
happy reading guys
.
.
.
.
.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙
cyra memperhatikan Zain yang makan dengan sangat lahap,seperti anak kecil,Zain makan dengan sangat berantakan membuat cyra terkekeh di buatnya, mengingat Zain yang dingin,galak dan terkadang tidak sopan pada cyra,ternyata bisa makan seperti anak kecil
tanpa berfikir cyra mengambil tisu dan membersihkan bibir Zain yang terlihat kotor
Zain menghentikan aktifitas mengunyahnya karena cyra,
Zain" terimakasih
cyra"(tersenyum) kamu seperti anak kecil (terus membersihkan )
Zain memperhatikan cyra yang masih tersenyum dan terus membersihkan bibir Zain
Zain" cantik
tanpa sadar Zain mengucapkan kata-kata itu untuk cyra
cyra" apa ?
Zain" em... itu wanita yang baru masuk itu cantik
Zain menunjuk sepasang kekasih yang baru saja memasuki tempat makan
cyra" iya wanita itu cantik, tapi sayang dia sudah ada kekasih dan kamu juga sudah punya (terkekeh)
Zain" benar aku sudah punya kekasih
Zain merasa tidak enak mendengar kata-kata itu keluar dari cyra , tidak tahu kenapa dirinya merasa bersalah mendengar ucapan cyra
Zain melanjutkan makannya, sementara cyra hanya meminum teh yang ia pesan saja
cyra ingin sekali bertanya pada Zain tentang keluarga nya,namun cyra mengurung kan niat nya,karena ia tak mau melihat Zain kembali bersedih seperti tadi
setelah selesai menyantap makanan nya,Zain memperhatikan cyra yang sedari tadi memandangnya,hal itu membuat Zain sedikit risih
Zain" ada apa? ada yang salah dengan ku ?
cyra" tidak,aku hanya heran saja,makanan sebanyak itu habis oleh mu sendiri (menggelengkan kepala)
Zain" kamu tidak pernah merasa kelaparan ya,oh aku lupa wanita seperti mu mana pernah merasakan itu, pasti banyak laki-laki yang mengajak mu makan
cyra" kata siapa? aku juga pernah kelaparan,tapi tidak seperti mu (kesal)
Zain" terserah
Zain bangun dari. tempat duduk nya,dan membayar makan dan minum mereka
Ida" loh sudah mau pulang mas Zain,jangan lupa sering-sering mampir mas Zain
Zain" iya mba Ida,makanan nya tidak berubah, masih enak seperti dulu
Ida" mas Zain bisa saja,salam buat bapak ya mas Zain,OOO iya ini tolong berikan pada bapak ya mas Zain,makanan favorit bapak gratis dari saya
Zain" tidak mba, masukan dalam tagihan saya, mba Ida kan jualan masa saya tidak membayar rugi dong mba Ida nya
mba" Ida ih mas Zain ini tidak lah, saya ikhlas ini buat bapak , dan ini kembalian nya mas Zain
Zain" terimakasih mba Ida, kembalian nya biar disini saja, dan ini Zain bawa oke
Ida" iya deh mas Zain
cyra" terimakasih mba Ida
Ida" eh mba cantik, iya sama-sama terimakasih Lo mba cantik mau mampir ke mari, hati-hati. di jalan nya mba cantik
cyra" iya mba
Zain dan cyra meninggalkan tempat itu,sepanjang perjalanan seperti biasa tidak ada komunikasi di antara keduanya,adzan magrib berkumandang Zain memutuskan untuk mampir ke sebuah masjid terlebih dulu
Zain" kita solat magrib dulu
cyra" baik lah
Zain dan cyra menunaikan kewajiban mereka setelah itu Zain kembali mengantar cyra
cyra memberanikan diri untuk bertanya pada Zain soal keluarganya yang membuat dirinya sangat penasaran itu
cyra" Zain ?
Zain" apa ?
__ADS_1
cyra" boleh aku bertanya ?
Zain" apa ?
cyra" em... boleh aku tahu tentang keluarga mu ?
Zain" untuk apa?
cyra" ya untuk,em, aku hanya ingin tahu saja
Zain" belum saat nya, nanti jika sudah saat nya aku akan memberi tahu mu
cyra" kapan?
Zain" tunggu kamu layak menurut ku
cyra sangat kesal sekali mendengar perkataan Zain,
" ya Allah orang ini tidak bisakah bersikap baik,tadi saja baik sekali sekarang menjengkelkan lagi" gumam cyra dalam hati
setelah mengantar cyra dan berpamitan pada Radit dan Fani, Zain kembali ke rumahnya
Affandi" bagaimana kamu dan cyra?
Zain" baik, kenapa yah ? apa ayah sudah minum obat malam ini ?
Affandi" sudah,suster itu sangat cekatan mengurus ayah,kamu tenang saja
Zain" yah apa belum ada kabar dari rumah sakit
Affandi" belum nak,Abang mu masih seperti itu, belum ada kemajuan
Zain" maaf kan Zain yah,seandainya Zain mendengar perkataan ayah mungkin Abang masih di sini bersama kita
Affandi" Zain jangan menyalahkan diri mu, ini semua sudah takdir, kita harus menjalaninya Dangan usaha dan doa agar Allah memberi kan yang terbaik untuk kita, kamu fokus saja pada pekerjaan dan juga calon menantu ayah, ayah sudah sangat ingin memiliki cucu, ayah ingin rumah kita ramai seperti dulu
Zain" iya ayah, Zain janji akan mengabulkan permintaan ayah
Affandi" terimakasih nak, ya sudah kamu mandi dan makan malam
Zain" Zain sudah makan yah, oooo iya yah ini ada titipan dari mba ida, tempat makan favorit kita dulu, tadi Zain mengajak key kesana
Affandi" benarkah, ah ayah rindu sekali tempat itu,(tersenyum) apa kabar nya mba Ida dan keluarganya ?
