Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 48


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


rara sedang menunggu dengan cemas di apartemen , menunggu kabar dari taya mengenai kelanjutan hidup mereka ...


taya terus saja mondar mandir di depan pintu menunggu taya, hal itu membuat Rachel dan Steven bingung


Steven" nyonya Dimitri, duduk saja,nanti anda kelelahan mondar mandir terus


rara" tidak bisa, aku tidak bisa tenang jika diam saja


Rachel" tapi nyonya, kami yang merasa pusing melihat anda seperti itu


rara" maaf , tapi aku sungguh cemas , kenapa mas taya tidak memberi kabar


Rachel dan Steven saling pandang karena tidak mengerti dengan ucapan Rara


pintu apartemen terbuka dan taya masuk dengan senyum yang tak pernah lepas sedari tadi


rara" mas taya


taya langsung memeluk Rara dengan erat


taya" kita Menag sayang, setelah bertahun tahun aku berjuang ...


rara" maksud mas,


taya melepas pelukannya dan melihat di sekelilingnya


taya" bisa kalian tunggu di luar sebentar saja


steven,Rachel,dan Fahri langsung keluar dan tidak lupa menutup pintu


rara" kenapa mereka harus keluar


taya langsung mencium Rara dengan lembut ...


rara sangat terkejut karena taya tiba tiba mencium nya


taya mencium Rara dengan sangat lembut , membuat Rara merasa terhanyut


taya melepas ciuman mereka


menyatukan kening mereka


taya" kita menang sayang, kita menang, dia akan mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya


rara" jadi sarah sudah tertangkap


taya" besok kita akan mendapat kabarnya sayang, sekarang mereka sedang mengurus semuanya


Sarah" selamat perjuangan kamu tidak sia sia (memeluk)


taya" tidak Hanay aku, tapi kita


rara" kita, bukankah ini masalah mu ?


taya"(tersenyum) sayang (menarik nafas) kamu tahu, sebelum semua ini terjadi lama sekali aku


perkataan taya terhenti karena tiba tiba pintu apartemen itu terbuka


rara" papa, bunda (terkejut)


cha-cha" sayang ... (memeluk) bunda rindu nak


rara" kakak juga rindu sama bunda

__ADS_1


taya merasa sedikit kesal, baru dirinya mau mengakui perasaannya sudah di ganggu


taya" bun, pa (mencium tangan) hanya berdua pa,Bun


Abi" tidak , bersama adik adik mu


rara"Rey dan Dion


cha-cha" Ghani dan cyra juga


rara" dimana mereka (girang)


Abi " di depan sedang berbincang bersama Fahri, taya bisa kita bicara berdua


glek


taya menelan selivahnya dengan susah payah, melihat tatapan Abi yang begitu tajam padanya


taya" Bi... Bi... bisa pa


Abi mengajak taya untuk keluar


rara" mas taya sama papa mau kemana Bun?


cha-cha" gak tahu bunda juga,jangan jangan papa kamu mau marah gara kalian tinggal di apartemen


rara" astaga papa


cha-cha" gak ngerti bunda juga kak sama papa kamu, padahal kamu istrinya taya, terserah taya mau bawa kamu kemana , heran bunda juga


rara" Hem papa mesti di kasih pengertian ini Bun, (kesal)


rara sangat kesal terhadap papa nya yang masih belum bisa terima dirinya menikah dengan taya


Abi menatap taya Dangan tajam, seperti singa yang siap menerkam mangsanya


Abi" kenapa kamu ngajak Rara tinggal di apartemen ini ?


taya" em, karena saya tidak mau dia kelelahan mengurus rumah besar


Abi" kamu kan punya uang kenapa tidak menyewa pembantu


Abi" kamu tidak menyentuh anak saya kan ?


taya menelan selivah dengan susah payah


taya" tidak


"maaf, aku sudah mencium nya beberapa kali" dalam hati taya


"papa"


Abi dan taya melihat ke sumber suara, ternyata rara sudah berada di belakang mereka dengan wajah yang memerah karena emosi


Abi" ngapain kamu kesini?


rara" harusnya kakak yang tanya papa, kenapa papa kemari?


