
selamat membaca
.
.
.
.
.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
rara sedang menunggu dengan cemas di apartemen , menunggu kabar dari taya mengenai kelanjutan hidup mereka ...
taya terus saja mondar mandir di depan pintu menunggu taya, hal itu membuat Rachel dan Steven bingung
Steven" nyonya Dimitri, duduk saja,nanti anda kelelahan mondar mandir terus
rara" tidak bisa, aku tidak bisa tenang jika diam saja
Rachel" tapi nyonya, kami yang merasa pusing melihat anda seperti itu
rara" maaf , tapi aku sungguh cemas , kenapa mas taya tidak memberi kabar
Rachel dan Steven saling pandang karena tidak mengerti dengan ucapan Rara
pintu apartemen terbuka dan taya masuk dengan senyum yang tak pernah lepas sedari tadi
rara" mas taya
taya langsung memeluk Rara dengan erat
taya" kita Menag sayang, setelah bertahun tahun aku berjuang ...
rara" maksud mas,
taya melepas pelukannya dan melihat di sekelilingnya
taya" bisa kalian tunggu di luar sebentar saja
steven,Rachel,dan Fahri langsung keluar dan tidak lupa menutup pintu
rara" kenapa mereka harus keluar
taya langsung mencium Rara dengan lembut ...
rara sangat terkejut karena taya tiba tiba mencium nya
taya mencium Rara dengan sangat lembut , membuat Rara merasa terhanyut
taya melepas ciuman mereka
menyatukan kening mereka
taya" kita menang sayang, kita menang, dia akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya
rara" jadi sarah sudah tertangkap
taya" besok kita akan mendapat kabarnya sayang, sekarang mereka sedang mengurus semuanya
Sarah" selamat perjuangan kamu tidak sia sia (memeluk)
taya" tidak Hanay aku, tapi kita
rara" kita, bukankah ini masalah mu ?
taya"(tersenyum) sayang (menarik nafas) kamu tahu, sebelum semua ini terjadi lama sekali aku
perkataan taya terhenti karena tiba tiba pintu apartemen itu terbuka
rara" papa, bunda (terkejut)
cha-cha" sayang ... (memeluk) bunda rindu nak
rara" kakak juga rindu sama bunda
__ADS_1
taya merasa sedikit kesal, baru dirinya mau mengakui perasaannya sudah di ganggu
taya" bun, pa (mencium tangan) hanya berdua pa,Bun
Abi" tidak , bersama adik adik mu
rara"Rey dan Dion
cha-cha" Ghani dan cyra juga
rara" dimana mereka (girang)
Abi " di depan sedang berbincang bersama Fahri, taya bisa kita bicara berdua
glek
taya menelan selivahnya dengan susah payah, melihat tatapan Abi yang begitu tajam padanya
taya" Bi... Bi... bisa pa
Abi mengajak taya untuk keluar
rara" mas taya sama papa mau kemana Bun?
cha-cha" gak tahu bunda juga,jangan jangan papa kamu mau marah gara kalian tinggal di apartemen
rara" astaga papa
cha-cha" gak ngerti bunda juga kak sama papa kamu, padahal kamu istrinya taya, terserah taya mau bawa kamu kemana , heran bunda juga
rara" Hem papa mesti di kasih pengertian ini Bun, (kesal)
rara sangat kesal terhadap papa nya yang masih belum bisa terima dirinya menikah dengan taya
Abi menatap taya Dangan tajam, seperti singa yang siap menerkam mangsanya
Abi" kenapa kamu ngajak Rara tinggal di apartemen ini ?
taya" em, karena saya tidak mau dia kelelahan mengurus rumah besar
Abi" kamu kan punya uang kenapa tidak menyewa pembantu
Abi" kamu tidak menyentuh anak saya kan ?
taya menelan selivah dengan susah payah
taya" tidak
"maaf, aku sudah mencium nya beberapa kali" dalam hati taya
"papa"
Abi dan taya melihat ke sumber suara, ternyata rara sudah berada di belakang mereka dengan wajah yang memerah karena emosi
Abi" ngapain kamu kesini?
rara" harusnya kakak yang tanya papa, kenapa papa kemari?
