
selamat membaca
.
.
.
.
.
enjoy
❕❕❕❕❕❕❕❕❕❕❕❕
Alvin mengangkat panggilan dari kekasihnya itu, dengan perasaan yang tidak enak
Alvin* halo
Nara* halo, Vin kamu dimana ? (menagis)
Alvin* kamu kenapa sayang, kenapa menagis ? (panik)
Nara* Vin bisa jemput aku di kantor, aku mohon cepat lah ke mari
Alvin* baik lah, kamu tunggu aku segera ke sana
Alvin mengakhiri panggilan nya
Alvin meminta Rudi untuk memutar arah
Alvin"rud kita putar arah, dan tolong cepat ke perusahan raynan advertising
Rudi" baik pak
selama perjalanan Alvin tidak tenang kerena mendengar Nara menagis, iya takut suatu yang buruk terjadi pada kekasihnya itu
sesampainya di kantor Nara , Alvin segera menelepon Nara
Alvin* halo sayang aku sudah di depan
Nara* tunggu, aku segera turun
Nara mematikan panggilan, dan bergegas turun dari ruangan nya
sesampainya di lobi Nara sudah melihat mobil Alvin yang sudah berada di depan pintu
dengan cepat Nara masuk ke dalam mobil Alvin
Nara" Bun bisa antar aku dan mami ke Jogja
Alvin" apa Jogja, mau apa kesana ?
Nara" papi,papi sedang kritis
Alvin" apa kritis ? baik lah aku akan mengantar mu, tapi kita minta izin papa dan mama lebih dulu
Nara" iya Vin (menagis)
Alvin mencoba menenangkan kekasihnya itu agar berhenti menangis , karena ia tidak tega melihat Nara menangis seperti itu
Rudi yang melihat itu hanya bisa diam saja dan terus mengendarai mobil itu saja
sesampainya di kediaman alvin mereka langsung turun untuk meminta izin pada papa dan mama Alvin
mama Ervina" loh Nara sayang, kamu kenapa? kok menagis, kamu di di buat sedih sama Alvin iya,
Alvin" bukan ma, bukan, ya Allah udah kayak anaknya ini penjahat aja
mama Ervina" terus kenapa Nara menagis ? (menaikan alis)
Alvin" papa di mana ma?
mama Ervina" ada kenapa?
Alvin" ma Alvin mau minta izin mau mengantar Nara ke Jogja bersama maminya karena papa nya Nara sedang kritis
mama Ervina terkejut mendengar pernyataan anaknya itu
mama Ervina" astagfirloh ya sudah ayo kita antar mereka
Alvin" kita, mana mau ikut ?
__ADS_1
mama Ervina" mama sama papa mau ikut, masa iya calon besan sakit gak ikut lihat
Nara langsung memeluk mama Ervina
Nara " terimakasih ma,
mama Ervina" sama sama sayang, kalian tunggu di sini mama, dan papa akan bersiap siap
setelah sekitar setengah jam mama ervina dan papa Reza sudah siap, dengan barang bawaan mereka
papa Reza" ayo pergi, kasian mami nya nara pasti. menunggu kita
Alvin" baik lah pa ...
Alvin menemui Rudi lebih dulu yang masih menunggu di mobil
Alvin" rud kamu Kemabli saja ke kantor dan tolong untuk beberapa hari tangani kantor
Rudi" baiklah pak
Rudi pergi meninggalkan kediaman Alvin,
Alvin,Nara , dan keluarganya pergi menuju kekediaman Nara
sesampainya di sana mami lara sudah siap dengan barang barang mereka
mama Ervina" ayo mba kita pergi, kasihan papinya Nara pasti menunggu kalian
mami" iya mba terimakasih sudah mau mengantar kami
mama Ervina" sama sama sudah kewajiban mba, sebagai saudara saling membatu
mereka pergi menuju Jogja, untuk melihat papinya Nara
setelah menempuh perjalanan tujuh jam mereka sampai di Jogja ,
mami lara menelepon istri dari mantan suaminya
mami* mba kami sudah sampai di jogja, apa kami langsung datang saja ke rumah sakit
"tidak usah mba,lebih baik cari penginapan dulu, besok pagi mba dan Nara baru ke rumah sakit
mami" baik lah mba, terimakasih
mami lara mematikan panggilannya
mami" mba,mas kita cari penginapan saja, besok baru ke rumah sakit, maaf ya mba mas. jadi merepotkan
mama Ervina" loh gak apa-apa kita kan keluarga jadi saling membantu (tersenyum)
sekitar lima belas menit mereka mendapatkan penginapan,Alvin memesan tiga kamar untuk mereka
Alvin" ini kunci kamar kamu sama mami,jangan sedih lagi ya sayang, aku tidak tega melihat kamu menangis, kamu istirahat saja agar besok pagi kamu terlihat lebih fresh saat bertemu papa mu
Nara" terimakasih, sudah mau aku susahkan
Alvin" sayang ini tugasku, jadi tidak masalah oke
Alvin memanggil para orang tua untuk menuju kamar
sesampainya di kamar Nara langsung membersihkan diri, karena dirinya belum mandi dari pulang bekerja
setelah selesai Nara melihat mami nya yang masih menangis
Nara" mi ada apa ?