Abi" papa merindukan mu, dan mau memastikan jika anak ini tidak macam macam


rara"(menarik nafas) mas taya bisa tinggalkan aku bersama papa


taya" tapi Ra


rara" mas, tolong


taya" baik lah, pa aku pergi dulu


rara melihat taya yang mulai menjauh dari mereka


rara" papa kenapa sih? pa ingat kan kakak udah jadi istri orang, pa mas taya itu suami kakak dia berhak atas kakak


Abi" tapi papa gak suka dia bawa kamu tinggal di apartemen seperti itu , dan lagi pula kamu masih muda, beda kamu sama dia itu lima belas tahun, papa takut jika dia bakal menelantarkan kamu, kamu menikah karena terpaksa


rara" Rara tidak terpaksa menikah dengan mas taya, asal papa tahu aku sudah dari dulu menyukai mas taya


Abi terkejut mendengar penuturan putrinya itu

__ADS_1


Abi" kamu jangan bercanda Ra, kamu hanya ingin membelanya kan


rara" tidak, jika papa tidak percaya tanyakan saja pada adik adik ku dan yang lain


rara meninggalkan Abi dan kembali ke apartemen dengan perasaan kesal


taya menunggu istrinya di depan pintu lift


karena iya merasa cemas jika istrinya dalam bahaya


Ting


pintu lift terbuka, dan terlihat Rara habis menghapus air matanya


taya" sayang kamu kenapa ?


rara" aku kesal pada papa, sudah lah jangan bertanya aku sedang kesal


rara meninggalkan taya sendiri di depan lift


"ada apa dengan nya, aku kan tidak berbuat salah, kenapa aku jadi kena sasaran juga "gumam taya


taya pun menyusul masuk dan menemui keluarga yang lain


cha-cha" Rara kenapa ?


taya" tidak tahu, dia pun marah pada ku


dimana dia ?


Rey" dikamar, sepeti nya bertengkar dengan papa


Dion" Hem, papa ada ada saja, masih saja posesif pada kakak,


chacha" ya sudah kita pulang saja,ke hotel kakak mu pasti tak akan keluar kamar sampai besok, taya kami pulang dulu, besok kita bertemu lagi ya


yang lain pun berpamitan pada taya, taya pun tak enak hati, karena Rara tidak keluar kamar


taya masuk kedalam kamar dan melihat Rara sedang menangis


taya" sayang kamu kenapa?


rara" aku merasa bersalah pada papa,tapi aku juga kesal pada papa (menangis)


taya" ada apa sebenarnya , kenapa kamu bisa bertengkar dengan papa ?


rara" papa terlalu egois dan selalu saja posesif pada ku, padahal aku sudah besar dan aku sudah menjadi seorang istri tapi


belum selesai bicara, taya memotong perkataan Rara


taya" sayang, wajar jika papa khawatir, karena dia ingin kamu dapatkan yang terbaik,karena dari kecil dia dan bunda mu, mengurus mu dengan kasih sayang dan dan semua yang terbaik, tiba tiba aku mengambil mu begitu saja, dan aku tidak memberi mu hal yang terbaik, wajar jika papa takut aku tidak bertanggung jawab pada mu


rara" tapi papa kan tidak tahu, ini kan ke inginkan ku,


taya" kita jelaskan dengan cara yang baik dan tidak emosi sayang, itu akan lebih baik, besok kita temui papa ya (memeluk)


rara" tapi jika papa marah pada ku


taya" kamu minta maaf, oke


rara mengangguk kan kepalanya


taya" kalo begitu ayo kita tidur, ini sudah malam, dan besok kita akan menghadapi banyak hal sayang


rara" baik lah, tapi aku mau mandi dulu, kamu juga mandi kamu bau (menjauh dan menutup hidung)


taya" oooo aku bau, kemari kamu


taya menggelitik Rara, mereka tertawa bahagia bersama


"semoga tawa ini akan selalu ada, dan kebahagian ku akan terus bersama dia" dalam hati taya


____________________________________


TBC


next

__ADS_1


jangan lupa kasih like dan komen untuk cerita aku ya oke oke eh dukungan yang lain juga boleh kok


terimakasih


__ADS_2