eyang Fahri akan mencari mereka


fahri mematikan panggilan itu dan meminta beberapa anak buahnya untuk mencari ke beradan rara dan taya


fahri mencari ke tempat tempat yang mungkin taya datangi namun iya tak menemukan taya atau pun Rara


setelah berlari kini Rara tak tahu iya berada dimana dan iya pun tidak membawa ponsel untuk menghubungi siapapun


rara benar benar bingung karena iya tidak tahu harus ke arah mana


kini iya hanya bisa menagis karena sekarang entah bagaimana nasib nya di negri orang


dengan air mata yang mengalir Rara terus berjalan mengikuti jalanan yang ada di depannya

__ADS_1


namun iya tak melihat satupun orang atau kendara an melintas di sana


"bagaimana ini aku harus apa, bunda Rara sangat takut bunda " gumam Rara


sementara taya masih duduk di dalam mobilnya sambil mengumpat tidak jelas


brak


memukul stir mobilnya


"shit anak itu tidak tahu tentang negara ini bagaimana jika terjadi sesuatu padanya. sungguh menyebalkan " geram taya


yang menyalakan mobil berniat mencari Rara ...


rara masih berjalan mengikuti instingnya saja yang sebenarnya pun iya tak tahu kakinya itu melangkah ke mana


tiba tiba Rara di hadang oleh beberapa pria yang bertubuh tegap, Rara mencium bau alkohol dari mulut empat pria itu


rara berusaha tidak perduli dan berniat melanjutkan perjalanannya namun salah satu pria itu menarik tangan Rara hingga Rara merasakan sakit di tangannya


"mau kemana nona manis,jangan terburu buru, santai saja, kami tidak berniat jahat, benar tidak"


"benar nona, jangan buru buru, bagaimana jika nikmati malam ini dengan hal yang menyenangkan "


rara mencoba melepaskan tangannya dari pria Yanga berkulit hitam di hadapannya


rara" tolong lepaskan saya, saya ingin pulang, jika kalian mau harta ambil ambil saja semuanya ( Rara menyerahkan tasnya )


"wah nona ini sungguh baik hati, ya " ucap salah satu pria itu


"tapi maaf nona kami tidak hanya mau ini kami masih menginginkan Yanga lain(tertawa) "


rara" saya mohon, lepaskan saya, saya sungguh ingin pulang, saya mohon (menangis)


"jangan menangis nona kami tidak akan menyakiti mu, malah kami akan membuat mu senang (berbisik di telinga Rara) "


rara" tolong tolong tolong (bertriak sekencang kencangnya)


" bertriak lah sesuka hati mu Nona, karena tidak akan ada yang mendengar teriakan mu itu "


ke empat pria itu kini mulai mengelilingi Rara


rara sungguh merasa sangat takut sampai sampai tubuh nya bergetar hebat,


"ya Allah tolong selamat kan Rara,(menangis) " Rara melafalkan dia dia yang iya bisa, berharap Allah mengabulkan doa doa nya


kini Rara benar benar merasa takut, dan iya pun pasrah dengan apa pun yang terjadi pada nya


"bunda tolong kakak Bun" batin Rara yang merasa sangat ketakutan bukan main


_____________________________________


TBC


next


maaf up nya lama, author nya baru sembuh sakit... maklum kerjanya lembur terus jadi badan drop, mohon di maaf kan ya semua


jangan lupa setelah membaca kasih like, komen,saran, share atau apa saja berbentuk dukungan buat author ya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2