mami" seharusnya dua hari yang lalu mami mengangkat panggilan itu, mami tidak tahu jika itu papi kamu yang menelpon, sampai tadi siang mami baru mengangkat panggilan itu ternyata papi kamu sakit
Nara" sudah lah mi, tidak usah di pikirkan, kita sudah di sini, lebih baik kita beristirahat agar besok kita bisa bertemu papi
keesokan paginya Nara dan mami nya pagi pagi sekali sudah siap untuk pergi
albin menghubungi Nara ,dengan niat untuk membangunkan Nara
Alvin* kamu sudah bangun
Nara* bukan cuma sudah bangun, tapi aku sudah siap untuk pergi
Alvin* baiklah tuan putri tunggu sebentar pangeran mu akan menjemput dan mengantar kalian ke rumah sakit
Nara*(terkekeh) baiklah aku tunggu
alvin* sayang kamu sarapan dulu, sambil menunggu aku,
__ADS_1
nara* iya,kamu juga jangan lupa sarapan,
Alvin* sudah sayang, ya sudah aku bersiap dulu
panggilan berakhir, Nara memesan makanan untuk dirinya dan ibu nya tak menunggu lama makanan mereka sudah datang,
sambil menunggu Alvin mereka menikmati makan pagi mereka
setelah selesai makan, Nara melihat ponselnya , tidak ada pemberitahuan apa pun, pintu kamar mereka di ketuk oleh seseorang
tok,tok,tok
Nara" iya tunggu sebentar
cklek
Nara" mama
mama Ervina" kalian sudah siap, ayo kita pergi ke rumah sakit
Nara" iya ma, Nara panggil mami dulu ma
mama Ervina" baik lah, mama tunggu di lobby ya
Nara" iya ma
Nara bergegas mengambil barang barnagnya dan mengajak maminya untuk pergi menuju lobby
setelah berkumpul mereka menuju rumah sakit dimana papi nya Nara di rawat
setelah sampai mereka langsung menuju ruangan dimana papi nya Nara di rawat
mami" mba gimana ke adaan mas Harsono
uti" mas Harsono masih tidak sadarkan diri mba(menagis)
mami" yang sabar mba, kita doa kan yang terbaik untuk mas Harsono
Nara" Tante apa Nara boleh melihat papa
uti" kamu nara,
Nara menganggukkan kepalanya
uti langsung memeluk anak tirinya itu,
uti" Nara kamu tahu, papi mu sangat merindukan mu, sehari sebelum papi di bawa ke rumah sakit, dia menceritakan mu, dan ia sangat bangga pada mu, papi menceritakan nya pada adik adik mu, bagai mana kamu,dan sekuat apa kamu
mendengar itu Nara tidak bisa menahan air matanya
uti" Nara mas Harsono hanya meminta satu sebelum dirinya di jemput tuhan, ia ingin melihat kamu
sejak tahun lalu kami mencoba mencari kabar tentang kalian tapi kami tidak mendapatkannya,akhirnya kami memilih berhenti , tapi beberapa hari yang lalu kami baru mengetahui jika papi mempunyai kontak mba lara (melihat lara)
Nara" Tante apa boleh Nara melihat papi
uti" boleh sayang, boleh masuk lah
dengan air mata yang sudah bercucuran Nara mesum ke dalam ruangan papinya, di mana alat alat yang banyak sekali terpasang di tubuh papinya
Nara mendekati tempat tidur papinya itu
Nara" Pi ini Nara, Pi, bangun Nara sudah di sini, katanya papi mau bertemu Nara, Nara sudah di sini Pi, bangun lah
Nara menatap hari papinya itu,yang sudah lama tidak iya jumpai,
Nara duduk di sebelah papinya bercerita tentang hidupnya kini bersama maminya
cukup lama Nara berada di dalam ruangan itu namun belum ada tanda tanda jika papi nya itu akan terbangun
Nara keluar dari kamar rawat itu dengan mata sembabnya
mami" sayang bagaimana papi ?
Nara" papi belum mau membuka matanya mi, Nara takut, jika papi meninggalkan Nara, Nara takut mi
mami" sayang , sayang kita doakan saja yang terbaik untuk papi ya nak
Nara memiliki sedikit trauma melihat rumah sakit dan Rungan rawat yang khusus seperti itu, dirinya takut jika kejadian dulu terulang kembali, di mana dirinya di tinggalkan oleh ibu asuh nya
________________________________
TBC
__ADS_1
jangan lupa setelah baca kasih like dan komen ya
terimakasih