Really My Husband 2

Really My Husband 2
#RMH (season 2) 4


__ADS_3

selamat membaca


.


.


.


.


.


***********************************


Rara terbangun dengan kepala sedikit pusing dan mata yang sembab karena habis menagis


Rara bersiap siap untuk pergi bekerja setelah ia selesai solat


sebisa mungkin ia menutupi mata sembab nya itu dengan make up agar keluarga nya tidak ada yang tahu


pagi itu ia lebih banyak diam dan pergi lebih awal karena iya tak mau berlama lama di rumah takut jika bunda nya mengetahui ke adaan nya


sebelum ke kantor Rara mampir ke toko roti milik bundanya


untuk membeli beberapa roti untuk dirinya dan Nara


setelah itu iya bergegas pergi ke kantor


sesampainya di kantor Seperi biasa satpam selalu menyapanya,


dan menunggu lift sampai terbuka


Nara" woy anak baru


Rara" (terkejut) astaga Nara bikin kaget aja sih


Nara" ya lo pagi-pagi bengong , gue panggil kagak nyaut , mikirin apa coba Lo, jangan bilang mikir jorok Lo


Rara" ih Nara ini apa sih, enggak kok, aku cuma capek aja ,


Nara" gue kasih tahu ya sama Lo, gue ini bisa jaga rahasia kok, tapi itu juga kalo Lo mau cerita tapi kalo enggak ya gak maksa (tersenyum)


Rara" (tersenyum) makasih Nara, tapi benarkan aku gak apa-apa


Ting


suara lift terbuka


Rara" nah ayo kita masuk aku ada kue buat kamu nanti kita makan sama-sama


Nara" tau aja Lo, gue belum sarapan


mereka berdua masuk ke dalam lift


sesampainya di ruangan mereka Rara memberi kue yang sempat iya beli tadi


Nara" Sekar Bakry , gue kayak gak asing sama ini kue


Rara" masak ... (tersenyum)


Nara" oooo iya ini kue selalu ada kalo kita rapat nih, ini kue nya enak tahu


Rara hanya tersenyum mendengar celotehan teman barunya itu


waktu kini sudah menunjukan pukul sepuluh pagi , namun pekerjaan Rara sudah selesai karena iya sudah mengerjakan semua itu dari kemarin


Joe" Ra di panggil pak Fahri tuh


Rara" oooo iya , terimakasih kak Joe

__ADS_1


Rara berjalan memasuki ruangan itu


Fahri" pagi kak Rara


Rara" pagi pak Fahri ...


Fahri" eh lupa ... rara maksudnya (terkekeh)


Rara" ada apa ?


Fahri" kita di suruh Daddy ke ruangannya , ada yang di beri tahu katanya


Rara" harus sekarang,kenapa tidak nanti saja


Fahri" mana fahri tahu, ya sudah ayo , nanti Fahrip kena marah Daddy


akhirnya Rara mengikuti Fahri menuju ruangan Dimas


Nara dan yang lain hanya menatap penuh pertanyaan


mereka memasuki lift khusus para atasan


Rara" ri, kakak baru kerja dua hari, tapi sepertinya sebentar lagi akan ada gosip timbul


Fahri" itu kan sudah biasa kak, (tertawa)


Rara" itu sih buat kamu, buat kakak enggak


Ting pintu lift terbuka


Fahri" ayo kak


mereka berjalan menuju ruangan Dimas


Rara" om yude, apa kabar


yude" nona Rara, baik, nona bagai mana bekerja disini ?


Fahri" kak kita mau ke temu Daddy bukan mau gibah sama om yude


Rara" iya Fahri bawel


Fahri dan Rara masuk kedalam ruangan itu betapa terkejutnya Rara melihat sosok taya sudah duduk rapih di situ


Rara" aunty (memeluk Rika) Rara kangen aunty Ghani mana ?


Rika" aunty juga kangen kamu sayang, Ghani sebentar lagi sampai


Rara" aunty kenapa jarang main ke rumah,Rara gak punya teman


dimas" Rara gak kangen om Dimas ?


Rara" enggak , rara mah bosen liat om Dimas


(terkekeh)


dimas" gitu tuh kalo udah ke temu aunty nya udah gede aja masih posesif sama aunty nya (berbicara pada taya) Ra ini ada pawang nya kamu kok gak di sapa


Rara" (menarik nafas) Hay om ..


dimas" udah gitu aja Ra


Rara" ya terus harus gimana om Dimas?


dimas" gak di peluk, atau minta gendong gitu


Rara" udah tau om,(tertawa)


dimas" siapa nya udah tua Ra

__ADS_1


Rara" om Dimas lah, ih om Dimas ini sama kayak Fahri deh bawel pusing Rara


taya hanya bisa memperhatikan saja sikap Rara


dimas" lah kan bapaknya Ra


Rika" Daddy udah deh, godain rara aja, oooo iya taya kamu ke mari ada masalah apa, apa perusahaan yang di Inggris ada masalah


taya" enggak kak, aku ke mari mau mengundang seluruh keluarga makan malam di rumah, ada suatu yang penting mau di beritahu bapak


dimas" kapan ? emang sesuatu apa sih ?


taya"( tersenyum) jadi sebenarnya


taya belum selesai bicara tapi Rara menyela lebih dulu


Rara" om, aunty Rara kembali bekerja lagi ya, gak enak soalnya tadi Rara pergi bareng Fahri pasti jadi gosip di bawah


Rika" lah gak tunggu Ghani Ra


Rara" nanti saja kita kumpul di rumah om taya


Rara mencium aunty nya kemudian pergi begitu saja tanpa menyapa taya


Rara pergi karena iya tak siap untuk mendengar perkataan taya karena Rara tahu jika mendengar iya akan kembali menangis


dimas" mom Rara lagi sakit ya, tumben biasanya minta uang jajan dulu sebelum pergi


Rika" ngaur kamu ini ... jadi gimana tadi taya


taya"(tersenyum) biar bapak aja yang jelasin kak, taya hanya mengundang saja


Rika" kakak jadi gak sabar ,


dimas" jadi kapan makan malam. nya taya ?


taya" malam Minggu ini kak


Rika" oke kita semua datang kok


sementara Rara masih berusaha menguat kan hatinya agar dia tidak kembali menangis


sesampainya di ruangannya benar dugaan rara sudah banyak yang berdesas desus tentang dirinya


Nara" Ra Lo pergi kemana sama pak Fahri


Rara" aku di panggil bos besar tadi, katanya aku masuk sini nilai nya ke tinggian


Nara" nah terus kok segala bos besar panggil


Rara" dia mau naikin jabatan tapi aku tolak sebab takut gak ketemu temen yang kayak kamu (tertawa)


Nara" lawak lu Ra , udah lah gue mau kerja lagi, males gue liat lu


Rara hanya bisa tersenyum melihat tingkah temen nya itu


_____________________________________


terkadang kita harus sering tersenyum agar orang lain mengira jika kita selalu bahagia


dan membuat orang lain iri pada kita


namun mereka tidak tahu,Jiak di balik senyum ada banyak luka yang harus di sembuhkan


_____________________________________


TBC


kita lanjut nanti

__ADS_1


semoga pada suka ya, jangan lupa setelah membaca kasih like dan komen nya sarannya juga di tunggu kok


terimakasih


__ADS_2