
let's read
.
.
.
.
.
Heppy guys
------------------------------------------------------
taya mengelilingi kota London untuk mencari dua orang gadis yang belum sama sekali mengenal tempat itu bahkan buta arah akan tempat ini
taya bertanya pada setiap orang... bahkan iya takut untuk menghubungi Fahri, iya takut jika iya menghubungi Fahri yang ada Maslah ini akan Samapi ke telinga Abi dan cha-cha
taya terus mencari hingga iya putus asa karena tidak dapat menemukan dua orang itu jika iya lapor polisi pun tidak akan bisa karena belum di nyatakan hilang selama dua puluh empat jam
akhirnya mau tidak mau taya menghubungi Fahri untuk meminta bantuan
taya mencoba menghubungi Fahri namun ponsel Fahri pun tidak aktif
taya kini sangat putus asa karena ulahnya kini Rara tidak tahu dimana dan bagaimana ke adaan nya
taya melihat jam yang melingkar di tangannya waktu menunjukan pukul sebelas malam dan itu artinya sudah sangat malam,
"bagaimana keadaan mereka, dimana kamu Ra, ya Allah semoga mereka baik baik saja " gumam taya
taya memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan terus mencoba menelepon Fahri
namun hasilnya masih sama ponsel Fahri belum juga aktif
sesampainya di rumah taya berusaha memasang wajah biasa saja dia sudah berniat untuk berbohong pada orang tuanya tentang Rara
"(menarik nafas) bismilah" taya melangkahkan kaki untuk masuk ke rumahnya
taya melihat rumahnya sudah gelap itu artinya ibu dan bapaknya sudah tidur jadi taya membuka pintu sendiri karena iya punya kunci sendiri
taya masuk dengan perlahan agar ibu dan bapaknya tidak bangun dan dia akan selamat dari pertanyaan tentang Rara
taya berjalan menuju dapur untuk menghilangkan dahaga nya ... sesampainya di dapur taya terkejut melihat sosok perempuan berambut panjang sedang duduk di salah satu kursi makan
"ya Allah masa iya di sini ada kuntil anak" batin taya
taya menelan selivah nya dengan susah taya mencari saklar lampu agar iya bisa melihat jelas siapa yang berada di dapurnya itu
taya terus berjalan menuju saklar lampu itu
ctek
perempuan itu menoleh ke belakang karena ada orang yang menghidupkan lampu.
rara " om taya ?
taya masih terdiam melihat sosok Rara ada di depannya dengan mengunakan piyama
taya " (mengekang kan kepal)udah gila nih gue, mungkin karena stres nih, gak mungkin Rara di sini dia kan gak tahu rumah
__ADS_1
rara berjalan ke arah taya karena iya khawatir melihat taya menggeleng gelengkan kepala sambil bergumam tidak jelas
rara" om taya sakit ya ... apa pusing, mau Rara ambilkan obat
rara mau berjalan ke arah kotak p3k yang tergantung di dekat kulkas
namun taya menghentikan langkah nya
taya" kamu benar rara ?
rara"(mengerenyitkan dahi) iya lah ini Rara om, emang siapa lagi... hantu
seketika itu taya langsung memeluk Rara
taya" ya ampun Ra, aku bersyukur kamu tidak apa apa, kamu tidak membuat ku susah untuk membuat laporan, memberitahu papa dan bunda mu, dan aku tidak perlu merasa bersalah
rara yang tadi nya senang karena di peluk oleh taya menjadi sedih karena ucapan taya
rara" maksud om taya apa (melepaskan pelukan)
taya" ya aku kira kamu hilang, ternyata kamu sehat selamat di sini jadi aku tidak perlu khawatir lagi
rara" (menahan air matanya) tenang om taya Rara gak bakalan nyusahin om, dan om gak perlu repot ngurusin Rara, dan satu lagi, setidak nya ucap kan maaf karena sudah meninggalkan Rara dan teman Rara
rara pergi menuju kamarnya dengan rasa sakit yang luar biasa hingga bulir bening tidak dapat iya bendung lagi
"jahat,jahat,jahat, bahkan tidak merasa bersalah, aku benci dia " batin Rara
sesampainya di kamar Rara masuk ke kamar mandi dan menangis sejadi jadinya di sana. dengan menghidupkan air agar Nara tidak mendengar suara tangis nya ...