Zain" sehat yah, dan ini ada titipan dari mba Ida untuk ayah, tapi Zain sarankan untuk makan nya besok saja, karena ini sudah malam
Affandi" sedikit saja boleh ya
Affandi(menarik nafas) baik lah, ya sudah sana kamu mandi
Zain" Zain naik dulu yah
Affandi" iya
keesokan paginya di kediaman taya,Rara sedang sibuk mengurus putranya yang saat ini tidak bisa di tinggal, kean akan berlari kesana kemari, karena Kean baru bisa berjalan,Rara takut anaknya akan jatuh jika tidak di awasi
Rara" Kean jangan berlari nak,nanti kamu jatuh nak
Kean tidak mendengar kan Rara, Kean terus berlari mengelilingi ruang keluarga
Rara" ya ampun Kean mommy mu ini bukan anak muda lagi,mommy capek nak, sudah ya kain kejar-kejaran nya
Kean" mommy,mommy tean mau temu Aty nada dan omty tey,
Rara" kamu bicara apa sih nak, mommy ini masih kurang paham
Kean" Aty nada omty tey mom
Rara" oooo aunty nada dan omty key
Kean" em
Rara" tidak bisa sayang kita harus pergi ke rumah eyang hari ini,ayang merindukan kamu
eyang putri sedang sakit,kita lihat eyang dulu baru nanti kita bertemu aunty dan omty ya
sedang asik berbincang dengan putranya tiba-tiba taya menuruni anak tangga dengan terburu-buru
Rara" ada apa dad ? kenapa kamu terburu-buru
taya" aku harus ke kantor sekarang, aku tidak bisa sarapan dan mengantar kalian , maaf sayang
Rara" tidak apa-apa dad, kami bisa dengan supir, kamu pergilah jika sedang ada ke adaan darurat
taya" maaf sayang,Kean dad pergi dulu ya nak, kamu temani mommy ya nak, (memeluk)
Rara" Kean cium tangan Daddy nak
Kean" tean mau cama Daddy
taya" nanti ya nak, Daddy harus bekerja dulu,Daddy janji setelah Daddy bekerja, Daddy akan bermain bersama Kean
Rara" Kean sama mommy dulu ya,oke
__ADS_1
Kean" ote
Rara" anak pintar,kiss Daddy
Kean mencium pipi taya,dan taya pun mencium pipi Kean
taya" aku pergi sayang (mencium kening)
Rara" hati-hati sayang
taya pergi meninggalkan rumahnya,menuju ke kantor, sesampainya di kantor taya langsung menemui Deni asistennya
taya" mana buktinya yang kamu bilang
Deni" ini pak, kemarin pak brand memberikannya saat bapak sudah pulang
taya" kamu hubungi Ghani,minta dia secepatnya ke kantor
Deni" baik pak
taya masuk kedalam ruangannya dan melihat data yang di berikan oleh brand mengenai Zain,taya membaca Dnegan teliti setiap lembar kertas itu
sekitar satu jam Ghani tiba di kantor dan langsung menuju ruangan taya
Ghani" ada apa mas ?
taya" lihat ini (memberikan berkas nya pada Ghani)
Ghani" apa ini ?
taya" baca saja
Ghani membuka berkas itu, dan membaca dengan teliti
Ghani" ini semua tentang Zain
taya" kita harus beri tahu opgan tentang ini sebelum terlambat, kasihan key jika harus menikah dengan nya
Ghani" apa tidak apa-apa kita beri tahu, aku takut jika opgan akan shok
taya" kita beritahu perlahan, kasian key ghan
Zain sudah memiliki ke kasih,aku Tidka mau melihat key harus bersedih karena hal itu
Ghani" aku ikut saja, aku rasa kita beritahu Rey juga tentang ini,
taya" baik lah,ayo kita pergi
saat ingin pergi tiba-tiba ponsel Ghani berdering panggilan masuk dari nada
Ghani menjawab panggilan itu
Ghani* ada apa sayang ?
nada* ayah nya Zain masuk rumah sakit, karena terjatuh, key sedang menuju ke sana aku ingin menemaninya apa boleh
Ghani* apa? oooo baik lah,pergilah nanti aku ke sana,kamu hati-hati
nada" terimakasih sayang
nada mengakhiri panggilannya, Ghani menatap taya
taya" ada apa ?
Ghani" ayah Zain masuk rumah sakit, dan sekarang bukan waktu yang tepat untuk memberi tahu, opgan tentang Zain mas
taya"astagfirloh yang benar kamu,
Ghani" iya mas
sementara di rumah sakit Zain menunggu di depan pintu IGD dengan perasaan bercampur aduk
cyra berlari menghampiri Zain yang terlihat sangat kacau
cyra" Zain
Zain melihat ke arah cyra,Zain langsung memeluk cyra dengan erat,Zain menumpahkan rasa sedih dan takutnya,di dalam pelukan cyra
cyra menepuk-nepuk bahu Zain agar Zain lebih tenang
Zain" aku Tidka mau kehilangan ayah,ini salah ku (menagis)
cyra" sudah Zain jangan bersedih,ayah mu akan baik-baik saja percaya pada ku
cyra merasa sangat iba melihat kondisi Zain,cyra merasa sangat sedih melihat Zain yang terus memeluk dan mengais, membaut dirinya tidak tega untuk meninggalkan Zain
___________________________________
TBC
next
jangan lupa setelah membaca tinggalkan jejak kalian ya, terimakasih semuanya
__ADS_1