Abi" papa merindukan mu, dan mau memastikan jika anak ini tidak macam macam
rara"(menarik nafas) mas taya bisa tinggalkan aku bersama papa
taya" tapi Ra
rara" mas, tolong
taya" baik lah, pa aku pergi dulu
rara melihat taya yang mulai menjauh dari mereka
rara" papa kenapa sih? pa ingat kan kakak udah jadi istri orang, pa mas taya itu suami kakak dia berhak atas kakak
Abi" tapi papa gak suka dia bawa kamu tinggal di apartemen seperti itu , dan lagi pula kamu masih muda, beda kamu sama dia itu lima belas tahun, papa takut jika dia bakal menelantarkan kamu, kamu menikah karena terpaksa
rara" Rara tidak terpaksa menikah dengan mas taya, asal papa tahu aku sudah dari dulu menyukai mas taya
Abi terkejut mendengar penuturan putrinya itu
__ADS_1
Abi" kamu jangan bercanda Ra, kamu hanya ingin membelanya kan
rara" tidak, jika papa tidak percaya tanyakan saja pada adik adik ku dan yang lain
rara meninggalkan Abi dan kembali ke apartemen dengan perasaan kesal
taya menunggu istrinya di depan pintu lift
karena iya merasa cemas jika istrinya dalam bahaya
Ting
pintu lift terbuka, dan terlihat Rara habis menghapus air matanya
taya" sayang kamu kenapa ?
rara" aku kesal pada papa, sudah lah jangan bertanya aku sedang kesal
rara meninggalkan taya sendiri di depan lift
"ada apa dengan nya, aku kan tidak berbuat salah, kenapa aku jadi kena sasaran juga "gumam taya
taya pun menyusul masuk dan menemui keluarga yang lain
cha-cha" Rara kenapa ?
taya" tidak tahu, dia pun marah pada ku
dimana dia ?
Rey" dikamar, sepeti nya bertengkar dengan papa
Dion" Hem, papa ada ada saja, masih saja posesif pada kakak,
chacha" ya sudah kita pulang saja,ke hotel kakak mu pasti tak akan keluar kamar sampai besok, taya kami pulang dulu, besok kita bertemu lagi ya
yang lain pun berpamitan pada taya, taya pun tak enak hati, karena Rara tidak keluar kamar
taya masuk kedalam kamar dan melihat Rara sedang menangis
taya" sayang kamu kenapa?
rara" aku merasa bersalah pada papa,tapi aku juga kesal pada papa (menangis)
taya" ada apa sebenarnya , kenapa kamu bisa bertengkar dengan papa ?
rara" papa terlalu egois dan selalu saja posesif pada ku, padahal aku sudah besar dan aku sudah menjadi seorang istri tapi
belum selesai bicara, taya memotong perkataan Rara
taya" sayang, wajar jika papa khawatir, karena dia ingin kamu dapatkan yang terbaik,karena dari kecil dia dan bunda mu, mengurus mu dengan kasih sayang dan dan semua yang terbaik, tiba tiba aku mengambil mu begitu saja, dan aku tidak memberi mu hal yang terbaik, wajar jika papa takut aku tidak bertanggung jawab pada mu
rara" tapi papa kan tidak tahu, ini kan ke inginkan ku,
taya" kita jelaskan dengan cara yang baik dan tidak emosi sayang, itu akan lebih baik, besok kita temui papa ya (memeluk)
rara" tapi jika papa marah pada ku
taya" kamu minta maaf, oke
rara mengangguk kan kepalanya
taya" kalo begitu ayo kita tidur, ini sudah malam, dan besok kita akan menghadapi banyak hal sayang
rara" baik lah, tapi aku mau mandi dulu, kamu juga mandi kamu bau (menjauh dan menutup hidung)
taya" oooo aku bau, kemari kamu
taya menggelitik Rara, mereka tertawa bahagia bersama
"semoga tawa ini akan selalu ada, dan kebahagian ku akan terus bersama dia" dalam hati taya
____________________________________
TBC
next
__ADS_1
jangan lupa kasih like dan komen untuk cerita aku ya oke oke eh dukungan yang lain juga boleh kok
terimakasih