ke esokkan pagi, pagi pagi sekali Rara sudah bangun dia hanya tidur empat jam saja setelah melakukan salat Rara menuju ke dapur bersama Nara untuk membantu ibu Lia
rara" enggak kok eyang kita udah gak capek, kita mau bantu eyang,(tersenyum) Rara udah lama gak gangguin eyang (tertawa)
Bu Lia" iya ya Ra, udah lama banget gak ketemu kamu, eyang juga kangen kamu gangguin Ra, dulu ya Nara waktu dia masih kecil kalo dia ke toko pasti gangguin eyang,udah gitu dia mesti kalo datang absen satu satu orang toko (tertawa)
rara" itu kan dulu yang, waktu kecil, sekarang udah enggak (terkekeh)
Nara" Rara dulu kecil nya gembul ya Bu ?
aku pernah denger pak Dimas manggilnya Rara gembul (terkekeh)
Bu Lia" iya Rara dulu gembul banget, itu yang kasih julukan itu si taya, dulu Rara gak bisa kalo sehari gak ke temu taya dia pasti rusuh, toko kue di acak acak karena kesal
rara" eyang udah ih malu, itukan dulu, sekarang mah udah enggak
Bu Lia" iya itu dulu ya Ra, sekarang mah semua nya berubah(tersenyum sedih)
rara" eyang kok sedih sih, gak ada yang berubah eyang, kita tetap seperti dulu, hanya bedanya kami sudah dewasa sekarang (memeluk)
Bu Lia" semoga ya Ra
Nara hanya diam melihat Bu Lia dan Rara yang sedang hanyut dalam ke seduhan masing masing itu
rara" udah ih eyang kok jadi sedih sedihhan sih kita (tersenyum)
Bu Lia " ya sudah kalian siap siap makasih udah bantuin eyang, jadi cepet selesai deh
rara dan Nara kembali ke kamar mereka dan bersiap siap untuk berangkat bekerja ...
setelah siap mereka kembali ke meja makan untuk sarapan pagi bersama
__ADS_1
di meja makan Rara lebih banyak bicara dan iya mulai berusaha untuk tidak perduli pada taya walau, taya berada di sampingnya
setelah selesai Nara dan Rara bergegas pergi karena mereka harus ke halte bus, dan letak halte bus itu lumayan jauh dari rumah sekitar lima belas menit berjalan kaki
rara" eyang kita pergi dulu, (mencium tangan)
Nara pun ikut pamit
Bu Lia" kalian gak bareng taya
rara" enggak eyang kita naik bus, kan eyang tahu
Bu Lia" iya bareng saja sampai ke halte
rara gak usah eyang kita jalan kaki saja hitung hitung olahraga ya kan Nara
Nara" em iya eyang
setelah selesai mereka langsung pergi sebelum taya keluar dari rumah
taya keluar dan berpamitan pada ibu dan bapaknya
taya" pak Bu taya pergi ya(mencium tangan) Rara dan temannya mana Bu ?
Bu Lia" udah pergi katanya mau naik bus
taya" oooo ya sudah kalo begitu Bu taya pergi
taya pergi dan melakukan mobil nya dengan santai iya mencari Rara dan Nara
taya memperhatikan Rara dari kejauhan iya melihat Rara yang sedang tertawa dan bercanda bersama Nara
"dulu dia seperti itu juga dengan ku, aduh mikir apa sih (menggelengkan kepala) " batin taya
taya memberhentikan mobilnya di depan ke dua gadis itu membuat Rara dan Nara memberhentikan langkah nya
taya" ayo naik, biar ku antar sampai ke halte
rara" tidak terimakasih (berjalan kembali)
rara dan Nara mulai berjalan kembali tanpa menghiraukan taya
"aneh" gumam taya
Nara menatap perempuan yang berada di sebelahnya itu yang kini sudah menjadi sahabatnya itu
rara" aku kuat kan na ?
Nara" (tersenyum) lo kuat kok Ra, gue yakin Lo bisa, gue dukung Lo tenang aja
rara" terimakasih na
mereka kembali berjalan dan saling bercanda dan berbincang lagi, berusaha mengembalikan mood
____________________________________
TBC
jangan lupa kasih like ,komen, share,dan saran kalian atau kasih dukungan yang lain juga boleh hehe
terimakasih
__ADS_1